
"Papa..." pekik Mama Sonia dan Rega kompak.
" Kalian lagi membicarakan siapa?" tanya Pak Herman sambil menyelesaikan langkah nya turun dari tangga.
" I..Itu si Rega lagi ngomongin adik nya." jawab Mama Sonia terbata-bata merasa kepergok oleh suami padahal itu bukan ulah dari nya.
" Dimana dia? Apa Reza masih berangkat pagi lagi hari ini?" tanya Pak Herman sambil memposisikan bokong nya di kursi utama meja makan.
" Sudah Pa, setengah jam yang lalu,kata nya lagi banyak pekerjaan." sahut Mama Sonia sambil menyiapkan piring beserta isi nya untuk kepala rumah tangga nya.
" Dia benar-benar lagi sibuk, bahkan Anton saja harus turun tangan membantu dia menghandle perusahaan pusat dan cabang, perusahaan nya semakin maju pesat, pembukaan cabang yang di kota m bukan hanya satu tetapi dua sekaligus.Papa bangga punya menantu pekerja keras dan sukses seperti dia, tetapi melihat kesibukan yang di lakoni nya akhir-akhir ini, membuat Papa kasihan dan khawatir."tutur Pak Herman dengan mata yang berkaca-kaca, pikiran nya menerawang jauh.
"Maksud Papa, Pak Anton kerja lagi?" tanya Rega kaget,karena untuk fakta yang satu ini belum sampai ke telinga nya.
" Iya,sudah dua Minggu ini dia rutin masuk ke kantor dan mengganti kan Reza meeting di berbagai tempat,tidak jarang dia juga harus lembur sampai larut malam, seperti malam tadi contoh nya, dia di buat harus kerja sampai jam 10 malam demi menyelesaikan dokumen yang akan di bawa pagi ini oleh perwakilan perusahaan nya menuju kota m." jawab Pak Herman panjang lebar, berharap istri dan putra nya mengerti bagaimana posisi dan kesibukan menantu mereka.
" Mama kalau di rumah tolong jaga Gita, dan kasih tau sama dia supaya tidak berpikiran yang buruk tentang suami nya yang sedang sibuk di kantor." imbuh nya lagi.
" Iya Pa,tadi pagi Reza sudah menceritakan semua nya sama Mama.Papa tenang saja,Gita biar menjadi tanggung jawab Mama." sahut Mama Sonia yakin.
"Aduh..." Mama Sonia tiba-tiba menepuk jidat nya dan mengagetkan suami dan anak nya yang hendak memulai menyuapkan nasi ke mulut mereka.
" Kenapa lagi sih Ma?" tanya Rega sedikit kesal.nasi yang tadi hampir masuk ke mulut nya terpaksa dia jatuhkan kembali ke dalam piring nya,dan dia hanya bisa meneguk air liur nya menahan rasa enak dari makanan yang hampir di santap.
Mama Sonia yang di tanya memilih berlari menuju dapur tanpa menjawab rasa penasaran dari putra nya.
" Mbok...Bi Imas..." suara teriakan Mama Sonia menggelegar bagaikan suara petir.
__ADS_1
" Iya..Iya Buk." jawab Mbok Darmi dan Bi Imas dengan ikutan berteriak.
Bugh...
Di pintu akan masuk ke dapur,terjadi lah tabrakan beruntun yang tidak bisa di elak kan lagi,karena ketiga wanita ini sama-sama berlari dengan tenaga sumo.
"Aw... Sakit." rintihan suara Mama Sonia terdengar sambil mengelus bokong nya yang berciuman mesra dengan lantai marmer.
" Maaf buk." ucap Mbok Darmi,kedua asisten rumah tangga itu merasa segan meskipun mereka juga merasa kan sakit yang sama seperti yang majikan mereka rasakan saat ini.
" Kenapa kalian lari-lari juga si Mbok? Nabrak kan jadi nya." keluh Mama Sonia sambil berusaha berdiri dari lantai marmer.
" Maaf Buk, tadi karena kita kaget mendengar suara teriakan Ibuk,maka nya kita lari supaya sampai nya lebih cepat." jawab Mbok Darmi jujur, sedang kan Bi Imas hanya diam sambil mengangguk kan kepalanya sebagai bentuk dukungan atas apa yang di ucap kan oleh partner kerja nya.
" Mama itu ngapain sih teriak-teriak ngga jelas,lari lagi? Ngga sadar sama umur apa?" cibir Rega sedikit mengejek.
" Mama tadi lupa ngasih tau sama si Mbok dan juga Bi Imas,jangan lupa di check lagi lantai nya,apa kah sudah kering atau masih basah? kalau masih basah,jangan lupa di kasih tanda peringatan supaya Gita turun nya bisa hati- hati,Papa tau sendiri 'kan bagaimana ceroboh nya anak kita itu,maka nya Mama harus putar otak supaya tidak terjadi bencana besar." Mama Sonia akhirnya menjelaskan kenapa dia sampai berlari histeris seperti tadi.
" Jadi hanya karena itu?" tanya Pak Herman tidak percaya.
" Iya karena itu Pa, memang nya apa lagi? Ini semua Mama lakukan demi menjaga calon cucu Mama dari sikap ceroboh ibu nya." jawab Mama Sonia .
Apa yang di ucapkan kan Mama Sonia kepada suami nya memang sudah menjadi rutinitas nya beberapa bulan terakhir ini, semenjak putri nya keluar dari rumah sakit,Mama Sonia dan Reza begitu kompak bersifat posesif dan protektif.
Mulai dari makanan, sayur-sayuran dan buah-buahan yang akan di konsumsi oleh Gita semua nya harus bersih dan steril dari kuman.
Bahkan Mama Sonia harus berpatroli mengelilingi setiap sudut rumah demi memastikan lantai yang akan di lalui oleh Gita aman dan tidak berbahaya.
__ADS_1
" Mama boleh posesif.tapi jangan berlebihan seperti ini juga dong Ma, itu sama saja menyiksa diri sendiri ." ujar Rega jengah melihat kelakuan sang Mama.
" Kamu ngga ngerti bagaimana posisi dan perasaan Mama. bahagia nya itu tidak bisa Mama jelaskan." ungkap Mama Sonia dengan raut wajah yang tidak bisa di jelaskan.
" Sudah- sudah ayok kita sarapan.sebelum nasi dan sayur nya dingin." ajak Pak Herman sebagai bentuk menengahi perdebatan yang terjadi antara istri dan anak nya.
Hari sudah menunjukkan pukul 11.15 siang,belum ada setengah jam pesan Mama Sonia terkirim kepada besan nya, tiba-tiba saja sang besan sudah datang dengan begitu semangat nya ke rumah nya,bahkan sudah duduk manis sambil menikmati segelas jus jeruk di tangan nya, entah siapa yang membuka pintu,yang jelas saat Mama Sonia turun dari lantai atas,penampakan pertama yang dia lihat adalah sosok besan kesayangan nya yang sudah duduk dengan kaca mata hitam yang menutupi retina nya,serta dengan pakaian casual tetapi memiliki harga yang wah.
" Meri..Kamu kapan datang nya?" tanya Mama Sonia tidak percaya.Mata nya membulat sempurna seolah akan lompat dari lubangnya.
" 5 menit yang lalu." jawab Mama Meri santai.
" 5 menit yang lalu?" mulut Mama Sonia bahkan tidak bisa di tutup lagi karena sangking kaget nya.
Jika sang besan bilang 5 menit yang lalu, terus kapan dia mandi nya, sedang kan jarak rumah mereka jika di tempuh dalam kondisi jalan yang sepi dan tidak macet butuh waktu 20 menit.
Semangat 45 yang di miliki besan nya sungguh membangongkan.
Jangan Lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya.
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
Terimakasih semua nya.🥰😍🥰😍
__ADS_1