
Akibat rasa lelah yang menerpa tubuh nya ,membuat Gita tertidur sangat lelap.berulang kali bunyi alarm memekik membangun kan tuan dan nyonya nya dari alam mimpi mereka namun Gita masih tidak bergeming juga,hingga Reza yang terasa tidur nya sedikit terusik langsung meraih handphone Gita yang berada di atas nakas lalu mematikan alarm yang sudah di pasang kan oleh istri nya.
Reza merentang kan kedua tangan nya ke atas menghilang kan rasa penat yang masih sangat terasa.mereka berdua baru tertidur pada pukul dua pagi, pria itu masih betah duduk di atas ranjang dengan kepala nya yang bersandar di ujung ranjang memeriksa berbagai pesan masuk dan juga email dari Alan, hingga adzan subuh terdengar berkumandang sangat merdu dari masjid membuat dia segera bangkit dari ranjang dan bergegas membersih kan diri nya menuju kamar mandi.
Hanya sepuluh menit pria itu menghabis kan waktu nya di kamar mandi, saat dia keluar dari kamar dengan masih memakai handuk sepinggang nya,Reza melihat istri nya masih terlelap nyenyak,Reza menjadi bimbang untuk membangun kan istri nya, wajah istri nya yang kelelahan membuat dia mengurungkan niat nya namun sholat subuh juga tidak boleh di tinggalkan, dengan terpaksa akhirnya Reza merangkak naik kembali ke atas ranjang.dia elus pelan pipi istri nya,Reza membangun kan dengan cara lembut supaya istri nya tidak kaget.dia mengendus manja pipi dan leher Gita yang masih terlelap.Gita yang merasakan ada benda hangat yang menyentuh pipi dan juga bibir nya perlahan membuka kedua kelopak mata nya.
Cup...
"Morning my wife." seru Reza ketika melihat mata istri nya sudah terbuka sempurna.
" Mas.." jawab Gita manja lalu menyembunyikan wajah nya di dada suami nya.
Dia merasa kaget ketika wajah nya menyentuh bagian tubuh suami nya yang terasa dingin.Gita mendongak kan kepala nya mencari jawaban dari suami nya.
" Mas, kamu baru siap mandi?"
" Iya sayang,kamu juga harus mandi,biar kita sholat jamaah."
Gita terkesiap saat mendengar suami nya menyebutkan kata jamaah,padahal dia merasa baru saja tertidur beberapa jam, tetapi pagi terasa begitu cepat menyapa nya,tidak ingin ketinggalan waktu subuh,dengan cepat Gita mengiyakan ucapan suami nya lalu berjalan malas menuju kamar mandi dengan mata yang masih berat serta tubuh naked nya.
Setelah permainan panjang tadi malam dia memang tidak memakai apapun saat tidur. hanya selimut dan pelukan hangat suami nya lah yang menjadi tameng tidur nya.
Gita menyelesaikan acara mandi nya dengan secepat kilat,karena merasa di buru oleh waktu,belum lagi pagi ini dia juga harus mengemas semua perlengkapan sekolah yang harus dia bawa.
Ceklek
Gita keluar dari kamar mandi masih dengan memakai jubah mandi nya,berjalan menghampiri suami nya yang semakin terlihat tampan saat memakai kain sarung,baju Koko lengkap dengan kopiah yang berada di atas kepala nya,semakin membuat Gita jatuh cinta sejatuh- jatuh nya,bahkan dia masih betah menatap ke arah suami nya meskipun sudah berulang kali di panggil oleh Reza.
" Sayang!" seru Reza yang melihat istri nya masih berdiri tanpa memakai mukena.
" Sayang! Buruan! Kenapa kamu malah bengong di sana?"
"Iya Mas." ucap Gita yang merasa malu kepergok oleh suami nya,lalu bergegas menyambar mukena yang sudah di siapkan oleh suami nya di atas ranjang, bagaimana ngga tambah cinta jika hal sekecil apapun suami nya selalu perhatian.
" Udah Mas." ujar Gita .
__ADS_1
Reza mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum,lalu mulai berdiri di paling depan sebagai imam dan Gita sebagai makmum nya.
Mereka menjalankan sholat subuh dengan begitu khusyuk nya.tidak lupa menengadahkan kedua tangan nya meminta ampun serta keselamatan kepada sang pencipta.
Setelah membereskan semua perlengkapan sholat yang mereka gunakan ,kini Gita mulai beranjak mengemasi barang- barang keperluan sekolah nya.sementara Reza memilih menepi Duduk di sofa ujung kamar dengan laptop yang berada di depan mata nya.
" Pagi Mama,papa." sapa Gita lalu duduk di kursi yang sudah ditarik oleh suami nya.
" Pagi... sayang, kamu sudah mulai masuk sekolah?"
" Iya Ma."jawab Gita sambil menyiapkan piring serta nasi untuk suami tercinta nya.
Saat mereka tengah asyik menikmati acara sarapan mereka,dari atas tangga muncul lah sosok pria jomblo akut yang paling tidak Gita harap kan kehadiran nya.
Tap..Tap..
Langkah kaki Rega berbunyi kencang saat menuruni satu persatu anak tangga,dengan begitu pede nya dia berjalan mendekat ke arah Gita,masih dalam jarak 5 langkah,wajah Gita sudah memerah karena merasa mual mencium bau parfum baru milik Rega yang tidak kalah menyengat dari parfum yang dulu.
Hoek....Hoek....
" Udah enakan?" tanya Reza memastikan ketika melihat istri nya yang sudah berdiri dan masuk ke dalam pelukan nya.
" Hm.." Gita hanya berdehem manja,hidung nya sibuk mengendus aroma tubuh suami nya,mencari kenyamanan dari aroma khas tubuh pria yang sangat dia cintai saat ini.
Dengan langkah sangat hati- hati Reza menuntun istri nya untuk kembali ke meja makan,Gita yang sudah tidak berselera lagi untuk makan memilih meminum susu hamil nya,lalu menutup rapat hidung nya menggunakan masker.
" Kamu kenapa Dek?" tanya Rega tanpa merasa bersalah.
" Abang kenapa masih pakai parfum? Gita ngga suka bau nya."ujar Gita kesal.
Rega yang asyik mengunyah makanan tiba- tiba terbatuk mendengar kata tidak suka dari mulut adik nya, pasal nya parfum ini baru saja di pesan dari luar negri dengan harga yang sangat mahal, tetapi Gita malah seenak nya bilang tidak suka,membuat pria ini menjadi sangat geram.
Khuk..Khuk...
" Minum Rega." titah Mama Sonia melihat anak nya tersedak makanan.
__ADS_1
" Kamu bilang tidak suka?"tanya Rega dengan mata melotot nya.
Gita hanya mengangguk kepala dengan cuek nya, Sementara hidung nya masih setia mengendus manja bau tubuh suami nya,walaupun tertutup rapat oleh masker yang dia pakai.
"Parfum ini harga nya sangat mahal dan baru saja sampai kemaren sore dari luar negeri,ini parfum paling bagus, kenapa kamu malah bilang bau?"
"Pokok nya Gita ngga suka bau nya.titik!" seru Gita yang tidak mau menerima alasan apapun dari Abang nya,dia tidak peduli mau parfum mahal atau pun murah,yang jelas saat ini perut nya mual jika harus mencium bau nya.
Rega menggelengkan kepala nya,tidak percaya dengan tingkah adik nya yang benar- benar menyiksa diri nya.sementara Reza , Mama Sonia dan Papa Herman tertawa puas melihat wajah kesal Rega yang selalu menjadi bulan-bulanan ibu hamil.
Karena merasa kesal.Rega akhir nya pergi begitu saja meninggalkan semua orang yang masih menertawai nasib buruk pria jomblo seperti diri nya.dengan raut wajah garang dia masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil dengan sangat kuat, Pak Agus yang berada di samping mobil nya sampai berjingkat kaget mendengar pintu yang di banting begitu keras.
" Astaga.." ucap Pak Agus mengelus dada nya ,ketika melihat mobil Rega sudah meninggalkan halaman rumah dengan sangat cepat.
Sementara situasi di dalam sudah mulai aman. Gita juga sudah tidak memakai masker lagi setelah melihat kepergian Rega.
"Sayang, kamu yakin mau sekolah hari ini?"
tanya Reza dengan raut wajah serius nya.
" Iya Mas."
" Tubuh kamu masih lemah begini,apa ngga sebaik nya kamu libur dulu!" ucap Reza.
Dia sangat merasa khawatir jika membiarkan Gita tetap berangkat ke sekolah dengan kondisi yang masih muntah- muntah.
"Aku udah ngga kenapa - kenapa Mas, kamu jangan khawatir gitu,aku masih kuat kok, sayang 'kan kalau harus libur lagi, 3 hari lagi akan di adakan ujian kelulusan Mas."jawab Gita memberi pengertian untuk meyakin kan suami nya yang terlihat masih ragu melepaskan dirinya sendiri di luar sana.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys...
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar...
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
Terimakasih semua nya..
__ADS_1
Salam sayang untuk kita semua nya..🥰😍🥰😍