Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 114


__ADS_3

Di ruangan rumah sakit VVIP itu hanya menyisakan Reza yang setia menemani istri nya yang harus bed rest total.


Gita tidak di perbolehkan untuk bergerak sedikit pun demi mempercepat proses penyembuhan nya.alhasil dia harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari sampai kondisi nya di nyatakan pulih total oleh Dokter yang menangani nya.


Semua anggota keluarga Husein dan sahabat nya sudah pamit pulang.karena hari sudah larut malam, sebenarnya Mama Sonia tadi ingin menemani Reza menjaga Gita di rumah sakit,namun di tolak secara halus oleh Reza dengan alasan demi menjaga kesehatan mertua nya.dengan berat hati Mama Sonia pun mengiyakan ucapan suami dan menantu nya,dia akan kembali datang besok pagi untuk bergantian dengan Reza.


Suami siaga itu tampak setia mengelus perut istrinya memberikan rasa nyaman setelah tadi Gita sempat mengeluh merasakan sedikit nyeri di bagian perut nya .yang menurut dokter itu tidak akan membahayakan kandungan nya.


Karena merasa nyaman Gita sampai tertidur pulas oleh sentuhan lembut di perut nya.


Reza yang gemes melihat istri nya yang nampak semakin cantik walaupun sedang tertidur langsung mengecup seluruh wajah nya.Gita sama sekali tidak terasa terusik oleh kelakuan suami nya,dia tetap terlelap di dalam damai nya suasana rumah sakit.


Ruangan yang mereka tempati memang khusus untuk keluarga Wijaya jika sedang menginap atau pun di rawat di rumah sakit milik mereka.


Tidak ingin mengusik ketenangan tidur sang istri, Reza memilih menggeser posisi duduk nya pindah ke atas sofa yang ada di samping ranjang Gita. semua fasilitas yang ada di kamar ini sudah sangat lengkap bahkan sudah seperti kamar mereka di rumah.


Reza langsung menyalakan laptop nya yang di antar oleh Alan sebelum dia pamit pulang.suami siaga itu nampak tenang dan fokus mengerjakan pekerjaan sebelum sang istri kembali terbangun dengan segala permintaan aneh nya, tetapi cukup menyenangkan bagi Reza. pria ini cukup sadar jika besok dia tidak akan bisa berangkat ke kantor. untuk itu dia memilih menyelesaikan beberapa pekerjaan yang dia rasa sangat di perlukan untuk besok, karena mereka masih harus menginap di sini sampai beberapa hari ke depan.


Beberapa jam berlalu,Gita tiba-tiba terbangun dari tidur nya saat merasakan perut nya kelaparan.perlahan dia mengerjap kan mata nya,berusaha menetral kan rasa silau yang mendera Indra penglihatan nya.di lihat nya lelaki yang sudah beberapa bulan ini menjadi teman hidup nya,teman berbagi peluh dan keringat,sosok teman yang mampu menjadi dia lebih kuat menghadapi tantangan dunia.wajah pucat itu tanpa terasa melukis kan senyum bangga di bibir manis nya.


" Mas." panggil nya lirih.


Reza yang mendengar suara pujaan hati nya memanggil diri nya langsung menoleh kan kepala dan menghentikan segala kegiatan nya.


" Ada apa sayang? Kenapa Kamu sudah bangun?" tanya Reza sambil melangkah mendekat ke arah ranjang.


" Lapar." jawab Gita dengan suara manja nya.


Di saat kedua nya saling bersitatap wajah dengan senyuman yang menghiasi wajah mereka masing-masing.sebuah bunyi yang mampu menggelitik perut siapa pun yang mendengar nya tiba-tiba berkonser merdu tanpa di bisa di sembunyikan lagi.


" Krukkk.....Kruk...Kruk..."


" Duh! Ternyata kamu benar-benar sudah kelaparan ya sayang " ujar Reza sambil mengulum senyum menahan tawanya.


" Iya Mas. aku pengen makan nasi Padang ." ucap Gita tanpa merasa malu.

__ADS_1


" Baik lah." jawab Reza sambil mengetik sesuatu di ponsel nya.


Selang beberapa menit menunggu, akhirnya pesanan Gita yang sudah dia tunggu sejak tadi datang juga.


" Permisi Pak."ucap sopan dari pegawai rumah sakit yang di minta tolong oleh Reza untuk membeli pesanan istri nya.dia tidak mungkin meninggalkan Gita sendirian berada di sini.


Mendengar suara orang dari balik pintu,Reza dengan sigap membuka kunci pintu nya.


" Gimana? Dapat ngga Pak?" tanya Reza kepada seorang lelaki paruh baya yang bertugas sebagai sopir di rumah sakit Wijaya Medika.


" Dapat Tuan."jawab Bapak itu sambil menunjukkan dua kantong makanan yang dia bawa.


" Alhamdulillah.." ucap nya sambil menerima kantong kresek itu.


Hati nya menjadi tenang melihat pesanan makanan untuk istri nya sampai begitu cepat.


" Tunggu sebentar Pak." ucap Reza kembali ke dalam ruangan kamar nya sementara sang Bapak penolong menunggu di depan pintu kamar.


Reza masuk kedalam untuk mengambil beberapa lembar uang merah sebagai tanda terimakasih nya kepada Bapak tadi.


ucap Reza ramah sambil menyodorkan kan 2 lembar uang merah kepada Bapak sopir tersebut.


" Tidak usah Tuan,ini memang sudah menjadi tugas saya." jawab beliau menolak pemberian dari Bos tempat beliau bekerja. terkesan tidak etis bagi nya jika menerima upah dari pekerjaan yang memang sudah menjadi tugas nya.apalagi orang yang meminta bantuan itu adalah orang yang menyediakan lapangan pekerjaan untuk beliau.


" Tidak apa-apa Pak,saya ikhlas.ambil lah." ujar Reza dengan sedikit memaksa.


" Terimakasih banyak Tuan." kata nya dengan hati senang.sambil berlalu pamit meninggalkan ruangan VVIP tersebut.


Gita Tampak begitu lahap menyantap makanan yang di sudah di beli oleh suami nya.


Satu bungkus nasi Padang habis di lahap nya sendirian.


"Kamu masih mau tambah lagi sayang?" tanya Reza sambil membuang bungkus nasi yang pertama.


" Ngga Mas,aku sudah kenyang.itu buat Mas saja." jawab Gita.

__ADS_1


Reza mengangguk karena dia merasa perut nya juga sudah terasa lapar, sejak tadi siang sampai pukul 2 dini hari belum ada sebutir nasi atau sepotong makanan apapun yang masuk untuk mengganjal perut kosong nya.


Tangan kekar itu terulur membenarkan rambut istri nya yang terlihat berantakan sebelum dia menyantap makanan nya.


" Terimakasih Mas." ucap Gita merasa bahagia selalu di perlakukan manis oleh kekasih halal nya.


" Iya sayang.Kamu mau langsung tidur atau mau duduk dulu?" tanya nya sambil tersenyum manis.


" Duduk aja, perut aku masih terlalu kenyang untuk di bawa tidur.Mas makan aja dulu." Jawab Gita sambil memainkan ponsel genggam nya yang entah diselamatkan oleh siapa,yang jelas saat dia tersadar tas beserta isi nya sudah ada di meja nakas samping ranjang nya.


Hening sejenak,Reza sibuk melahap makanan nya sementara Gita sibuk dengan ponsel nya.


" Mas,kamu jangan dekat-dekat ya sama model ulat bulu itu." ujar Gita secara spontan tanpa ada angin atau pun hujan.


Reza tertawa di sela kunyah nya.


" Hahahaha...Untuk apa Mas dekat-dekat dengan dia sayang."


" Dia terlihat begitu nakal dengan baju seksi nya,memang sih dia juga cantik dengan body nya bak gitar spanyol.siapa tahu saja iman kamu goyah ketika berhadapan dengan nya."


Reza menghentikan acara makan nya yang sangat nikmat itu dan mendekat ke arah istri nya lalu menangkup wajah wanita terkasih nya menggunakan tangan nya yang sedikit kotor.


" Di kehidupan Mas hanya terlukis nama kamu seorang sayang,di mata Mas kamu adalah wanita yang paling cantik dan seksi yang pernah Mas temui di dunia ini,cinta dan perasaan Mas sudah sepenuh nya milik kamu seorang."


" Kamu ngga boleh berdusta ya Mas." ujar Gita sambil menatap ke arah suami nya yang sedang berbicara serius.


" Untuk apa Mas berdusta sama kamu.hm? Kita sudah menikah.dan pernikahan ini bukan lah sebuah mainan." ucap Reza sambil memeluk mesra istri nya.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..


Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..

__ADS_1


Terimakasih semuanya..😍🥰😍🥰


__ADS_2