
" Sumpah loe?" tanya Gita yang masih ngga percaya sama omongan Lusi.
" Beneran Gita sayang! Kalau loe ngga percaya tuh tanya aja sama kedua kurcaci itu." dengan menunjukkan dagu nya kepada Hana dan juga Kiki.
Hana dan Kiki yang merasa nama nya di sebut- sebut pun bergegas merapat kan barisan mereka saat melihat Lusi dan gita berbicara begitu serius.
" Waww ganas banget sih suami loe Git, ngga nyangka gue." seru Hana membekap mulut nya ketika sudah menyadari tanda merah itu.
" Hana.. stttt." ujar Lusi memberi kode kepada hana untuk tidak terlalu keras volume suara nya.
" Tumben loe sadar bego." ucap Kiki sambil menoyor kepala Lusi.
" Upps sorry guys." Hana mengacungkan kedua jari nya ke atas.
" Kdrt banget sih loe, parahh." jawab Lusi mendrama.
Reputasi Gita bisa rusak, selama ini di sekolah dia terkenal anak baik- baik, pintar dan ngga pernah bikin masalah, jika siswa yang lain pada tahu dengan tanda merah ini, Gita benar- benar dalam masalah besar.
" Kalau rambut gue di gerai kayak gini, apa masih kelihatan?" tanya Gita seraya membenar kan posisi rambut nya.
" Udah sih, tapi nanti kalau Loe gerak- gerak terus ya tanda merah nya bakal kelihatan lagi." jawab Hana.
" Loe pakai jaket gue aja!" seru Lusi memberi ide yang muncul di kepala nya.
" Ya mana bisa dodol. tuh loe liat aja jaket loe itu cuman sampai leher doang, ngga bakal nutupin telinga Gita. Bego.." Hana membantah ide yang ngga masuk akal dari Lusi.
" Hehehe iya.. ya." Lusi menyadari kekonyolan nya, bisa- bisa nya dia langsung ngomong saja tanpa berpikir panjang.
" Mmm pakai apa ya?" ujar Hana sambil menggigit kuku nya memutar otak membantu Gita mencari jalan keluar dari tanda merah itu.
" Ahaaa .." seru Gita yang sudah menemukan cara terampuh untuk menghilangkan tanda merah di leher nya.
" Loe ngagetin aja sih Git!" seru mereka bertiga yang merasa kaget dengan suara mendadak dari Gita.
" Gue pinjam foundation loe dong Lus." pinta Gita kepada Lusi seraya mengulurkan telapak tangan nya.
Gita sebenar nya tau cara menghilang kan tanda merah nya, hanya saja kalau di rumah dia selalu mengoles kan foundation, kalau di sekolah kan ngga bisa ,dia ngga pernah membawa alat make up nya ke sekolah, dia baru ingat jika Lusi atau pun Hana sering membawa alat tempur mereka ke sekolah.
" Loe aneh banget sih! bukan nya mikirin cara buat nutupin tanda merah loe, malah sibuk mau dandan." jawab Lusi yang merasa heran dengan Gita, biasa nya dia tidak pernah suka main alat make-up jika berada di sekolah.
" Loe dengerin gue dulu, jangan main nyolot aja dodol." ucap Gita sambil menoyor kepala Lusi.
" Aw sakit bego! Kalian suka banget sih dorong- dorong kepala gue, geger otak gue, gue tuntut kalian."
" Udah ngga usah kebanyakan drama, mana foundation loe,buruan."
Gita kembali mengulurkan tangan nya kepada Lusi.
" Iya.. Ya bentar, gue ambil di tas dulu." Lusi mengambil dompet kecil yang berisi alat- alat make-up nya, lalu mengambil foundation yang di minta oleh Gita.
" Buruan Lus, keburu bel masuk berbunyi." pinta Gita dengan tidak sabaran ,karena dia bukan hanya takut bel untuk ujian kedua berbunyi tetapi takut jika guru pengawas atau siswa lain Sampai melihat tanda merah milik nya.
__ADS_1
" Iya sabar! Nih.." ujar Lusi menyodorkan kan foundation di tangan nya kepada Gita.
" Gue pinjam dulu."
Gita langsung saja berlari menuju ke toilet sekolah, dengan tangan nya yang terus menahan rambut untuk tetap menutupi tanda merah nya,dia bahkan tidak lagi memperhatikan jalan yang dia lewati.
" Awww sakit , kalau jalan liat- liat dong." seru siswa perempuan yang bahu nya di tabrak oleh Gita.
" Sorry ya, gue ngga sengaja." jawab Gita lalu melanjutkan lari nya ke arah toilet.
" Gita.. Git.. Gita." teriak Selo memanggil Gita yang nampak berlari terburu- buru.
" Dia kenapa sih? Tingkah dia akhir- akhir ini aneh sekali."
Di toilet
" Ini gara- gara Mas Reza, pagi- pagi masih saja melukis di leher gue, ribet kan jadi nya, udah telat berangkat, di tambah lagi dengan tanda merah ini, huftttt awas saja ,nanti gue bakal balas dendam sama dia." gumam Gita dalam hati nya.
Tangan Gita terus saja mengolesi krim bedak itu di leher nya, sebelum berangkat ke sekolah Gita sebenarnya nya sudah menutupi semua tanda merah nya, mungkin karena terburu- buru, jadi masih ada yang terlewat kan, gara- gara ulah suami mesum nya yang menggempur dia di pagi buta.
" Untung saja si Lusi yang melihat nya, coba kalau siswa yang lain, bisa bahaya ini!"
" Beres deh." ucap Gita sambil menutup kembali krim bedak nya, lalu berjalan keluar menuju ke kelas nya.
" Nih foundation loe, makasih ya Lusi yang baik hati."ucap Gita sambil tersenyum penuh kepalsuan.
" Ada mau nya aja,loe muji- muji gue, dasar teman laknat loe."
Hahahaha...
" Ngomong- ngomong loe dari mana aja sih Git, lama banget lagi?" tanya Hana yang merasa penasaran dengan tingkah Gita.
" Tanda merah loe kemana?" Lusi menyadari jika rambut Gita kembali di ikat ke atas, sementara di leher Gita sudah bersih, mulus seperti jalan tol.
" Udah gue hilangin pakai foundation yang ada di tangan loe itu ."
" Kok bisa ?" tanya mereka bersamaan.
" Ya bisa lah, gue kemarin di ajarin sama nyokap gue, maka nya gue langsung pinjam krim nya si Lusi."jawab Gita cuek.
" Wiss hebat banget sih, istri nya pak Reza Wijaya ini, udah paham aja teori- teori stempel cinta." seru Lusi dengan suara yang tidak terkontrol lagi.
" Lusi! suara loe." ujar Kiki mengingat kan Lusi yang kembali berbicara dengan volume suara yang tinggi.
" Iya sorry deh, kebablasan gue nya." ucap Lusi sambil nyengir.
Ketiga sahabat nya memutar mata jengah mendengar Lusi dengan seribu alasan nya.
Di Kantin
" Gue mau pesan, soto ayam sama mie goreng sambal nya di banyakin ya Lus." titah Gita kepada Lusi.
__ADS_1
" Soto ayam sama mie goreng?" Kiki dan Lusi saling melirik.tidak biasa nya Gita memakan soto, biasa nya dia selalu memesan nasi goreng, porsi makanan yang dia pesan juga bertambah banyak.
"Gita aneh banget deh, lagi lapar atau doyan sih." ujar Lusi yang sedikit kaget dengan porsi makan Gita hari ini.
" Udah kita pesanin aja.ntar di meja kita tanyain." Kiki langsung menarik tangan Lusi menuju ke warung kantin.
Sementara Gita dan juga Hana sudah duduk manis menunggu pesanan mereka datang.
" Nih pesanan loe ujar Lusi menggeser kan piring - piring yang sudah di tata oleh penjaga kantin.
" Gita!" seru Hana yang merasa kaget melihat Gita meminum jus tomat.
" Loe tumben pesan jus tomat? Biasa nya kan loe paling ngga suka dengan jus itu." ujar Hana melanjutkan rasa penasaran nya.
" Ngga tau, tiba- tiba gue pengen aja minum jus tomat,segeerrr."
Lusi, Hana dan Kiki saling melirik, tingkah Gita hari ini benar- benar aneh, porsi makan nya yang jumbo di tambah lagi minuman yang paling dia ngga suka malah menjadi pilihan nya hari ini.ketiga nya menatap tidak percaya kepada Gita,benarkah orang yang berada di hadapan mereka saat ini adalah Sagita Anastasya Husein.
" Loe lagi ngga sakit kan Git?" tanya Lusi sambil meraba kepala Gita.
" Loe ngapain sih lus, orang gue ngga kenapa- kenapa."jawab Gita santai seraya terus saja menyendok kan makan ke mulut nya, tanpa memperdulikan orang yang ada di sekitar nya,
Mereka bertiga tidak jadi menghabis kan makanan yang sudah mereka pesan, ketiga sahabat itu lebih tertarik melihat cara Gita memakan mie goreng dan juga soto ayam nya dengan begitu lahap, seperti orang yang sudah beberapa hari tidak di kasih makan.berulang kali mereka harus menelan Saliva nya sendiri akibat melihat cara makan Gita.
" Gita.. pelan - pelan dong makan nya!" seru Lusi yang bergidik ngeri melihat gita yang sudah belepotan , dengan kuah soto masih menetes di dagu nya.
" Loe lagi lapar, atau ngidam sih ?" tanya Kiki yang juga merasa heran dengan tingkah Gita yang di luar dugaan nya.
" Gue laper banget, sumpahh!"
" Udah berapa hari loe ngga makan?"tanya Lusi lagi.
Tetapi Gita sedikit pun tidak menghentikan aksi nya, dia masih saja sibuk menyendok kan kuah soto ke dalam mulut nya, bahkan melahap nya sampai habis tak bersisa.
" Jangan- jangan loe benaran lagi ngidam lagi Git!" seru Hana lagi.
" Ngidam? My husband? Tanda merah?" gumam Bima dalam hati nya.
" Gue yakin teman- teman Gita pasti tau semua nya tentang Gita."
"Ngidam?"
Selo juga kaget mendengar Lusi menyebut kata ngidam ,setau dia ngidam itu adalah sesuatu yang di rasakan oleh ibu hamil.
" Siapa yang lagi hamil?" tanya Selo yang sudah dekat ke meja Gita dan juga teman- teman nya.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
__ADS_1
Terimakasih semua nya..
Salam sayang untuk kita semua nya..😍🥰😍🥰