
Melihat Gita yang sedang memesan ice cream,ketiga sahabat nya jadi tergiur untuk ikut serta,rasa kesal mereka kini menguap begitu saja setelah memakan sendok demi sendok ice cream manis itu.
Sejak siang tadi mereka berada di mall ini dan sekarang jam menunjukkan pukul 15: 30 sore.
Tidak ingin melanggar perintah dari suami nya, Gita bergegas mengajak ketiga sahabat nya untuk pulang sebelum dia menerima kartu merah dari kekasih halal nya.
Ketiga gadis itu pun dengan cepat mengiyakan ucapan Gita,mereka juga sudah sangat lelah menjadi bodyguard Gita sejak beberapa jam yang lalu.jika bukan karena ultimatum keras dari suami Gita,mereka tidak akan mau bekerja dengan sangat keras hari ini.aktif nya ibu hamil yang satu ini mengalahkan aktif nya anak bayi yang sedang belajar berjalan.ketiga gadis itu di buat mandi keringat oleh ulah ceroboh ibu hamil ini.
" Gue kapok kalau di suruh jadi bodyguard loe lagi."ujar Hana sambil menyeka kasar peluh yang membasahi kening nya,karena kedua tangan nya sudah terisi penuh oleh kantong belanjaan nya.hanya Gita nya yang berjalan bebas tanpa menenteng tas belanjaan.
" Sama! Gue juga mending tidur aja di rumah dari pada jagain ibu hamil yang rusuh ini." sambung Kiki lagi.
Bahkan tadi saja saat mereka bertiga masih menikmati ice cream yang baru mereka pesan,mereka Kembali di buat naik darah oleh Gita yang pergi begitu saja meninggalkan mereka demi mengantri corn dog.sifat kalem nya berubah drastis semenjak masa kehamilan nya.
" Bar-bar banget sih loe jadi orang.kaki gue hampir aja ke seleo karena mengejar loe yang selalu kelaparan ini.loe tau ngga sih,nyawa kita ada di tangan loe." ucap Lusi tegas, karena rasa capek yang melanda mereka Lusi jadi ngegas tanpa rem.
"Sumpah...Kapok Gue." sahut Kiki lagi sambil mengangkat dia jari nya ke atas sambil sedikit menunduk mengatur nafas nya yang masih memburu cepat.
"Sorry...Jangan marah dong,ini juga bukan kemauan gue,entah kenapa gue ngga bisa mengendalikan diri gue sendiri." jawab Gita sambil mengelus perut nya seolah pertanda jika ini adalah bawaan dedek bayi nya.
"Loe jangan bawa- bawa anak-anak loe dalam hal ini, rese'banget sih loe " ujar Hana yang sudah mengerti maksud dan tujuan omongan Gita walaupun dia tidak menjelas kan secara rinci setidak nya dari pergerakan tangan nya saja mereka memahami apa yang ada di kepala sahabat dari orok mereka.
Ketiga gadis itu sudah seperti emak- emak yang sedang memarahi anak gadis nya.
Cukup banyak tangga eskalator yang harus mereka turunin karena posisi mereka yang berada di lantai paling atas.
Saat mereka sudah sampai di lantai dua.Gita tidak sengaja menangkap bayangan yang seperti mirip dengan perawakan wajah suami nya .
__ADS_1
Karena merasa penasaran Gita terus mendekat maju memperhatikan dari jarak yang cukup dekat jika pria yang dia yakini itu ternyata benar suami nya.
Hati Gita memanas,telinga nya seperti berasap.tangan nya mengepal kuat saat melihat suami nya yang katanya sibuk dengan pekerjaan tengah asyik berduaan dengan seorang wanita seksi di sebuah restoran mewah.mereka duduk berduaan sambil mengobrol dan tertawa.
Hati istri mana yang tidak sakit melihat pasangan nya begitu intens menatap ke arah lawan jenis nya yang terlihat sangat menggoda iman.
"Buruan Gita!" panggil Lusi dengan suara cempreng nya.rasa capek nya ternyata tidak membuat nada suara nya berubah.
" Bentar dulu." jawab Gita sedikit kesal.dengan jari telunjuk berada di bibir nya sebagai isyarat meminta ketiga teman nya untuk diam.
" Loe mau ngapain lagi sih?" tanya Hana kesal.kaki dan tangan nya benar-benar tidak bisa di ajak untuk berkompromi lagi.tubuh dan raga nya seolah tidak sejalan lagi.
"Gue bilang jangan berisik." bentak Gita kepada ketiga sahabat nya yang sedang menatap tajam ke arah diri nya.
" Loe lihatin apaan sih?" tanya Lusi penasaran ikut melihat kemana arah mata Gita tertuju.
Deg..
" Diam. bego!" kata Gita kesal.
Mereka akhir nya mengerti apa maksud Gita bersembunyi di balik tiang besar ini.awal nya ketiga gadis itu sempat curiga dan berpikiran buruk kepada Gita,karena melihat dia berhenti di depan restoran mereka pikir Gita masih mau mencari makan lagi. beruntung nya mereka belum sempat marah-marah kepada Gita,sehingga tidak menambah rasa sakit di hati Gita.
Ketiga gadis itu cukup sabar menemani Gita mengintip suami nya dari balik tiang kokoh itu,kaca restoran itu yang tembus pandang membuat mata mereka dengan mudah menjangkau situasi di dalam sana.
Lelah yang menerpa tubuh kuat mereka sirna sudah bergantian dengan rasa iba melihat kesedihan yang terukir dari wajah sahabat mereka dari orok.
" Sabar ..Kita pantau dulu dari sini." ujar Kiki memberi saran.
__ADS_1
" Iya.tega banget sih Mas bojo loe itu,lagian siapa sih Perempuan itu? Mereka terlihat akrab sekali." sahut Lusi.
Karena sudah tidak tahan lagi melihat suami nya yang tertawa cekikan dengan wanita seksi yang berada di samping nya.Gita langsung melangkah masuk mengganggu kebersamaan mereka.seperti biasa dia tidak ingin mempermalukan diri nya sendiri di depan publik seperti ini,ibu hamil ini lebih memilih cara cantik dan elegan untuk menghempas kan para pelakor dan ulat bulu yang dia anggap sebagai virus dalam rumah tangga nya.
" Mas!" seru Gita dengan nada manja nya dan langsung duduk di pangkuan suami nya.
Reza yang kaget dan belum siap untuk menopang tubuh berat istri nya sedikit terdorong ke samping sehingga membuat mereka bertabrakan dengan wanita seksi yang memiliki postur tubuh bak seorang model itu.
" Sayang! kamu disini juga?" tanyanya sambil memeluk erat tubuh istri nya supaya tidak terjatuh.
" Iya!" jawab Gita singkat tetapi penuh makna.
Reza yang sudah mengerti dan mulai melihat aura berbeda dari raut wajah istri nya,menjadi gelisah karena pasti sebentar lagi perang dunia dan pertumpahan air mata akan terjadi lagi.
Reza yang bingung bagaimana cara menjelas kan nya seperti orang salah tingkah dan memilih menggaruk kasar kepala nya yang tidak terasa gatal.
Mata nya melirik ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan sang Asisten yang sejak tadi pamit ke lantai bawah untuk menjemput kunci mobil nya yang tanpa dia sadari ternyata terjatuh di lantai mall.di saat mata nya masih sibuk menelisik mencari pertolongan, tidak sengaja mata Reza menangkap basah ketiga sahabat Gita yang masih betah bersembunyi di balik tiang besar di depan restoran ini.
" Ternyata istri gue dari tadi udah ngintip dari balik tembok itu." gumam Reza dalam hati.
" Sayang ,dia siapa?"tanya Gita dengan manja, mata nya melirik wanita seksi itu dari atas kepala sampai ke ujung kaki.
" Istri gue benar-benar berbakat dalam akting,gue yakin ini tidak sesuai dengan hati nya." gumam Reza dalam hati nya sambil tersenyum simpul.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar walaupun hanya satu kata..
__ADS_1
Dan jangan lupa Pencet Tombol Favorit nya..
Terimakasih semua nya..😍🥰😍🥰