Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 109


__ADS_3

Reza berusaha tenang,meskipun dia sangat cemas luar biasa.sudah setengah jam lebih Gita di tangani oleh Dokter dan perawat rumah sakit Medika Wijaya.


Mulut Reza tidak berhenti memanjat kan doa untuk keselamatan istri dan juga anak- anaknya.


Dia sangat menyesal sudah lalai menjaga istri nya,padahal jarak mereka sangat dekat.berulang kali dia menjambak kasar rambut nya melampiaskan rasa kecewa nya terhadap diri nya sendiri.


" Ini semua gara-gara Mas sayang.maafin Mas yang ngga becus jagain kalian." ucap Reza lirih.


Sementara di kediaman rumah Gita.sahabat gesrek Gita sudah terlebih dahulu sampai di rumah setelah menerima pesan singkat dari Gita yang berbunyi.


" Kalian pulang duluan saja,gue nanti pulang nya bareng sama Mas Reza." begitu bunyi pesan terakhir dari Gita.


Saat ini ketiga gadis rusuh itu sedang sibuk memindah kan kantong belanjaan mereka ke mobil Lusi, sedang kan belanjaan milik Gita sudah di bawa masuk oleh BI Imas dan juga Pak Tohar menuju ke kamar Gita.


" Kalian sudah pulang?" suara Mama Sonia terdengar mengintruksikan ketiga gadis yang terlihat repot sendiri.


" Eh Tante..Iya Tan.ini lagi pindahin belanjaan Lusi." ucap Hana mengelak.


" Benaran ya punya gue semua nya,awas saja kalau Loe ambil." ancam Lusi kesal.


" Bercanda doang bego!" balas Hana.


" Gita mana?" tanya Mama Sonia saat menyadari tidak ada nya kehadiran sosok putri nya di tengah-tengah ketiga gadis biang rusuh itu.


" Mm itu Gita.. Gita tadi katanya pulang bareng suami nya Tan." jawab Hana terbata-bata.


" Oh...Kalian ketemu sama Reza di sana?"


" Iya Tan,ketemu nya secara tidak sengaja.tadi Gita mampir dulu ke tempat suami nya yang sedang berada di restoran."jawab Hana apa ada nya.


" Anak itu benar-benar ngga bisa jauh sedikit pun dari suami nya." gumam Mama Sonia pelan sambil tersenyum tipis.


Semua kantong belanjaan milik mereka bertiga sudah tersusun rapi di jok belakang mobil Lusi.


" Kita langsung pamit ya Tan." ucap Hana sambil mencium punggung tangan Mama Sonia dan di ikuti oleh kedua sahabat nya.


" Iya sayang,kalian hati-hati ya," jawab Mama Sonia sambil tersenyum ramah.


Belum sempat ketiga sahabat itu masuk ke dalam mobil,mereka di kaget kan dengan suara tangis dari Mama Sonia yang terdengar sangat menyayat hati.

__ADS_1


" Tante..Tante kenapa?" jerit Kiki dan Hana berlarian menghampiri Mama Sonia yang sudah terduduk lemas.dengan handphone yang masih menyala berada di genggaman tangan nya.


"Gita .." panggil Mama Sonia di sela tangis nya.


" Kenapa dengan Gita Tan?" tanya Hana cemas.


" Gita di bawa kerumah sakit oleh suami nya karena terjatuh." jawab Mama Sonia lemas.tangan nya sibuk mengirim pesan ke nomor suami nya.


Tanpa berganti pakaian Mama Sonia langsung bertolak ke rumah sakit tempat putri nya di rawat saat ini.


Orang yang menelpon Mama Sonia tadi adalah Alan atas perintah dari Reza.karena kondisi nya yang sedang kacau sehingga dia meminta Alan untuk memberitahu tentang peristiwa ini kepada Mama mertua nya.


Lusi ,Hana dan Kiki mengikuti mobil Mama Sonia dari belakang.


Mereka sangat cemas dan juga khawatir dengan kondisi sahabat mereka.


" Kenapa Gita bisa jatuh ya?" ucap Kiki penuh tanya.


" Loe kayak ngga tau sahabat loe yang satu itu aja.tidak mungkin 'kan ini ulah suami nya? Sementara pas kita tinggal tadi mereka dalam keadaan baik-baik saja."ujar Hana menjelaskan kelupaan Kiki akan tingkah aktif sahabat nya.


" Ya juga sih,gue aja hampir pingsan karena sibuk menjaga nya dan mengabaikan kondisi kaki dan badan gue." sambung Lusi dari balik kemudi nya.


Mereka ikut merasa prihatin mendengar kecelakaan yang menimpa sahabat terbaik mereka.sudah cukup banyak drama yang di lalui Gita hingga sampai pada titik ini.


Sudah cukup banyak juga Gita mengalah demi menjadi seorang ibu rumah tangga yang berhasil dalam mengurus rumah tangga nya yang baru seumur jagung.


Mereka sudah tau semua bagaimana keras dan pelik nya jalan hidup yang di alami oleh Gita.


Jangan sampai sesuatu yang buruk kembali menimpa sahabat mereka.


Ketika gadis rusuh itu menangis ketakutan di dalam mobil yang sedang melaju kencang itu.


Sedang kan di rumah sakit,Reza terus berdiri menatap lurus kearah pintu berharap secepat mungkin mendengar kabar baik dari dalam sana.


Entah sudah berapa kali Reza mengusap kasar wajah nya merasakan penyesalan yang teramat dalam dalam dada nya karena tidak berhasil menjaga istri dan calon buah hati nya.


Dia tidak bisa membayangkan lagi kemungkinan buruk apa yang akan terjadi nanti nya.


Sedang kan di Husein Corp. Rega dan Pak Herman yang menerima pesan tentang keadaan Gita juga langsung bergerak cepat untuk merapat ke rumah sakit.

__ADS_1


Rega menggerakkan gigi nya menahan kekesalan dan kekecewaan yang melambung tinggi kepada Reza yang dia anggap lalai dan ceroboh dalam menjaga sang adik dan juga calon keponakan nya.


Di negeri kanguru sana Pak Anton dan juga Mama Meri tidak kalah heboh dan gelisah nya saat melihat kiriman pesan dari orang kepercayaan tentang kondisi menantu kesayangan nya saat ini.


Rahang Pak Anton hampir robek menahan gejolak amarah nya kepada putra nya yang dia anggap tidak becus menjaga menantu dan calon cucu nya.


" Apa sih yang kamu kerjakan Reza! Kenapa istri kamu bisa terjatuh seperti ini.dasar ceroboh." gumam Pak Anton pelan.


Jika saja Reza ada di depan mata nya saat ini mungkin saja Pak Anton sudah menghajar habis wajah tampan Reza dengan sejuta pukulan berat nya.


Baru saja mereka bisa bernafas lega setelah menemani Tante Irma yang berhasil melakukan operasi kanker nya,kini mereka di hadapkan lagi dengan kejadian yang tidak kalah menegang nya.dengan kemantapan hati kedua calon opa dan Oma itu memutuskan untuk langsung pulang ke tanah air segera mungkin.mereka tidak akan bisa tidur nyenyak jika tidak melihat sendiri bagaimana kondisi menantu dan juga calon cucu mereka.


Mobil yang di tumpangi Mama Sonia dan juga mobil yang di kemudikan oleh Lusi beriringan sampai di parkiran rumah sakit.


Dengan sedikit berlari mereka masuk ke dalam rumah sakit sambil memanggil- manggil nama Gita.


" Gita.." teriak Mama Sonia pilu.


" Sabar Tante." ujar Hana menenangkan Mama sonia yang terlihat rapuh bagaikan tidak punya semangat hidup lagi.


Reza yang menyadari kedatangan Mama mertua nya hanya bisa diam dengan tatapan sedih nya.


" Bagaimana keadaan Gita Nak?" tanya Mama Sonia tidak sabar.


" Dokter masih melakukan perawatan di dalam sana Ma.reza juga belum mendapatkan kabar apa pun." jawab Reza sambil memeluk erat tubuh mertua nya yang terlihat lemah.


" Ya tuhan...Semoga saja tidak terjadi apa-apa kepada putri dan calon cucu-cucu ku."


Hiks...Hiks... Mama sonia menangis sesenggukan di pelukan Reza.


Lusi , Hana dan Kiki juga ikut meneteskan air mata kesedihan mereka.ketiga gadis itu saling berpelukan berusaha untuk saling menguatkan.


Jangan lupa Like.Vote dan berikan hadiah sebanyak mungkin ya guys...


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..


Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..

__ADS_1


Terimakasih untuk semua yang sudah membantu meramaikan novel receh saya ini..🥰😍🥰😍🥰


__ADS_2