Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 64


__ADS_3

" Kapan kalian mau periksa ke Dokter kandungan." tanya Mama Meri yang masih sibuk mengupas jeruk untuk menantu kesayangan nya.


" Nanti sore Ma."jawab Reza cuek.


Pandangan mata Reza masih terus fokus dengan laptop nya, semua email yang di kirim oleh Alan harus segera dia periksa dan harus di kirim hari ini juga.menjadi suami siaga sekaligus seorang Presdir membuat dia harus pandai mengatur waktu nya.


" Kita berdua boleh ikut ya sayang!"sahut Mama Sonia lagi.


Dia ingin sekali menemani putri nya mengecek kandungan nya untuk pertama kali, Bahkan Mama Sonia lebih bersemangat dari Gita, ini salah satu mimpi Mama Sonia yang selalu ada di angan- angan nya.


Gita hanya mengangguk kan kepala nya, tidak masalah jika kedua orang tua mereka ikut mengantar ke rumah sakit, toh seru juga jika ramai- ramai datang ke rumah sakit, Gita juga ikut senang melihat kedua mama nya yang begitu antusias melihat calon cucu mereka.


Tiga buah jeruk habis di makan oleh Gita, sekarang dia sedang melanjutkan mengisi perut nya dengan bubur kacang hijau yang di bawakan oleh mertua nya,dengan Reza yang setia duduk di samping nya.


" Ma! Gita makan sendiri saja." protes Gita yang merasa segan bila makan saja dia harus di suapi oleh mertua nya.


" Sudah ngga papa sayang, kamu duduk saja, biar Mama yang suapin ya." ujar Mama Meri yang merasa senang bisa memanja kan menantu kesayangan nya,apalagi saat ini sang menantu sedang mengandung cucu yang sudah lama mereka nanti kan.


Sore hari mereka memutuskan untuk pergi ke dokter kandungan, dengan Reza yang mengemudi mobil di temani oleh Gita yang berada di samping nya, di kursi belakang ada kedua calon Oma yang begitu bersemangat,


Sesekali Gita mengendus tubuh Reza,bergelayut manja di lengan suami nya. entah kenapa di posisi ini dia merasa nyaman dan aman, perut nya yang tadi sempat berguncang menjadi tenang tanpa memberontak.


" Sayang, kenapa?"tanya Reza yang bingung melihat istri nya yang dalam mood manja.


" Ngga papa Mas, pengen aja." jawab Gita apa ada nya.


Sebenar nya Mama Sonia ingin sekali memperingati putri nya, namun mengingat kondisi putri nya yang sedang hamil muda membuat dia mengurungkan niat nya, di tambah lagi kode dari besan nya pun membuat dia tidak berani menegur putri nya yang sedang bermanja kepada suami nya.


Reza sesekali mengelus kepala Gita dengan lembut , meski konsentrasi nya juga harus dia tingkat kan.


" Kamu mual?" tanya Reza dengan penuh perhatian ,dia sudah sangat paham dengan segala tingkah istri nya.


" Iya Mas, tapi kalau udah nempel gini aku ngga merasa mual lagi." ujar Gita dengan manja nya, serta mata nya yang sudah dia pejam kan.


Reza membiarkan saja istri nya bergelayut manja di lengan nya.


Hati nya menjadi sedih melihat perjuangan istrinya di trimester pertama ini, pagi hari selalu muntah- muntah, mood nya yang selalu berubah, membuat dia harus selalu bisa membagi waktu dan selalu bersabar menghadapi tingkah ibu hamil yang berada di samping nya.


Saat ini mereka sudah sampai di rumah sakit Medika Wijaya, rumah sakit milik keluarga Wijaya, Dokter kandungan yang mereka pilih juga Dokter yang sudah berpengalaman dan merupakan Dokter terbaik di kota j, semua Perawat,Bidan dan Dokter yang melihat kedatangan pemilik rumah sakit bergegas menyambut, menunduk dengan hormat,


Gita sedikit bingung , kenapa kedatangan mereka begitu meriah di sambut oleh semua pegawai rumah sakit, dia belum tahu saja jika rumah sakit ini suatu saat akan menjadi warisan anak- anak nya kelak.


" Apa dokter Rina sudah datang?"tanya Reza dengan gaya cool nya serta jiwa pemimpin, dengan satu tangan masuk kedalam kantong celana nya dan tangan kanan yang selalu menggenggam mesra tangan istri nya.


" Sudah Tuan muda, Dokter Rina sudah menunggu kedatangan Tuan muda di ruangan nya,mari saya antar Tuan muda." seru salah satu pegawai yang berada di sana.


" Tuan muda?"


Gita bertanya - tanya dalam hati nya, tapi dia tidak langsung bertanya kepada suami nya, mengingat saat ini ada hal yang lebih penting yang akan mereka temui.

__ADS_1


mereka berempat menuju ruangan yang bertulis kan poli kandungan, tanpa harus mendaftar atau menunggu nomor antrian,selain karena mereka adalah pemilik rumah sakit, sebelum datang ke sana asisten pribadi reza sudah terlebih dahulu menghubungi pihak rumah sakit, secara khusus mereka mengosongkan waktu satu jam untuk nyonya muda mereka.


" Selamat siang Pak Reza dan Nona Gita." Dokter Rina menyapa dan menjabat tangan sang pemilik rumah sakit.


" Silah kan duduk semua." ujar Dokter Rina dengan ramah.


" Kapan terakhir kali nya Nona Gita datang bulan?" tanya dokter Rina yang mulai menganalisa.


" Mm seperti nya sudah 2 mingguan dok." seru Gita yang duduk di depan sang dokter dengan tangan kanan yang terus di genggam oleh Reza.


" Apa Nona mengalami mual di pagi hari?"


" Iya Dok, dia selalu mual jika makan tanpa saya temani, apa ini tidak berbahaya Dok?" tanya Reza dengan wajah serius nya.


Dokter Rina tersenyum mendengar pertanyaan yang memang selalu di tanyakan oleh para suami saat menemani istri nya check up.


" Mual bagi Ibu hamil di trimester pertama itu sangat wajar, bahkan ada yang mengalami mual hingga trimester akhir, jangan lupa makan - makanan yang bergizi,susu hamil nya juga harus rajin di minum, dukungan dari suami sangat di perlukan saat trimester pertama ini,nanti akan saya resep kan obat pereda mual." ujar Dokter Rina memberitahukan.


" Baik lah mari silahkan berbaring di sana." seru dokter Rina yang sudah bersiap melakukan USG,


Gita naik ke atas tempat yang sudah di sediakan, berbaring dengan baju yang sedikit di tarik ke atas lalu di olesi gel, Reza dengan setia menemani istrinya, mengelus lembut kepala Gita, hati nya sangat bahagia.


" Iyu apa Dok?"tanya Reza yang belum paham, dia harus selalu siaga, supaya istri dan calon anak nya selalu sehat.


Dokter Rina Kembali tersenyum melihat Tuan muda nya yang begitu proaktif kepada istri nya.dengan penuh kesabaran dia kembali menjelas kan alat apa saja yang mereka gunakan jika melakukan proses USG,dan semau itu tidak membahayakan bagi Ibu hamil.


Reza hanya mengangguk paham,mesti dia sendiri tidak begitu paham nama alat yang dia sebutkan.


Dokter Rina mulai mengarahkan alat pendeteksi USG di perut Gita,


" Usia kehamilan Nona Gita sekarang berjalan enam Minggu, bayi nya sehat,berat bayi nya juga normal."


" iIni detak jantung nya." seru dokter Rina yang sudah menggeser kan alat pendeteksi USG ,


Deg..Deg..Deg.. Detak jantung janin yang berada di dalam perut Gita terdengar jelas,


semua orang yang berada di sana menetes kan air mata bahagia mereka,hanya mendengar detak jantung nya saja mereka sudah sangat bahagia, Gita berulang kali mengelap air mata nya, hati nya menghangat mendengar dengan jelas bagaimana detak jantung janin yang tumbuh di rahim nya saat ini.


" Detak jantung dedek bayi nya normal ya." seru dokter Rina lagi.


" Kenapa bentuk nya seperti kecebong Dok?" seru Reza yang merasa heran kenapa bentuk anak nya seperti itu.


Kedua calon Oma, menahan tawa geli mereka mendengar pertanyaan polos dari calon ayah itu.


" Memang seperti ini Pak, setiap hari atau setiap Minggu dia akan semakin berkembang, wajar saja karena usia kehamilan Nona Gita belum genap 2 bulan.jangan sampai Ibu hamil menjadi stres, jangan sampai kelelahan karena akan mengakibat kan pendarahan,apalagi usia nona Gita masih cukup muda, mohon di jaga istri nya Pak Reza."


Reza dan kedua orang tua nya terus menatap haru lembar gambar hasil USG,


setelah melaksanakan USG,dokter mengisi catatan di buku kehamilan.

__ADS_1


" Apa saat hamil muda boleh melakukan hubungan suami istri?" tanya Reza yang dari kemaren sudah kepikiran akan hal bahaya jika dia menyentuh istrinya yang sedang hamil muda.


" Berhubungan suami istri saat hamil muda tidak di larang,asal tau batas nya saja, jangan sampai ibu hamil kecapean itu juga bisa mengakibat kan keguguran, bikin senyaman mungkin supaya tidak mengganggu bayi dan juga ibu hamil, selama semua nya baik- baik saja tidak perlu khawatir, asal jangan terlalu sering melakukan itu serta jangan sampai bermain dengan durasi yang lama."ujar Dokter Rina menjelaskan dengan sambil tersenyum penuh arti.


" Mas! Kenapa kamu bertanya seperti itu." ujar Gita dengan pipi nya yang sudah semerah tomat.


" Awww sakit sayang, ya ngga papa nama nya nya juga konsultasi, dari pada nanti terjadi hal yang tidak kita ingin kan." Reza merintih mendapat cubitan kasar dari istri nya.


" Reza dengerin tuh jangan sampai kamu membuat Gita kelelahan,jaga nafsu kamu."


" Apaan sih Ma, mana bisa kayak gitu,yang benar saja."Reza terlihat gusar mendengar semua itu.


Mau bagaimana lagi ini semua demi janin yang ada di kandungan istri nya,Reza tidak bisa berbuat banyak,


hati Reza menghangat mengingat detak jantung yang dia denger tadi, bahkan dengan muka serius nya dia mendengar semua penjelasan dari mulut dokter Rina, dia mengangguk paham.


lagi - lagi Mama Sonia menjatuhkan air mata haru nya, putri nya sebentar lagi akan menjadi seorang ibu, putri yang dulu dia timang- timang dengan tangan lembut nya sebentar lagi akan menimang bayi di jemari mulus nya.


Dokter juga memberikan obat pereda mual, vitamin serta obat penambah darah, obat yang di berikan harus rutin di minum.


setelah semua proses pemeriksaan selesai, mereka pun pamit keluar dari ruang pemeriksaan.


Mobil yang mereka tumpangi perlahan meninggalkan rumah sakit Medika Wijaya.


" Reza berhenti di supermarket depan ."titah Mama Meri.


" Untuk apa Ma?" tanya Reza yang khawatir jika berlama- lama berada di dalam mobil membuat istri nya merasa tidak nyaman,karena sepanjang jalan pulang dari rumah sakit Gita tertidur pulas dengan bantal yang sudah di sediakan Reza khusus untuk istri nya.


" Mama mau beli buah dulu untuk istri mu, apa kamu tidak dengar apa yang di bilang oleh dokter tadi!"


" Reza dengar Ma, jangan lama- lama! Kasihan Gita." ucap Reza tegas.


Reza menunggu di dalam mobil, sambil terus menatap wajah istri nya yang begitu damai dalam tidur nya.


Kedua calon Oma itu keluar dari mobil memasuki supermarket, memilih beberapa buah- buahan yang sangat bermanfaat bagi ibu hamil, susu hamil tidak lupa mereka masukkan ke dalam keranjang belanjaan mereka, beberapa cemilan serta sayur - sayuran yang sehat bagi ibu hamil.


" Lama banget sih calon oma- Oma ini." ujar reza merenggut melihat 5 kantong belanjaan yang di bawa oleh kedua calon Oma itu.


" Udah cepetan jalanin mobil nya, ngga usah pakai protes segala." seru Mama Meri yang sudah menyimpan belanjaan nya di bagasi belakang, sementara Gita masih tertidur pulas dengan safety belt yang melilit di badan nya,sesekali Reza melihat ke arah istri nya, membenarkan posisi tidur istri nya jika dia merasa tidak nyaman.


Sepulang dari rumah sakit ,Reza benar- benar menjadi posesif, Gita tidak di biarkan mengerjakan sesuatu yang berat,bahkan untuk ke kamar nya saja Reza sendiri yang harus menggendong istri nya.


" Untung saja gue ngga ngalamin nasib tragis seperti yang di rasakan oleh Ivan, masa sedang hamil,istri nya malah tidak suka tidur satu ranjang atau disentuh sedikit pun oleh suami nya.ih amit- amit deh, jangan sampai Gita juga seperti itu." Reza bergidik ngeri sendiri jika membayangkan dia harus tidur sendirian dan harus berpuasa dalam waktu yang lama, keburu berkarat kali ya sang junior nya.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin...


Tinggalkan jejak sayang nya di kolom Komentar ya guys...


Dan Jangan lupa Pencet Tombol Favorit nya..

__ADS_1


Terimakasih semua nya...


Salam sayang untuk kita semua nya...😍🥰😍🥰😍


__ADS_2