
" Sayang, jangan nangis lagi." Reza kembali mencoba mendekap istri nya, wanita hamil ini sangat sensitif sekali, salah berucap sedikit hajar.
" Kenapa kamu harus menjauh seperti itu sih Mas kalau mau mengangkat telepon, di sini kan bisa! Apa kamu takut ketahuan sama aku."ujar Gita dengan mata yang berkaca - kaca, entah kenapa dia tiba- tiba merasa curiga dengan suami nya, apa ini juga karena bawaan bayi nya, sungguh balada hamil muda membuat Suami nya harus menyimpan stok sabar yang sangat banyak.
"Ya Allah sayang, ngga kayak gitu, tadi Mas angkat telpon dari Alan, Mas milih di sana supaya kamu ngga merasa terganggu.Mas ngga ngapa- ngapain kok, sumpah demi Allah sayang! Reza berusaha menjelaskan kepada istri nya yang sedang bad mood itu.
" Terus kenapa harus bisik- bisik gitu nelpon nya."
" Ini kan sudah malam sayang, Mas ngga bisik- bisik kok, hanya di pelan kan sedikit. kamu kenapa cemburuan seperti ini sih?" tanya Reza yang sudah mengendus leher istri nya.
" Mas! Sana.. jangan dekat- dekat,aku lagi marah." ujar Gita dengan masih setia tidur membelakangi suami nya.
" Kamu cemburu ya ? Mas suka kok ngelihat kamu cemburuan begini, berasa makin di sayang sama istri cantik Mas ini. terimakasih sayang!" Reza semakin asyik mengendus leher belakang istri nya, meski Gita masih betah mendiamkan nya.
" Aku ngga cemburu, awas Mas! Kamu ganggu aja deh." Gita kembali ke mood judes nya.
Reza yang melihat tingkah istri nya menghela nafas panjang nya, berharap dia selalu bisa menahan diri nya, berharap stok sabar nya jangan sampai terkikis habis.
Reza bangkit dari ranjang ,lalu duduk berjongkok di hadapan istri nya, dia cium perut istrinya seraya mengajak ngobrol bayi yang ada di dalam sana.
" Sayang, tolong bilangin ke Mama dong, jangan marah- marah lagi, Papa itu sayang banget sama kalian berdua, bilangin juga kalau Papa ngga pernah macam- macam kok."ujar Reza dengan berbisik dan terus mencium perut rata istrinya.
" Kamu itu bikin aku tambah kesal tau ngga sih Mas!" ujar Gita yang sudah memukul dada suami nya melampiaskan rasa kesal yang tidak beralasan itu.
" Iya sayang, maafin Mas ya, Mas ngga peka, Mas ngga mengerti dengan kondisi kamu, Mas minta maaf, kalau kamu masih ngga percaya nih kamu cek sendiri di ponsel Mas, siapa saja yang menghubungi Mas tadi." Reza berpikir biarlah dia banyak mengalah asal istri nya bisa tenang dan tidak uring- uringan lagi.
" Ngga ah malas." ujar Gita jual mahal.
Sebenar nya hati dan mulut Gita tidak sejalan,dari tadi tangan nya sudah gatal ingin merebut ponsel suami nya, karena gengsi nya yang terlalu tinggi Gita lebih memilih menolak saja.
"Lah terus gimana dong, kamu jangan marah- marah terus nanti kepala nya tambah pusing." Reza lalu membuka handphone nya mencari log panggilan lalu memperlihat kan nya kepada istri nya supaya tidak merasa curiga lagi.
" Ini sayang, tadi Alan yang menghubungi Mas, apa kamu juga mau menanyakan langsung kepada dia! Mas telpon dia sekarang ya." ujar Reza yang sudah bersiap- siap mendial nomor Alan. berharap setelah ini semua drama curiga ini berakhir damai.
" Ngga usah Mas, ngga lucu kan kalau sampai dia tau aku lagi kesal sama kamu!"
Cup..Cup.. Reza terus saja mengecup pipi istri nya, berharap mampu meluluhkan emosi yang sedang menguasai ibu hamil itu.
" Udahan dong sayang marah- marah nya."
__ADS_1
" Aku ngga pengen marah tapi ngga tau kesel aja, kamu ngga suka ya Mas dekat- dekatan sama aku." ujar Gita dengan kembali memperlihatkan wajah sendu nya.
Reza lagi- lagi menghela nafas panjang nya.
" Kamu kok mikir nya kayak gitu sayang, mana ada suami yang betah berjauhan dari istri nya, jangan mikir yang ngga pasti, nanti kamu pusing sendiri. kan tadi Mas udah jelasin ke kamu! Mas ngga aneh- aneh kok." ujar Reza lembut,dia terus menatap ke wajah Gita, wajah yang masih terlihat pucat, namun kecantikan nya tak pernah pudar.
" Mana sini handphone Mas." Gita menengadah kan tangan nya, membuang jauh- jauh gengsi yang tadi sempat mencegah nya, memulai patroli di handphone suami nya, jika ada yang berani menggoda bakal di hempaskan dari dunia ini.
" Ini sayang." ucap Reza dengan senang hati.
Reza membiar kan istri nya menggeledah semua isi ponsel nya, mulai dari chat, galeri semua nya tanpa terkecuali, Reza senyum sendiri melihat tingkah posesif istri nya yang tanpa malu-malu lagi, semenjak hamil Gita memang selalu lebih segala nya dari Reza, mulai dari cemburu nya, agresif nya, manja nya, tapi Reza sangat menyukai nya.
" Mas ke kamar mandi sebentar ya sayang." ujar Reza pamit, takut jika dia main kabur saja,istri nya bisa berpikiran yang macam- macam lagi, drama merajuk kedua pun di mulai lagi.
"Hm." Gita hanya berdehem sementara tangan dan mata nya masih sibuk mengotak - Atik ponsel suami nya.
Saat keluar dari kamar mandi,Reza tertawa gemas melihat istri nya yang sudah terlelap dengan ponsel Reza yang masih menyala berada di genggaman tangan nya,padahal baru di tinggal 5 menit saja ke kamar mandi sang istri sudah terlelap damai di atas ranjang, tanpa menunggu kedatangan nya.
Reza lalu memindah kan ponsel nya ke atas nakas, membenar kan posisi tidur istri nya, dan ikut berbaring di samping istri nya, tangan nya terulur mengelus pelan kepala sang istri.
" Maafin Mas yang belum bisa jadi suami yang baik untuk kamu, Mas janji akan selalu belajar agar bisa membahagiakan kamu dan juga anak- anak kita kelak."
Cup..
Pagi begitu cepat menyapa dua insan yang sedang terlelap itu, setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah Gita memilih kembali membaringkan tubuh nya di atas ranjang, mager, tubuh nya juga masih lemas.untung nya hari ini dia masih libur sekolah sehingga dia masih bisa bermalas-malasan di atas ranjang,sementara Reza pamit kepada istri nya untuk lari pagi.
" Sayang Mas keluar sebentar ya." ujar Reza yang sudah mengecup mesra bibir istri nya,bukan hanya sekedar mengecup Reza sudah ******* habis bibir istri nya di sertai gigitan manja yang mampu membuat sang istri mengeluarkan ******* maut nya,Gita sudah begitu mahir membalas permainan lidah suami nya,Reza yang melihat istri nya yang sudah kehabisan nafas pun menyudahi pergulatan lidah di pagi hari.
" Mas! Pagi- pagi udah mesum." ujar Gita merengut kesal sekaligus malu, baru berciuman saja sudah mampu membuat dia terbang melayang bebas, hormon hamil nya memang membuat dia lebih cepat basah dari biasa nya.
" Maaf sayang, kamu juga suka kan, apalagi dedek bayi nya." seloroh Reza yang tangan nya sudah mengelus perut rata istri nya.
Gita hanya tersenyum hangat melihat suami nya yang sedang menyapa janin yang masih berada di perut nya.
" Mas keluar dulu ya sayang,kamu ngga papa kan Mas tinggal sebentar." sebenar nya Reza masih khawatir jika harus meninggalkan istri nya yang sedang tidak bisa berjauhan dengan dia, tapi tubuh nya benar- benar harus olahraga walau hanya sebentar saja,dia berpikir nanti akan menitipkan istri nya kepada mertua nya.
" Iya Mas, tapi jangan lama- lama, aku ngga bisa makan kalau ngga sama Mas." ujar Gita dengan suara manja nya.
" Iya sayang, kamu mau nitip sesuatu?"
__ADS_1
" Tolong beliin bubur ayam aja Mas, eh sama lontong sayur sekalian ya!" entah kenapa tiba- tiba saja dia terbayang ingin memakan lontong sayur yang sudah lama tidak pernah dia rasakan.
"Oke Mama.Papa berangkat dulu ya." ujar Reza dengan meniru suara anak kecil, saat ini calon papa muda itu sudah memakai pakaian lengkap untuk olahraga serta sepatu yang sudah melekat di kaki nya.
Cup.. Cup...
Entah sudah berapa kali Reza menghujam wajah istri nya dengan kecupan, dia tidak pernah merasa bosan sedikit pun.
" Assalamualaikum."ujar Reza sambil menutup kembali pintu kamar nya.
" Waalaikum salam." jawab Gita pelan,lalu kembali memejamkan mata nya, akibat rasa kantuk nya yang masih sangat terasa , bukan hanya saat hamil saja sebelum hamil pun Gita tipe orang yang ***** ( nempel dikit langsung molor).
Ceklek ..
Reza membuka pintu kamar nya secara perlahan,takut mengganggu istri nya yang masih melanjutkan acara tidur nyenyak nya,Reza menepati janji untuk tidak berlama - lama meninggalkan istri nya yang sedang tidak enak badan, dia membiar kan saja istri nya masih tertidur pulas,toh dia juga masih libur sekolah, Reza bergegas menuju kamar mandi, membersihkan sisa keringat yang sudah menempel di badan nya, Gita yang sudah terbangun sayup - sayup mendengar suara gemericik air dari kamar mandi.
bibir nya mengulas senyum,itu pertanda jika sang Suami ganteng nya sudah pulang.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, nampak lah Reza dengan bertelanjang dada memakai handuk hanya sepinggang dengan satu tangan memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambut basah nya.
" Sayang! Kamu sudah bangun!" seru Reza mendekat ke arah istri nya yang sudah duduk selonjoran dengan kepala yang menyandar di sandaran ranjang nya.
" Iya Mas, kenapa ngga bangunin aku?" Gita terus menatap tubuh atletis suami nya yang benar- benar menggoda iman nya di pagi hari.
" Mas ngga tega sayang, tadi kamu tidur nya sangat nyenyak."
Cup..satu kecupan hangat melayang di kening Gita, Reza tipe suami yang sangat romantis, bibir nya selalu tidak pernah lupa menghadiahi kecupan- kecupan mesra dan hangat nya kepada wanita terkasih nya, walaupun awal pernikahan mereka terjadi karena insiden memalukan yang dia lakukan, tetapi saat ini rasa cinta nya sungguh sangat besar bahkan dia sendiri lupa bagaimana cara mencintai diri nya sendiri.
"Aku sangat mencintai kamu, bersama kamu aku bisa mengenal siapa diri ku yang sebenar nya, kamu adalah tulang rusuk ku, hidup dan mati ku, aku ingin kita selalu bersama,menua bersama hingga maut memisah kan kita."
Jangan lupa Like , Vote Dan Beri kan Hadiah sebanyak mungkin ya..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar ya guys...
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya...
Terimakasih semua nya..
__ADS_1
Salam sayang untuk kita semua nya.. 😍😍😍