Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 47


__ADS_3

" Punya nya mama sayang, mama kan sering mampir kesini. jadi mama menyimpan mukena nya di ruangan Mas, dan juga di ruangan papa."


" Bukan punya cewek kamu kan Mas?" tanya Gita dengan penuh selidik.


" Ngga sayang, Mas mana pernah bawa cewek ke kantor ini, apalagi ke ruang istirahat ini, Kamu adalah wanita pertama yang Mas bawa masuk ke dalam kantor Mas." ujar Reza yang berusaha menyakinkan istri nya, perlahan dia kembali mendekat kepada istri nya.


Cup


Cup


" Biar adil." ujar Reza sambil nyengir.


" Iss Mas, kan Mas udah wudhu tadi." Gita yang masih kesal tiba- tiba mendapat ciuman hangat membuat hati nya sedikit menghangat.


" Nanti kan bisa wudhu lagi sayang, kamu cemburu ya...." dia menggelitik perut Gita hingga mereka hampir saja jatuh kelantai jika Reza tidak cepat cepat menahan tubuh Gita dengan berpegangan di pintu kamar mandi.


" Ya tuhan Mas, kan untung saja kita ngga sampai jatuh, coba kalau jatuh? Ngga lucu kan Mas, lagian aku itu bukan nya cemburu, tapi aku ngga mau ya pakai kalau ini punya mantan Mas." entah kenapa sikap Gita akhir- akhir ini sangat sensitif, hal sepele pun bisa jadi masalah besar bagi dia.


" Ngga sayang, beneran deh , sueerrr." Reza mengangkat kedua jari nya ke atas ,pertanda bahwa dia sedang tidak berbohong saat ini.


" Beneran kan Mas?" tanya Gita lagi yang masih ragu akan omongan Reza.


" Iya sayang ku...Cinta ku. kalau kamu masih ngga percaya, kamu boleh tanya sama mama,gih telpon sana."Reza memberi kan solusi supaya istri nya tidak curiga terus kepada dia, seraya menyodorkan handphone nya kepada Gita, dia takut jika Gita masih belum yakin bisa- bisa dia tidak mendapatkan kan jatah malam nya.


" Iya deh, nanti aku telpon Mama Meri aja. awas kalau bohong, siap- siap tidur di luar malam ini." ancaman Gita begitu sadis, bagaimana bisa Reza tidur di luar sementara hari - hari mereka telah tidur bersama, satu hari saja mereka tidak bertemu , dunia mereka seolah enggan berputar, bagaikan sayur tanpa garam, itu lah kata yang tepat jika tidur tanpa pelukan hangat seorang istri.


" Iya sayang...Boleh, udah sana buruan masuk ke kamar mandi nya, kita harus segera pulang kan, besok kamu masih ada ujian sayang!"


" Iya Mas." jawab Gita sambil berlalu masuk ke kamar mandi, untuk menghemat waktu Reza memilih mengambil wudhu di ruangan Alan saja, jika harus menunggu lagi akan banyak waktu yang terbuang, begitu lah kalkulator sang pengusaha handal.


Setelah melaksanakan sholat Maghrib berjamaah, perut Gita yang sudah keroncongan karena tenaga nya yang sudah terkuras habis membuat dia langsung saja menyantap makanan yang ada di atas meja,tanpa membereskan mukena nya terlebih dahulu.


" Sayang.." seru Reza yang melihat istri nya berjalan cepat ke arah meja dan meninggalkan begitu saja mukena nya yang tergeletak di atas sajadah.


" Iya Mas, nanti aja aku beresin nya, udah laper banget mas, sini." jawab Gita sambil menunjuk ke sofa di samping dia.


" Iya tapi pelan- pelan dong sayang jalan nya ." ujar Reza yang melihat tingkah kocak istri kecil nya,Reza yang mengerti situasi pun memilih mengalah, melipat mukena dan sajadah mereka terlebih dahulu lalu ikut bergabung dengan istri nya.

__ADS_1


" Ahh kenyang nya." ujar Gita yang mengelus perut nya yang sedikit berisi karena dia sudah menghabiskan dua porsi nasi goreng dan mie goreng,dia seolah tidak malu lagi bersikap konyol di depan suami nya.


" Hahahaha" tawa Reza pecah melihat bagaimana wajah istri nya yang kekenyangan,bahkan untuk memberes kan sisa makanan mereka pun Gita sampai ngos- ngosan karena susah menggerakkan badan nya.


Entah kenapa nafsu makan nya akhir- akhir ini bertambah dua kali lipat, entah karena rasa lapar nya atau mungkin nafsu makan nya saja yang sedang meningkat.


" Mas kita langsung pulang saja ya Mas."


" Iya sayang, kamu udah sanggup jalan."sejak tadi Reza terus memperhatikan Gita yang susah untuk berjalan, hanya saja untuk bertanya dia takut istri nya akan tersinggung.


" Udah Mas, emang nya aku kenapa?" tanya Gita yang merasa bingung akan pertanyaan dari Reza.


" Ya sudah ayok." ucap Reza yang tidak ingin memperpanjang masalah lagi, dia takut jika sampai salah ngomong maka akibat nya akan fatal, Reza sebenar nya cukup menyadari jika beberapa hari ini sikap Gita sangat sensitif.


Mereka berjalan keluar dari ruangan Reza , dengan tangan Reza yang terus menggenggam mesra tangan mungil istri nya.


" Ini Pak kunci mobil nya." seru salah satu security yang melihat tuan muda mereka sudah keluar dari gedung kantor.


" Iya terimakasih." ucap Reza lalu masuk kedalam mobil nya,sementara Gita hanya mengangguk dengan senyuman yang menghiasi wajah nya, menyapa ramah kepada security yang ada di depan nya.


Perlahan mobil mereka berjalan meninggal kan gedung Wijaya group.


" Bukan hanya cantik, tetapi nona yang bersama tuan tadi juga sangat ramah sekali." sahut security yang mendapat kan sapaan ramah dari gita tadi.


" Sudah- sudah ayok kita patroli ke dalam, jangan membahas tuan muda terus, nanti kalau ada yang dengar, bisa- bisa kita langsung di tendang dari Wijaya group." seru security yang lain, agar kedua teman nya tidak lagi membahas tentang tuan muda mereka.


Mobil mewah Reza sudah sampai di depan kediaman Husein, di dalam mobil Gita tertidur sangat pulas, dengkuran halus pun terdengar cukup keras,bahkan dia tidak menyadari jika mobil mereka sudah berhenti tepat di depan rumah nya, perlahan Reza berjalan memasuki rumah, dengan Gita yang berada di gendongan nya, Mama Sonia yang menyadari kedatangan menantu nya pun berjalan mendekat ke arah Reza.


" Reza , Gita kenapa?"


" Gita ketiduran di mobil Ma."


" Ya sudah,sana langsung saja bawa dia ke kamar."


" Iya Ma, Reza ke atas dulu ya Ma."


Baru saja Reza hendak menurunkan Gita ke atas ranjang empuk mereka, tetapi mata gita sudah terbuka dengan sempurna, sebenar nya dari tadi saat Reza mengobrol dengan Mama nya Gita sudah terbangun, namun karena rasa malas dan capek yang masih terasa membuat dia berpura-pura untuk tetap tertidur, biar lah suami nya yang menggendong dia menuju lantai atas.

__ADS_1


" Sayang, kok kamu malah bangun, Mas ganggu tidur kamu ya."


" Ngga kok Mas, Gita udah ngga ngantuk aja." ucap Gita yang tidak ingin berterus terang kepada suami nya, lalu berhambur memeluk tubuh reza, mengendus wangi parfum Reza yang sudah bercampur dengan keringat.


" Sayang Mas belum mandi, bau loh sayang."


" Biar kayak gini aja Mas, tubuh masih wangi kok, aku suka dengan bau badan Mas." ujar Gita yang semakin erat memeluk tubuh kekar Reza, seolah takut jika Reza pergi meninggal kan dia.


" Suka?"


" Orang sudah bau begini, masih saja di bilang


wangi."


" Kenapa Istri gue aneh banget deh, sensitif,akhir- akhir ini makan nya juga lebih banyak. "


" Manja banget sih Istri Mas ini." ucap Reza dengan menarik pelan hidung mancung Gita.


Gita tidak memperdulikan lagi Reza, dia masih saja betah mencium aroma tubuh suami nya, hingga bunyi ketukan pintu membuat Gita harus rela melepas kan suami nya.


Tok..Tok


" Sayang! Sebentar Mas bukain pintu dulu." ujar Reza meminta sang istri untuk melepas kan pelukan nya, walau berat hati, tapi mendengar pintu yang kembali di gedor membuat Gita merela kan suami nya, hanya sebentar ya guys..


" Permisi Den Reza,maaf sudah di tunggu Ibuk untuk makan malam di bawah."


" Tolong bilangin Mama ya mbok, kita tadi udah makan malam di kantor Reza. Mama sama Papa langsung saja makan malam." jawab Reza dengan sopan.


" Baik Den, Mbok permisi dulu ya Den."


" Iya Mbok."


Jangan lupa Like.Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..


Tinggalkan jejak sayang nya di kolom Komentar ya guys...


Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya...

__ADS_1


Terimakasih semua nya..


Salam sayang untuk kita semua nya...😍🥰😍🥰😍


__ADS_2