
Tepat di jam lima sore. Hana,Lusi dan Kiki pamit pulang kepada Tante Sonia dan juga Gita, selain karena lelah,mereka juga harus berkemas untuk kembali mengikuti jadwal sekolah mereka yang akan di mulai besok pagi.
" Tante! Kita pulang dulu ya Tante." seru Hana dengan mencium punggung tangan Mama Sonia di ikuti juga oleh kedua sahabat nya.
" Hati- hati ya Nak, sering- sering main kesini, kasian Gita ngga ada teman nya." ujar Mama Sonia sambil tersenyum.
" Pasti Tante." Lusi mengacungkan jempol nya kepada Mama Sonia.
" Bumil kita pulang dulu ya. bye ..bye dedek bayi.aunty Lusi pulang dulu ya! Tolong pamitin sama mas bojo loe yang ganteng itu ya Git." pamit Lusi mencium kedua pipi Gita seraya berbisik di perut Gita.
" Loe jangan dekat- dekat Lus, ntar dedek bayi nya malah nangis di dalam sana ,gara- gara ngeliat muka serem loe itu." ujar Kiki yang langsung berlari menuju mobil Lusi, mereka bertiga datang ke rumah Gita dengan menggunakan mobil Lusi.
" Sialan loe!"seru Lusi yang bersiap -siap mengejar Kiki.
Sementara Mama Sonia dan Gita tersenyum lebar melihat tingkah gesrek kedua sahabat nya.
" Pulang dulu ya Git. sampai ketemu besok." Hana melambaikan tangan nya, berjalan mengikuti kedua sahabat nya yang sudah terlebih dahulu masuk ke mobil, entah apa yang sedang mereka lakukan. dari arah luar mobil tampak bergoyang- goyang seperti terkena gempa bumi.
Setelah mobil yang di tumpangi ketiga sahabat nya keluar dari pekarangan rumah nya, Gita menutup pintu lalu menuju ke lantai atas masuk ke dalam kamar nya.
Ceklek..
" Mas!" seru Gita yang melihat Reza masih betah duduk dengan laptop yang berada di depan nya, dengan kaca mata yang sudah bertengger di hidung mancung nya.
" Iya sayang, teman- teman nya mana?" tanya Reza dengan mata yang masih tertuju ke arah laptop.
" Udah pada pulang barusan Mas, tadi mereka minta di titip kan pamit sama Mas, karena ngga ada yang berani pamit langsung sama kamu." jawab Gita yang sudah duduk manis di samping suami nya.
Reza mengangguk kan kepalanya , menoleh sebentar seraya mengecup mesra bibir Gita lalu kembali fokus lagi dengan laptop nya.
" Mas, ihh malah goyangin kepala aja. ngga ada komentar apa gitu?" tanya Gita yang merasa heran dengan sikap suami nya.
" Mau komentar apa lagi, kalau mereka sudah pulang ya bagus dong sayang, berarti sekarang kamu bisa istirahat sebentar."
" Kok istirahat terus sih Mas... kamu udah selesai belum kerja nya?" Gita mulai merasa bosan,dua hari libur sekolah hanya berdiam diri di rumah,hanya kamar dan meja makan saja yang bisa dia singgahi,benar- benar membuat mood nya hancur.
" Sebentar lagi sayang, memang nya ada apa?" tanya Reza yang mulai melihat wajah kusut Istrinya.
" Dari tadi sebentar ke sebentar terus, kapan siap nya sih Mas.kamu ngga bosan apa seharian duduk di depan laptop gini!" seru Gita dengan raut wajah sendu nya, mata nya sudah mulai berkaca- kaca, entah kenapa bawaannya pengen nangis aja, padahal suami nya lagi fokus kerja bukan melakukan hal yang aneh- aneh.
" Iya sebentar lagi, masih ada dokumen yang harus Mas selesaikan. memang nya kenapa?" tanya Reza dengan lembut, tidak ingin terbawa emosi saat menghadapi istri nya yang sedang dalam mood sensitif ini. padahal tubuh nya pun sudah sangat lelah,mata nya juga sudah perih seharian berkutat di depan laptop, tapi demi tugas negara membuat dia harus semangat mengerjakan semua nya, demi masa depan mereka semua.
__ADS_1
" Lama Mas.. ih udah lah."ucap Gita kesal.
Ibu hamil itu mulai merajuk. dia memilih naik ke atas ranjang nya,menelungkup kan badan nya dengan selimut yang menutupi seluruh badan nya,rasa kesal nya semakin bertambah melihat Reza yang tidak perhatian dan peka kepada dia, aneh kan bumil yang satu ini,sungguh sangat sensitif,di cuekin sebentar langsung mewek.
Reza menghela nafas panjang nya,dia benar- benar harus memperbanyak menyimpan stok sabar nya,dia memijit batang hidung nya karena pusing sambil menutup kedua matanya.di depan dia sudah banyak pekerjaan yang menunggu, file- file bertebaran di atas meja sudah memanggil untuk di selesaikan ,sementara istri kecil nya sedang merajuk tanpa alasan, karena di abaikan sebentar saja pertumpahan air mata kembali terjadi,hamil muda memang ujian bagi para suami.
Setelah merapikan sejumlah file yang berserakan Reza bergegas naik ke atas ranjang, membujuk istri nya yang sedang merajuk.
" Sayang, tidur nya jangan kayak gini.nanti dedek bayi nya sesak di dalam sana, bisa bahaya sayang.." seru Reza memperingati istri nya untuk mengubah posisi tidur nya.
" Sayang.." Reza masih bersabar membujuk istrinya walau posisi tidur sudah di rubah,tapi Gita masih betah menutup diri nya menggunakan selimut yang di lilit di tubuh nya,
suara sesenggukan gita terdengar jelas oleh Reza meski pun tertutup oleh selimut.
" Sayang! Jangan kayak gini dong,kamu mau nya apa."Reza masih berbicara dengan nada lembut nya, berulang kali dia harus menghela nafas mengontrol diri nya sendiri dan memperbanyak istighfar.
" Sana Mas, ngga usah dekat- dekat aku, kerja aja terus sana." ujar Gita pelan dengan suara serak nya.
" Maafin Mas sayang, kamu mau nya gimana?Ngomong dong sayang, kalau kamu begini terus Mas ngga bisa nebak kamu mau nya apa."
" Apaan sih Mas...Pikir aja sendiri."jawab Gita judes.
Tarik menarik selimut pun terjadi, sudah tau dong siapa pemenang nya, ya tentu Papa Reza lah yang berhasil membuka selimut yang menutupi tubuh istri nya, meski sang istri membrengut kesal,dengan wajah yang di tekuk, serta air mata yang masih mengalir di pipi nya.
" Jangan nangis gini dong sayang, malu sama dedek bayi nya, masa udah mau jadi Mama masih menangis juga, kamu mau nya apa? Hm.." tanya Reza kembali dengan tangan yang merapikan rambut indah istrinya yang sudah berantakan.
" Mas itu ngga peka jadi orang, aku tuh bosan di rumah aja, bawa main kemana gitu! Ini malah sibuk aja sama dokumen kantor,sana tidur aja sama dokumen itu."
" Bilang dong sayang kalau kamu mau keluar, Mas kan ngga tahu, tadi kamu kan udah main sama teman- teman kamu, apa masih kurang!"tanya Reza hati- hati.
Pria itu tersenyum geli melihat mood sensitif Istri nya yang sama sekali tidak bisa diajak kompromi.
Bagaimana dia bisa mengetahui keinginan istrinya sementara dia saja belum mengutarakan kemauan nya,suami siaga memang layak di acungi jempol,
" Tadi kan cuman di rumah doang, sama Mas juga ngga di bolehin keluar.bosan Mas!" ujar Gita dengan manja.
Reza menggaruk kepala nya yang tidak terasa gatal, padahal dokumen penting itu harus segera dia selesai kan sebelum besok pagi,tapi karena sang istri sedang merajuk membuat dia harus menunda semua pekerjaan nya.
" Huftt.. Ya udah lah, nanti malam aja gue selesaikan lagi, dari pada Nyonya semakin mengamuk, bisa bahaya ini."gumam Reza dalam hati nya.
" Ya sudah kamu mau nya kemana?" tanya Reza
__ADS_1
Dia akhir nya mengalah,menuruti kemauan istri nya, dengan sabar dia mengelap sisa air mata yang masih menempel di pipi istri nya.
" Ya terserah.. Pokok nya keluar dari rumah gitu." ujar Gita dengan bibir yang di majuin.
" Bibir nya jangan di gituin sayang, kalau Mas khilaf bagaimana! Malah bisa sampai malam,atau Jangan - jangan kamu masih kepingin." Reza menggerak kan alis nya menggoda istri kecil nya yang sedang merajuk tak karuan itu.
" Ih apaan sih Mas.awas ah.. Nanti malah langsung di serang lagi." Gita beranjak dari atas kasur menghindari sesuatu yang akan terjadi lagi.
" Hahahaha .."
Reza tertawa ngakak mendengar mulut istri nya yang jika sudah kesal sulit untuk di rem lagi.
" Ya sudah sana kamu siap- siap dulu. Mas tunggu di sana." Reza menunjuk ke arah sofa di mana ada laptop nya yang masih menyala.
" Tunggu nya di sini aja,ntar malah keenakan lagi kerja nya,ngga mau ah.kita pergi nya kayak gini aja Mas."
" Kayak gini? Emang nya kamu ngga mau mandi dulu sayang." tanya reza yang merasa heran melihat tingkah istri nya, hari sudah semakin sore tetapi dia masih betah memakai baju rumahan yang sejak pagi tadi sudah dia pakai.
" Nggak Mas, mandi nya nanti aja,sekarang dingin." ujar Gita berkilah dengan seribu alasan nya.
" Nanti keburu malam sayang, ibu hamil ngga boleh mandi malam- malam, kamu mau mandi sekarang atau kita ngga usah pergi saja." ucap Reza dengan ancaman agar istri nya segera membersihkan diri nya.
Dengan terpaksa akhirnya Gita menuruti perintah suami nya, tanpa membantah lagi,dia berjalan gontai masuk ke dalam kamar mandi,Ibu hamil ini memilih mempersingkat acara mandi nya,tidak ingin Reza menunggu terlalu lama.
selesai mandi Reza langsung menyosor ke arah Gita, mencium mesra bibir istri nya.
" Mas! Keburu magrib!"
" Cium sebentar aja sayang, biar ngga ngantuk bawa mobil nya."seloroh Reza menggoda Istrinya.
" Hm alasan aja.udah ayok buruan!"Gita mengait lengan suami nya,keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi.
Jangan lupa Like.Vote dan Beri Hadiah sebanyak mungkin ya guys...
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar...
Dan Jangan lupa Pencet Tombol Favorit nya...
Terimakasih semua nya..
Salam sayang untuk kita semua nya...🥰😍🥰😍😍
__ADS_1