Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 96


__ADS_3

Hati Gita menghangat saat melihat pemandangan indah di meja makan pagi ini.kedua orang tua mereka tampak harmonis menyantap sarapan mereka.


Padahal malam tadi Mama Sonia dan Papa Herman belum sampai di rumah saat mereka pulang dan rencana nya mereka akan menginap semalam di kota b,tetapi pagi ini mereka tiba- tiba saja sudah berada di rumah dan duduk manis menyantap sarapan pagi.


Di meja makan itu juga ada kedua mertua nya yang ikut bergabung, entah jam berapa mereka sampai di sini yang jelas saat mereka turun pemandangan indah ini sudah tersaji begitu saja.


" Kalian sudah turun!" ucap Mama Sonia dan Mama Meri bersamaan.


Semua orang terkekeh melihat kekompakan kedua calon Oma itu.


"Kok bisa seperti itu ya Mer?" tanya Mama Sonia yang merasa penasaran.


"Seperti nya kita memang selalu sehati Sonia." seloroh Mama Meri yang Kembali mengundang gelak tawa semua anggota keluarga.


" Ayo sayang sarapan lah, tadi kami berdua sudah memasak kan makanan kesukaan kamu sayang." ucap Mama Meri bersemangat.bahkan tangan nya dengan cepat mengambilkan nasi untuk menantu dan anak nya.


" Gita bisa ambil sendiri Ma." ucap Gita yang merasa tidak enak harus di layani oleh mertua nya.


" Tidak apa-apa sayang,sesekali biarkan Mama melayani kalian,kita jarang-jarang bertemu dan sarapan bersama seperti ini,makan lah kalian pasti sudah lapar." jawab Mama Meri sambil menyerah kan dua piring kepada Gita dan juga Reza.


Mama Sonia dan kedua calon opa itu hanya diam melihat bagaimana perhatian nya Mama Meri kepada anak-anak nya.


" Terimakasih Ma." ucap Gita dan mulai menyantap sarapan pagi nya.


Reza yang harus segera berangkat ke kantor pun langsung menyantap makanan yang di berikan oleh Mama nya.


Setelah selesai sarapan.Mama Meri mulai mengutarakan maksud dan tujuan mereka datang bertamu subuh- subuh tadi sebelum putra nya pergi meninggalkan rumah.


" Mama datang ke sini mau pamitan sama kalian." ucap Mama Meri sambil menatap ke arah Gita dan juga Reza.

__ADS_1


" Pamitan?" Reza membeo menirukan ucapan Mama nya.


" Iya, kami datang untuk pamitan kepada kalian semua nya.karena nanti siang Mama sama Papa harus berangkat ke Australia untuk mengunjungi adik Mama yang sedang sakit."


" Australia? Maksud Mama Tante Irma?" tanya Reza yang masih belum mengerti.


Mama Meri membenar kan apa yang di bilang putra nya dengan berdehem.


" Hm.. Tante kamu sedang sakit parah di sana, kemaren malam dia menghubungi Mama meminta Mama untuk segera datang ke sana."


" Irma sakit apa Mer?" tanya Mama Sonia penasaran.sedikit banyak nya Mama Sonia juga sudah mengenal Tante nya Reza namun mereka tidak terlalu dekat karena Irma selama ini tinggal di negara asal suami nya.


" Kanker payudara Sonia." jawab Mama Meri pelan.hati nya ikut bersedih mendengar kabar buruk tentang adik satu-satunya, apalagi mereka terpisah jarak yang begitu jauh membuat Mama Meri semakin merasa bersalah tidak pernah mengunjungi adik nya lagi sejak beberapa tahun terakhir ini.


" Kamu yang sabar ya Mer, semoga masih bisa di sembuhkan." ucap Mama Sonia memberikan semangat kepada besan tersayang nya.


" Iya Sonia, mudah-mudahan saja ada keajaiban.kasihan anak- anak nya yang masih membutuhkan kasih sayang dari dia."jawab Mama Meri yang sudah berderai air mata.


" Udah dong Ma! Jangan nangis seperti ini,malu tuh! Masa udah mau punya cucu masih cengeng aja." ucap Reza meledak sang Mama.


" Kamu...Ngga ada simpati nya sama sekali sama Mama ya! Orang lagi bersedih malah di ledekin seperti itu." murka Mama Meri kepada putra nya.


" Siapa yang ngeledek Mama! Reza bicara kebenaran Ma,jangan terlalu sensitif ingat umur takut darah tinggi nya naik lagi." seloroh Reza yang kembali membuat amarah Mama Meri memuncak.


" Dasar!" ucap Mama Meri sambil melempar kain lap ke arah putra nya,namun dengan cepat di tangkap oleh Reza sebelum kain lap kotor itu menyentuh wajah tampan nya.


Setelah menyelesaikan sarapan nya,Reza memutuskan untuk segera berangkat ke kantor tanpa mengantar kedua orang tua nya ke bandara,dia tidak bisa berlama-lama karena sejumlah dokumen sudah menunggu kedatangan nya,apalagi sang Papa akan pergi ke Luar Negeri membuat tugas nya semakin bertambah dua kali lipat.biasa nya jika sang Papa ada di tanah air beliau lah yang selalu mengontrol cabang perusahaan mereka yang ada di berbagai kota,dengan ketiadaan sang papa di tanah air saat ini membuat tugas itu berpindah tangan kepada diri nya.


Semua ini semakin menambah runyam kehidupan nya,apalagi saat ini istri nya sedang hamil.

__ADS_1


" Reza pamit ke kantor dulu semua nya, maafin Reza ngga bisa ngantar Mama sama Papa ke bandara.Reza titip salam untuk Tante Irma dan juga uncle Jo ya Ma." ucap Reza sambil mencium tangan kedua orang tua dan juga mertua nya.


" Iya, tidak apa- apa Nak, kamu fokus saja dengan urusan kantor,urusan Tante Irma biar Mama sama Papa yang mengatasi nya." jawab Papa Anton yang menerima uluran tangan putra nya.


Karena merasa di kejar oleh waktu,Reza segera melangkah keluar dengan di antar oleh istri tercinta nya.


" Mas berangkat dulu ya sayang, kamu hati- hati di rumah nya,ingat jangan sampai kecapean.nanti siang Mas jemput kamu buat check ke rumah sakit." ucap Reza sambil memeluk pinggang istri nya dengan merapat kan tubuh mereka berdua.


" Iya Mas,kamu kerja nya hati- hati ya, jangan dekat-dekat lagi sama ulat bulu itu." ancam Gita sambil melotot.


" Iya sayang ku..Cinta ku .." jawab Reza sambil mencium pipi istri nya bahkan tanpa merasa malu dia mencium mesra bibir mungil istri nya di saksikan oleh para security dan juga Pak Tohar yang kebetulan sedang berada di depan rumah.


Gita mendorong keras dada Reza saat menyadari ada orang lain di antara mereka.


" Mas,kamu tuh kebiasaan deh,main nyosor aja tuh ada Pak Agus sama Pak Tohar yang melihat kelakuan mesum kamu!" tegur Gita merapikan kembali rambut nya yang sedikit berantakan.


" Ya ngga papa sayang,orang udah sah juga,ngapain harus malu sih." jawab Reza sambil mengelap dagu istri nya yang masih basah karena permainannya.


Reza mengulur kan tangan nya dan disambut baik oleh Gita.


Tidak lupa juga dia berpamitan dengan calon anak mereka yang masih berada di dalam perut Mama nya.


" Papa berangkat dulu ya sayang,tolong jaga Mama baik- baik ya.kamu jangan bikin Mama muntah- muntah lagi, Papa tau kamu anak baik."


Cup..Reza mengecup Perut buncit istri nya dengan posisi masih berjongkok.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan hadiah sebanyak mungkin ya guys...


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata...

__ADS_1


Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..


Terimakasih semua nya 🥰😍🥰🥰😍


__ADS_2