Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 7


__ADS_3

"Saya tentu tau semua tentang kamu nak, bagaimana mungkin Om tidak mengenali kamu." jawab pak Anton, sambil berjalan mendekati Gita.


" "Maaf kan Om yang tidak bisa mendidik anak Om, sehingga dia bisa melakukan perbuatan keji ini terhadap kamu, sungguh Om tidak menyangka dia bisa setega itu kepada kamu padahal dia terlahir dari seorang perempuan dan bahkan dia juga sangat mengenal kamu.


( pak Anton berbicara seraya menggeleng-geleng kan kepala nya)


Ibu Meri hanya bisa menangis mendengar dan melihat apa yang sedang terjadi di hadapan nya.


Gita hanya menduduk kan kepala sambil terus mendengar jawaban dari Pak Anton sambil mengusap air matanya yang jatuh semakin deras tanpa bisa dia tahan sedikit pun.


" Om apa boleh Gita minta tolong? lepasin Gita, Gita pengen pulang Om ." ucap Gita sambil menangis sesenggukan.


" Tentu boleh nak, kamu boleh pulang meski pun tanpa kamu minta, tapi tunggu sebentar lagi ya nak, kita selesaikan masalah nya terlebih dahulu, sebelum kita bertemu kedua orang tua mu,boleh kan? " tanya Pak Anton lagi.


" Reza... Apa yang ada di kepala kamu? Apa Mama tidak becus dalam mendidik kamu? Apa kasih sayang yang Mama berikan kurang bagi kamu selama ini? Mengapa kamu harus membawa gadis yang tidak tau apa- apa ke dendam yang kamu pendam itu nak? Gita tidak bersalah,kenapa kamu begitu tega, Mama juga seorang perempuan , bagaimana jika kejadian ini terjadi kepada mama atau saudara perempuan mu,bagaimana perasaan kamu? kamu rusak Gita hanya karena dendam kepada kakak nya, Pak Herman adalah teman dekat papa dan juga Mama, Mama benar- benar malu rasanya, untuk bertemu mereka saja Mama tidak sanggup lagi nak, mereka lah orang yang sangat berjasa dalam hidup kita, kamu hancurkan putri nya dengan begitu sadis , Mama hanya punya anak satu orang, tapi Mama gagal dalam mendidik nya, ya tuhan bagaimana semua ini bisa terjadi." ucap Mama Meri seraya menghapus air matanya.


Reza yang selama ini memang dekat dengan sang Mama pun merasa sangat bersalah ,karena telah membuat wanita satu- satu nya yang dia punya saat ini menangis sesenggukan, Reza lalu mendekat kepada sang Mama.


" Ma ! Maafin Reza Ma." ucap Reza seraya bersimpuh di kaki sang Mama.


Mama Meri hanya diam tetapi mata nya terus menatap kepada sang putra.


" Kamu harus bertanggung jawab Reza, atas apa yang sudah kamu lakukan kepada Gita. nikahi dia yang masa depan nya kamu renggut secara paksa, dalam waktu dekat ini juga, dan memohon ampun lah kamu kepada Herman , walau pun sebenar nya papa tidak yakin Herman serta Sonia bisa memaafkan kamu." ucap pak Anton tegas.


Reza yang mendengar kata nikah pun langsung mengangkat kedua wajah nya dan menatap serius ke arah papa nya.

__ADS_1


" Apa pa? Kenapa mesti harus nikah pa? Reza tidak bisa menikah dengan dia, masih bisa dengan cara lain kan pa! dia bukan tipe wanita idaman Reza pa, Reza ngga mau...Pokok nya Reza ngga akan mau." jawab reza tanpa basa- basi.


Pak Anton yang mendengar penolakan dari Reza pun langsung berjalan mendekati Reza,dengan cepat pak Anton melayang kan tangan nya di kedua pipi Reza , hingga mengeluarkan darah segar dari sudut bibir Reza.


" Bisa- bisa nya kamu bilang kalau dia bukan wanita idaman kamu,tapi dengan sadar nya kamu rusak dia,laki- laki macam apa kamu ini, papa tidak pernah mengajarkan kamu menjadi seorang laki- laki pengecut dan pecundang Reza,berani berbuat berani bertanggung jawab, jangan mau manis nya saja, lalu pahit nya kamu buang, paham kamu." bentak Pak Anton kepada putra nya.


" Tapi pa..." jawab Reza sambil menyeka darah di ujung bibir nya.


" Papa tidak menerima penolakan lagi, jika kamu berani lari dari tanggung jawab kamu,jangan salah kan papa jika harus mengeluarkan kamu dari kartu keluarga Wijaya." ucap pak Anton tegas.


setelah mengeluarkan semua amarah nya Pak Anton memilih keluar dari ruang kerja nya,Bu Meri yang masih duduk pun langsung mendekat ke arah Gita.


" Bersiap lah nak,Tante akan mengantar kamu pulang." ucap Bu Meri sambil tersenyum kepada Gita,sebenar nya dari tadi ibu Meri tidak tega melihat anak nya, tetapi mengingat bagaimana perilaku sang anak membuat Ibu Meri harus tegas dan mengacuh kan sang putra.


Gita yang dari tadi hanya menunduk kan kepalanya pun langsung menatap kepada Ibu Meri dengan perasaan teduh dan tenang, karena sebentar lagi dia bisa pulang ke rumah nya.


Sementara di rumah keluarga Husein.......


Mama Sonia yang khawatir akan keberadaan Gita ,subuh tadi memutuskan menghubungi sang suami dan juga putra sulung nya yang tengah berada di kota s, panggilan pertama yang Mama Sonia lakukan belum tersambung baru di panggilan kedua lah panggilan telepon itu tersambung.


" Halo assalamualaikum Pa." ucap mama Sonia dengan suara bergetar.


"Wa Alaikum salam ma.. Tumben Mama telepon pagi- pagi buta begini?" tanya pak Herman.


" Pa..Gita Pa.. Gita sampai sekarang belum pulang juga Pa, kemaren sore dia pamit katanya mau pergi jalan- jalan sama teman- teman nya ke mall, tapi sampai subuh ini belum pulang juga pah, handphone nya juga ngga bisa di hubungi dari semalam Pa!"

__ADS_1


" Ada apa Pa?" tanya Rega yang tiba- tiba sudah berdiri di belakang sang Papa.


Papa Herman pun mulai menceritakan semua nya kepada Rega, dengan sambungan telepon yang masih tersambung.


Rega lalu mengambil handphone yang berada di tangan sang Papa dan memencet tombol pengeras suara,supaya mempermudah mereka berdua untuk mendengar kan.


" Apa Mama sudah mengecek ke kamar Gita, mana tau anak itu ketiduran di kamar nya Ma!"


" Sudah...Mama udah ngecek ke semua tempat yang ada di kamar nya, kamar tamu juga sudah Mama cek, tapi tetap aja Gita ngga ada,itu arti nya dari semalam dia belum pulang- pulang,terus Mama juga udah nanya sama Pak Agus yang lagi jaga, katanya dia juga ngga ngeliat Gita pulang dari semalam."


"Apa mama udah menghubungi teman- teman nya Gita?" tanya Rega lagi.


" Kalau teman - teman nya sih belum ada yang Mama telepon, tunggu biar Mama coba hubungi mereka dulu, nanti Mama kabari lagi kamu sama Papa ya, assalamualaikum." ucap mama Sonia pamit kepada sang suami dan anak seraya mematikan panggilan nya.


" Ya tuhan semoga saja Gita menginap di tempat teman- teman nya." ucap mama Sonia sambil menggigit ujung kuku nya.


Lusi adalah orang yang pertama kali di hubungi oleh Mama Sonia, tetapi sudah 5 panggilan yang di lakukan oleh Mama Sonia belum juga ada yang tersambung.


" Apa Lusi masih tidur ya?" ucap mama Sonia dalam hati.


Akhir nya mama Sonia memilih menghubungi Hana,panggilan pertama tidak di jawab oleh Hana,panggilan kedua juga tidak di jawab oleh Hana, di panggilan ketiga baru lah Hana menjawab telepon nya.....


Jangan lupa Like.Komen.Vote dan beri Hadiah sebanyak mungkin....


tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar ya guys...dan jangan lupa pencet tombol favorit nya...

__ADS_1


Terimakasih semua nya.... Salam sayang untuk kita semua...😍😍😍😍


__ADS_2