Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 141


__ADS_3

" Ayo." balas Reza menggenggam tangan istrinya memasuki toko yang memiliki brand ternama.


" Selamat siang Tuan dan Nyonya." sapa ramah pelayan toko itu dengan menunduk kan badan nya.


" Selamat siang." balas Gita lebih ramah, tetapi berbeda dengan Reza yang langsung saja menerobos masuk tanpa membalas sapaan dari orang yang berada di depan nya.


" Ada yang bisa kami bantu Nyonya." tanya pelayan toko itu.


" Sebentar,saya lihat- lihat dulu." jawab Gita.


Pandangan mata nya memindai setiap baju yang di pajang di rak maupun yang bergantung di hanger.


" Tolong ambilin dress yang warna lemon itu ya Mbak,sama yang di sebelah nya juga ya." ucap Gita sambil menunjuk ke arah baju yang sudah menjadi incaran nya.


"Baik Nyonya,mohon di tunggu sejenak." jawab pelayan yang berambut ikal itu.


Reza dengan begitu setia mengekori istri nya dari belakang.bak seorang bodyguard yang sedang mengawal majikan nya,bahkan Reza dengan senang hati membantu membawa kan tas yang di pakai oleh istri nya, meskipun Gita sudah menolak tetapi Reza tetap saja memaksa dengan alasan tidak mau istri nya sampai kelelahan karena menenteng tas.


padahal ukuran tas jinjing milik Gita tidak lah terlalu besar meski memiliki harga yang fantastis.


" Sayang, duduk dulu! Nanti kaki kamu pegal kalau berdiri terlalu lama." titah Reza kepada istri nya.


" Iya Mas." jawab Gita sambil tersenyum.


Kondisi kaki nya yang sudah bengkak membuat dia begitu cepat merasakan pegal di pergelangan kaki nya.


" Ini Nyonya." ujar pelayan toko itu sambil menyerah kan dua potongan baju pilihan nya.


" Terimakasih." jawab Gita sambil berdiri dari sofa yang dia duduki.bobot tubuh berisi serta dengan kondisi perut yang sudah besar, membuat wanita hamil itu kesulitan untuk menegak kan badan nya.


" Susah banget sih!" keluh Gita mengadu kepada suami nya.


Reza yang mendengar keluhan dari mulut istri nya dengan sigap membantu memegang tangan dan pinggang istri nya supaya berdiri dengan sempurna.


" Aku gendut banget ya Mas?" ucap Gita pelan, dengan manik mata yang sudah berkaca-kaca.


Reza tersenyum lebar, lagi-lagi bobot tubuh menjadi masalah yang berarti bagi istri nya.


" Bukan gendut sayang,tetapi sedikit lebih berisi, kondisi kamu kan sedang hamil besar,jadi ini normal untuk ukuran tubuh kamu, tentu kamu masih ingat 'kan apa kata Dokter Rina tadi,jangan terlalu di pikirkan.semua sudah pas pada porsi nya."jawab Reza menenangkan kegelisahan istri nya.


" Kamu ngga malu 'kan Mas,punya istri yang dekil dan gendut seperti aku?"

__ADS_1


" Kenapa Mas harus malu sayang? Mas malah begitu bahagia dan bersyukur karena kamu sudah mau mengandung dan merelakan bentuk tubuh kamu demi anak-anak kita."


" Mas jangan bercanda."


" Siapa yang bercanda sayang, Mas sangat serius!Jika kamu tidak Percaya, kamu boleh bertanya kepada Mbak nya jika wajah kamu dan tubuh kamu begitu imut untuk di pandang." ucap Reza sambil membelai pipi chubby istri nya.


Sosok wanita yang memakai kaca mata kuda dan terbilang masih cukup muda itu hanya diam menyimak pembicaraan yang terjadi,lalu mengangguk kan kepalanya sebagai tanda setuju dengan perkataan Reza.


" Benar Nyonya,tubuh anda sudah sangat ideal untuk seorang ibu hamil,dress yang anda pilih ini juga sangat pas untuk anda pakai." sahut pelayan toko itu.


Gita menghela nafas panjang nya, menyamarkan rasa kurang Percaya diri yang kerap melanda diri nya belakangan ini.


" Di mana kamar ganti nya?" tanya Gita mulai mau mencoba baju yang sudah dia genggam.


" Mari saya antar Nyonya." jawab pelayan toko itu ramah.


Siapa yang tidak mengenal sosok pria tampan yang sedang duduk di sofa tunggu itu,wajah tampan nya bahkan setiap menit bertebaran di layar televisi.seorang pengusaha sukses yang kaya raya dan memiliki wajah rupawan.Reza Kusuma Wijaya.


" Mas, bagaimana?" tanya Gita meminta pendapat suami nya atas dress selutut yang dia pakai.


" Bagus dan cantik sayang." jawab Reza berdiri dari posisi duduk nya,lalu mendekat ke arah sang istri.


" Jangan bohong Mas." ucap Gita sambil berlalu kembali masuk ke kamar ganti untuk mencoba baju pilihan nya yang kedua.


" Mas ngga sedang berbohong sayang,ini Jujur dari lubuk hati Mas yang paling dalam."jawab Reza dari balik tirai kamar ganti.


"Kalau yang ini Mas?" tanya Gita dengan gerakan memutar kan badan nya.


Reza yang melihat tingkah absurd istri nya , langsung sigap menghentikan aksi berputar-putar bak seorang model itu.


" Bahaya sayang!" tegur Reza cepat.


" Sebentar doang Mas." kilah Gita menghentikan aksi berlenggok nya.


" Mbak saya ambil dua baju ini ya, tolong carikan lagi ukuran baju yang sama seperti ini." pinta Gita lalu duduk menunggu pelayan toko itu packing barang belanjaannya.


Atas persetujuan dari Gita,20 potong dress model terkini masuk ke dalam kantong belanjaan nya,dan Reza dengan senang hati mengeluarkan kartu sakti nya untuk membayar semua belanjaan istri nya yang memiliki total 65.754.000.tidak ada raut wajah kesal atau pun marah,yang terlihat hanya raut wajah kebahagiaan yang terpancar nyata dari pengusaha sukses itu.


" Sebentar sayang."


Reza merogoh ponsel nya dari dalam saku celana ketika ada panggilan masuk.

__ADS_1


" Dari Mama sayang,Mas angkat dulu ya." ujar Reza sambil memperlihat id yang tertulis di layar ponsel nya kepada Gita.


Gita mengangguk kan kepala nya.


Melihat suami nya yang sedang sibuk mengangkat telepon, akhir nya Gita lah yang harus memencet pin dari kartu sakti milik suami nya, jangan heran bagaimana ibu hamil ini bisa tau, selama masa pernikahan mereka ada 7 macam kartu ATM yang di berikan oleh Reza kepada diri nya berikut pin nya juga,bahkan tanpa keberatan Reza juga memberitahu pin ATM milik pribadi nya.


" Kita ada di toko depan Ma." jawab Reza.


Rupanya kedua calon Oma itu sedang kehilangan anak dan menantu, karena terlalu asyik berbelanja mereka bahkan sampai tidak menyadari jika kedua pasangan suami istri itu sudah tidak berada di toko yang sama dengan mereka lagi.


" Kalian kenapa pergi ngga izin dulu." keluh Mama Meri yang sedikit capek harus berputar mengelilingi toko perlengkapan bayi demi mencari keberadaan anak dan menantu nya.


" Maaf Ma,tadi Gita lupa,soal nya buru-buru masuk ke sini!" ucap Gita sambil menunduk merasa bersalah.


" Sudah tidak apa-apa,jangan terlalu di pikirkan." jawab Mama Meri yang tidak sengaja membuat menantu kesayangan nya terlihat murung.


" Kamu belanja apa sayang?" imbuh nya lagi, berusaha mengalihkan perhatian menantu nya.


" Ini baju hamil sama beberapa dress Ma." jawab Gita sambil menunjuk ke beberapa paper bag yang ada di genggaman suami nya.


" perlengkapan bayi nya sudah siap ya Ma?Pakai ini saja buat bayar nya Ma." ujar Reza menyodorkan kartu sakti milik nya kepada sang Mama, meskipun dia tahu sang mama tentu sudah memiliki nya terlebih dahulu bahkan sebelum dia lahir ke dunia.


" Sudah Mama sama mertua kamu bayar,biar kan kami yang membeli semua perlengkapan untuk Baby twins nya." jawab Mama Meri santai.nominal dari hasil shopping mereka untuk perlengkapan baby twins tidak akan membuat kartu sakti mereka menjerit. karena setiap bulan selalu di isi oleh suami mereka dengan nilai yang cukup besar.


" Terus belanjaan nya mana Ma?" tanya Gita lagi.


" Kita langsung pulang saja.belanjaan nya nanti biar di antar langsung ke rumah kita " jawab Mama Sonia.


Kedua calon Oma itu terlihat begitu antusias,semua pernak-pernik untuk baby twins adalah hasil shopping mereka berdua tanpa campur tangan dari Reza maupun Gita.karena ini adalah cucu pertama dari kedua belah pihak,maka nya mereka begitu menyambut dengan begitu heboh.


Tanpa sepengetahuan Reza dan Gita mereka dengan rakus nya memborong semua isi toko perlengkapan bayi itu.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.


Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya.


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.


Terimakasih semua nya 🥰😍🥰😍

__ADS_1


__ADS_2