
Sedangkan di Wijaya group tepat nya di ruangan meeting, Alan tengah kebingungan mencari kemana pergi Tuan muda nya dalam layar meeting virtual.di layar yang terpancar nyata di dinding ruangan meeting itu hanya nampak dinding putih tampak sosok wajah manusia yang terlihat memanis layar monitor itu.
" Kemana hilang nya si Bos?" gumam Alan dalam hati.
" Apa yang mesti gue jawab kepada mereka?" Alan sangat panik namun dia pandai menutupi kepanikan nya dari rekan bisnis mereka.
Dengan kemampuan yang dia miliki serta pengalaman yang dia punya selama beberapa tahun mengabdi di Wijaya group Alan menentukan keputusan nya dengan satu tarikan nafas panjang berharap ini tidak akan membawa malapetaka bagi perusahaan tempat dia bekerja.
Orang yang di cari ternyata tengah tertidur pulas dengan satu tangan yang masih setia menggosok lembut punggung istri nya.
" Tante kita pamit pulang dulu ya , soal nya mau langsung ke sekolah tempat gladi resik." ucap Hana pamit.
" Iya Nak, kalian hati-hati ya, besok jangan lupa mampir ke sini lagi ya, biar Gita tidak merasa bosan karena sendirian di sini." pinta Mama Sonia penuh harap.
" Iya Tante,besok sepulang dari acara kelulusan kita bakal sempetin buat mampir ke sini." jawab Kiki lagi.
" Tolong sampaikan ke Gita kalau kita pulang duluan ya Tan." sahut Hana lagi yang tidak ingin mengganggu waktu istirahat sahabat nya.
" Iya nanti Tante sampaikan." jawab Mama Sonia sambil tersenyum ramah mengantar mereka sampai keluar dari ruangan VVIP.
Silih berganti ketiga gadis itu mencium punggung tangan Tante Sonia dan bergegas pergi dengan langkah lebar mereka menuju ke parkiran.
" Gue ngga bisa bayangin bagaimana perasaan Gita saat ini,pasti dia kecewa banget." ujar Hana sambil melangkah masuk ke dalam aula sekolah yang di gunakan pihak sekolah sebagai tempat melaksanakan perayaan kelulusan angkatan mereka.
" Iya ...Gue juga merasa prihatin,tapi mau bagaimana lagi? Kita tidak bisa memaksa keadaan." jawab Lusi bijak.
" Tumben ngomong nya benar." sahut Kiki yang menyadari si drama queen kali ini berbicara di luar kemampuan otak nya.
" Ini lagi serius bego!Jangan merusak suasana!" bentak Lusi tegas.
" Bisa marah juga loe ternyata ya!" seru Kiki semakin gencar menggoda Lusi yang mulai tampak kesal.
" Kiki gue potong lidah loe supaya ngga bisa ngomong lagi ya." jawab Lusi geram.
" Ih ....Atut..." ucap Kiki sambil berlari duluan ikut bergabung dengan siswa kelas 3 lain nya.
Mereka begitu fokus mengikuti setiap rangkaian acara yang di susun rapi oleh pihak panitia.dari mulai tempat duduk, posisi mereka saat di minta berdiri,serta hapalan lagu- lagu yang akan mereka persembahkan sebagai salam perpisahan untuk semua guru-guru dan para adik kelas mereka.
__ADS_1
Cukup melelah kan memang,tetapi euforia ini tidak akan ada yang bisa mengalahkan.
" Kalian cuman bertiga aja?" tanya Selo ikut bergabung saat dia melihat ketiga gadis itu tengah duduk lesehan di lantai aula.
Ketiga gadis itu tampak sibuk berkipas menggunakan kertas karena panas nya cuaca saat ini.di tambah lagi sejak tadi mereka tidak berhenti bergerak ke sana kemari mengikuti instruksi dari ketua panitia.
" Iya Sel." jawab Hana singkat. tangan nya masih tampak betah mengayunkan kipas di depan wajah nya.
" Gita kemana?" tanya Selo penuh selidik.
" Gita ngga bisa ikut,dia lagi sakit." sahut Lusi lagi.
" Emang nya sakit yang di derita Gita parah sekali ya? Sampai-sampai dia tidak bisa ikut dalam perayaan ini?" tanya Kevin lagi.
Selo langsung terdiam dan menyimak ketika mendengar wanita yang sempat singgah di hati nya ternyata sedang sakit dan tidak bisa bergabung dengan mereka, padahal dari kemaren dia sudah bersemangat untuk bertemu dengan Gita di acara ini untuk terakhir kali nya sebelum kepergian nya ke Luar Negeri.
" Dia lagi bed rest total di rumah sakit milik suami nya." jawab Hana lesu.
Rombongan itu terlihat ramai duduk lesehan dengan formasi seperti lingkaran.semua teman- teman Selo sudah ikut bergabung setelah menyelesaikan terlebih dahulu rangkaian acara yang melibat kan mereka.
Semua teman- teman dekat Selo juga sudah mengetahui tentang pernikahan rahasia Gita dengan sosok pengusaha sukses di kota j ini.
" Apa yang sebenarnya terjadi Han?" tanya Selo khawatir.
" Kemarin di salah satu restoran Gita tidak sengaja terjatuh dan hampir saja pendarahan." jawab Hana singkat.
" Pendarahan?" ucap mereka kompak.
Mereka memang sudah mengetahui akan pernikahan Gita tetapi mereka belum mengetahui tentang fakta kehamilan Gita.
Serapi dan sebersih itu Gita menutup rapat ruang pribadi nya sampai tidak tersentuh lagi oleh mereka.
" Apa maksud loe tentang pendarahan Han? Apa itu arti nya Gita sedang hamil?" tanya Kevin dengan otak cerdas nya.
" Iya benar,Gita sedang hamil 6 bulan." jawab Hana dengan sedikit memelan kan suara nya,tidak ingin siswa yang lain merasa curiga dengan pembicaraan mereka.
Selo yang mendengar jika Gita sedang hamil seketika lemas tak bertenaga.susah payah dia mengubur cerita masa lalu nya,entah kenapa hanya sekedar mendengar nama nya saja mampu membuat otak nya kembali berputar jauh menerawang ke masa- masa indah mereka dulu.luka yang hampir mengering kini kembali menganga lebar mengeluarkan rasa kesakitan yang tidak tertahan kan lagi.
__ADS_1
" Ternyata hidup loe benar-benar sudah bahagia dengan suami loe. sedang kan gue masih saja betah menyimpan rapat nama loe di dada ini." gumam Selo dalam hati nya.
Mereka semua sibuk menata otak mereka masing-masing tanpa mempedulikan Selo yang sedang menuai kesedihan.fakta kehamilan yang baru terungkap membuat semua teman-teman Selo cukup tercengang.
"Kapan kalian membesuk Gita,gue juga pengen ikut ke sana." ucap Selo tiba-tiba yang membuat kaget semua makhluk yang berada di dekat nya.
" Loe serius! Mau menjenguk Gita di rumah sakit itu.walaupun harus bertemu langsung dengan suami nya?"tanya Kevin memastikan.
" Iya gue serius.memang kenapa jika harus bertemu dengan suami Gita,gue ngga akan kenapa-kenapa kalian tenang saja." jawab Selo santai yang mengerti kekhawatiran dari sahabat nya.
Mereka semua mengangguk mesti merasa tidak yakin dengan keputusan yang di ambil oleh Selo.
" Jadi kapan kalian mau ke sana lagi?" tanya Selo ulang.
" Rencana nya besok sore, sepulang dari perayaan itu." jawab Hana.
" Gue juga mau ikut." sahut Bima.
" Gue juga ikut lah!" seru Kevin lagi.
" Gue juga." sahut teman nya yang lain.
Semua teman-teman dekat Selo akhir nya sepakat untuk ikut menemani Selo berkunjung ke sana, ini sebagai wujud antisipasi mereka untuk kejadian yang tidak di ingin kan.
" Kita ketemuan nya di parkiran rumah sakit Medika Wijaya aja." putus Hana.
" Kalian tau 'kan di mana letak rumah sakit itu?" tanya Lusi lagi.
" Siap! Tau dong." jawab mereka kompak.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author...
__ADS_1
Terimakasih semua nya karena sudah mau meluangkan waktu untuk mampir di novel receh saya ini.🥰😍🥰😍🤭