
Baru saja sambungan telepon nya tersambung, Reza sudah menyerbu Alan dengan rasa kesal nya.
"Lan! ini dokumen yang loe kirim, beneran ngga sih? Kenapa banyak sekali?" tanya Reza yang masih ngga yakin dengan email yang di kirim oleh Alan.
" Iya bos, itu semua harus selesai malam ini juga bos,Karena besok pagi kita harus sudah mengirim nya ke klien di Luar Negeri, ini gue masih menyelesaikan 5 dokumen lagi bos! Nanti jika sudah selesai gue kirim kan sama bos."
" Ini aja baru mau gue kerjain! Malah mau loe tambah lagi, Ngga - ngga loe aja yang kerjain nya sampai siap! Jangan di tambah- tambah lagi." Reza mulai mengeluarkan peringatan keras nya.
" Ya mau bagaimana lagi Bos! Nanti kalau terjadi kesalahan bagaimana? Tuan besar bisa murka Bos! Gue sih ngga apa- apa kalau pakai tanda tangan gue aja, mana tau nanti nya gue di angkat menjadi pemilik saham beneran sama Tuan besar, ngga masalah, dan Bos siap- siap aja angkat kaki dari kursi Direktur." ujar Alan dengan tersenyum mengejek.
" Loe benar- benar ya, udah berani ngejawab sama gue! Gue potong gaji loe separuh baru tau rasa loe!"
Senyum tadi yang menghiasi wajah ganteng Alan berubah menjadi wajah masam.
Bagaimana tidak , jika gaji nya di potong tamat lah riwayat hidup nya.
" Jangan dong bos, bulan kemaren udah di potong! Masa bulan ini di potong lagi?" Alan mengacak kasar rambut nya dengan kaki yang dia hentakkan di lantai marmer.
" Bukan urusan gue!" ucap Reza yang langsung mematikan sambungan telepon nya.
Alan yang mendengar bunyi Tut..Tut..Tut..menjadi gelisah ,galau dan merana.belum juga dia kembali memohon si bos kejam nya sudah main tutup telepon seenak nya sendiri.berulang kali dia mencoba menghubungi Reza lagi namun panggilan nya malah langsung di tolak mentah- mentah oleh Reza.
Salah sendiri berani- berani nya dia mengganggu singa yang sedang kelaparan.
" Ribet kan ! akh gue kerjain aja dokumen nya dulu! Keburu malam!" ujar Alan yang masih kesal dengan ulah si bos kejam nya.
Sementara di tempat yang berbeda, Malam ini Reza masih setia dengan gadget di tangan nya.
" Ngga hanya di kantor, di rumah juga masih aja lembur." Reza terus ngedumel sendiri tetapi tetap mengerjakan tugas nya.
Satu persatu Dokumen di kerjakan oleh Reza. mesti waktu sudah menunjuk kan tengah malam, tetapi dia harus bisa menyelesaikan semua nya malam ini, jangan sampai sang Papa tambah murka kepada nya.
Suasana pagi ini di rumah Husein mulai terasa damai. setelah pagi kemaren mereka lalui dengan berbagai drama.
Pagi ini mereka menikmati pagi nya dengan suasana hati yang tenang, meski masih ada mental yang harus mereka jaga.
" Pagi Pa, Ma!" sapa Gita dengan ceria kepada kedua orang tua nya, hati nya sedikit senang karena hari ini dia masih bisa bersekolah lagi. meski di dalam dada nya masih terasa sakit, dan ada luka yang masih dia simpan rapat.
" Pagi nak, Kenapa kamu sudah pakai seragam sekolah?" tanya Papa Herman heran.
"Gita kan udah mulai masuk sekolah Pa! 'Kan sekarang hari Kamis! Bukan hari libur Pa!" ucap Gita yang mulai menggoda Papa nya.
__ADS_1
" Iya Papa tau! Maksud Papa itu! Kenapa kamu sudah pergi ke sekolah. ' kan kamu bisa izin dulu untuk beberapa hari! Jangan di paksain dulu nak."
" Gita udah sehat kok Pa, Gita harus sekolah.
Sebentar lagi ujian kelulusan Pa! Sayang kalau Gita libur terus, nanti malah ketinggalan pelajaran ." ucap Gita tenang.
Gita yang merasa badan nya sudah sehat, memutuskan untuk kembali masuk ke sekolah pagi ini.
Dia tidak ingin berlama- lama berada di rumah , semakin lama dia berdiam diri di rumah, semakin susah bagi Gita buat melupakan kejadian tragis itu.karena di sekolah dia memiliki banyak teman yang bisa menghibur nya.
Pak Herman yang mendengar ucapan Gita lalu tersenyum bangga.
"Benar apa yang di katakan Mama.Anak ini adalah tipikal anak yang kuat. aku merasa tidak butuh waktu yang lama untuk menyembuh kan nya." Pak Herman bergumam dalam hati nya.
" Kok Papa malah senyum- senyum begitu!"
" Mm ya ngga apa-apa sayang, Papa bangga sama kamu! Kamu memang harus bangkit. yang tau dengan kondisi tubuh kamu adalah diri kamu sendiri, Papa sama mama selalu mendukung kamu." ucap pak Herman sambil mengusap lembut kepala sang putri.
Pak Herman dan Mama Sonia akhir nya pasrah menerima apapun keputusan putri nya.
Ya sudah, jika kamu memang merasa sudah siap dan kuat untuk sekolah. ngga papa, Mama ikut aja. tapi kamu ke sekolah sama pulang nya di antar dan di jemput oleh Pak Tohar ya! Mama tidak mau mendengar lagi alasan apapun."
Suara Mama Sonia terdengar tegas. kali ini dia tidak ingin kecolongan lagi, karena biasa nya Gita tidak mau di antar oleh sopir nya ,dia lebih suka naik ojek maupun taksi online dan sesekali ikut nebeng ke mobil Lusi.
Mama Sonia yang melihat tingkah lucu sang putri tersenyum senang.
" Ya sudah! Ayok sarapan dulu, sebelum berangkat! "
Mama Sonia mulai menyiap kan piring lalu menyendok kan nasi untuk Gita.
" Segini cukup sayang?"
" Udah Ma,cukup!" Jawab Gita.
Gita lalu mengambil piring dari tangan Mama sonia.dan mulai menyendokkan nasi ke mulut nya.
" Papa mau nambah ngga Pa?" tanya Mama Sonia ketika melihat piring sang Suami sudah kosong.
"Ngga usah Ma, Papa sudah kenyang! kalau Papa nambah nanti Papa malah ngga bisa berdiri lagi Ma!" celetuk Papa Herman yang mencairkan suasana .
Hahahaha.......
__ADS_1
Gita yang sedang makan ,hampir saja tersedak makanan karena tertawa mendengar celetukan sang Papa.
Sayang! hati-hati!" ucap Mama Sonia khawatir.
"Iya Ma."
Setelah kepergian Pak Herman, tinggallah Mama Sonia dan Gita di meja makan yang masih menghabis kan sisa sarapan mereka.
" Sayang! Nanti kalau ada apa - apa di sekolah, cepat kabari Mama ya!"
Mama Sonia sebenar nya masih merasa was- was melihat Gita yang sudah ingin berangkat ke sekolah,mengingat kemaren sang putri sempat drop dan tak sadar kan diri.Namun dia cukup sadar ,jika Gita juga butuh waktu untuk menyembuhkan luka nya.
" Iya Ma, Mama jangan khawatir gitu, Gita ngga akan kenapa- kenapa, orang Gita udah sehat begini." Gita menjawab sang mama seraya menampak kan otot-otot tangan nya.
" Kamu ini ada- ada saja deh, susu sama obat nya jangan lupa di minum ya."
"Iya Ma, susu nya saja Gita minum! Obat nya boleh ngga,nanti pas pulang sekolah aja di minum?"
Gita tau efek dari obat itu membuat mata nya sangat terasa berat, seperti tadi malam,belum apa- apa dia sudah sangat mengantuk padahal dia baru aja tidur sore itu.Dia tidak ingin sampai ketiduran di kelas dan mendapat teguran dari guru mapel nya.
" Ya ngga bisa gitu dong sayang! Obat nya kan harus di minum setiap hari, ngga boleh bolong- bolong minum nya,! Supaya kamu cepat sehat nya."
" Tapi Ma....Gita....
Belum juga Gita siap bicara , Mama Sonia sudah terlebih dahulu memotong pembicaraan nya.
" Ngga ada tapi- tapian sayang, Minum obat nya sekarang juga! Salap nya juga udah kamu olesi kan?" tanya Mama Sonia memastikan.
" Sudah Ma." jawab Gita lemas.
Gita akhir nya pasrah dan langsung meminum obat nya, karena mendapat paksaan dari sang Mama.
" Duh gimana yah , kalau gue ngantuk ntar di sekolah?" Gita bergumam dalam hati nya.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya....
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar ya guys..
Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya ya....
Terimakasih semua nya....
__ADS_1
Salam sayang untuk kita semua nya..😍😍🥰🥰