
Mobil Rega perlahan memasuki halaman rumah nya, Gita yang sedang tertidur lelap pun terbangun dengan sendirinya tanpa di panggil atau di bangunin.
" Sudah sampai ya Bang?" tanya Gita sambil mengucek mata nya.
" Iya ,ayok turun." ajak Rega yang sudah selesai mematikan mesin mobil nya.
Gita Mengangguk lalu membuka pintu mobil nya untuk keluar.
" Aw..." rintih Gita karena lupa melepas sabuk pengaman dan akhirnya kepala dia harus terbentur ke sisi atap mobil itu.
" Sakit ngga?" tanya Rega khawatir,tangan nya langsung mengelus keponakan twins nya yang berada di dalam sana.
" Sedikit." jawab Gita sambil tersenyum.
" Maka nya hati-hati dong Dek,kalau terjadi apa-apa nanti Abang lagi yang di marahin sama suami posesif kamu itu."
" Iya maaf,ngga sengaja Bang."jawab Gita.
Kali ini Rega langsung yang membuka kan sabuk pengaman milik Gita, sang adik yang suka ceroboh membuat dia harus lebih waspada lagi dalam menjaga nya.
Saat mereka masuk ke dalam rumah, ternyata keadaan rumah masih dalam kondisi sepi,karena sang Mama tentunya belum pulang dari acara perkumpulan nya, sedang kan Papa Herman sudah pasti masih berada di kantor nya.
" Kamu di rumah sendirian ngga papa 'kan Dek? Abang harus segera kembali ke kantor."
" Iya ngga papa kok Bang,berangkat aja."jawab Gita sambil tiduran di atas sofa ruang keluarga.
Setelah mendapatkan izin dari adik nya,Rega lalu bergegas menuju ke kamar nya untuk mengganti pakaian nya yang sudah basah oleh keringat.dengan sedikit tergesa-gesa Rega mengganti baju nya tanpa membersihkan terlebih dahulu badan nya,acara meeting nya yang sebentar lagi akan di mulai membuat dia harus segera berangkat saat ini juga.
" Baru di tinggal 5 menit aja..Udah ngorok lagi ini bocah." keluh Rega benar-benar tidak percaya.
" Bi." panggil Rega pelan kepada Bi Imas yang baru saja datang dari arah dapur.
" Iya Den." jawab Bi Imas sambil berjalan mendekat.
" Titip Gita ya Bi,aku harus kembali ke kantor sekarang juga,kalau bisa Bibi duduk di sini aja,takut nya nanti dia bisa jatuh dari sofa ini karena terlalu nyenyak dengan tidur nya."
" Baik Den." jawab Bi Imas patuh dan mengerti dari perintah yang di sampaikan oleh Tuan muda nya.
Rega pun merasa tenang setelah menitipkan Gita kepada Asisten rumah tangga nya.sehingga dia bisa pergi dengan hati damai tanpa ada beban pikiran yang mengganjal.
__ADS_1
Sedang kan di kota M sana,Reza sudah selesai dengan segala pekerjaan nya,tinggal menunggu acara makan malam yang 2 jam lagi akan di laksanakan sehingga dia bisa segera kembali ke kota di mana istri nya telah menunggu kepulangan nya.
" Alan!Aldo ! Apa semua nya sudah kalian persiapkan dengan baik?" tanya Reza yang tengah fokus berjalan menuju ke kamar hotel nya.
" Sudah Bos." jawab mereka kompak.
" Satu jam lagi baru panggil saya,karena saya mau istirahat terlebih dahulu karena setelah makan malam kita harus segera terbang ke kota asal kita."
" Baik Bos."jawab mereka dengan kompak lagi,
Sedang kan Reza sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamar nya.
" Huft... Alhamdulillah semua berjalan lancar dan gue bisa pulang lebih cepat." ucap syukur Reza karena telah berhasil menyelesaikan semua pekerjaan nya lebih cepat dari perkiraan nya.
" Sayang! Tungguin Mas ya, Mas kangen banget sama kamu dan baby twins kita." ucap Reza pelan.tubuh nya terlentang sempurna di atas kasur,baju dan sepatu nya bahkan masih menempel seperti biasa nya.
Waktu makan malam yang sangat di tunggu-tunggu oleh Reza pun akhirnya datang juga,bukan makan malam nya sih yang dia tunggu tetapi jam kepulangan nya lah yang lebih dia harapkan.
" Bos." panggil Alan sambil mengetuk pintu kamar tempat Reza menginap.
" Iya sebentar." jawab Reza dari dalam.
" Langsung berangkat saja, lebih cepat lebih baik." ajak Reza sambil merapikan jas nya lalu berjalan turun dengan langkah lebar nya menuju ke lobby hotel.
Bodyguard yang sudah di tugaskan oleh Reza telah menunggu kedatangan nya di depan pintu keluar hotel tersebut.
" Silahkan Tuan muda." ucap anak buah nya sambil menutup kembali pintu mobil dengan rapat.
Sedang kan Alan dan Aldo berada di mobil yang berbeda dengan Tuan muda mereka.
Semua para karyawan nya menyambut bahagia kedatangan Tuan muda mereka.
Reza yang tidak ingin mengulur waktu lagi, Langsung mengambil posisi di tempat yang telah di sediakan untuk diri nya.
Acara makan malam pun langsung di mulai,semua tamu undangan juga turut menyantap hidangan yang telah di sediakan.
Deg...
" Kenapa tubuh gue terasa aneh setelah mengunyah makanan ini?" gumam Reza dalam hati nya.
__ADS_1
Muka Reza bahkan sudah merah padam dan berkeringat hebat karena menahan rasa aneh yang melanda diri nya.
Mata Reza bahkan terpejam sempurna kala merasakan tubuh nya semakin menegang.Reza bukan lah orang bodoh yang tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini.
" Kurang ajar! Siapa yang sudah berani menaruh obat haram ini ke dalam makanan gue." gumam Reza mengumpat kesal.
" Saya ke toilet dulu."ucap Reza kepada kedua Asisten nya.
Alan beserta Aldo yang kaget melihat wajah merah dari tuan muda nya menjadi sedikit curiga.
Tidak lama ponsel kedua nya berdering pertanda ada pesan yang masuk.
" Tuan muda." ucap mereka kompak sambil menunjuk kan ponsel mereka masing-masing.
Dengan setengah berlari,kedua Asisten yang begitu setia itu berjalan melewati setiap ruangan demi lebih cepat sampai pada tujuan yang di sampaikan oleh Tuan muda nya melalui pesan singkat yang baru saja dia kirim kan.
Tadi Reza memang mampir sebentar di toilet untuk sekedar membasuh muka nya agar lebih segar ,lalu keluar lagi menuju parkiran mobil nya.
Ke kamar mandi adalah cara Reza mengalihkan perhatian musuh dalam selimut nya.
Di sekitar mobil Reza sudah ada 10 bodyguard yang menjaga mobil itu dari kemungkinan terburuk.
" Sial! Bisa-bisa nya gue kecolongan lagi." murka Reza sambil meninju jok mobil nya.
Rasa aneh itu semakin lebih kuat terasa dan semakin menyiksa bagi Reza.
" Bos." sapa Alan dan Aldo yang langsung menerobos masuk ke dalam mobil mewah itu.
" Apa kita harus ke bandara sekarang juga Bos?" tanya Alan.
Pesan singkat yang di kirimkan oleh Reza kepada mereka berdua sudah membuat mereka mengerti apa yang di rasakan oleh Bos mereka saat ini.
" Lakukan! Saya sudah tidak tahan lagi." jawab Reza sambil memejam kan mata nya.
" Siap Bos."
Alan lalu turun sebentar, untuk memanggil ketua bodyguard yang sedang berbicara dengan anak buah nya.entah apa yang di bisikkan oleh Alan kepada pria bertubuh besar itu.yang jelas raut wajah Alan menggambarkan sebuah kemarahan besar.
Reza yang sudah tidak merasa nyaman dengan tubuh nya memilih diam di dalam mobil tanpa mengeluarkan perintah apa-apa lagi.
__ADS_1