Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 110


__ADS_3

Sementara pria yang bertubuh tegap yang bertabrakan dengan Gita tadi masih nyaman berdiri di tempat persembunyian nya.


Mengintai dari dekat segala gerak-gerik orang yang berada di depan ruangan VVIP milik wanita hamil itu.


" Reza...!" ucap pria itu keras setelah melihat dengan mata tajam nya jika itu adalah sosok yang dia kenal.tidak ingin orang- orang mencurigai keberadaan nya,dengan cepat dia membungkam mulut nya sendiri sebelum di usir oleh pihak keamanan rumah sakit besar ini.


" Benar..Itu benar Reza sahabat kuliah gue di London dulu." ucap pria itu lirih.


Dia merasa bodoh tidak bisa mengenali wajah sahabat nya sendiri,padahal tadi jarak di antara mereka sangat dekat, mungkin karena rasa cemas yang melanda nya membuat mata nya tidak fokus untuk menatap ke arah lain lagi.


" Apa yang mesti gue bilang sama dia? Gue benar- benar ngga sengaja menabrak istri nya.Reza pasti akan marah besar sama gue." gumam nya lirih.


Tadi, saat dia ingin masuk ke dalam mobil nya,ternyata kunci mobil nya tertinggal di toilet restoran itu,karena sedang terburu-buru,pria itu berjalan dengan cepat masuk ke dalam restoran tanpa mengetahui jika dari arah depan nya ada seorang wanita hamil yang berjalan dengan cepat sambil menundukkan kepala nya.


Bruk...


Kejadian yang tidak di ingin kan pun terjadi.


Dia sangat merasa bersalah,melihat dan mendengar tangisan pilu menanti di depan ruangan perawatan itu di buka.


Berulang kali pria itu menyugarkan rambut nya ke belakang dengan kasar,rasa syok nya semakin bertambah sepuluh kali lipat kala menyadari wanita hamil yang terjatuh tadi adalah istri sahabat nya sendiri.


" Bodoh! Bodoh." umpat kesal pada diri nya sendiri.


Saat ini dia belum berani mendekat ke rombongan yang berdiri di depan pintu VVIP itu.dia masih menjadi lelaki pengecut dengan menunduk kan pandangan mata nya.mental nya belum siap untuk sekedar meminta maaf dan menjelaskan duduk perkara nya.

__ADS_1


Suara pantulan sepatu pantofel beradu nyaring sesuai hentakan kaki pengguna nya.mata kedua orang yang memiliki bunyi sepatu itu terlihat menahan kesedihan.


Dua langkah lagi mereka akan ikut bergabung dengan rombongan keluarga nya. namun Dokter Rina beserta satu Dokter cowok sudah terlebih dahulu membuka kan pintu ruangan perawatan dari dalam.


" Bagaimana keadaan istri dan anak- anak saya Dok?"Reza dengan cepat mencecar Dokter yang baru saja menangani istri nya.semua anggota keluarga pun ikut mendekat,bahkan Pak Herman dan Rega saja harus sedikit berlari agar tidak ketinggalan informasi yang akan disampaikan oleh Dokter Rina.


Begitu juga dengan sosok pria tegap itu,di tengah kelengahan semua orang.dia beringsut maju ke depan untuk memudah kan Indra pendengaran nya menguping tentang kondisi wanita yang tidak sengaja bertabrakan hebat dengan badan nya.


Dokter Rina yang di dampingi seorang dokter pria paruh baya itu menghela nafas panjang nya.raut wajah nya menyirat kan suatu alasan yang tertahan.


"Nona Gita mengalami pendarahan." ucap Dokter Rina penuh penekanan.dia sengaja menggantungkan ucapan nya demi memberi kan syok terapi kepada anggota keluarga lain nya. dia beranggapan jika merela terlalu ceroboh membiarkan Gita berjalan seorang diri tanpa ada yang menemani dan mengawasi.


Deg...


" Pendarahan? gumam Mama Sonia sendu.


Begitu juga sepasang mata bulat yang mulai berembun menatap nanar ke arah sang Dokter yang terlihat masih ingin berbicara.


" Beruntung sekali Nona muda cepat di bawa kesini,sehingga kami bisa dengan mudah dan cepat menghentikan pendarahan nya. dan yang lebih membahagiakan dan menguntungkan ternyata bayi-bayi Nona muda sangat kuat di dalam sana.sehingga membuat mereka masih bisa bertahan di dalam rahim ibu nya.jika sampai telat satu detik saja,saya tidak bisa menjamin dan menebak resiko buruk apa yang akan terjadi ke depan nya.kejadian ini tidak boleh terulang lagi." ungkap Dokter Rina panjang lebar seperti jalan tol Jagorawi.


Semua Dokter dan perawat yang bertugas di dalam sana di tuntut untuk bisa menyembuhkan kondisi Nona muda mereka,jika tidak ingin jabatan yang mereka pegang saat ini lenyap dan hangus tak berasap lagi.bukan karena tekanan dari Reza melainkan karena kesadaran dari diri mereka sendiri,semua pegawai rumah sakit sudah tau bagaimana tegas dan galak nya sang pemilik rumah sakit itu.mereka tidak ingin membangun kan singa yang sedang tertidur lelap.


Bahkan saat melihat Reza menangis menggendong tubuh istri nya yang berlumuran darah membuat semua mata para perawat hampir lompat dari posisi nya.


Baru kali ini mereka melihat sang pemilik penuh rumah sakit berderai air mata kesedihan.ternyata sakit nya sang istri adalah kelemahan bagi singa garang itu.

__ADS_1


" Saya selalu mengingat kan kepada Nona muda dan juga Pak Reza setiap kali mereka melakukan check kandungan.agar jangan sampai beraktivitas yang membahayakan,kelelahan dan banyak pikiran.ini sangat berbahaya sekali untuk kandungan Nona muda, apalagi usia Nona muda yang masih terbilang cukup muda dan sangat rentan mengalami yang nama nya pendarahan atau pun keguguran.tolong selalu di dampingi dan di awasi kemana dan apapun yang di kerjakan oleh Nona muda, mengingat yang berada di dalam rahim Nona muda bukan hanya satu bayi,melainkan ada dua bayi mungil.berhati- hati lah." terang Dokter Rina mengingat kan.


Dia juga sangat bersyukur Nona muda nya bisa melewati masa kritis nya,sehingga dia tidak perlu sakit kepala memusingkan amarah yang akan dia dapat kan nanti nya jika keselamatan Nona muda nya drop dan tidak tertolong lagi.


Reza hanya terdiam dengan mata dan telinga nya yang fokus menyimak rincian sejumlah hal yang membahayakan bagi istri nya.akhir nya dia bisa sedikit bernafas lega dengan mendengar jika istri dan anak-anaknya baik- baik saja tanpa ada kekurangan apapun.


Sedang kan Mama Sonia yang sudah mengetahui bagaimana asal putri nya bisa terjatuh hanya bisa menangis di pelukan suami nya dan mengiyakan semua ucapan dari mulut Dokter Rina.


Rega yang sudah menahan kekesalan dan kemarahan nya sedari kantor tadi tanpa berkompromi lagi langsung menghadiahkan satu pukulan keras di perut Reza yang masih terlihat terdiam menunduk meratapi kesalahan yang tidak 100 persen karena diri nya.


Reza yang kaget mendapatkan serangan kuat dari Abang ipar nya hanya terdiam sambil memegang perut nya yang terasa sakit.


" Rega.." teriak Mama Sonia menghentikan pergerakan tangan Rega yang terlihat akan kembali melayang kan pukulan ke arah Reza.


" Henti kan Rega,ini di rumah sakit.jangan kamu asal pukul saja,tanpa tau asal usul masalah nya." bentak Pak Herman keras.


Dia tidak ingin keributan yang terjadi di antara Anak dan menantu nya menjadi konsumsi publik.dia cukup tau bagaimana keras nya Rega jika menyangkut tentang adik satu-satunya.


Putri mahkota di keluarga Husein itu memang selalu mendapat kan kasih sayang dan perhatian utuh dari semua anggota keluarga Husein.


Jangan Lupa Like.Vote dan Beri kan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author...

__ADS_1


Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk mampir di novel kaku saya ini..😍🥰😍🥰


__ADS_2