
" Sayang!" seru Reza yang merasa kaget melihat kedatangan istri nya di saat waktu yang tidak tepat.
" Kamu datang? Kenapa Ngga telepon dulu!" seru Reza salah tingkah yang langsung mendorong kasar wanita yang sedang duduk menempel dengan diri nya.
Dengan raut wajah marah Gita melangkah masuk dan membanting tas yang ada di tangan nya dengan kasar ke atas meja di depan suami nya duduk tadi.
" Memang nya kenapa kalau aku datang tanpa mengabari terlebih dahulu! Apa ada masalah?" ucap Gita yang sudah terlanjur terbakar cemburu.
Bagaimana tidak,saat dia ingin masuk ke dalam ruangan suami nya dengan raut wajah bahagia nya tiba- tiba di suguhi pemandangan yang tidak mengenakkan,seorang wanita tengah duduk dengan menempel erat di tubuh suami nya sedang membelai lembut wajah suami nya dan yang semakin membuat Gita naik darah suami nya hanya diam tanpa menghindar sedikit pun.
Gita memandang risih kepada sosok wanita yang telah menggoda suami nya,penampilan nya yang mencolok dengan rok pendek di atas lutut sehingga menampakkan sebagian paha nya,dengan baju yang sangat ketat yang menampilkan lekut tubuh nya di tambah lagi dua kancing kemeja atas nya terbuka sehingga memperlihat kan bukit kenyal nya yang bersiap menyembur keluar.
Alan yang melihat kedatangan Nona muda nya menjadi gelagapan dan bingung untuk berbuat apa.
"Mampus! Pasti Nona muda salah paham sama nenek lampir gatal ini." ucap Alan dalam hati nya.
Dengan gaya santai nya Gita mencium bibir bahkan memeluk mesra tubuh suami nya di dalam ruangan itu.dia hanya ingin bermain cantik untuk mengusir pelakor yang masuk mengganggu rumah tangga nya.walaupun hati nya sedang panas tetapi dia tidak boleh terlihat marah dan kalah di depan musuh nya. umur nya masih muda tetapi akal bulus nya tidak kalah dari mereka yang sudah terlihat dewasa.
Reza yang melihat tingkah aneh istri nya pun langsung membalas pelukan dan ciuman dari istri kecil nya.
Alan dan Pak Tohar yang berada di sana di buat tercengang oleh ulah Bos mereka.tidak ada yang berani bersuara atau pun menegur.mereka lebih memilih memalingkan pandangan mereka ke arah lain.
" Hai.. Kenalin aku Gita Issstri sah nya Mas Reza."ucap Gita penuh penekanan dengan sorot mata tajam memandang ke wanita yang berada di samping suami nya.
" Eh iya hai,aku Chintya teman dekat sekaligus rekan kerja Reza." jawab wanita itu sambil tersenyum tipis.
" Oh Teman..Rekan kerja." ucap Gita dengan judes.
" Gila ..Masih muda banget istri nya Reza ,gue ngga boleh kalah." ucap Chintya dalam hati nya.
bibir nya terangkat ke atas seolah sedang menyusun rencana jahat nya.
" Hei Mbak,kami sering jalan dan liburan bareng berdua ke Luar Negeri.ya 'kan Za!"
Reza yang mendengar kan ucapan mengada-ngada dari mulut Chintya langsung membulat kan mata nya dan menggeleng cepat kepala nya sebagai bentuk penolakan nya atas apa yang di ucap oleh Chintya barusan.
" Kamu jangan asal bicara,aku tidak pernah pergi atau jalan bersama kamu.jangan memperkeruh suasana." bentak Reza dengan suara keras nya.
Sementara Gita berusaha untuk terlihat acuh dengan melipat kan kedua tangan nya di dada, menyilang kan kedua kaki nya dengan posisi duduk yang mengarah langsung ke arah wanita penggoda itu.
Reza yang mengerti suasana hati istri nya langsung meraih jemari istri nya yang sudah terlepas sambil terus memeluk mesra pinggang istri nya. berharap bisa menenang kan gejolak amarah yang tertimbun rapat itu.
__ADS_1
" Sial..Istri kecil nya si Reza, ganggu banget sih! Awas saja loe." ucap perempuan itu dalam hati nya.
" Mas, kamu sudah selesaikan kerja nya." ucap Gita sambil menatap tajam ke arah suami nya.
Reza yang salah tingkah karena mendapat tatapan maut itu mengangguk kan kepala nya melihat kemarahan yang terukir jelas dari raut wajah istri nya.
Asisten Alan yang juga mengerti kata sindiran sekaligus kode dari Bos nya langsung angkat suara.
" Maaf Mbak Chintya jika tidak ada hal penting lagi, silahkan meninggalkan ruangan ini,karena ini sudah jam makan siang." ucap Alan dengan raut wajah tegas.
Alan yang sudah lama mengabdi dengan Reza sudah cukup tau dan kenal bagaimana watak asli nya Chintya,maka nya dia juga ikut duduk di dalam ruangan Reza dengan pintu yang sengaja dia buka lebar.
Chintya yang merasa di usir, langsung menatap tajam ke arah Alan dan juga istri sah Reza.
" Kenapa gue harus pergi? Kalau mau makan siang ya makan aja! Lagian tadi kita juga udah makan bareng.ya 'kan Za?" ucap Chintya yang berpura-pura manis di depan Gita.
Gita yang merasa jengah kembali melirik tajam suami nya dengan tatapan maut nya.bahkan dengan sengaja nya dia menginjak kuat kaki suami nya sehingga terdengar suara rintihan dari mulut Reza namun Gita seolah mengabaikan semua nya.amarah nya sedang di ubun-ubun,jantung nya berdetak nyaris lompat keluar dari tempat nya.
" Chintya silah kan keluar, aku rasa tidak ada hal penting lagi yang harus kita bahas.pintu keluar nya ada di sebelah sana." ucap Reza dengan wajah datar nya namun raga nya tetap meringis menahan perih nya injakan kaki istri nya,terlebih lagi Gita saat ini sedang menggunakan high heels.
Chintya yang merasa harga diri nya di rendah kan langsung menyambar tas nya dan berlalu pergi tanpa sepatah kata pun.hanya mata tajam nya yang berbicara seolah ini semua akan ada balasan nya.
" Pak Tohar!" seru Gita saat melihat Pak Tohar ingin keluar dari ruangan suami nya.
Pak Tohar yang mendengar nama nya di panggil langsung menghentikan langkah nya dan memutar badan nya melihat ke arah sumber suara.
" Ya Non." jawab Pak Tohar dengan raut wajah bingung nya.
" Ayok kita pulang." ucap Gita yang sudah berjalan terlebih dahulu meninggalkan semua orang yang sedang menatap bingung kepada dia.
Bagaimana mungkin kondisi hati nya bisa berubah secepat kilat,padahal dalam ruangan tadi dia masih terlihat bermesraan dengan suami nya namun sekarang dia malah pergi begitu saja tanpa ada pesan atau pun kata pamit.
" Sayang!"
"Bos!"
Seru Reza dan juga Alan secara bersamaan.
Alan sebenar nya sudah menebak bahwa kesalahpahaman ini pasti bakal terjadi.
Dia sempat shock melihat ekspresi Nona muda nya yang terlihat sangat pandai berakting mengelabui bibir pelakor yang kegatelan seperti ulat bulu itu.
__ADS_1
Sebenar nya Alan juga tidak menyukai kehadiran Chintya yang datang hanya menambah pekerjaan nya saja,pasal nya tiap kali dia datang Reza selalu meminta dia ikut bergabung.sudah sejak lama perempuan itu menaruh rasa terhadap Reza namun tidak pernah di balas sedikit pun oleh Reza,bahkan Reza dengan terang- terangan menolak mentah segala bentuk godaan yang di berikan oleh wanita yang bernama Chintya.
" Waduh! Gawat ini." ucap Alan sambil menendang udara.
" Kenapa bro? Si ulat bulu bikin masalah lagi?" tanya Aldo sang sekretaris sambil cengengesan.
" Iya tuh,nenek lampir ngga ada bosan nya datang kemari.bikin pekerjaan gue tambah numpuk aja.loe tau ngga bagaimana cara membasmi kan si nenek lampir itu." ucap Alan yang sudah terlanjur kesal dengan ulah Chintya.
" Kasih racun tikus aja bro,sekali minum di jamin tewas." seloroh Aldo yang langsung mendapat kan serangan di kepala nya dari tangan kekar Alan.
" Loe sih bego juga,bukan nya ngasih kode ke gue pas Nona muda datang tadi! Ini malah diem aja duduk di depan laptop jelek loe itu." ujar Alan yang melampiaskan rasa kesal nya kepada Aldo.
" Lah kenapa jadi gue yang kena omel,mending loe kejar aja tuh nenek lampir sebelum balik ke habitat nya.kali aja loe mau nyicip sedikit juga boleh.di jamin gratisan tissss." ucap Aldo yang langsung lari menjauh dari Alan.
" Kurang ajar loe bodoh! Gue di kasih gratis pun ngga akan mau sama modelan begituan.di pinggir jalan juga banyak." ucap Alan ngedumel sendiri.
Sementara Pak Tohar yang menerima perintah dari Nona nya langsung berlari turun menuju mobil yang sedang terparkir.
" Sayang! Tunggu dulu, katanya mau makan siang bareng?" ucap Reza yang tidak putus asa mengejar istri nya yang sedang merajuk itu.
" Selera makan aku sudah hilang,kalau Mas masih kenyang.buang saja makan itu ke tempat sampah." ucap Gita sambil menahan tangis nya.
Baru saja kaki nya ingin melangkah masuk ke dalam lift, namun Reza dengan sigap menahan pergelangan tangan istri nya dan menarik keluar dari lift itu.
" Lepas! " ucap Gita memberontak .buliran bening yang sejak tadi dia tahan akhir nya jatuh juga bagai kan badai yang tidak bisa di hindari lagi.
" Sayang jangan seperti ini, kamu dengerin dulu! Ini semua tidak seperti yang kamu lihat tadi." ucap Reza yang terus memeluk tubuh istri nya yang masih meronta- ronta.
Hiks...Hiks...
Tangisan Gita semakin pecah kala berada di dekapan suami nya.
Beruntung nya di lantai 10 ini hanya ada 3 ruangan dan itu semua milik orang kepercayaan Reza yang tidak akan mungkin menyebarkan aib ini kepada publik.
Terimakasih atas semua dukungan nya.
Jangan pernah bosan untuk mampir dan beri like.Vote serta Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Dan pencet Tombol Favorit nya..
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom Komentar..🥰😍🥰😊
__ADS_1