
" Memang nya ngga bisa di wakili ya Mas, kenapa harus Mas?" tanya Gita dengan suara yang terdengar bergetar.
Reza menggeleng kan kepalanya.lalu membuang nafas nya secara kasar.dia pejam kan mata nya sejenak sebelum menjelaskan semua kepada Gita.
" Ngga bisa sayang, untuk peresmian ini harus Mas yang datang secara langsung, sebenar nya ada satu jalan keluar,jika saja Papa bisa menggantikan kehadiran Mas,para pemilik saham masih bisa mentolerir,namun sayang nya.."
Belum siap Reza menjelaskan semua nya,Gita sudah terlebih dahulu memotong pembicaraan nya.
" Kenapa ngga di gantikan sama Papa saja Mas?" tanya Gita antusias.
" Itu masalah nya sayang,Papa ngga bisa menggantikan kehadiran Mas,karena Papa juga harus ke luar kota tadi pagi, menggantikan Mas untuk mengecek pembangunan yang ada di kota y." jawab Reza lembut,berharap sang istri bisa menerima nya.
" Hanya satu Minggu,jika pekerjaan Mas di sana lebih cepat selesai,maka Mas bisa pulang lebih awal,sebenar nya Mas juga sangat berat untuk meninggalkan kalian bertiga di rumah,tanpa penjagaan dan pengawasan dari Mas,namun ini sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi.proyek yang mulai berjalan harus segera diresmikan supaya bisa menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja yang ada di sana."imbuh nya panjang lebar.
Gita terlihat masih belum bisa menerima kepergian suami nya.meskipun satu Minggu tidak terlalu lama,namun bagi Gita yang notabene nya sangat ketergantungan kepada suami nya,waktu satu Minggu itu bagaikan satu tahun lama nya.
Bagaimana bisa dia tidur tanpa pelukan hangat dari tubuh suami nya,bahkan makan saja harus di suapi oleh suami nya.
kesadaran Gita mendadak melemah.baru saja dia terbuai dengan belaian hangat dan permainan indah dari suami nya.namun langsung di hempas begitu saja terjun ke dalam jurang tanpa batas.
Nyesss....
Air mata bening jatuh membasahi pipi kenyal Gita yang berisi itu.
" Hiks...Hiks.." tangis Gita begitu menyayat hati Reza.
" Jangan menangis sayang! Nanti kita bisa bertukar kabar melalui telepon atau video call." ucap Reza menenangkan istri nya sambil mengelus punggung istri nya yang bergetar.
" Terus kalau aku mau minta di elus,apa bisa melalui sambungan telepon juga?" tanya Gita semakin kesal dengan wajah yang sudah basah oleh air mata.
__ADS_1
Ingin sekali rasa nya Reza menertawakan pertanyaan polos dari istri nya,yang anak TK juga bisa menjawab nya,namun Reza memilih menahan tawa nya rapat- rapat sebelum wanita nya lebih mengamuk lagi.
"Jawab Mas! Kenapa kamu malah diam,atau memang kamu suka ya,kalau jauh-jauh dari aku?" pekik Gita lebih tajam lagi.
Beruntung nya kamar mereka selalu terpasang alat kedap suara, sehingga penghuni rumah yang lain tidak akan ada yang bisa mendengar suara teriakan dan tangisan dari wanita hamil ini.
"Mas ke sana untuk bekerja sayang,bukan untuk menghindari kamu! Demi apapun Mas sama sekali tidak punya niat atas apa yang kamu tuduh kan.jika saja bisa memilih,Mas tentu akan memilih untuk tidak pergi,namun sayang nya pilihan itu tidak ada.dan kepergian Mas adalah jalan satu-satunya." tutur Reza tetap lembut,berusaha membujuk sang istri.
" Aku ngga bisa tidur tanpa kamu Mas!" ucap Gita lirih,mata bulat nya sudah membengkak karena terlalu banyak mengeluarkan cairan bening.
" Mas tau itu sayang, Mas juga sama seperti kamu,tidur Mas pasti tidak akan nyenyak tanpa kehadiran kamu di sisi Mas."
" Jika Mas bisa membawa serta kamu untuk ikut ke sana, mungkin Mas ngga akan pusing memikirkan cara berpamitan kepada kamu,tetapi itu tidak bisa Mas lakukan karena kondisi kamu yang sedang hamil besar.Mas akan usahakan untuk pulang lebih cepat dari yang di jadwal kan."lanjut Reza.
" Tapi janji ya jangan lama-lama di sana nya,dan harus langsung pulang jika pekerjaan nya sudah selesai." jawab Gita mulai luluh,dia juga tidak tega melihat suami nya memohon dan mengiba menjelaskan semua nya.namun keegoisan nya selalu saja bisa mengalahkan semua nya.
"Iya sayang,Mas janji." jawab Reza senang.sambil mengecup bibir istri nya cukup lama.
" Itu tidak akan terjadi sayang, perkiraan Dokter juga 3 minggu lagi 'kan.sebelum waktu itu datang,Mas janji sudah kembali ke rumah ini." jawab Reza sambil tersenyum.
" Baju- baju Mas,sudah di siap kan?" tanya Gita lagi,yang belum melihat keberadaan koper milik suami nya.
" Belum,ini baru mau Mas masuk kan ke koper." jawab Reza sambil melepas pelukan nya dan tidak lupa kembali mengecup mesra bibir istri nya.
" Mas,udah! Jangan mesum terus, baju sama perlengkapan lain nya harus segera di masukkan,Mas juga harus segera istirahat karena besok harus bangun pagi-pagi." titah Gita perhatian.
" Siap ibu negara." goda Reza kepada sang istri.
tetapi tubuh nya masih betah duduk di atas ranjang.
__ADS_1
Gita yang masih dalam keadaan polos,segera memakai kembali baju nya,lalu berjalan menuju lemari untuk mengambil sejumlah baju,celana dan perlengkapan lain nya yang di rasakan di perlukan oleh suami nya.
Reza yang melihat istri nya masuk ke dalam walk in closet,juga langsung ikut berdiri memungut boxer nya yang masih tergeletak di atas lantai.
" Sayang! Kamu duduk saja, biar Mas yang siapin semua nya." ucap Reza menghentikan pergerakan istri nya yang terlihat lincah mengeluarkan segala keperluan nya.
" Ngga papa Mas,biar aku yang keluar kan,nanti Mas yang masukkan ke koper,karena aku ngga bisa nunduk terlalu lama."
Hati Reza menghangat melihat istri nya sudah jauh lebih dewasa dan legowo dalam menghadapi sebuah kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan nya.
" Terimakasih sayang!" bisik Reza mesra di telinga istri nya.
Di tengah malam yang dingin ini, sepasang suami istri itu tampak masih sibuk memasukkan segala bentuk barang yang sudah di siapkan.Reza yang bertugas merapikan nya ke dalam koper, sedang kan Gita di minta untuk duduk di ranjang sambil memperhatikan suami nya yang sedang berjuang memasukkan semua perlengkapannya.
Mulai dari obat-obatan, sabun,gosok gigi, shampo dan parfum sudah masuk ke dalam koper yang berukuran sedang itu.
Malam ini di manfaatkan Gita dengan semaksimal mungkin, sebelum besok dia harus bisa tidur mandiri.tanpa pelukan dan elusan dari tangan lembut suami nya.
Sebelum tidur,dengan manja nya ibu hamil itu meminta suami nya untuk mengelus perut serta kepala nya.Reza dengan senang hati menuruti permintaan sang istri.walaupun sebenar nya mata Reza sudah terasa sangat lelah dan harus segera di istirahat kan,tetapi demi menyenangkan istri nya Reza mengabaikan semua nya.
5 menit tangan Reza bergoyang di atas perut buncit istri nya, suara dengkuran halus dari sang istri sudah mulai terdengar.
Reza hanya mampu tersenyum sambil memandang begitu intens wajah imut yang ada di depan nya sebelum mereka harus berpisah dengan jarak yang cukup jauh.
"Mas,pasti akan sangat merindukan kamu sayang." gumam Reza sambil membelai dan mencium mesra pipi chubby istri nya.
...Jangan Lupa like. Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.....
...Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author....
__ADS_1
...Terimakasih semua nya 😍🥰🥰🥰😍...