Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 61


__ADS_3

" Rega sudah sana kamu keluar saja dari sini, kasihan cucu Mama kalau harus berada di dekat kamu."usir Mama Sonia tanpa belas kasihan.


" Apa sih Ma! Rega kan juga mau melihat keadaan Gita, kenapa malah di usir? Kasihan banget sih hidup gue, udah jomblo malah di usir dari rumah sendiri lagi." ujar Rega dengan segala drama nya,dia memang selalu suka jahil kepada Mama dan juga adik nya.namun kali ini sikap jahil nya itu salah sasaran dan tidak tepat waktu, sehingga dia menjadi sasaran empuk semua anggota keluarga yang berada di kamar Gita.


Papa Herman mengulum senyum melihat sang istri dan putra sulung nya sedang berdebat alot.


" Abang sana keluar!" seru Gita yang sudah keluar dari kamar mandi, tangan nya masih menutup rapat hidung nya yang sangat sensitif.


" Kamu kenapa sih dek?Kayak nya balas dendam banget sama gue, ngga kasihan apa sama gue yang di kucilkan seperti ini." ujar Rega dengan menunjukkan muka sedih nya.


" Gita ngga suka bau parfum Abang, sana mandi dulu, ngga usah pakai parfum itu kalau lagi di rumah, perut Gita mual." ucap Gita apa adanya.


Rega semakin berdecak kesal mendengar kata bau dari mulut Gita,orang lain yang menanam benih,kenapa harus dia yang menjadi sasaran empuk sikap aneh ibu hamil itu.pria yang umur nya sama dengan adik ipar nya merasa tidak ikhlas di perlakukan seperti ini.


" Oh iya, oleh- oleh nya mana!"seru Gita dengan manja, tanpa perduli dengan sang Abang yang sakit hati.


" Oleh- oleh aja cepat, giliran orang nya aja di usir. " cibir Rega dengan berpura- pura merajuk.


dengan melipat kedua tangan nya di dada dan membuang muka nya ke arah lain.


" Mana Bang! Sini gue lagi pengen."rengek Gita dengan suara manja nya.


" Ada di lantai bawah." jawab Rega cuek.


" Ma, Gita pengen, bilangin Abang buat ambilin Ma." Gita mengadu kepada Mama nya yang dia anggap orang yang paling Rega takutkan kalau di rumah,saat ini dia mencari kesempatan membalas mengerjai sang Abang yang sering menjahili nya.


" Rasain tuh!"gumam Gita dalam hati nya, dia merasa puas melihat muka Abang nya yang tertindas.


" Rega, cepat ambilin sana." titah Mama Sonia tanpa mau menerima bantahan lagi.


" Tapi Ma!"


" Cepat! Kamu mau keponakan kamu sampai ileran jika kemauan nya tidak di turuti."mata Mama Sonia menajam memperingati Rega untuk segera beranjak.


"Ya ngga mau lah Ma." jawab Rega pelan.

__ADS_1


Dengan terpaksa Rega kembali turun ke lantai bawah,mengambil lapis kukus yang dia bawa dari kota s, sesampai nya di lantai bawah, Rega lalu meminta Bi Imas untuk menyajikan nya ke dalam piring.


" Makasih ya Bi, kalau Bi Imas sama Mbok mau, ambil saja di meja itu, ini mau Rega bawa ke atas dulu."


Rega sebenar nya memiliki rasa peduli yang tinggi,sikap nya juga sama dengan Gita,mereka selalu di ajarkan untuk berbuat baik dan tidak boleh memandang orang berdasarkan status sosial nya,hanya sikap usil nya saja yang membuat orang rumah kewalahan menghadapi nya, bahkan para Asisten rumah tangga juga menjadi sasaran keusilan nya.


" Iya Den, terimakasih Den."


Tap..Tap... Langkah kaki Rega yang sudah dekat membuat orang yang berada di kamar menyudahi acara ketawa mereka.


" Nih! Puas kan!"seru Rega dengan meletakkan sepiring lapis kukus di atas nakas.


" Terimakasih Abang ku sayang, udah jauh- jauh sana." Gita mengibas kan tangan nya memberi kode agar sang Abang menjaga jarak aman dari dia.


" Ngeselin banget sih loe Dek." ujar Rega sambil keluar dari kamar adik nya.


Papa Herman dan Mama Sonia hanya menatap diam melihat semua yang terjadi, mereka tidak bisa berbuat apa- apa, ini semua kemauan calon cucu mereka, bukan mau nya mereka.


" Sayang, setelah ini kamu langsung istirahat ya, biar siang nanti kalian bisa periksa ke dokter." ujar Mama Sonia dengan lembut. dengan tatapan yang susah untuk di jelas kan, yang pasti dia sangat bahagia.


" Istirahat lah sayang." Papa Herman mengusap sayang kepala putri nya, lalu mengikuti langkah istri nya ke luar dari kamar.


Gita memakan lapis kukus dengan kepala nya yang berada di dekapan suami nya, entah kenapa saat berada di dekat suami nya Gita tidak merasa kan perut nya yang mual.


" Gimana sayang, enak?" tanya Reza sambil menatap mesra istri nya.


Gita hanya mengangguk kan kepala nya, dengan mulut nya yang terisi penuh oleh lapis kukus.


" Mm Mas, kenapa aku ngga merasa mual sama sekali ya." tanya Gita yang merasa bingung, sejak pagi perut nya tidak bisa di ajak berkompromi sedikit pun,namun kini saat dia makan sambil berada di dekapan suami nya, sang calon bayi mereka menerima asupan makanan yang dia beri.


" Apa dedek bayi nya suka berada di dekat kamu ya Mas."


Gita menengadah kan kepala nya menghadap kepada suami nya.


" Dedek bayi nya, apa Mama nya." seloroh Reza menggoda istri nya dengan mencium mesra pipi dan bibir istri nya yang sedang belepotan.

__ADS_1


Tanpa aba- aba Reza perlahan menyatukan kedua bibir mereka, ******* yang pelan akhir nya menjadi menjadi ciuman yang bergairah, semakin menuntut , Gita membiar kan suami nya leluasa menjelajah di dalam sana, tangan Reza juga sudah berkelana kemana- mana. Reza yang sadar akan permainan nya pun menghentikan aksi nya,dia mengakhiri nya dengan kecupan mesra di kedua pipi istri nya,


Gita yang sudah terlanjur terbawa suasana pun,merasa bingung kenapa suami nya tiba- tiba menghentikan permainan panas mereka.


" Mas.. Ayok ." seru Gita yang sudah tidak tahan lagi menahan sesak di bagian tubuh nya.


Entah kenapa akhir- akhir ini Gita selalu menikmati dan merindukan setiap sentuhan lembut dari suami nya, dia bermain lebih lincah dari suami nya, apa ini karena hormon hamil nya, entah lah yang pasti dia selalu merindukan lembut nya belaian kasih sayang dari suami nya, tidak jarang Gita juga lah yang sering memberi umpan manis kepada suami nya.


" Jangan sayang, kamu lagi hamil! Mas takut ngga bisa mengontrol diri Mas jika sudah terbawa suasana." ujar Reza pelan, sebenar nya dia juga sudah tidak bisa menahan gelora yang ada, namun ada keselamatan cabang bayi yang harus dia utamakan.


Dengan nakal nya, Gita mengelus pelan dada suami nya, mengukir apa saja yang dia mau, Reza yang mendapat kan sentuhan itu berusaha menahan diri nya.


" Sayang, jangan di bangunin dong junior nya." bisik Reza dengan lembut di telinga istri nya,namun istri nya semakin bertambah memberikan sentuhan demi sentuhan di area terlarang nya.akhir nya sentuhan nakal dari tangan istrinya membuat pertahanan nya runtuh juga, dia menggigit pelan telinga Gita, menyesap bahkan melukis banyak bintang di sana,Gita yang merasa geli pun, mendesah syahdu.


" Ah Mas..." ujar Gita dengan manja nya, Reza semakin terbakar dengan suara merdu istri nya,


kembali menyatukan kedua bibir mereka, menyesap dengan lembut, mengobrak -abrik kan semua isi nya,ciuman itu semakin turun keleher jenjang Gita.


" Ah..Mas.. pintu nya di kunci dulu." ujar Gita dengan menggigit bibir bawah nya, menahan gelanyar nikmat yang dia rasakan.


Reza berlari cepat mengunci pintu,takut ketahuan sama kedua Mertua dan Abang ipar nya yang paling rese' itu.


" Pelan- pelan Mas." seru Gita yang sudah memejamkan mata nya, menikmati setiap hentakan yang ada..


" Iya sayang."


Reza terus memberikan sentuhan nakal nya, pertempuran panas pun tidak bisa di cegah lagi, kedua insan itu tergulai lemas di atas ranjang .


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya..


Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar...


Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya..


Terimakasih semua nya ..

__ADS_1


Salam sayang untuk kita semua nya..🥰😍🥰😍🥰


__ADS_2