Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 144


__ADS_3

Tatkala sang surya samar-samar masih menampakkan diri nya.mobil Ferrari warna hitam milik Reza terlihat memasuki pekarangan rumah Gita.


Reza pulang demi menepati janji dan menjalankan misi terakhir nya.


Tap...


Tap..


Hentakan sepatu mahal milik Tuan muda terdengar membisingkan telinga para penikmat nya.


" Rujak nya masih ada?" Tanya Reza yang langsung ikut bergabung duduk lesehan di karpet bulu ruang keluarga.


Mata Reza kembali bersinar begitu mendapati orang rumah nya sedang menyantap lahap rujak yang sama seperti yang dia makan tadi siang.


" Mas,kamu sudah pulang?" tanya Gita sedikit tidak percaya.


" Iya sayang ku, 'kan tadi udah janji sama kamu." jawab Reza sambil mengecup kening istrinya.


Gita sebenarnya senang mendapat kan perlakuan manis ini,namun mata nya di buat melongo ketika menyadari bibir yang di gunakan suami nya adalah bekas menggigit mangga muda yang terdapat banyak getah nya.


" Mas,bibir nya jorok kenapa langsung cium aja sih!" Protes Gita dengan kesadaran penuh.


" Bersih sayang, sebelum pulang tadi Mas bersih-bersih di toilet ruang kerja Mas."jawab Reza belum mengerti.


" Iya tapi kan sekarang bibir Mas lagi makan mangga,nanti kalau getah nya nempel di jidat aku lalu gatal bagaimana?" tanya Gita menyerang suami nya yang asal nyosor saja.


" Maaf sayang! Mas lupa." jawab Reza sambil nyengir.


Karena terlalu asyik menyantap rujak buah yang sudah masuk ke daftar makanan favorit nya.Reza bahkan sampai tidak menyadari jika sang Mama masih betah berada di kediaman mereka.


" Mama belum pulang juga?" tanya Reza dengan alis yang menyatu sempurna.


" Kamu ngusir Mama?Mau Mama kutuk kamu?" balas Mama Meri merasa kesal.


" Bukan Ma,dari tadi pagi Mama sudah berkubang di sini? Apa ngga di cariin sama Papa?" kilah Reza yang tidak ingin sang Mama salah paham dengan pertanyaan nya.


" Kamu pikir Mama kerbau yang harus berkubang! Papa kamu 'kan sudah berangkat ke luar kota tadi pagi,kamu...." belum siap Mama Meri menyelesaikan ucapannya.namun Reza dengan cepat memberikan kode dengan meletakkan jari telunjuk nya di depan bibir nya, meminta sang Mama untuk diam dan tidak melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


Reza tidak ingin perang dunia terjadi ketika mereka masih berada di ruang keluarga,biarlah dia sendiri yang akan memberi tahu istri nya nanti saat mereka sudah berada di dalam kamar.


Mama Meri yang paham dengan maksud dari kode yang di berikan oleh Reza seketika langsung bungkam dengan ekor matanya yang melirik ke arah menantu nya.


Nasib baik sedang berpihak kepada mereka ,karena sibuk dengan rujak buah nya Gita bahkan tidak terlalu mempedulikan konflik yang terjadi di samping nya.


Setelah menghabiskan semua buah dan kuah rujak.kini mereka dengan terpaksa harus membubarkan diri untuk membersihkan diri demi menunaikan ibadah sholat Maghrib yang suara adzan nya sudah mulai terdengar berkumandang.Reza dan Gita langsung naik ke lantai atas melalui lift, sedang kan Mama Sonia memilih mengantar besan kesayangan nya keluar terlebih dahulu sebelum ikut naik menuju kamar nya.


Begitu selesai makan malam, Reza langsung mengajak Gita naik menuju kamar nya, Kedua mertua nya yang sudah tau alasan kenapa Reza begitu terburu-buru ingin masuk ke kamar,hanya mengiyakan dengan anggukan kepala.


" Bagaimana cara Reza menjelaskan kepergian nya kepada Gita ya Pa?" Mama Sonia mendadak gelisah menunggu ekspresi apa yang akan di berikan oleh putri nya, ketika mendapat kabar yang kurang menguntungkan bagi nya.


" Papa juga ngga tahu Ma, tetapi Papa berharap semoga saja Gita dengan dewasa nya bisa mengerti situasi dan kondisi suami nya saat ini." jawab Papa Herman dengan cukup yakin,namun mulut dan hati nya tidak berhenti memanjatkan doa agar sang putri di beri kesabaran yang berkali- kali lipat oleh sang pencipta.


" Palingan juga nangis kejar Ma." sahut Rega nyeleneh.tidak ada yang meminta pendapat nya,namun bujang lapuk satu ini berseru sesuka hati nya saja.


" Besok pagi,dia pasti turun dengan mata dan wajah sembab nya." imbuh nya yakin.


" Jika Reza pergi, bawalah adik kamu jalan-jalan supaya dia tidak larut dalam kesepian nya." cetus Mama Sonia memberi ide yang menurut nya sangat bagus.


" Kenapa harus Rega Ma? Kenapa ngga Mama sama Papa saja." tolak Rega tidak setuju dengan ide kedua orang tua nya.


" Bagaimana jika ada cewek yang naksir sama Rega melihat Rega berjalan dengan wanita hamil, bisa-bisa mereka langsung mundur dengan berlari maraton." cicit nya lagi.


" Tingkat kepedean mu sungguh tinggi sekali,sayang nya tidak akan ada wanita yang mau melirik bujang lapuk seperti kamu." sindir Mama Sonia begitu tajam kepada sang putra yang tengah mengkhayal jauh.


" Ya Allah Mama! Tega sekali Mama berbicara seperti itu kepada anak nya,tidak ada kah rasa Kasihan sedikit pun di hati Mama buat aku?" tanya Rega sedikit mengiba.


" Kamu pikir kan saja sendiri,mata Mama sudah mengantuk karena terlalu lama menatap kepada pria jomblo yang sudah berkarat ini." ujar Mama Sonia sambil melangkah naik menuju kamar nya.


Ingin sekali Rega berteriak melampiaskan rasa kesal nya, namun otak dan pikiran nya masih menjunjung tinggi adab kesopanan berbicara dengan orang tua.


Kepala Rega langsung menoleh menatap wajah sang Papa yang sama sekali tidak bereaksi dan bersikap santai setelah melihat perdebatan yang terjadi di antara dia dan sang Mama.


" Rega juga mau ke kamar ya Pa." pamit Rega yang hanya di balas suara deheman dari sang Papa.


" Apa gue benar-benar anak pungut ya? Kenapa gue selalu merasa di anggap tidak ada di rumah ini." batin Rega menjerit.

__ADS_1


Sementara di dalam kamar lantai atas,sepasang suami istri terlihat bermandikan keringat setelah menuntas kan hasrat surga dunia mereka berdua.


Bagaimana tidak bermandi kan keringat,begitu sampai di dalam kamar mereka,Gita dan Reza sama- sama terbawa suasana, meskipun setiap hari bertemu dan melakukan hubungan suami istri,tetapi masih saja membuat kedua nya saling rindu dan kangen dengan belaian dari tangan pasangan mereka masing- masing.


Nafas Gita terdengar masih memburu akibat pergulatan panas nya bersama suami tercinta,tubuh Gita yang sudah mekar dan semakin montok membuat wanita hamil ini cepat sekali merasakan lelah dan bermandikan keringat.


Reza menatap wajah Gita begitu lembut,dengan pelan Reza mencium kening Gita yang saat ini masih menutup kedua mata nya demi menetralkan nafas nya yang masih belum beraturan.


Gita sendiri yang mendapat kan perlakuan lembut dari Reza sontak membuka kedua kelopak mata indah nya.


" Mas." panggil Gita sambil tersenyum manis.


" Iya sayang, belum ngantuk?" tanya Reza berbasa-basi.


Yang hanya di balas gelengan kepala oleh istrinya.


"Sayang." panggil Reza lirih.lidah nya terasa sangat kelu untuk berbicara.sorot mata teduh dari sang istri membuat Reza tidak tega mengutarakan isi hati nya.


" Sayang!" panggil nya lagi.


" Kenapa Mas?" tanya Gita merasa heran melihat suami nya yang tidak berhenti memanggil sedang kan posisi mereka begitu dekat bahkan menempel sempurna.


" Besok pagi Mas harus ke luar kota untuk meresmikan pembukaan cabang perusahaan kita yang ketiga di kota m itu." ucap Reza dengan satu kali hembusan nafas.


" Keluar kota? Besok pagi." ucap Gita sendu.


Jantung Gita berdetak dua kali lipat dari batas normal,nafas nya tiba-tiba sesak mendengar kata yang keluar dari mulut suami nya.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.


dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya.


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.


Terimakasih semua nya 🥰😍🥰😍

__ADS_1


__ADS_2