Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 40


__ADS_3

" Ini Mbak ice cream nya." ucap penjual ice cream seraya menyodorkan 2 cup ice cream,


Reza lalu bergegas mengambil pesanan mereka dan tidak lupa membayar nya.


" Sayang nih ice cream nya, ayok kita ke mobil saja." ujar Reza seraya menyerah kan 1 cup ice cream Gita, sambil menikmati ice cream nya Gita pun melangkah menuju ke mobil.


" Gila udah orang nya cakep, mobil nya juga ngga kalah cakep, tapi sayang aja udah ada yang punya." bisik cewek itu lagi, tapi tidak bisa di dengar lagi oleh Gita dan Reza.


Gita dan Reza tengah menikmati ice cream mereka di dalam mobil, Reza tidak ingin berlama- lama di luar sana, dia takut jika istri kecil nya sampai salah paham lagi.


" Gimana enak ngga sayang?" tanya Reza dengan senyum yang menghiasi wajah nya.


"Enak Mas." jawab nya.


Gita terus saja menikmati ice cream nya, tanpa peduli Reza yang terus menatap cara dia memakan ice cream , sementara Reza yang sudah gemas melihat pipi Gita yang sudah belepotan langsung mendekat kan wajah dia kepada Gita, membersih kan sisa ice cream yang menempel dengan mulut nya, bahkan ******* lembut bibir Gita yang terasa semakin manis , Gita yang mendapat kan perlakuan itu hanya pasrah , menikmati permainan yang memabukkan yang diberikan oleh Reza, Gita yang sudah kehabisan nafas pun memukul pelan dada Reza.


" Mmm Mas, aku ngga bisa nafas ini." ujar Gita yang terengah-engah.


" Maaf sayang,keenakan...Habis nya bibir kamu terlalu manis sayang , kasihan kalau di anggurin "seloroh Reza nyengir tanpa dosa.


Dia lalu mengelap sisa Saliva nya yang masih menempel di bibir manis Gita.


" Malu Mas, bagaimana kalau ada yang lihat kita tadi."


" Kenapa mesti malu sayang, lagian kita juga udah nikah, udah sah, ya wajar saja dong, ngga akan bisa ada yang melihat, kaca mobil nya kan tertutup." Reza kembali mengelus mesra pipi istri nya yang sudah merah bagaikan sebuah tomat.


"Wajar sih wajar Mas, tapi ngga harus di sini juga kan Mas."


" Iya sayang, maaf nanti di rumah kita lanjut kan lagi." Reza mengerlingkan mata nya kepada Gita.


Reza pikir lebih baik minta maaf ,dari pada tidak di boleh kan lagi, bisa gawat kan.bahaya.


" Udah ayok jalan, keburu gelap ini Mas."


" Iya sayang, kamu ngga marah kan." ujar Reza sambil mencolek dagu istri nya,lalu membantu memasang kan sabuk pengaman nya.


" Ngga Mas, emang nya ngapain aku marah?"


" Ya Mas takut aja, kamu masih ada yang mau di beli lagi? ?Mumpung kita masih di luar!"

__ADS_1


Perlahan Reza mulai menghidup kan mesin mobil nya, berjalan membelah Ramai nya jalanan di malam hari.


" Kayak nya ngga ada deh Mas, kita langsung pulang saja, besok pagi aku ada try out Mas, jadi harus banyak belajar biar hasil nya bagus ."


" Ya sudah, nanti Mas temenin kamu belajar nya."ucap Reza dengan tangan nya mengelus lembut rambut Gita.


" Boleh." Gita merasa senang mendapat kan perhatian kecil dari Reza.


Tepat pukul 7 malam, mobil mereka sudah sampai di pekarangan rumah , pengantin baru itu melangkah memasuki rumah, Mama Sonia dan Pak Herman yang tengah bersiap untuk makan malam pun menyambut kedatangan kedua nya.


" Assalamualaikum." ujar Gita dan Reza bersamaan.


" Wa alaikum salam."


" Mama kira kalian menginap di sana ."


" Ngga kok Ma, tadi kita mampir dulu di luar, maka nya lama, lagian Gita juga harus belajar, kan buku- buku nya di sini semua." jawab Gita seraya mencium kedua tangan orang tua nya, di ikuti oleh Reza yang membawa kedua koper nya.


" Ma, Pa Reza ke atas dulu ya, mau antar koper sekalian bersih- bersih dulu." ujar Reza sambil menunjukkan koper yang ada di tangan nya.


" Iya nak. hati- hati, kalau ngga biar di bantu si Mbok aja nantik bawa koper nya." tawar Mama Sonia yang merasa kasihan melihat menantu nya membawa 2 koper besar sekaligus.


" Ngga usah , Reza bisa kok Ma."ujar Reza yang mulai melangkah kan kaki nya menapaki satu persatu tangga rumah megah itu.


" Gita juga mau bersih- bersih dulu ya Ma, Pa."


Sementara Pak Herman dan Mama Sonia memutuskan untuk menunggu saja, dari pada mereka harus makan malam hanya berdua saja.


" Kenapa Mama sama Papa belum makan juga?" tanya Rega yang melihat kedua orang tua nya sibuk dengan kegiatan masing- masing bukan nya menyantap makanan yang ada di meja.


" Kita lagi nungguin kalian." ujar Mama sonia yang enggan melirik ke arah Rega karena sedang fokus dengan gadget di tangan nya.


" Kalian siapa Ma?"tanya Rega yang masih bingung,pasal nya dari tadi hanya ada mereka bertiga yang berada di rumah ini.


" Ya Kamu, Gita sama Reza, memang nya siapa lagi?"


"Gita sama Reza sudah pulang ya Ma?"Rega celingukan mencari keberadaan kedua pasangan halal itu.


" Sudah barusan, sekarang mereka lagi bersih- bersih dulu , kita tunggu saja, kalau kamu sudah merasa lapar, kamu makan duluan saja." ujar Mama Sonia.

__ADS_1


Rega yang belum terlalu merasa lapar,menolak ucapan Mama nya, dia juga ingin makan dengan suasana yang ramai dan penuh kekeluargaan, sambil menunggu kedatangan adik beserta adik ipar nya,Rega menyibukkan diri nya dengan bermain ponsel.


Sementara di lantai atas,tepat nya di dalam kamar, sekarang giliran Gita yang masuk ke kamar mandi.


" Sayang buruan mandi nya Mas tungguin kita jamaah ya." ujar Reza yang telah siap berpakaian rapi dari balik pintu kamar mandi,lalu bergegas merentang kan sajadah untuk mereka berdua.


Gita yang mendengar titah dari suami nya pun bergegas mandi dengan cepat, lalu memakai pakaian nya, dan mengambil wudhu dan memakai mukena nya, Gita tertegun berdiri di samping suami nya yang duduk di ujung ranjang menunggu kedatangan dia dengan begitu sabar nya.


" Sayang ,udah siap ya!" tanya Reza mendonggak kan kepala nya menghadap ke istri nya.


" Udah Mas, ayok." jawab Gita dengan mengulum senyum nya , entah kenapa hati Gita menghangat melihat sikap manis suami nya, serta tampilan suami nya yang berbeda ketika memakai kain sarung, menambah aura karismatik pada nya.


" Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta kepada dia."


Seusai sholat,Gita lalu mencium punggung tangan suami nya, Reza juga membalas mengecup tangan dan kepala Gita dengan lembut, Gita lalu mengemas mukena dan sajadah mereka lalu di gantung di belakang pintu kamar.


Mereka berjalan keluar kamar menuju lantai bawah dengan Reza yang menggenggam erat tangan Gita.


" Kenapa makanan nya masih utuh Ma?" tanya Gita yang merasa heran melihat makanan yang ada di atas meja masih banyak, jika itu untuk mereka berdua Gita pikir itu terlalu banyak.


" Kita belum makan malam Dek, nungguin kalian turun! lama banget sih, habis ngapain? Nanti malam kan masih ada waktu, kenapa harus sekarang." ujar Rega yang kembali menjaili adik nya.


" Apaan sih Bang, mulai deh rese' nya, Gita tuh tadi shalat magrib dulu, takut nya nanti waktu nya keburu habis." ucap Gita yang merasa jengah dengan kejahilan Abang nya.


" Halah alasan saja."


" Rega." Mama Sonia kembali memperingat kan Rega untuk tidak melanjutkan lagi aksi nya.


" Yah Mama, ngga seru banget." ujar Rega pelan, tapi masih bisa di dengar kan oleh semua orang yang ada di sana.


Sebenar nya dia masih ingin mengerjai sang adik, tetapi dia pikir jika di lanjutkan, bisa - bisa dia yang kena omel sama kedua orang tua nya, di tambah lagi sama serangan balik dari sang Mama yang mematikan, sebelum itu terjadi Rega memilih untuk bungkam.


" Sudah ayok di mulai saja makan malam nya." titah Pak Herman kepada anggota keluarga nya.


Jangan lupa Like.Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin ya...


Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar ya guys..


Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya ya..

__ADS_1


Terimakasih semua nya..


Salam sayang untuk kita semua nya..😍🥰😍🥰


__ADS_2