
Reza yang merasa kebelet ingin buang air kecil berusaha pelan-pelan melepaskan pelukan tangan istri nya.
Mata Reza membulat sempurna kala melihat kedua orang tua nya sudah berada satu ruangan dengan mereka.
Dengan rasa kaget nya Reza melangkah mendekati kedua orang tua nya untuk mencium punggung tangan Mama dan Papa nya.
" Kenapa Papa sama Mama sudah berada di Indonesia?" tanya Reza penuh selidik .
" Bagaimana mungkin kami tidak pulang setelah mendapatkan kabar buruk tentang kondisi menantu kesayangan kami." jawab Pak Anton penuh penekanan.
Reza yang merasa berdosa tidak memberikan kabar tentang di rawat nya Gita kepada kedua orang tua nya menggaruk tengkuk nya yang tidak terasa gatal.
" Kenapa kamu selalu suka mengabaikan kehadiran Mama sama Papa Reza! Tidak bisa kah kami mendengar kan kabar ini langsung dari mulut kamu sendiri? Kenapa harus selalu dari orang lain! Hah?" bentak Mama Meri yang sudah kesal sejak dari kemarin.
" Nanti Reza jawab Ma, Reza mau ke toilet dulu,keburu Gita bangun." jawab Reza langsung memutar badan nya menuju ke arah toilet tanpa menjawab pertanyaan menggebu dari mulut pedas sang Mama.
Di saat Reza tengah berada di kamar mandi,suara deringan ponsel milik Reza terdengar nyaring memekakan telinga.
Gita yang merasa kaget langsung terbangun duduk dari ranjang nya,karena bangun dengan cukup terburu-buru akhirnya perut nya terasa sedikit nyeri.
" Aw...Sssshh" Gita meringis sambil mengelus perut nya yang sempat terasa nyeri tadi.
Ketiga calon Oma dan opa itu berhamburan berlarian setelah mendengar suara kesakitan dari arah ranjang.
" Sayang kamu kenapa?" ucap mereka bertiga bersamaan dengan nafas yang terdengar memburu,berjalan dengan cepat membuat nafas mereka yang sudah berumur terdengar terengah-engah.
" Perut Gita tadi terasa nyeri Ma." jawab Gita dengan raut wajah masih menahan rasa kaget dan nyeri yang menyerang nya secara bersamaan.
Kedua calon Oma itu kembali secara bersamaan mengelus perut buncit yang terasa nyeri menurut Gita.
" Mama sama Papa kapan sampai nya ?" tanya Gita tatkala baru menyadari kehadiran sosok kedua mertua nya.
" Baru setengah jam yang lewat sayang,apa masih terasa nyeri?" tanya Mama Meri khawatir.
__ADS_1
wajah pucat dari menantu nya membuat hati dan pikiran nya dilema dengan sakit yang di rasakan oleh sang menantu.
" Sudah ngga lagi Ma, terimakasih." jawab Gita sambil mengulur kan tangan nya untuk mencium punggung tangan kedua mertua nya.
Pak Anton dan Mama Meri langsung sigap menyambut uluran tangan menantu nya.mereka bahkan menggeser posisi berdiri mereka lebih dekat lagi menuju ke arah Gita untuk mempermudah gerakan nya.
" Mas Reza kemana Ma?" tanya Gita gelagapan mencari sosok suami nya yang tidak terlihat sejak dia bangun tidur tadi.
" Suami kamu lagi di kamar mandi,dia tidak pergi kemana- mana kok." seloroh Mama Sonia yang mengundang senyum dari semua orang yang ada di dekat nya.
Gita hanya mengangguk kan kepala nya.
Di saat kedua orangtuanya sedang asyik bercengkrama, melihat kedatangan suami nya Gita langsung tersenyum bersemangat,entah kenapa berjauhan sedikit saja membuat hati nya gelisah galau merana.
Reza berjalan ke arah mereka dengan baskom besar yang berisi air dan juga kain basah yang akan di gunakan untuk membersihkan tubuh istri nya.
" Kamu sudah bangun sayang." tanya Reza sambil meletakkan baskom yang dia bawa ke atas nakas yang ada di samping ranjang.
Pak Anton,Mama Meri dan Mama Sonia yang mengerti jika Reza ingin membersihkan tubuh Gita langsung bergeser menjauh dari ranjang.
" Ya sudah kami tunggu di sofa itu saja ya sayang ." ujar Mama Sonia sambil menarik tangan besan nya ke arah sofa.
Sedang kan Pak Anton hanya mengulum senyum melihat anak nya yang dulu suka main perempuan kini jinak dan sangat bucin kepada istrinya.
" Jangan sampai ada noda hitam yang masih menempel di menantu kesayangan Papa!" seru Pak Anton sambil menepuk pundak putra nya.
Reza hanya mengangguk sambil tersenyum tipis karena kehadiran nya benar- benar sudah di nomor dua kan oleh kedua orang tua nya.apalagi nanti jika anak-anak nya sudah lahir dia merasa pasti akan menjadi orang yang paling terakhir mendapatkan perhatian itu pun jika masih tersisa.
Sebelum membersihkan tubuh istri nya,Reza terlebih dahulu menutup tirai yang ada di sekeliling ranjang supaya tidak ada orang yang melihat tubuh polos istri nya selain diri nya seorang.
Tubuh Reza langsung memanas melihat keindahan tubuh milik istri nya yang terpampang nyata di depan mata nya.
Beberapa hari berpuasa membuat gairah nya sulit sekali untuk di bendung.dengan secepat kilat dia menyambar bibir manis istri nya untuk sekedar melepas dahaga nya yang terasa sangat menyiksa.hanya berciuman saja sudah membuat Reza kalang kabut.
__ADS_1
Ekspresi wajah Reza sudah terlihat jelas jika ia sedang terangsang.berulang kali dia menelan saliva nya dan mata nya sedikit membesar kala Gita ternyata membalas ciuman hangat nya.
Gita yang sadar jika suami nya menginginkan lebih membiarkan saja suami nya bermain lincah di bibir lalu turun ke leher dan akhirnya sampai lah di dua bola pingpong kenyal yang sudah menjadi candu bagi Reza.
Gita tidak membiarkan suami nya bekerja sendirian, dia cukup sadar tidak bisa melayani suami nya saat ini, dari pengalaman dia menonton film biru waktu itu,Gita mulai memberikan sentuhan- sentuhan nakal nya di titik penting milik suami nya.walaupun sedang terbaring dengan sekuat tenaga Gita membantu suami nya.tangan Reza juga bergerak sangat lincah memainkan aset berharga milik istri nya.
Detik itu juga Reza menggeram dengan nikmat seraya menenggelamkan wajah nya dia sela leher jenjang istri nya.
Wajah bak kepiting rebus itu kini berganti dengan wajah penuh kelegaan.
" Terimakasih sayang,maafin Mas yang tidak bisa mengontrol diri." ucap Reza merasa malu dan sungkan, padahal istri nya masih sakit dan terbaring lemas tetapi karena tingkat nafsu yang terlalu tinggi menjadi senjata yang mampu menusuk diri nya sendiri.
" Iya Mas,ngga papa kok,aku senang bisa membantu Mas,dari pada nanti Mas malah jajan di pinggir jalan, mendingan aku turun tangan." jawab Gita sambil tersenyum.dia juga merasa berdosa tidak bisa memenuhi kebutuhan biologis suami nya,dia cukup hapal bagaimana tingkat kemesuman yang di miliki suami nya yang berada di atas rata-rata.
" Celana kamu basah tuh Mas." ujar Gita sambil menunjuk ke arah celana yang di pakai oleh suami nya.
" Hahahaha..Ini karena semburan lumpur panas Lapindo sayang." jawab Reza sambil mengecup lama kening istrinya.
Tidak pernah terbayangkan oleh Reza bagaimana jalan hidup nya jika dulu dia tidak menikah dengan wanita yang ada di depan mata nya saat ini,mungkin sekarang dia masih betah menjadi bujang lapuk dengan ratusan atau bahkan jutaan wanita malam yang silih berganti memberi kenikmatan untuk dia.
Jodoh bisa datang dengan cara tak terduga seperti yang di alami oleh Reza dan juga Gita.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..
Terimakasih semua nya..
Jangan pernah bosan untuk mampir di novel receh saya ini..🥰😍🥰😍😊😊😊
__ADS_1