Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 87


__ADS_3

Siang ini Gita kebetulan hanya sendirian berada di rumah.karena sang Mama sedang pergi mengunjungi saudara mereka yang sedang sakit di kota b.karena merasa bosan akhir nya Gita beranjak menuju dapur menyiapkan bekal makan siang untuk suami nya yang sedang bekerja di perusahaan nya.


Satu jam lebih dia berkutik di dapur lengkap dengan celemek yang menggantung di leher nya.peluh menetes di dahi nya tidak berkesudahan, perut nya yang sudah membuncit tidak menjadi halangan bagi dia untuk memanjakan lidah suami nya yang akhir-akhir ini sangat menyukai makanan buatan tangan nya.


Ayam bakar cabe hijau,tumis kangkung dan lele goreng lengkap dengan aneka buah- buahan menjadi menu andalan nya siang ini.lidah kedua nya yang sama-sama menyukai makanan Indonesia memudahkan Gita untuk bereksperimen.


" Bi, tolong masukin ke kotak makanan ya,Gita mau ganti baju sebentar." ucap Gita sopan.


" Baik Non." jawab Bi Imas yang langsung menjalan kan perintah Nona muda nya mengingat jam sudah menunjukkan pukul 11: 30.


Gita yang juga sadar sedang di kejar waktu dengan secepat kilat berganti pakaian dan tidak lupa juga memoles wajah ayu nya dengan sedikit sentuhan make up dan juga lip balm supaya terlihat lebih segar. dia sengaja tidak menelpon terlebih dahulu untuk memberi kejutan kepada suami nya.


"Udah siap 'kan Bi?" tanya Gita yang sudah siap dengan pakaian rapi nya yang mencerminkan seorang istri CEO.


" Sudah Non, Masya allah Non Gita cantik sekali." ucap Bi Imas pangling melihat penampilan Gita dengan mata nya yang tidak berhenti berkedip.


Tubuh nya yang mungil dengan perut yang sudah terlihat membuncit di baluti dress warna biru langit sebatas lutut semakin menambah aura kecantikan yang hakiki dari raut wajah ibu hamil itu.


Gita pergi ke kantor suami nya dengan di antar oleh Pak Tohar yang disediakan khusus untuk dia jika ingin bepergian keluar rumah.


Di tengah perjalanan menuju kantor Wijaya group mata Gita berbinar melihat pedagang rujak berdiri menjejak kan jualan nya di pinggir jalan.


Dengan susah payah dia menelan Saliva nya yang hampir jatuh menetes di baju nya.meski sedang di kejar waktu namun tidak mengurungkan niat nya untuk membeli rujak buah yang menggugah selera nya.


" Pak Tohar tolong berhenti sebentar di depan pohon itu ya Pak." pinta Gita dengan tiba- tiba kepada Pak Tohar.


" Baik Non,Non Gita mau kemana?" tanya Pak Tohar yang merasa heran ketika Nona muda nya minta berhenti mendadak di pinggir jalan.


" Gita mau beli rujak dulu." ucap Gita sambil membuka jendela mobil nya yang menghadap langsung ke ibuk penjual rujak .


Pak Tohar yang mengerti jika Nona muda nya sedang mengidam hanya mengangguk kan kepala nya.


" Buk bungkus rujak nya tiga ya Buk." ucap Gita ramah dari dalam mobil mewah nya.


" Eh si Non cantik,baik Non.mau pedas atau sedang Non?"


" Yang pedas nya satu,sisa nya sedang ya Buk." jawab Gita lagi.


" Siap Non." jawab Ibuk penjual rujak yang sudah mulai mengulek bumbu rujak nya.


Bersyukur nya Gita saat ini tidak ada antrian yang membuat dia harus menunggu lama.


10 menit menunggu akhir nya pesanan ibu hamil itu sudah siap untuk di bawa pergi.

__ADS_1


" Berapa Buk?" ucap Gita sambil menyodorkan selembar uang merah kepada Ibuk nya.


"Total nya 45 ribu Non." jawab ibuk penjual rujak itu sambil menerima uang dari tangan Gita.


" Ya sudah kembalian nya ambil saja buat Ibuk." ucap Gita sambil tersenyum dan kembali menutup kaca mobil nya.


" Terimakasih banyak Non." ucap Ibuk itu dengan wajah sumringah nya.


Gita hanya membalas dengan mengangguk kan kepala nya pergi meninggalkan tempat itu karena pedal gas sudah di injak oleh Pak Tohar menuju ke kantor suami nya.


Lima belas menit dia menghabiskan waktu untuk sampai di kantor suami nya yang nampak terlihat sepi dari depan.


Karena kebetulan mereka sampai di depan kantor memang tepat jam istirahat.


Security yang sedang bertugas kebetulan sudah mengenali wajah Gita menyambut dengan sangat ramah sekaligus kaget melihat penampilan Gita saat turun dari mobil.


" Apa Nona ini sedang hamil? Perasaan kemaren terakhir kali ke sini perut nya belum besar seperti sekarang ini! Siapa sebenar nya Nona cantik ini." gumam security itu dalam hati nya.


" Mari Nona." ucap security itu dengan ramah,dia tidak ingin mencari masalah dengan Tuan muda nya dengan bersikap tidak hormat kepada tamu Tuan muda nya.


Di Wijaya group hanya segelintir orang yang sudah mengetahui jika CEO mereka sudah menikah.informasi itu pun mereka dapat kan dari orang terpercaya yang meminta tegas kepada mereka untuk tidak membocorkan kepada pihak luar.


" Apa Mas Reza ada di kantor saat ini Pak?" tanya Gita dengan ramah.


Berhadapan langsung dengan wanita Tuan muda nya membuat dia menjadi minder,belum lagi bau parfum milik Gita yang sangat menyegarkan hidung nya di tambah lagi kulit mulus Gita yang semakin bersinar di bawah terik nya sinar sang surya.


" Terimakasih, saya langsung masuk ya Pak." ucap Gita sambil menundukkan kepala nya.


" Iya Non,silahkan."


Gita berjalan memasuki lobby kantor dengan di temani Pak Tohar yang membantu dia membawakan makanan dan juga rujak buah yang dia beli tadi.


Sesampai nya di depan meja receptionist Gita kembali berhenti,walaupun sebenar nya dia sudah hapal di mana letak ruangan suami nya berada namun dia tidak ingin dianggap lancang masuk karena status mereka memang belum di ketahui oleh khalayak publik.


" Selamat siang Nona Gita." sapa receptionist itu dengan ramah.


Gita yang mendapat kan sambutan luar biasa menjadi kaget.apalagi dengan jelas petugas receptionist itu menyebutkan nama nya dengan tepat.


" Dari mana Mbak ini bisa kenal nama gue ya?" ucap Gita dalam hati nya tetapi wajah nya tetap tersenyum.


" Siang juga Mbak,jangan panggil Non dong! Panggil nama saja." ucap Gita sambil tersenyum.


" Jangan Non, saya tidak berani kalau hanya memanggil nama saja,nanti saya bisa ditegur sama Asisten Alan."

__ADS_1


" Ya sudah senyaman Mbak nya saja.Mas Reza nya ada 'kan ?"


" Ada Mbak, silahkan naik ke lantai 10." jawab petugas itu sambil tersenyum.


" Baik lah, saya permisi dulu." pamit Gita kepada petugas receptionist sambil mengajak Pak Tohar untuk ikut naik juga menuju lantai sepuluh.


" Gila ...Udah cantik ,baik ngga sombong lagi!" seru petugas receptionist itu dengan suara pelan tapi masih terdengar oleh teman nya yang baru saja datang dari kantin.


" Loe lagi ngomongin siapa sih Rat?" tanya teman nya yang tidak melihat siapa- siapa di dekat meja mereka.


"Beh..Telat loe! Rugi banget loe ngga lihat istri nya CEO kita yang baru saja naik ke lantai atas."


" Benaran? Nona Gita beneran sudah datang ke sini?" tanya teman nya yang merasa tidak percaya.


" Benaran! Ngapain juga gue bohong.Nona Gita itu ya cocok banget jadi istri nya Pak Reza,cantik nya ngga ketulungan,wangi parfum nya aja sampai sekarang masih bisa gue cium.eh tapi tunggu dulu deh, kayak nya Nona Gita lagi hamil deh,soal nya tidak sengaja tadi gue melihat perut nya sedikit berisi gitu." ujar petugas receptionist itu dengan bersemangat nya.


" Yah rugi banget deh gue ngga bisa melihat wajah cantik istri CEO kita." ucap teman nya dengan lemas.


" Sabar nanti pas Nona Gita pulang juga bakal ketemu.kita tunggu saja." ucap petugas receptionist yang bernama Ratna .


Kedua petugas receptionist itu memang sudah mengetahui tentang pernikahan CEO mereka dengan gadis yang bernama Sagita Anastasya Husein.bahkan mereka langsung di tunjukkan langsung dengan beberapa foto milik Gita.dengan alasan supaya tidak terjadi kesalah pahaman dan mereka tidak mempersulit istri pemilik perusahaan untuk masuk menemui suami nya yang merupakan CEO di Wijaya group ini.


Ya semua informasi itu mereka dapat kan langsung dari asisten pribadi Tuan muda mereka.dengan syarat mereka tidak boleh membocorkan rahasia ini kepada siapapun kecuali hanya pegawai kantor.


Gita berjalan beriringan dengan Pak Tohar menuju ruangan suami nya.


Saat ingin masuk ke dalam ruangan suami nya dia kembali harus melewati meja sekretaris dari suami nya.


" Selamat siang Nona Gita." sapa sekretaris itu dengan ramah.


" Selamat siang juga Pak Aldo." jawab Gita ramah. setelah melihat name tag yang bergantung di baju pria yang berdiri di depan nya.


"Saya masuk dulu ya Pak." ucap Gita sopan lalu melangkah menuju pintu ruangan suami nya yang kebetulan sedang terbuka lebar.


" Mas..." pekik Gita saat sampai di depan ruangan suami nya.


Niat hati ingin memberi kejutan malah dia sendiri yang mendapat kejutan dari suami nya.


Jangan lupa tulis komentar kalian di kolom komentar ya teman-teman.


jangan lupa Like.Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin..


Terimakasih semua nya...

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti bagi author untuk lebih giat lagi mencari ide...🥰😍🥰


__ADS_2