Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 128


__ADS_3

Siang ini Gita tengah duduk santai di atas ranjang nya sambil menonton film komedi di layar televisi di temani oleh sang Mama dan juga Mama mertua nya yang baru saja datang mengunjungi nya.


Suara tawa ketiga perempuan itu saling bersahutan memenuhi ruangan kamar mewah ini.


Reza yang sedang fokus dengan pekerjaan nya sama sekali tidak merasa terganggu dengan suara cekikan ketiga wanita itu.mata nya tetap saja fokus ke layar laptop nya.


" Lucu sekali cowok bule itu." sahut Mama Meri yang mendadak suka dengan film yang bergenre komedi.


" Iya ..Perut aku sampai pegel karena ngga berhenti ketawa." jawab Mama Sonia.


" Besok- besok kita nonton bareng lagi ya Oma-Oma." sahut Gita dengan suara yang di bikin- bikin.


Kedua calon Oma itu saling melirik lalu tertawa dengan mengangguk kan kepala menyetujui permintaan sang putri.


Sesuai dengan janji dan kesepakatan mereka kemaren sore.setelah berganti pakaian santai ketiga gadis rusuh itu kini sedang berdiri menunggu kedatangan Selo dan teman-teman nya di tempat yang telah mereka tetapkan.


" Lama banget sih, itu rombongan kaum rebahan." seloroh Lusi sambil menggoyangkan baju yang dia pakai.


" Iya nih,apa jangan-jangan mereka nyasar kali ya!" seru Hana lagi.gadis itu berkacak pinggang menatap tajam setiap kendaraan yang masuk untuk memarkir mobil mereka.


Sudah 10 menit mereka menunggu namun mobil yang mereka tunggu belum juga kelihatan memasuki area rumah sakit ini.


" Gimana?" tanya Lusi yang baru keluar dari mobil nya.


Hana dan Kiki sama- sama mengangkat bahu mereka sebagai pertanda jika mereka juga tidak tau di mana keberadaan rombongan rebahan itu.


" Udah yok kita masuk aja." putus Kiki setelah lelah menunggu namun tidak ada kepastian.


" Let's go... Ngapain kita buang-buang waktu menunggu orang yang ngga jelas itu." sungut Lusi merasa kesal.


Dengan hati kesal ketiga gadis biang rusuh itu melangkah masuk ke dalam gedung rumah sakit itu.


" Woyyy.. Tungguin." teriak Aris dari kaca mobil Selo.


Ketiga gadis yang hampir saja ingin menutup pintu masuk langsung menoleh ke arah sumber suara yang sudah mereka kenali.


Hana,Kiki dan Lusi terpaksa menghentikan langkah kaki mereka dari pada Aris si manusia Tarzan kembali berteriak dengan suara parau nya.


" Kenapa malah masuk duluan!" seru Aris dengan nafas ngos-ngosan karena mereka memutuskan untuk berlari dari parkiran menuju ke arah pintu masuk sebelum kaum ladies meninggalkan mereka.


" Janjian nya jam berapa...Datang nya jam berapa.lama amat sih kalian dandan nya." ujar Lusi dengan nada lembut namun penuh penekanan.


" Tadi ban mobil nya si Selo bocor.jadi nya kita- kita mampir dulu di bengkel." jawab Bima dengan jujur sambil menenteng kantong kresek yang berisikan sejumlah roti.


Sedang kan di tangan Aris ada sekeranjang buah segar yang mereka beli di tengah perjalanan menuju ke ruang sakit tadi.

__ADS_1


" Yang jelas kalian tidak tepat waktu." geleng Lusi sambil memutar malas kedua bola mata nya.


" Ya sorry..Kita minta maaf atas keterlambatan ini.masuk yok.ngga enak di lihatin security jika kita masih berdebat di sini."ujar Selo menengahi perdebatan paripurna yang sedang berlangsung.


" Ya udah buruan." jawab Lusi sambil melangkah kan kaki nya masuk menuju lantai dua di mana tempat Gita di rawat.


" Jangan sampai membuat kebisingan atau kegaduhan di ruangan itu nanti." imbuh nya lagi sambil terus berjalan sebagai petunjuk arah.


Keluar dari lift mereka berhenti tepat di depan pintu ruangan yang tertulis VVIP Presdir.


" Ini ruangan nya? Loe ngga salah alamat kan Lus?" sergah Aris cepat sebelum Lusi menekan gagang pintu kayu itu.


" Ya benar lah bego! Kita udah bolak- balik masuk kesini masa salah alamat juga,loe ngga nyimak ya apa yang di bicarakan mertua Gita saat dia atas panggung tadi." ujar Lusi dengan menghentikan pergerakan tangan nya.


Lusi langsung menjentikkan jemari nya di depan wajah Aris yang terlihat bengong setelah membaca tulisan yang ada di pintu depan nya.


" Hello...Loe belum yakin juga dengan kesultanan yang di miliki Gita,masuk ke dalam gue yakin loe bakal pingsan berdiri sampai tidak sanggup bangun lagi." guyonan Lusi mengundang gelak tawa teman- teman yang berdiri rapi di belakang mereka.


" Hahaha..."


" Apa loe masih ragu dengan kekayaan seorang Reza Kusuma Wijaya? Apa perlu gue jelas kan lagi." sahut Kiki sambil menoyor kepala Aris yang terlihat masih asyik melamun.


Tok..Tok..


Lusi yang berada di barisan terdepan langsung mengetuk pintu.


Lusi yang mendengar perintah masuk langsung menekan gagang pintu dan membuka lebar-lebar untuk mempermudah teman-teman nya untuk masuk.


" Selamat siang menuju sore Tante,Mas Reza." sapa ketiga gadis itu penuh kesopanan.


Sedangkan kaum Adam hanya tersenyum sambil mengikuti langkah kaki kaum perempuan itu bergantian mencium punggung tangan Mama Sonia dan juga Mama Meri.


Terakhir tidak lupa mereka bersalaman dengan Gita yang sudah duduk manis di ranjang.


Satu persatu mereka melangkah mendekat ke arah Gita,hingga tiba lah giliran Selo.pria yang dulu sempat menjalin kedekatan dengan wanita yang sedang duduk di atas ranjang itu.


Deg...


Selo masih bergeming, sepasang netra nya tampak terpesona dengan penampakan Gita yang semakin terlihat cantik dan menawan .


Kulit mulus nya semakin terlihat bening,lama tidak bertemu dengan mantan sang pujaan hati.


kecantikan yang Gita miliki seperti bertambah ribuan kali lipat.


" Semoga cepat sembuh Git." ucap Selo dengan suara bergetar nya sedang kan tangan nya tidak lepas menggenggam tangan Gita.

__ADS_1


" Terimakasih Sel." jawab Gita. melihat Selo yang tidak kunjung melepas kan tangan nya Gita berusaha menarik pelan tangan nya dari genggaman kuat jemari pria itu.


Sontak pemandangan itu membuat teman-teman Gita saling melirik namun tidak ada yang berani mengusik adegan itu.


"Sel!" seru Aris pelan di telinga Selo.


Selo yang kaget karena tengah melamun langsung melepas kan cengkraman tangan nya dari jemari mungil Gita.


" Sorry Git." ucap Selo merasa tidak enak.


Mama Sonia dan Mama Meri memilih berpindah menuju sofa memberikan tempat bagi teman-teman Gita untuk lebih leluasa mengobrol.


" Ris! Lap tuh inces loe dari tadi ngalir terus." seloroh Kevin berusaha mencairkan suasana yang sempat membeku.


Aris yang tengah terkagum- kagum dengan suasana dan interior ruangan mewah ini dengan polos nya mengikuti ucapan Kevin.


" Sialan loe." ketus Aris setelah menyadari jika dia menjadi korban pembullyan sahabat nya.


" Gimana cerita nya loe bisa jatuh sih Git?" tanya Bima mulai membuka suara.


" Sifat ceroboh loe ternyata ngga sembuh- sembuh juga." tambah nya lagi sambil geleng-geleng kepala.


" Ya nama nya lagi apes Bim, gue ngga bisa menghindar lagi, terlebih lagi orang yang bertabrakan dengan gue memiliki postur tubuh yang tinggi dan sangat besar.otomatis badan gue yang kecil ini mental jauh dong." jawab Gita tanpa menjelas kan secara detail kejadian yang ada.


" Maka nya! Jalan nya itu pakai mata Gita! Jangan melamun terus,apalagi sih yang loe pikirkan .hidup udah enak begini." sahut Aris lagi.


" Jalan pakai kaki kali,mata guna nya buat melihat." kali ini bukan Gita yang terdengar membuka suara melain kan Lusi si drama queen.


" Eh ayang beb Lusi.main nyahut aja lagi.benar- benar definisi jodoh tanpa syarat kita berdua." ucap Aris menggoda terang-terangan Lusi di hadapan semua orang yang ada di dalam sana, termasuk kedua orang tua Gita dan suami nya.


" Jodoh pala loe peyang." bentak Lusi tidak terima.


Reza terus fokus dengan layar laptop nya,namun telinga nya tetap siaga menguping setiap kata yang keluar dari arah kerumunan itu.


Reza juga tahu di dalam rombongan itu, ada cowok yang pernah di ceritain oleh Gita yang menyimpan rasa terhadap istri nya.


Mata nya melirik tajam ke arah Selo yang tertangkap basah terus menatap penuh makna ke arah istri nya.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah.


sebanyak mungkin ya guys..


Tinggalkan jejak sayang nya di kolom Komentar walaupun hanya satu kata..


Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya.

__ADS_1


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..


Terimakasih semua nya..😍🥰😍🥰😍


__ADS_2