Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 138


__ADS_3

Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama,setelah mandi dan menunaikan ibadah sholat subuh,di saat jam masih menunjukkan pukul 06.00 pagi. Reza sudah bersiap untuk berangkat ke kantor,demi bisa menemani istri nya untuk check kandungan nanti siang,dia memilih kembali berangkat lebih awal pagi ini.


" Sayang! Bangun." bisik Reza membangun kan istri nya yang tampak masih betah bergelung dalam selimut.entah jam berapa wanita ini tertidur malam tadi, yang jelas saat dia terbangun suami nya sudah bersiap dengan setelan pakaian kantor nya.lengkap dengan dasi yang melilit di leher nya.


" Mas sudah mau berangkat ?"Gita bertanya dengan suara serak,mata nya masih menyipit untuk menyesuaikan cahaya yang memasuki Indra penglihatan nya.


" Udah, kalau kamu masih ngantuk tidur aja lagi." jawab Reza sambil membenarkan selimut untuk menutupi tubuh istri nya yang hanya memakai baju tidur berbahan satin tipis.


Beruntung nya Gita sudah menyiapkan terlebih dahulu pakaian yang akan di pakai oleh suami tadi malam, sehingga dia tidak perlu repot-repot bangun dari posisi nya.karena dia cukup sadar jika akhir- akhir ini tidur nya sering kebablasan akibat sering terbangun pada malam hari.


Gita hanya mengangguk kan kepala nya.dengan ekspresi wajah tak enak karena sungkan telah lalai melayani suami nya.


" Maaf ya Mas, harus nya aku yang membangunkan Mas,ini malah Mas yang membangunkan aku."ujar Gita dengan raut wajah bersalah.


"Kamu ngomong apa sih sayang, kamu sudah melayani Mas dengan baik, baju ini kamu yang Nyiapin 'kan? Mas ngga pernah meminta untuk di layani yang berlebihan apalagi dalam kondisi kamu yang hamil besar seperti ini." jawab Reza tenang.


" Mas malah senang jika kamu selalu menghabiskan waktu kamu untuk beristirahat.nanti siang Mas jemput kamu ya.kalau masih capek ngga usah jalan pagi dulu."ucap Reza menasehati istri nya.


"Iya Mas." jawab Gita patuh.


"Hati- hati di rumah ya sayang, jangan melakukan pekerjaan yang berat dan berbahaya." pamit Reza kepada istrinya.


" Sayang-sayang nya Papa, malaikat kecil nya Papa, jangan nakal ya Nak,jaga Mama selama Papa tidak berada di samping kalian." bisik Reza di perut istri nya dengan tangan yang setia mengelus sebagai bentuk wujud pamit kepada putra-putrinya.


Betapa kaget nya Reza mendapatkan respon berupa tendangan yang begitu kuat dari dalam sana, bagaimana tidak terasa kencang, jika yang menendang dua orang sekaligus.


" Sayang,mereka menendang..." ujar Reza berbahagia, meskipun ini sudah menjadi tendangan yang kesekian kali nya yang dia dapat kan,entah kenapa melihat anak-anak nya merespon ucapan nya membuat calon Papa ini menjadi mewek sendiri.


" Kalian yang sehat ya di dalam sini.sampai tiba pada waktu nya kita kan berkumpul.Papa sudah tidak sabar menunggu waktu itu datang." cicit Reza sambil menyeka air mata yang sempat jatuh.


"Duh...Kenapa jadi cengeng begini sih Papa,ini pasti ketularan Mama kalian." kilah Reza sambil tertawa kecil.


"Enak aja." jawab Gita tidak terima akan tuduhan dari suami nya.

__ADS_1


"Bercanda sayang." sergah Reza cepat sebelum ibu hamil itu kembali dalam mood sensitif nya.


" Mas berangkat ya, sayang."Reza mengecup pipi chubby istri nya secara bergantian,lalu mencium kening sang istri dan terakhir mencium perut besar istri nya.


Gita Mengangguk,dia menerima uluran tangan dari suami nya sebagai tanda bakti dan menghormati.lambaian tangan nya mengiringi langkah kaki suami nya menuju keluar kamar.


Setelah kepergian suami nya, Gita memilih kembali melanjutkan tidur nya yang masih terasa kurang.bukan karena ingin bermalas-malasan tetapi tubuh nya benar-benar terasa lelah setelah di gempur habis oleh suami nya sampai beberapa ronde.lama berpuasa membuat Reza lepas kontrol dan selalu ingin minta lebih.


" Kamu sudah mau berangkat Nak." sapa Mama Sonia saat mendapati sang menantu turun dengan terburu-buru dari tangga.


" Iya Ma.titip Gita ya Ma,kerjaan Reza lagi banyak sekali,maka nya harus berangkat pagi- pagi,nanti siang rencana nya mau nemenin Gita buat check kandungan." jawab Reza panjang lebar,dia terpaksa menghentikan langkah kaki nya demi menghormati Mama mertua nya yang mengajak dia mengobrol.


Dia tidak ingin Mama Mertua nya ikut salah paham melihat dia yang selalu berangkat di pagi buta dan pulang saat hari sudah gelap.demi mencegah terjadinya kesalahpahaman Reza terlebih dahulu menjelaskan sebab akibat nya.


" Oh seperti itu,jika kamu benar- benar sibuk,biar Mama sama Mama kamu aja yang temenin Gita untuk ke Dokter kandungan.kamu fokus lanjutin pekerjaan kamu aja." jawab Mama Sonia menawarkan bantuan.


" Ngga apa-apa Ma, nanti Reza usahakan bisa,kalau Mama sama Mama Meri mau ikut juga boleh." putus Reza.


" Boleh kami ikut?" tanya Mama Sonia memastikan.


" Baik lah.kamu hati-hati di jalan ya,jangan ngebut- ngebut pakai mobil nya, kalau kamu merasa capek lebih baik pakai sopir aja." Mama Sonia yang kasihan melihat menantu nya yang setiap hari harus lembur dan pulang tengah malam menjadi khawatir akan kesehatan dan keselamatan nya.


" Iya Ma, nanti kalau sudah butuh Reza akan bilang kok Ma." jawab Reza sambil tersenyum,dia merasa bahagia dan bersyukur memiliki mertua yang sangat perhatian kepada nya bahkan kasih sayang yang mereka berikan tidak pernah berubah dan berbeda dengan Rega maupun Gita.semua mereka perlakukan sama adil.


" Kamu tidak sarapan dulu." tanya Mama Sonia saat menyadari menantu nya berjalan mengarah ke pintu utama.


" Nanti saja di kantor Ma, Reza lagi buru-buru."


Mama Sonia menghela nafas panjang nya, untuk sarapan saja menantu nya tidak memiliki waktu apalagi untuk beristirahat.menjadi pengusaha muda yang sukses memang butuh banyak pengorbanan.


" Tunggu! Mama siap kan dulu bekal untuk kamu,nanti kamu bisa langsung sarapan setelah sampai di kantor " cegah Mama Sonia menghentikan langkah kaki Reza.


Dengan di bantu oleh Mbok Darmi,dalam Hitungan detik,kotak bekal makanan Reza sudah siap untuk di bawa.

__ADS_1


" Ini bekal nya Nak,jangan lupa di makan."


ucap Mama Sonia sambil tersenyum.


" Kerja boleh tetapi kamu juga harus pikirkan kesehatan dan orang- orang yang menunggu kamu di rumah." tambah Mama Sonia lagi.


" Iya Ma, terimakasih.Reza berangkat dulu,titip Gita ya Ma." pamit Reza sambil mencium punggung tangan Mama Sonia.


" Gita biar menjadi tanggung jawab Mama,kamu fokus saja di kantor." jawab Mama Sonia.


Mobil Reza perlahan meninggalkan pekarangan rumah megah itu.


" Reza sudah berangkat ya Ma?" tanya Rega yang baru turun dari lantai atas.dan tidak sengaja mendengar suara mesin mobil milik Reza.


" Iya, baru saja.kata nya lagi banyak pekerjaan." jawab Mama Sonia meletakkan piring kosong di hadapan Rega yang sudah duduk manis di meja makan.


" Anak itu ngga pernah berubah, tetapi memang perusahaan dia lagi banyak proyek besar,maka nya di sampai harus lembur." ucap Rega yang sebenarnya juga sudah mengetahui tentang kesibukan adik ipar nya.


" Papa sama Gita mana Ma?" tanya nya lagi.


" Papa masih di kamar, mungkin sebentar lagi turun,kalau Gita,tadi kata suami nya dia masih tidur."


" bocah itu masih sama saja sewaktu gadis.tidur mulu, suami nya berangkat saja tidak di urus dan di antar." ucap Rega sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah sang adik.


" Siapa yang tidak mengurus dan mengantar suami nya?"


Mama Sonia dan Rega yang kaget mendengar suara bariton dari seseorang, langsung membalik kan badan mereka.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.


Dan jangan lupa Pencet Tombol Favorit nya ya.

__ADS_1


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.


Terimakasih semua nya 🥰🥰🥰😍🥰


__ADS_2