Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 25


__ADS_3

"Saya butuh bukti, jika kamu berani menyakiti Gita lagi, tidak akan ada kata ampun untuk kamu lagi, meskipun kamu adalah putra nya Anton! aku tidak akan peduli."


Reza yang mendengar nada ancaman dari calon mertua nya pun bergidik ngeri, ia mengangguk kan kepalanya dengan mencengkram jari nya yang terkepal.


" Ini baru dari Papa nya! belum lagi dari Abang nya!" gumam Reza dalam hati nya.


" Kamu tidak usah khawatir Herman, jika dia berani menyakiti Gita lagi, aku lah orang pertama yang akan menghabisi nya." ucap pak Anton dengan tegas, raut wajah nya menggambarkan keseriusan.


"Orang pertama?"


"Menghabisi ? Bukan kah aku adalah anak kandung Papa! Kenapa Papa lebih membela Gita dari pada aku."


" Aku tunggu kedatangan kalian di rumah, besok malam."ucap Pak Herman yakin.


" Baiklah Herman terimakasih atas kesempatan yang kamu berikan, kami langsung pamit saja." ucap Pak Anton seraya menjabat tangan Pak Herman, di ikuti juga oleh Reza.


Pak Anton cukup tau, ini adalah kedatangan mereka yang mendadak,tanpa membuat janji terlebih dahulu,dia cukup paham jika sahabat nya sedang banyak pekerjaan dan tidak mungkin mereka mengganggu nya terlalu lama.waktu bagi seorang pengusaha itu sangat lah berharga.


Setelah kepergian Pak Anton dan juga Reza, Pak Herman terduduk kembali di atas kursi kebesaran nya.


" Aku tidak tau, benarkah keputusan yang aku ambil ini? mudah- mudahan ini adalah jalan terbaik untuk Gita." ucap pak Herman dalam hati nya. dengan pandangan nya terus menatap lurus kedepan .


" Aku harus pulang sekarang juga."


Pak Herman merapikan semua berkas yang ada di atas meja nya, tiba- tiba terdengar suara ketukan pintu, Pak Herman pun kembali memencet remot kontrol nya.


" Ada apa Bapak memanggil saya."ucap Pak Surya yang sudah berdiri di hadapan Bos besar nya.


" Surya, apa hari ini saya bisa pulang lebih cepat? Setelah ini apa masih ada yang harus saya kerjakan!"


" Jadwal Bapak kosong Pak, sudah tidak ada pertemuan lagi dengan klien."


" Kalau begitu saya pamit pulang dulu, urusan kantor saya serah kan kepada kamu."


" Baik pak." ucap pak Surya seraya menunduk hormat.

__ADS_1


Pak Surya bukanlah satu- satu nya Asisten yang di miliki oleh Pak Herman,masih ada 2 Asisten lagi yang berada di bawah Pak Surya. Pak Surya adalah orang yang paling Pak Herman percaya, sehingga semua masalah kantor Pak Surya lah yang mengurus nya.


Semua yang berhubungan langsung dengan Pak Herman, harus melalui Pak Surya terlebih dahulu.Pak Surya merupakan Ayah kandung dari Andre yang juga berprofesi sebagai Asisten Rega .sifat kedua nya sama persis, sangat pekerja keras.


Tidak butuh waktu lama, akhir nya Pak Herman pun sampai di depan rumah nya.


" Ma! Mama..." suara Pak Herman terdengar begitu kuat.


" Iya Pa, Mama lagi di dapur ." Mama Sonia menjawab dengan setengah berlari menghampiri suami nya.


" Ma, Ikut Papa ke kamar sekarang juga."ucap Pak Herman tanpa berbasa-basi.


" Ada apa Pa?" tanya Mama Sonia dengan dahi nya nya yang menyatu sempurna.


" Nanti di kamar kita bicara kan Ma."


Pak Herman berjalan terlebih dahulu menuju kekamar nya yang juga berada di lantai dua. sambil melepas paksa dasi yang terasa mengganggu kenyamanan nya.


Sementara Mama Sonia segera kembali kedapur,mematikan kompor seraya menitipkan pesan kepada Bi Imas untuk melanjutkan masakan nya,lalu bergegas menghampiri suami nya yang sudah menunggu di dalam kamar.


" Pa, Sebenar nya ada apa? Kenapa wajah Papa tegang seperti begitu? Tumben Papa pulang nya cepat?"tanya Mama Sonia yang sudah duduk di samping Suami nya.


" Ya bagus dong Pa, jika Reza datang dengan sendiri nya mau bertanggung jawab, tanpa kita yang meminta nya.terus Papa jawab nya apa?"


" Sebenar nya, tadi Papa sudah mengiyakan dan Papa minta mereka untuk datang besok malam, sekarang yang jadi pikiran Papa, Bagaimana cara kita memberitahu Gita, malam ini juga Gita harus tau Ma!"


" Nanti biar Mama yang akan membicarakan nya kepada Gita."


" Baik lah Ma, Papa tunggu kabar menyenangkan dari Mama." ucap Pak Herman seraya berjalan ke kamar mandi.


Jantung Mama Sonia yang sejak tadi berdetak kencang,kini mulai normal mengikuti irama darah yang mengalir. melihat wajah suami nya yang begitu tegang, membuat Mama Sonia sempat berpikiran buruk.


" Pa, Papa masih mau balik ke kantor ya?"


tanya Mama Sonia yang menyadari suami nya sudah berada di kamar mandi.

__ADS_1


" Ngga Ma."


Mama Sonia yang mendengar jawaban dari Suami nya, bergegas menyiap kan pakaian ganti nya, lalu kembali turun ke lantai bawah untuk menyiapkan makan siang,jarang- jarang mereka bisa makan siang bersama di rumah seperti ini.


Di saat Mama Sonia sedang menuruni anak tangga,dari lantai bawah terlihat Gita yang juga sedang ingin naik ke lantai atas.


" Ma, Papa sudah pulang ya?" tanya Gita yang menyadari keberadaan mobil yang biasa Papa nya gunakan,sudah terparkir rapi di garasi depan.


" Iya sayang, tuh Papa lagi di kamar."


" Tumben Papa pulang nya cepat, Papa sakit?"


Gita sedikit merasa aneh dengan kepulangan sang Papa yang di luar jam biasanya.Papa Herman atau pun Rega paling cepat pulang nya sore hari,itu pun karena sering di ingatin oleh Mama Sonia.


" Ngga sayang, Papa ngga kenapa- kenapa, lagi pengen pulang cepat saja, di kantor juga ngga ada kerjaan, ya sudah, kamu ganti baju dulu sana, nanti ada yang mau Mama bicarakan sama kamu."ucap Mama Sonia sambil tersenyum hangat.


"Bicara apa Ma, Mama aneh deh! Bicara nya kan bisa sekarang juga Ma."


" Udah kamu ganti dulu baju kamu! simpan dulu tas nya, nanti baru kita bicara di kamar kamu."


Gita mengangguk kan kepala patuh nya. lalu bersiap untuk naik ke lantai atas.


" Gita naik dulu Ma."


" iya sayang, nanti Mama nyusul."


" Mama mau bicara apa ya? Kok muka Mama serius begitu, jadi merinding gue." gumam Gita dalam hati nya.


Setelah menyapa Gita, Mama Sonia bergegas menelpon Rega, memberitahu jika reza ingin menikahi Gita dan mereka akan datang besok malam, Rega yang mendapat kan kabar mengejutkan itu pun sedikit bernafas lega, Reza ternyata tidak lari dari tanggung jawab nya, akhir nya Rega memutuskan untuk pulang besok pagi, mesti banyak pekerjaan yang masih harus dia urus, tapi ini menyangkut tentang sang adik, Rega harus memastikan nya sendiri, jika Reza tidak akan menyakiti Gita lagi.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan hadiah sebanyak mungkin.


Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar ya guys...


Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya..

__ADS_1


Terimakasih semua nya..


Salam sayang untuk kita semua..🥰😍🥰😍😍


__ADS_2