
Basa-basi kian berlanjut seru.semakin asyik dan semakin ramai.
Usaha mereka untuk mencair kan suasana nampak nya agak berhasil,meski sesekali Selo sering larut dalam lamunan yang tidak bertuan nya.
" Terimakasih ya kalian udah mau datang kesini." ucap Gita merasa beruntung memiliki sahabat seperti mereka.
" Biasa aja kali Git.kita kan teman,jadi sesama teman harus saling mensupport dan membantu." jawab Bima.tangan nya dan Aris silih berganti meletakkan bingkisan yang mereka bawa.
" Kenapa repot-repot." ujar Gita melihat teman-teman nya ternyata tidak datang dengan tangan kosong.
" Ngga repot kok Git,ini memang sudah kebiasaan kami." jawab Kevin sambil nyegir.
" Justru kita yang harus nya berterimakasih sama loe Git,jika bukan karena loe sakit,gue ngga akan mungkin bisa melihat ruangan rumah sakit sebesar dan semewah ini.gila...Ini benar- benar amazing."sahut Aris lagi,mata nya tidak bisa berkedip sedikit saja demi mengagumi indah dan luas nya hamparan ruangan yang di tempati oleh Gita.
" Jadi cerita nya sakit nya Gita membawa keberuntungan buat loe! Gitu 'kan maksud loe!" sergah Kevin cepat.
" Tega banget sih loe Ris,bukan nya mendoakan gue cepat sembuh ini malah bersyukur..Teman macam apa sih loe!" ucap Gita memperlihat kan wajah sedih nya.
" Bukan begitu my friend..Gue ngga maksud seperti itu..Gimana ya cara menjelaskan nya supaya otak udang kalian nyambung." ujar Aris sambil nyengir.
" Jangan membalikkan fakta,kayak loe pintar aja." sahut Lusi yang tidak terima di bilang otak udang oleh ayang beb nya.
" Aminin aja ayang beb, jangan marah - marah,ntar wajah nya malah menjadi penuaan dini loh." jawab nya santai.
" Ish.." Lusi mendengus kesal.tangan nya terus menyerang Aris memberi cubitan ala mak- mak rempong.
Obrolan Antar sahabat seumuran dan seperjuangan terus berlanjut,di sana hanya tinggal Reza yang mengamati segala gerak gerik mereka.sedangkan Mama Sonia dan Mama Meri sudah pamit keluar untuk mencari angin segar dan cemilan.
Semua orang nampak larut dalam suasana seru ini, Selo lebih banyak diam,dia akan bersuara jika merasa perlu dan di butuh kan.
Mata nya tidak pernah lelah mencuri pandang ke arah Gita.
Sesekali mata nya tidak sengaja bersirobok dengan mata Gita.membuat dia salah tingkah dan canggung sendiri,namun berbeda dengan Gita yang terlihat cukup santai meskipun ujung mata nya tidak berhenti melirik ke arah suami nya yang diam- diam juga melirik menggunakan ujung mata nya.
" Secepat itu kah loe melupakan gue Git?"
Sayang nya pertanyaan itu belum bisa Selo sampaikan langsung kepada orang yang bersangkutan.dia hanya mampu bergumam di dalam hati nya.
Mata bening nya sudah mulai berkaca-kaca bayangan kebersamaan mereka dulu kembali menari- nari di kepala nya.
Tidak ingin teman-teman nya yang lain melihat, dengan cepat Selo menyeka mata nya yang sudah basah.
__ADS_1
" Kapan sih gue bisa kuat dan ngga cengeng lagi." tanya nya pada diri nya sendiri.
" Ya tuhan kenapa sulit sekali bagi gue buat melupakan sosok wanita yang ada di depan gue saat ini,senyuman khas nya, tawa renyah nya,dan tutur batinnya membuat gue lupa aka fakta yang terpampang nyata di depan bola mata gue."
" Tolong ajarin gue bagaimana cara melupakan semua ini." gumam nya sambil meremas kuat jemari nya.
Sementara Selo sibuk bermonolog dengan diri nya sendiri,ke enam teman nya malah sibuk membahas hal- hal lucu yang mampu mengocok isi perut mereka.
" Gue ingat dulu waktu Lusi baru masuk sekolah.beuhh..Culun binggo!" seru Kiki meledak sang sahabat.
" Ih.. Ember banget sih loe,itu kan dulu sekarang berbeda dong." jawab Lusi.
" Iya beda.. Sekarang dandanan loe menyerupai artis kondangan." seloroh Kevin lagi demi mengundang emosi Lusi.
" Kevin mulut loe jahara banget sih,gue pecat loe jadi sahabat gue." Lusi mendelik sambil mengarahkan jari telunjuk nya tepat di wajah Kevin.
" Aris! Tolongin gue.bini loe serem amat,belum di kasih jatah ya?" seloroh Kevin sambil berlindung di balik punggung Aris.
Lusi yang sudah siap ingin menghajar Kevin malah menjadi salah sasaran.
" Aw.." Aris meringis memegang kepala nya yang terkena tumpukan ganas dari Lusi.
" Salah sendiri kenapa melindungi teman nya." ujar Lusi merasa bodoh amat dengan suara rintihan ayang beb jadi-jadian nya.
" Eh..Iya.." jawab Selo gelagapan.
" Loe aman kan?" tanya Bima lagi.
" A- Aman..Gue aman kok." jawab Selo sambil tersenyum berusaha menyakinkan sahabat nya.
" Ngomong-ngomong Loe kapan boleh pulang nya Git?" tanya Hana.
" Mungkin besok siang." jawab Gita seada nya.
"Syukur lah,semoga tidak ada halangan apapun lagi." ujar Kevin.
" Iya Pak ustadz Kevin." cibir Lusi menimpali.
Kevin yang tidak ingin melanjutkan aksi Lusi hanya mengangguk kan kepala nya sambil mengacungkan jempol nya.
" Lain kali jalan nya pelan- pelan aja ya Ibu Gita yang terhormat,jangan ceroboh lagi." Bima menasehati ibu hamil itu.
__ADS_1
" Siap Dokter Bima dirgantara." balas Gita dengan posisi tangan hormat.
Haahahaha
Tawa ke delapan sahabat itu kembali pecah.
Terlalu asyik mengobrol, tak terasa hari semakin sore,sang Surya juga perlahan telah membenam kan diri nya.ketujuh sahabatnya itu pamit untuk pulang.
" Semoga cepat sembuh Nyonya Gita...!"
" Semoga cepat pulih kembali Tuan putri ."
" Cepat sembuh biar cepat pulang kerumah ya calon Mama muda." seloroh Hana.
" GWS Nona muda." sahut Aris.
" Terimakasih ya kalian sudah menyempatkan waktu kalian untuk datang ke sini dengan segala bentuk hiburan.kedatangan kalian benar- benar berkesan bagi gue."ujar Gita terharu.
Para ladies yang melihat jika ibu hamil itu sebentar lagi ingin menangis langsung berhambur memeluk dia.
" Ngga boleh ada drama air mata lagi.Sehat..Kuat..dan Ayo kita pulang." seloroh Lusi sambil mengayunkan tangan nya sebagai pertanda untuk membubarkan reuni Akbar ini.
" Kita pulang ya Git.Mas Reza kami pamit ya." ujar mereka sopan.
Reza hanya mengangguk kan kepala nya tanpa bersuara.
Kepulangan semua sahabat istrinya sangat di syukuri oleh Reza.dari tadi dia sudah merasa risih melihat pria itu selalu mencuri pandang ke arah istri nya.namun dia tidak berani melarang atau pun untuk memarahi nya.
Puas melepas rindu dengan Gita,ke tujuh sahabat itu melangkah dengan hati senang menuju ke parkiran mobil mereka.
Kata puas itu ternyata hanya berlaku untuk ke enam sahabat nya,namun tidak untuk Selo. sebenar nya dia masih ingin berlama-lama berada di sini,namun akal sehat nya seolah sedang berfungsi dengan baik.
Tidak perlu mengobrol,jika dengan diam sambil menatap wajah Gita sudah mampu menenangkan jiwa rapuh nya.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya.
Terimakasih semua nya.
__ADS_1
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..🥰😍🥰😍