
Setelah mereka menyelesaikan acara mandi Gita dan Reza berjalan santai menuju lantai bawah, di meja sana sudah ada anggota keluarga lain nya yang menunggu kedatangan mereka berdua.
" Ini Non lontong sayur yang di beli sama Den Reza tadi." ujar BI Imas yang sudah menyajikan lontong itu ke dalam piring.
Mata Gita berbinar bahagia, melihat makanan yang ada di depan mata nya,berulang kali dia menelan saliva nya, membayangkan rasa nikmat dari makanan yang ada di atas meja.
Sebelum memakan lontong nya, Gita terlebih dahulu mengisi piring untuk Suaminya , hamil muda tidak membuat dia lupa akan tugas dan kodrat nya sebagai istri, Hanya di saat mual itu datang sering kali membuat langkah kaki nya terhambat untuk berbakti kepada sang suami, Reza adalah suami yang sangat perhatian dan juga pengertian, dia tidak pernah menuntut Gita untuk selalu melayani nya.
" Ini Mas." seru Gita menyerah kan piring lalu kembali duduk di samping kursi nya,seperti biasa Gita selalu membuat kursi nya menempel di kursi yang di duduki suami nya, untuk mencegah datang nya guncangan saat dia makan.
" Terimakasih sayang."Reza menerima piring dari tangan Gita lalu memulai sarapan nya.
" Sok romantis banget sih, ini pengantin baru, ngga tau apa ada jomblo yang duduk di sini." ucap Rega dalam hati nya, yang terus menatap sengit kemesraan dan interaksi sepasang kekasih halal yang berada di seberang nya.
Gita begitu lahap memakan lontong sayur yang di bawa suami nya, hingga semua orang yang berada di sana bergidik ngeri melihat cara makan nya.
" Sayang! Pelan- pelan dong makan nya,ini minum dulu!" Reza memperingati istri nya seraya mengelap mulut istri nya yang sudah penuh dengan kuah lontong.
" Ini enak sekali Mas, tadi kamu beli nya di mana?" tanya Gita yang masih mengabaikan semua tatapan orang yang ada di meja makan.
" Di simpang komplek depan sayang, makan nya hati- hati ya, jangan buru- buru seperti itu!" Reza berbicara dengan nada lembut nya, takut sang istri salah paham dan kembali tersinggung.
Satu porsi lontong sayur habis tidak bersisa lagi,bahkan sekarang dia melanjutkan dengan memakan bubur ayam yang juga sudah di beli oleh suami tercinta nya, satu mangkok bubur ayam juga habis dia lahap.
" Pelan- pelan Dek, ngga ada yang mau minta makanan kamu, rakus amat sih!"seru Rega yang sudah greget melihat adik nya makan seperti orang yang sudah 1 tahun tidak makan enak saja.
Gita hanya menatap jengah sang Abang yang selalu usil kepada nya,tanpa mau mengeluarkan suara sedikit pun.
" Masya Allah, itu loe semua yang makan nya Dek?" tanya Rega lagi dengan menggeleng kan kepala, rasanya tidak percaya melihat sang adik bisa menghabiskan dua porsi makanan nya sekaligus.
Mama Sonia yang mendengar suara Rega berbicara pun langsung menatap tajam kepada putra nya dengan tangan telunjuk nya mengisyaratkan kan untuk diam.
" Jangan ngomong apa- apa lagi, kamu tau kan adik kamu lagi sensitif, jangan menambah masalah."bisik Mama Sonia dengan pelan di samping Rega.
Rega mengangguk patuh bisikan dari sang Mama,dia juga tidak ingin lagi melihat pertumpahan air mata di meja makan.
Gita yang sudah kekenyangan saat ini menyandarkan tubuh nya di bahu Reza , alhasil Reza menghabis kan sarapan nya sambil menahan bobot tubuh istri nya yang menempel sempurna di bahu nya, nyaman ngga nyaman Reza selalu berusaha ikhlas menghadapi tingkah istri nya yang semakin hari semakin aneh.
" Ya Allah Mas, perut aku kenyang sekali!" seru Gita sambil mengelus perut nya yang sedikit membuncit itu.
__ADS_1
" Gimana loe ngga kenyang, 2 porsi makanan habis loe lahap dengan begitu cepat.ngeri juga gue ngeliat nya." ucap Rega yang hanya berani berbicara dalam hati nya, tanpa berani mengungkap kan secara langsung.
" Eh .. Tapi tunggu dulu deh! Kok tumben aku ngga merasa mual kalau Abang duduk di dekat aku!" seru Gita yang tiba - tiba merasa aneh, sejak tadi perut nya tidak bergejolak sama sekali, biasa nya jarak 10 langkah saja dengan Rega perut nya sudah bergejolak hebat minta di keluarkan, tapi pagi ini semua nya berjalan aman ,damai dan tenang,tanpa ada drama ibu hamil yang menyebal kan.
" Gimana loe ngga aman,gue sama sekali ngga pakai parfum mahal gue, dari pada gue makan di luar lagi."jawab Rega dengan wajah kesal nya.
" Gitu dong!Parfum bau itu mending Abang buang aja jauh- jauh,jangan di pakai lagi." seru Gita tanpa merasa berdosa sedikit pun.
" Enak aja loe bilang buang,gue beli nya mahal,malah loe seenak nya saja nyuruh gue buang! Mana nanti gue mau ketemu klien lagi, bau apek begini di bilang wangi, orang yang wangi di bilang bau, aduh! Ibu hamil memang sesuka mereka saja,pusing gue ."
Gita yang sedang dalam kondisi tidak fit tidak ingin melanjutkan lagi perdebatan nya dengan Abang kandung nya, yang penting saat ini si Abang usil tidak memakai lagi parfum yang bau nya menyengat itu,dia lebih memilih memakan buah pepaya yang sudah di kupas oleh BI Imas.
,
"Loe masih lapar juga!" seru Rega lagi yang melihat adik nya tidak berhenti menguyah sejak tadi.
" Emang nya kenapa, Abang mau?"
" Ngga buat loe aja, gue udah kenyang. gue takut gendut kalau makan banyak- banyak." Rega berbicara tanpa memikirkan sebab dan akibat nya, alhasil...
" Jadi maksud Abang Gita gendut gitu! Huaaaa" tangis Gita kembali pecah mendengar ledekan dari Abang super jahil itu.
Mama Sonia mencubit pinggang putra nya yang sudah membuat huru-hara di pagi hari.suasana yang tadi nya aman terkendali,kini kembali rusuh akibat ulah pria yang masih berstatus jomblo di rumah ini.
" Aw..Sakit Ma! Kenapa Mama mencubit Rega."
" Biarin aja, sudah sana kamu berangkat ke kantor saja, kalau kamu di rumah lama- lama bikin kepala Mama pusing saja."
Rega berdiri kasar dari kursi nya, dengan langkah malas membawa tas kantor nya menuju ke mobil nya, tanpa meminta maaf sepatah kata pun kepada adik nya.
" Apa salah nya sih gue bilang gendut! Kenapa dia menangis histeris seperti itu! Aduh makin tambah puyeng nih kepala gue menghadapi ibu hamil."ucap Rega yang sudah duduk di balik kemudi nya.
Sementara situasi di dalam rumah masih belum kondusif,Ibu hamil itu masih terus menangis sesenggukan tetapi mulut nya masih saja terus menguyah buah pepaya yang ada di depan nya.
" Mas,aku gendut ya sekarang?" tanya Gita sambil sesenggukan.
" Ngga sayang,kamu ngga gendut kok, lagian mau kamu gendut atau tidak Mas akan selalu mencintai kamu, orang hamil memang seperti ini! Setiap hari perut nya akan bertambah besar,kamu jangan berkecil hati seperti itu. ingat kalau Mama nya sedih nanti dedek bayi nya bisa stres di dalam sini." ujar Reza yang berusaha menenangkan istri kecilnya yang dalam mood cengeng itu, sedikit saja hati nya tersentuh pertumpahan air mata tidak bisa di hindari lagi.
" Sudah Nak, jangan di masukin ke hati omongan Abang kamu, kamu tau sendiri bagaimana usil nya dia ,jangan di jadi kan beban pikiran ,kamu fokus saja dengan kehamilan kamu ya, Papa berangkat dulu." seru Pak Herman dengan mengusap kepala putri nya, seraya memberi kan senyuman semangat sebagai penambah kekuatan untuk putri nya.
__ADS_1
Gita Mengangguk kan kepala nya dengan wajah yang masih basah,lalu mencium tangan Papa nya yang sudah siap untuk keluar berangkat kerja.
" Apa kamu masih libur Reza." tanya pak Herman yang menyadari jika menantu nya tidak memakai pakaian kantor nya saat ini.
" Iya Pa, Reza masih belum bisa berangkat ke kantor hari ini, Reza kerja nya dari rumah saja." jawab Reza sambil menatap kepada istri nya, membenarkan rambut istri nya yang sudah berantakan.
Papa Herman yang mengerti maksud dari menantu nya pun mengangguk paham, lalu bergegas menuju mobil nya.
" Ma Gita ngga gendut kan Ma?" tanya Gita yang masih sibuk memperhatikan badan nya yang sedikit melar itu.
" Ngga sayang, Ibu hamil bukan gendut tapi lebih seksi, jangan takut, nanti setelah lahiran badan kamu akan kembali seperti semula." ujar Mama Sonia yang ikut menenangkan putri nya yang sedang rewel itu.
Hening..
" Kenapa Mas masih libur? Apa ngga ada kerjaan penting di kantor sehingga Mas masih meliburkan diri." tanya gita yang melihat suami nya yang masih betah menemani nya di rumah.
" Ngga apa- apa sayang, mias masih cuti,emang nya kamu sudah siap jika Mas tinggal ke kantor? Yakin udah ngga mual lagi!Hm?" tanya Reza sambil memegang dagu Gita .
Gita menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum malu,dia tidak bisa membayangkan bagaimana hari- hari nya nanti jika sang Suami sudah mulai ngantor lagi. drama mual di pagi atau saat makan tidak bisa terelakkan lagi.
Mama Sonia hanya diam memperhatikan interaksi kedua insan yang sebentar lagi akan menjadi orang tua itu.
Setelah menyelesaikan sarapan Gita dan Reza kembali naik ke kamar mereka.
" Makasih ya Mas, udah sabar menghadapi aku yang mood nya selalu berubah. maafin aku kalau bikin Mas repot." ujar Gita dengan wajah sendu nya, senggol dikit pertumpahan air mata bakal terjadi kembali.
" Ngga sayang, kamu ngga pernah ngerepotin Mas sama sekali , mas malah senang dan juga bahagia bisa ikut menemani kamu melewati masa sulit ini, apalagi di dalam sini ada buah cinta kita." ujar Reza dengan mengulas senyum nya.
Ting... Ponsel Reza berbunyi sebagai pertanda jika ada pesan yang masuk.
Reza langsung membuka ponsel nya yang tergeletak, di mana ada banyak pesan yang di kirim oleh Alan,begini lah nasib nya yang harus bekerja dari rumah, sudah 2 hari ini meeting pun harus dilakukan secara online, banyak proposal yang masuk yang harus dia pelajari, dia harus pandai membagi waktu nya, antara pekerjaan dan juga istri nya yang sedang hamil muda, jangan sampai karena sibuk bekerja istri nya kembali menangis karena merasa di abaikan. menenang kan ibu hamil yang sedang menangis lebih repot dari pada menenangkan seorang bayi.
Jangan lupa Like, Vote dan Beri Hadiah sebanyak mungkin ya guys,
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom Komentar ya...
Dan jangan Lupa Pencet Tombol Favorit nya..
Terimakasih semua nya...
__ADS_1
Salam Sayang untuk kita semua nya...🥰😍🥰😍