Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 111


__ADS_3

Rega menarik nafas panjang seraya memijit pangkal kening nya.


" Tidak bisa kah loe menjaga istri loe dengan baik? Kenapa loe membiarkan dia berkeliaran sendirian di luar sana! Apa mau loe sebenar nya?" ucap Rega menggebu-gebu.


Pria misterius yang masih menguping di tempat persembunyian nya kembali harus terapi jantung kala mendapati seseorang sedang melayang kan pukulan mentah nya ke perut sixpack milik Reza.


" Rega..!" ucap nya kaget.


" Ada hubungan apa di antara Rega,Reza dan Wanita hamil itu? Kenapa dia terlihat sangat marah kepada Reza?" gumam pria tegap itu pelan.


Reza yang mendapat amukan dari Abang ipar hanya terdiam tertegun begitu melihat Rega mengeluarkan semua sumpah serapah nya.


Ingatan nya kembali membawa dia ke masa lalu nya bagaimana marah dan kecewa nya Rega melihat adik tersayang tersakiti dan ternodai paksa.


" Maafin gue." ucap Reza pasrah. bukan apa- apa meskipun dia tidak terlibat langsung namun status nya sebagai suami dan posisi saat itu Gita juga sedang berada di dekat nya,membuat Reza menjadi serba salah.ibarat maju kena mundur berbahaya.


Rega yang mendengar Reza meminta maaf langsung naik pitam.bagaimana bisa dia membiarkan Reza kembali menyakiti adik nya setelah dia mengikhlaskan gadis kecil itu menikah dengan nya.


" Apa yang sebenarnya terjadi Reza?" tanya Pak Herman menatap tajam ke arah Reza.


Reza yang mendengar suara tegas dari Papa mertua nya langsung mengangkat wajah nya menatap penuh keberanian.


" Tadi Gita datang menghampiri Reza di saat Reza masih meeting Pa,dia sempat salah paham dan mengira jika Reza selingkuh dengan seorang perempuan yang duduk di samping Reza, Gita juga mengira jika Reza makan hanya berduaan dengan perempuan itu.padahal Reza datang ke restoran tempat meeting itu bersama Alan, kebetulan pas kelihatan sama Gita ,cuman ada Reza sama model itu,sedang kan Alan sedang turun ke lantai bawah untuk menjemput kunci mobil nya yang terjatuh.Reza sudah menahan Gita supaya jangan pergi dulu sampai Alan datang menghampiri kami supaya dia bisa bertanya dan mendengar langsung jawaban nya dari Alan.tetapi karena sedang marah dan cemburu. Gita tidak mau menunggu lama dan langsung berjalan cepat ke arah pintu luar, posisi Reza saat itu sedang mencoba menghubungi nomor Alan supaya dia cepat naik ke restoran itu.tapi belum siap Reza ngomong kejadian itu sudah terjadi."lirih Reza mengusap wajah nya kasar.


" Kenapa kamu tidak menjelas kan dari tadi? Dan Kenapa kamu harus membiarkan Rega memukuli perut kamu yang tidak berdosa itu?" seloroh Pak Herman berusaha mencairkan suasana yang sudah tegang.


" Rega! Kamu jangan selalu gampang terpancing emosi.apa kamu tidak sedikit pun malu kepada Reza ?" cecar Mama Sonia kesal.


Rega yang mendengar akar permasalahan itu terjadi hanya diam menunduk kan pandangan mata nya menyamarkan rasa malu nya setelah bertindak gegabah.

__ADS_1


Pria misterius itu terus memantau dan menguping segala isi pembicaraan yang terjadi di antara keluarga Husein dengan Reza.


Batin nya kembali bekerja keras merangkai setiap kata dan peristiwa yang dia dengar.sunggguh otak nya di buat linglung dengan segala fakta yang ada.


" Alan!Apa benar seperti itu kejadian nya?" tanya Pak Herman lagi untuk lebih meyakin kan Rega yang tertunduk tak berdaya.


" Benar Pak Herman kami memang sedang melakukan meeting dengan seorang model yang akan menjalin kerjasama dengan perusahaan Bos Reza,namun di tengah acara meeting berlangsung seperti yang sudah di jelas kan oleh Bos Reza,saya langsung minta izin untuk turun kelantai bawah untuk menjemput kunci mobil yang di titipkan di bagian informasi.tapi untuk kejadian terjatuh nya saya tidak melihat langsung,karena saya sampai di TKP ketika Nona Gita sudah di bawa turun oleh Bos Reza sementara di sana hanya tersisa darah segar yang masih menempel di lantai restoran itu." jawab Alan lugas tanpa ada yang dia tutupi sedikit pun.


" Rega! Papa rasa telinga kamu pasti masih berfungsi dengan baik bukan?Lain kali jangan cepat terbawa arus lagi.selidiki dan cari informasi nya terlebih dahulu sebelum kamu menghabisi nyawa seseorang." perintah Pak Herman tegas yang bermaksud mendidik putra nya supaya tidak salah langkah lagi.


" Iya Pa,Rega dengar.dan untuk loe gue minta maaf." ucap Rega ikhlas.


Reza yang tau jika Abang ipar nya hanya sedang emosi tidak terlalu mengambil pusing pukulan yang dia dapat kan.ini murni hanya salah paham semata.


Setelah menyelesaikan terlebih dahulu permasalahan internal antara Abang dan adik ipar,baru lah mereka masuk ke dalam ruangan rawat VVIP tempat di mana Gita di rawat.


Sedang kan di dalam ruangan. setelah sadar dari pingsan nya Gita nampak menangis sesenggukan saat mengetahui karena kecerobohan dan keras kepala nya dia hampir saja kehilangan kedua calon buah hati nya.


Hiks...Hiks...


Reza yang pertama kali masuk ke dalam ruangan rawat langsung memeluk erat tubuh istri nya yang bergetar hebat karena tangisan getir nya.


" Mas!" panggil Gita lirih.


" Iya sayang ." jawab Reza. tanpa terasa setitik air mata nya akhir nya kembali terjatuh dari mata tajam milik Reza.


" Maafin aku Mas, gara-gara aku...Kita hampir saja kehilangan mereka." ujar Gita pilu di sela tangis penyesalan nya.


" Iya sayang,udah ngga papa,kamu jangan mikirin itu lagi,yang terpenting saat ini kamu dan anak- anak kita selamat." ujar Reza berusaha menenangkan istri nya yang masih sesenggukan tak berdaya.

__ADS_1


Reza terus memeluk tubuh lemah istri nya,bahkan bibir nya tidak bosan memberikan kecupan sayang sebagai penyemangat bagi wanita terkasih nya.


Walaupun sebenarnya di sanubari Reza juga menyimpan amarah.namun ini bukan lah saat yang tepat untuk menegaskan kesalahan itu.yang terpenting saat ini adalah menyembuhkan mental dan fisik istri nya terlebih dahulu.


Isak tangis Gita semakin menjadi- jadi tatkala ingatan nya kembali ke kejadian di restoran tadi.dengan tangan yang terpasang infus Gita terus memukul dada suami nya.hingga menimbulkan darah di jarum infus nya.


" Sayang! Jangan begini! Tangan kamu berdarah itu." ujar Reza dengan rasa takut nya.


Gita yang kembali merasa kesal terus melayang kan tangan nya tanpa menghiraukan peringatan dari suami dan kedua orang tua nya.


"Sayang.jangan Nak,kamu harus tenang,jangan sampai stres karena bisa berbahaya untuk kandungan kamu." sahut Mama Sonia mencoba menenangkan putri nya.


" Mas Reza tadi jahat sama Gita Ma!" ujar Gita mengadu.


"Jika Gita tidak memergoki dia bersama wanita seksi itu, mungkin saja kejadian ini tidak akan terjadi...Hiks...Hiks...Kamu jahat Mas." ujar Gita pilu tanpa sadar tangan nya yang satu lagi berusaha mencabut jarum infus yang menempel di tangan kiri nya.Reza yang sadar akan pergerakan istri nya langsung menahan tangan itu dan mendekap lebih erat lagi tubuh rapuh bidadari surga nya.


" Iya sayang,Mas jahat.maafin Mas ya, tapi apa yang kamu lihat dan apa yang kamu pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi.di sana ada Alan.kamu boleh menanyakan langsung kepada Alan supaya kamu bisa lebih tenang.jangan seperti ini lagi,kamu bisa membahayakan keselamatan kamu.ingat ada dua buah hati kita di dalam sana." ujar Reza lembut tangan nya terus memeluk tubuh istri nya yang mulai terlihat tenang dan tidak memberi perlawanan lagi.


Mama Sonia yang paham jika sang putri sedang terbakar cemburu dan tidak bisa mengendalikan emosi nya langsung berjalan mendekat dan membelai lembut rambut sang putri.


Jangan lupa Like.Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..


Terimakasih semua nya..


Maaf kan Novel saya yang masih kaku ini.😍🥰😍🥰

__ADS_1


__ADS_2