Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 29


__ADS_3

" Kira- kira Abang mau bicarain apa ya?" gumam Gita dalam hati nya.


Kedua pria yang sama- sama sudah menginjak usia 26 tahun itu kini sudah berada di kamar Rega,tepat nya di dekat jendela yang menghadap langsung ke arah luar.


" Loe mau ngomong apa Ga?" tanya Reza sambil berdiri dengan kedua tangan nya yang berada di saku celana nya.


"Gue ngga mau basa -basi sama loe, gue ngga mau tau apa dan kenapa loe mau menikah dengan Gita, yang pengen gue kasih tau loe! Kalau sampai loe nyakitin Gita lagi,walau seujung kuku pun, loe bakal berhadapan dengan gue, gue ngga akan tinggal diam lagi." ucap Rega dengan raut wajah dingin dan tegas. membuat udara yang ada di sana terasa panas.


" Gue ngga bisa ngomong sekarang, untuk berjanji atau pun tidak, yang jelas loe lihat saja nanti, bagaimana nya! Gue akui gue memang salah kepada Gita, loe boleh percaya atau ngga! Sejauh ini entah kenapa gue merasa nyaman jika berada di dekat dia.dan gue juga mau minta maaf sama loe, gue terlalu pengecut jadi orang. gue sudah menyelidiki semua nya tentang Sheila, ini semua ulah dia! Benar jika dia bukan wanita baik- baik,dia yang membuat gue berpikiran buruk tentang loe, maafin gue." ucap Reza dengan bersungguh-sungguh.pandangan mata nya menatap lurus ke depan. seolah malu akan diri nya sendiri yang terlalu bodoh sampai bisa di tipu oleh wanita seperti Sheila, ya setelah kejadian kemaren Reza di bantu oleh anak Pak Anton untuk menyelidiki semua tentang Sheila, bagaimana bejat nya Sheila di luar sana, itu semua di lakukan Pak Anton hanya untuk membuka mata Reza, supaya dia tidak lagi menyimpan dendam kepada orang yang salah.


" Loe ngga perlu minta maaf sama gue, gue udah lupain semua nya, sekarang gue minta sama loe! Jagain Gita, jangan loe sia-siain dia! Loe sentuh dia sedikit saja, habis loe di tangan gue." ujar Rega sambil memukul pundak Reza dengan keras.


" Gue ngga bisa janji, gue bakal buktiin."


mendengar ucapan Reza ,Rega lalu merangkul pundak calon adik ipar nya.


" Gue pegang omongan loe, gue titip adik gue."


" Aman." ucap Reza mengacungkan jempol nya seraya tersenyum.


" Ya sudah sebaik nya kita turun dari pada nyokap sama bokap nyamperin kita ke sini." ujar Rega mencairkan suasana di antara mereka.


" Ya sebaik nya begitu."


Sementara di lantai bawah, Mama Sonia dan Ibu Meri terus saja mengobrol , seperti biasa masalah ibuk- ibuk, tidak pernah lari dan jauh dari kata arisan dan shopping.


" Apa sih yang mereka bicarakan di kamar Rega, sampai- sampai kita tidak boleh mendengar nya!"ujar Mama Sonia yang menyadari jika putra nya sudah terlalu lama berada di kamar nya.


" Biasa lah Sonia, masalah laki- laki." sahut Ibu Meri dengan tawa nya.


" Gita sekarang kamu kelas berapa nak?" tanya Pak Anton.


" Kelas 12 Om, 2 bulan lagi Gita mau ujian kelulusan." jawab Gita ramah.


" Wah, berarti sebentar lagi ya, anak kecil yang dulu sering di gendong kemana- mana, sekarang sudah tumbuh dewasa, semakin cantik dan pintar." ujar Pak Anton memuji calon menantu nya.

__ADS_1


" Dulu Rega sama Reza sering gendongin Gita kalau main, ya kan Sonia!" sahut Ibu Meri lagi.


"Gendong?"


" pantesan gue ngga merasa asing dengan tatapan mata dan juga suara nya, ternyata kami sudah lama saling mengenal." ucap Gita dalam hati nya.


" Iya, tapi aku ngga tau, Gita masih ingat apa ngga?"


" Hahahaha..."


" Malah sekarang menjadi calon suami nya. takdir yang kuasa memang tidak bisa kita tebak dan kita duga." sambung pak Anton lagi.


" Apa kamu ingat masa kecil kalian dulu sayang?" tanya Mama Sonia yang melihat wajah bingung sang putri kecil nya.


" Mmm .." Gita menggelengkan kepala nya.


" Gita lupa Ma. tetapi dari tatapan mata nya Gita merasa tidak asing lagi,waktu pertama kali bertemu dengan dia." ucap Gita apa ada nya.


" Wajar saja, Gita kan dulu baru usia 3 tahunan. sekarang sudah dewasa,cantik lagi." ucap Ibu Meri.


" Kalian habis ngomongin apa sih! kenapa lama sekali?" tanya mama Sonia dengan rasa penasaran nya.


"Oh jadi begitu, sekarang main rahasia- rahasiaan sama Mama, oke baik lah." ucap Mama Sonia dengan melipat kan kedua tangan nya di dada.


" Ya ngga gitu Ma, yang ini hanya Rega sama Reza saja yang boleh tau! Mama ambekan deh."


" Kamu kayak ngga paham Mama kamu aja Rega!" sahut pak Herman.


" Ikhh si Papa mah, bukan nya belain Mama ,malah belain Rega, Mama kan cuman akting ngambek nya."


" Benaran juga ngga apa- apa kali Ma! Ngambek aja terus Ma, ntar biar di bujukin sama Papa, hahahaha." ucap Rega menggoda sang Mama.


" Kamu benar- benar ya Rega."


" Hahahaha.. Maaf Mama ku tersayang." ucap Rega lalu memeluk sang Mama dan mencium kedua pipi orang yang telah melahirkan dan membesarkan dia di dunia ini.

__ADS_1


"Awww Mama sesak sayang, malu tuh! Di liatin Reza, masih aja meluk- meluk Mama nya, istri yang di peluk bukan Mama terus."


" 'Kan Mama mulai lagi deh, Rega nyerah deh kalau Mama bahas itu terus." ucap Rega dengan mengangkat kedua tangan nya keatas.


Semua orang yang ada di sana menjadi tertawa mendengar perdebatan ibu dan anak itu.


" Oh ya gita, nanti kamu mau lanjutin kuliah di mana?" tanya Pak Anton.


" Mmm belum tau sih Om, Gita masih nyari- nyari kampus yang bagus." jawab Gita dengan ramah.


" Pilih nya yang dekat- dekat saja sayang." ujar Mama Sonia memberi saran.


" Yang jauh boleh juga dek, kamu tinggalin aja dia sendirian di sini."ucap Rega tanpa dosa.


Reza yang mendengar ucapan yang keluar dari mulut Rega langsung menatap tajam kepada mantan musuh nya.


" Kenapa loe ngeliat gue gitu amat!" seru Rega.


Reza tidak langsung menjawab ucapan dari calon Abang ipar nya,tetapi malah membalas dengan memukul keras lengan Rega.


" Loe ngomong nya ngaco tau!"


" Aww sakit bego! Udah berani kdrt loe sama gue ya, ngaco apaan! Ya suka- suka Gita lah mau kuliah di mana! Ya kan dek?"


Lagi dan lagi Reza malah memukul kembali lengan Rega lebih kuat dari yang pertama.


"Sudah- sudah kenapa malah kalian berdua yang jadi berdebat." ujar pak Herman yang menengahi sang putra dan juga calon menantu nya.


" Apa sudah ada kata damai di antara kalian?" tanya Pak Anton yang dari tadi sudah melihat ada nya tanda- tanda keharmonisan di antara kedua calon pewaris Wijaya corp dan Husein group.


Jangan lupa Like,Vote dan Berikan hadiah sebanyak mungkin ya guys..


Jangan lupa tinggalkan jejak sayang nya di kolom Komentar ya guys..


Dan pencet Tombol Favorit nya..

__ADS_1


Terimakasih semua nya..


Salam sayang untuk kita semua nya..😍🥰😃🥰😍🥰


__ADS_2