Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 103


__ADS_3

Dengan di temani oleh Mbok Darmi, Gita berhasil turun menggunakan lift tanpa ada kendala.


Setelah selesai menyantap sarapan pagi yang sudah terlambat itu.Gita duduk bersantai di ruang keluarga.


Sambil menunggu kedatangan ketiga sahabat nya,Gita memilih menyibukkan kan diri nya dengan membaca buku seputar kehamilan.


Usia kehamilan nya yang sudah memasuki Minggu ke 25 membuat Gita semakin lebih bersemangat untuk mempelajari semua pengetahuan yang ada di dalam buku itu.


Sementara Reza yang sudah selesai melakukan meeting nya langsung singgah di sebuah mall yang letak nya tidak terlalu jauh dari tempat meeting nya tadi.


Reza berjalan masuk dengan di dampingi Alan sang Asisten pribadi sementara Aldo sudah terlebih dahulu kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda.


Reza memborong semua sendal atau sepatu yang berukuran sesuai dengan ukuran kaki istri nya.tidak tanggung- tanggung semua jenis sendal dan sepatu yang berjejer rapi masuk ke dalam daftar kantong belanjaan nya.


Suami siaga ini tidak ingin lagi melihat istri nya kembali memakai high heels yang menurut dia sangat membahayakan.


Sifat posesif dan protektif nya semakin menjadi-jadi.


Setelah selesai memborong semua sendal dan sepatu,Reza langsung keluar dari toko itu menuju ke toko perhiasan yang berada di lantai 3 mall untuk membeli kado untuk wanita terkasih nya.


Setelah menentukan pilihan nya, Reza langsung bergegas keluar dari toko perhiasan itu turun menuju ke mobil nya, sedang kan Alan masih tinggal di dalam toko itu untuk menyelesaikan pembayaran nya.


Sedang Gita saat ini tengah duduk berkumpul dengan ketiga sahabat nya, bercengkrama seperti biasa,bersenda gurau sesuka hati mereka.


" Loe mau tau ngga Git, kabar tentang Selo." ujar Hana sambil memakan cemilan yang mereka beli di jalan tadi sebelum menuju ke ruang Gita.


" Tentang Selo? Memang nya dia kenapa?" tanya Gita biasa saja.


Dulu dia memang sempat menyimpan rasa cinta nya untuk Selo dan seiring berjalan nya waktu rasa cinta itu sudah hilang dan berubah tidak seperti dulu lagi,saat ini dia hanya menganggap Selo sebagai sahabat nya dan tidak lebih.terlebih lagi hati dan pikiran nya sudah di kuasai oleh suami nya semua tanpa meninggalkan ruang sisa sedikit pun.

__ADS_1


" Iya...Gue dengar dari Bima kemaren kalau dia sempat mengurung diri nya,tidak ingin bersosialisasi dengan dunia luar,bahkan keadaan nya juga sangat kacau bagai kan hidup segan mati tak mau." ucap Hana menjelas kan sesuai apa yang dia ketahui dari mulut Bima langsung.saat mereka jalan berdua kemaren Bima menceritakan semua nya kepada Hana bagai mana terpuruk nya Selo yang masih belum bisa mengikhlaskan Gita menjadi milik orang lain.


" Kasihan banget dia sampai segitu nya karena terlalu mencintai loe, tapi kita juga ngga bisa berbuat apa-apa,semua sudah terjadi dan tidak bisa di ulang lagi." sambung Kiki yang ikut merasa prihatin mendengar kabar buruk tentang Selo.


" Gue ngga tau mesti bilang apa, gue sebenernya juga merasa bersalah karena tidak bisa jujur sedari awal, tapi percaya lah gue sama sekali ngga ada niat untuk membuat dia sakit hati sesakit ini." ujar Gita dengan wajah sendu karena merasa bersalah.


" Kata Bima kemaren,dia bahkan memilih kuliah di Luar Negeri supaya bisa dengan cepat menghapus rasa cinta nya buat loe,dia masih belum sanggup bertemu dengan loe di lain waktu di saat perasaan nya masih sangat besar untuk loe."ungkap Hana lagi.


" Segitu nya Selo sama loe Git, beruntung nya loe di cintai oleh dua pria sekaligus dan pria itu merupakan idola semua orang." sahut Lusi yang merasa iri melihat nasib bagus yang berpihak kepada Gita.


Sementara orang yang sedang mereka bicarakan siang ini mulai keluar mengintip cerah nya sinar sang surya ketika menerangi bumi.


Saat pertama melangkah keluar mata Selo mendadak terasa perih dan silau sekali akibat terlalu lama mengurung diri di dalam suasana gelap tanpa cahaya.


Sekarang saja dia keluar karena paksaan dari kedua orang tua nya dan juga ketiga sahabat nya yang ikut prihatin melihat kondisi buruk nya.setelah berbagai rayuan dan umpan yang mereka berikan akhir nya Selo dengan langkah berat nya menerima ajakan teman- teman nya untuk ikut nongkrong di luar rumah.sudah 3 hari ini mereka selalu menemani Selo duduk sambil mengobrol hanya di dalam rumah saja.bahkan sesekali mereka juga di minta menginap oleh kedua orang tua Selo.


Di kediaman Gita.


" Biar Mbok saja yang buka Non." ucap Mbok Darmi berjalan menuju ke depan.


Sedangkan Gita yang sudah terlanjur berdiri ingin membuka pintu kembali duduk di tempat asal nya.


" Non!" seru Mbok Darmi.


" Ada apa Mbok?" tanya Gita.


" Itu ada paket untuk Nona di depan ." jawab Mbok Darmi.


" Paket?" tanya Gita penasaran.

__ADS_1


" Iya Non,katanya buat Non Gita,alamat sama nama nya juga benar kok Non,tadi Mbok sudah membaca nya." jawab Mbok Darmi lagi.


Gita yang merasa tidak memesan barang apapun menjadi penasaran dan langsung menuju ke pintu depan.


" Ini punya siapa?" tanya Gita yang merasa kaget melihat banyak nya kantong belanjaan yang berisi kotak sepatu dengan brand ternama .


"Paket ini untuk Mbak Gita ." jawab kurir itu sambil menurunkan semua kantong belanjaan dari dalam mobil nya.


" Untuk gue?" ucap Gita tidak percaya.


Ketiga sahabat nya juga ikut bingung melihat banyak nya kiriman paket sepatu kerumah sahabat mereka,apalagi di setiap kotak nya bertulis kan logo brand ternama dan terbaik.


" Gila..Siapa yang membeli sepatu sebanyak ini?" ucap Lusi pelan.


" Iya yah.apalagi ini semua brand yang memiliki harga sangat luar biasa." ujar Hana lagi yang masih belum bisa menutup mulut nya karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Entah berapa jumlah kotak sendal dan sepatu yang di turun kan dari mobil kurir itu,yang jelas rumah Gita sudah seperti toko sepatu saja.


" Kalau gue curi satu! Mereka ngga bakal nyadar kali ya!" seru Kiki yang merasa gatal ingin memiliki satu dari sekian banyak kotak sepatu yang berjejer rapi di depan mata nya.bahkan dia yang berdiri di belakang susunan sepatu itu saja hampir tenggelam karena tinggi nya susunan dari kotak sepatu itu.


Belum lagi rasa penasaran nya hilang handphone Gita yang berada di tangan nya berdering kencang pertanda ada panggilan yang masuk.


" Mas Reza." ucap Gita lirih. saat melihat id yang tertulis di layar ponsel nya yang bertulis My Husband.


" Ini Mbak, tolong tanda tangan sebagai bukti jika barang- barang sudah sampai dan di terima oleh pemilik nya ." ucap sang kurir dengan menyodorkan selembar kertas dan juga pulpen kepada Gita yang masih bengong dengan mata nya yang membulat sempurna.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan hadiah sebanyak mungkin ya guys..


Tinggalkan jejak sayang di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata...Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..

__ADS_1


Terimakasih semua nya..😍🥰😍🥰


__ADS_2