Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 21


__ADS_3

" Duh gimana yah , Kalau gue ngantuk ntar di sekolah?" Gita bergumam dalam hati nya.


" Bisa abis gue di ledekin sama ketiga bocah tengil itu. ahhh.. Masa bodoh lah, nanti gue beli kopi aja di kantin sekolah."


" Nah gitu dong! Obat nya harus di minum, ngga boleh sampai telat atau lupa."Mama Sonia kembali mengingat kan Putri nya.


Karena hari sudah hampir siang, Gita langsung pamit mencium punggung tangan Mama nya. dan tidak lupa menentang tas yang berisi perlengkapan sekolah nya.


" Gita berangkat dulu ya Ma."


" Iya sayang, hati- hati ya, ingat pesan Mama!"


Mama dan Gita berjalan beriringan menuju ke mobil yang terparkir di depan rumah, di dalam nya sudah menunggu Pak Tohar yang mendapat kan amanat langsung dari Bos besar nya.lambaian tangan Gita menjadi pertanda bahwa mereka harus berpisah hanya beberapa jam saja.


Sementara Mama Sonia yang berada di luar mobil juga membalas lambaian tangan Gita.


Entah kenapa Mama Sonia merasa berat sekali melepaskan kepergian sang putri.walaupun hanya beberapa jam saja,tetapi hati nya menolak keras.perasaan Mama Sonia bercampur aduk.dia menahan tangis dalam hati nya.


" Pak Tohar, hati- hati, bawa mobil nya.pulang nanti Gita nya jangan lupa di jemput Pak."ucap Mama Sonia dengan bibir bergetar.


" Siap Buk. mari Buk." pamit Pak Tohar dan lalu menutup kaca mobil, perlahan mobil yang di kendarai Pak Tohar meninggalkan kediaman Keluarga Husein.


" Mama tau kamu bukan anak yang suka mengeluh. dan kamu bukan lah tipe orang yang terbuka. tapi dari sorot mata kamu! Mama yakin kamu akan baik- baik saja.hanya saja Mama masih belum ikhlas melepas kan kamu berada di luar sana sendirian.maaf kan Mama yang masih meragukan kamu sayang." gumam Mama Sonia dalam hati nya.


Sementara di dalam mobil. Pak Tohar dengan raut wajah gelisah nya.terus saja melirik ke pada Gita, entah apa yang sedang Pak Tohar pikir kan.Gita yang menyadari akan sikap aneh Pak Tohar memilih langsung bertanya.


" Pak Tohar kenapa?Gita perhatikan dari tadi Pak Tohar melirik ke belakang terus!"


Pak Tohar yang merasa tertangkap basah oleh Gita ,menjadi gelapan sendiri.

__ADS_1


" Bapak teh.. Itu...Anu..Non mmm."


Mulut Pak Tohar masih berat untuk berbicara.saat ini Pak Tohar belum punya keberanian untuk mengatakan nya langsung.dia masih memikir kan ,kata- kata yang pas untuk dia sampai kan.


" Kenapa Pak? Kok malah gelagapan gitu!"


Pak Tohar yang bingung bagaimana cara memulai nya, memilih menggaruk kepala nya yang tidak gatal dengan tangan kiri nya. sementara tangan kanan nya masih setia di setir kemudi.


" Pak Tohar!" panggil Gita lagi, dia juga masih penasaran apa yang ingin Pak Tohar katakan kepada nya.


Setelah membulat kan tekad nya,Pak Tohar memberanikan diri nya mengatakan isi hati nya.dia tidak ingin berlama - lama menyimpan rasa bersalah nya kepada Nona muda nya.


" Begini atuh Non, Bapak mau minta maaf sama Non Gita, gara- gara kemaren bapak pulang ke rumah. jadi nya si Non ngga ada yang jemput, ini semua salah Bapak Non, Bapak benar- benar minta maaf ya Non."


" Oh gitu, kirain Pak Tohar mau ngomong apa, sampai harus bersikap aneh seperti itu, Gita jadi takut. lagian kenapa Pak Tohar malah minta maaf sih Pak? Ini kan bukan salah nya Pak Tohar, dan Pak Tohar jangan merasa bersalah.Gita ngga kenapa- kenapa kok Pak." Gita menjawab sambil tersenyum ramah.


Bohong jika Gita bilang dia tidak kenapa- kenapa, hanya saja dia tidak ingin Pak Tohar semakin merasa bersalah, begitu baik dan lembut nya hati Gita, sampai - sampai dia tidak ingin orang lain ikut terseret ke dalam luka nya.biarlah dia sendiri yang masuk kedalam pusara bejat itu.


" Iya Pak, bawa mobil nya yang fokus, jangan melirik ke belakang terus Pak."


" Siap Non, maaf ya Non."ucap Pak Tohar dengan wajah nya yang sudah mulai keriput kini mulai memperlihat kan senyuman indah nya.


Pasal nya sejak dia mendengar kabar tentang hilang nya Gita, Pak Tohar sama sekali tidak bisa tidur dengan nyenyak,karena rasa bersalah itu terus saja menganggu pikiran nya,bak seorang hantu yang bergentayangan.


Setelah menutup pintu. Mama Sonia kembali menuju ke meja makan, mengambil handphone nya yang masih tertinggal di sana.


" Mbok, meja makan nya tolong di beresin ya mbok."


" Iya buk."

__ADS_1


Sebelum naik ke lantai atas, Mama Sonia terlebih dahulu mengingat kan semua para asisten nya untuk sarapan terlebih dahulu sebelum memulai bekerja,kedekatan yang terjalin antara mereka sudah seperti keluarga sendiri,tidak ada perbedaan antara majikan dan asisten rumah tangga,mereka saling menghargai satu sama lain.Keluarga Husein memang terkenal dermawan,baik hati dan tidak pernah memandang orang dari derajat nya.semua pekerja yang bekerja di sana rata- rata sudah bekerja puluhan tahun lama nya,bukan hanya betah,tetapi mereka juga merasakan kenyamanan berada di tengah- tengah Keluarga Husein.


" Non Gita sudah mulai berangkat sekolah ya Buk?" tanya Mbok Darmi .


" Iya Mbok, Gita maksa mau berangkat sekolah. padahal saya sama Bapak sudah melarang nya. tapi dia tetap kekeuh mau berangkat juga."


" Ya ngga apa- apa atuh Buk, mungkin di sekolah Non Gita jadi merasa senang. kan di sekolah nya banyak teman, belum lagi di tambah dengan belajar,si Non bisa melupakan sejenak masalah yang terjadi."


"Tadi Gita juga bilang kayak gitu sih Mbok, tapi entah kenapa hati saya masih berat gitu buat melepaskan dia sendiri di luar sana. jujur ya Mbok saya sedikit was- was,saya juga ngga tau kenapa? Tetapi sesak sekali rasa nya dada ini."Mama Sonia bercerita dengan air mata yang sudah mengucur deras.


" Sabar Buk, Mbok yakin si Non mah orang yang kuat, baik nya juga Masya Allah ya Buk,mudah- mudahan si Non bisa melewati ini semua ya buk."Mbok Darmi berusaha menenangkan hati majikan nya yang sudah dia anggap seperti keluarga sendiri,di sana Mbok Darmi adalah pekerja yang paling lama bekerja di sana,bahkan sebelum Gita lahir ke dunia Mbok Darmi sudah mengabdikan tenaga dan waktu nya di Keluarga Husein.


Mama Sonia terus menangis di hadapan Mbok Darmi.


" Saya yang sebagai orang tua nya saja tidak mudah berbesar hati menerima cobaan ini, apalagi dia yang merasakan langsung."


Mbok Darmi hanya diam dan mendengar kan jeritan hati sang majikan, sesekali dia juga menyeka air mata nya yang tanpa terasa ikut menetes membasahi wajah renta nya.


" Maafin saya Mbok harus menangis di depan Mbok."


" Ngga apa- apa Buk, si Mbok malah senang jika Ibuk mau berbagi sama Mbok, semoga setelah Ibuk cerita hati Ibuk menjadi lebih tenang."


Jangan lupa Like. Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys...


Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar...


Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya ya...


Terimakasih semua nya...

__ADS_1


Salam hangat untuk kita semua nya..😍🥰😍🥰


__ADS_2