
" Mati gue!" ucap Reza dalam hati nya.
Dada ketiga pria itu kembang kempis menahan rasa takut saat mendengar langkah kaki itu semakin dekat mengarah keruangan ini.
Tap..Tap..Tap...
Mereka bertiga saling melihat seolah mencari jawaban siapa orang yang memiliki bunyi hentakan sepatu itu.
Alan dan juga Aldo yang merasa mereka dalam masalah besar menjadi berkeringat dingin dan nafas mereka terasa tercekat di tenggorokan nya.
Reza langsung melihat ke arah istri nya yang masih fokus menonton cctv dengan wajah dan mata sembab nya.
" Ini tidak boleh terjadi! Jangan sampai itu suara sepatu Papa,bisa- bisa terjadi kegaduhan yang kedua kali nya.ya tuhan semoga saja itu bukan Papa." gumam Reza dalam hati nya.
Gita yang merasa tidak terganggu dengan suara langkah kaki seseorang terus fokus dengan laptop yang ada di depan nya tanpa mempedulikan lagi ketiga pria yang ada di dekat nya.
" Ya Gusti...Semoga saja itu bukan Tuan besar yang datang." gumam Alan dalam hati nya.
" Selamatkan lah kami ya tuhan.jangan sampai langkah kaki itu milik Tuan besar." ucap Aldo yang hanya berani bergumam dalam hati nya.
Saat mereka tengah gelisah menanti kemunculan pemilik hentakan kaki itu.tiba - tiba masuk lah pria paruh baya dengan hanya menampakkan kepala nya saja.
"Nona!" seru Pak Tohar dengan nafas nya yang terdengar ngos-ngosan.
" Pak Tohar!" pekik ketiga pria itu secara bersamaan.
Keringat dingin yang mengucur deras tadi sudah terlanjur membasahi seluruh punggung dan baju mereka.Apa yang ada di pikiran nya ternyata tidak sesuai dengan kenyataan nya.
Orang yang mereka takuti kehadiran nya ternyata tidak benar-benar muncul di hadapan mereka.
Tuan besar mereka juga terkenal sangat tegas dan tanpa kompromi.jika dia tiba- tiba masuk dan melihat keadaan menantu kesayangan nya dalam keadaan menangis dengan mata sembab nya.sudah di pastikan semua mereka yang berada di ruangan itu berada dalam masalah besar.
" Huft.." Reza menghela nafas panjang nya ,saat melihat orang yang masuk keruangan nya ternyata adalah Pak Tohar sopir pribadi istrinya.
" Huft... Selamat.. Selamat." ucap Alan yang juga menghela nafas panjang nya dengan mengelus dada nya yang sempat ingin pecah.
" Alhamdulillah..." ucap syukur dari mulut Aldo saat melihat orang yang masuk itu ternyata adalah Pak Tohar.
__ADS_1
Pak Tohar yang kaget melihat ketiga ekspresi pria yang berpakaian kemeja lengkap dengan dasi nya itu menjadi bingung dan menggaruk sedikit tengkuk nya yang tidak terasa gatal.
Sementara Gita yang masih fokus dengan layar laptop nya mengabaikan saja ke empat pria itu.
" Pak Tohar ada apa? Kenapa Bapak terlihat terburu- buru dengan nafas ngos-ngosan seperti itu?" tanya Reza .
" Maaf Den, Bapak lancang masuk ke ruangan ini.tadi Bapak dari lantai bawah bingung mencari keberadaan Nona Gita yang tidak kunjung turun." jawab Pak Tohar merasa tidak enak hati langsung menerobos masuk begitu saja.
" Ya Tuhan... Pak Tohar! Bikin saya serangan jantung saja." ucap Reza datar .
" Maaf Den."
" Gita ngga jadi turun tadi Pak,maaf sudah membuat Pak Tohar menunggu." ucap Gita dengan ramah,wajah mendung yang tadi sempat menyelimuti jiwa dan raga nya hilang sudah saat dia melihat sendiri bukti yang akurat dari rekaman cctv.
Hati yang tadi rapuh kini mulai bergairah kembali saat melihat bagaimana suami nya begitu menjaga jarak nya dengan wanita ulat bulu itu.dan di rekaman itu juga terlihat mereka tidak melakukan apapun kecuali penandatangan kontrak dan pembahasan tentang bisnis.tidak ada yang perlu dia curigai dari gerak gerik yang terekam di sana.semua sudah jelas dan terang benderang.
" Oh begitu,pantesan tadi Bapak cari di bawah Non Gita nya ngga ada.kalau begitu Bapak turun dulu ya Non,nunggu nya di bawah saja." ucap Pak Tohar pamit undur diri.
" Pak Tohar langsung pulang saja Pak,nanti Gita pulang nya bareng saya saja.ini uang untuk membeli makan siang Bapak." ujar Reza sambil menyodorkan 2 lembar uang merah kepada Pak Tohar.
Sepeninggalan Pak Tohar,kini tinggal lah mereka berempat berada di dalam sana.Gita yang sudah lebih tenang memilih memainkan ponsel nya dengan bersandar di dada suami nya.
Sementara ketiga pria itu sibuk bermonolog dengan pikiran mereka masing- masing.entah apa yang ada di pikiran mereka saat ini yang jelas detak jantung mereka masih berbunyi kencang dan cepat.rasa ketakutan yang sempat menghantui mereka belum sepenuh nya pudar.berulang kali mereka menghela nafas panjang nya mengusir rasa sesak yang memenuhi rongga dada nya.
" Untung saja bukan Papa yang datang kesini.Gue ngga bisa bayangin jika Papa sampai melihat kejadian ini.meskipun gue ngga bersalah tetapi melihat Gita menangis begini Papa pasti akan murka."
Reza Kembali mengingat bagaimana ancaman keras yang di berikan Papa nya dulu saat awal masa pernikahan mereka.
"Jangan pernah kamu sakiti Gita lagi,Papa tidak akan pernah mengampuni kamu.jika kamu berani menyakiti istri mu lagi.kamu akan tanggung sendiri akibat nya."
Dengan cepat Reza menggeleng kan kepala nya , menyadarkan diri nya dari lamunan yang tak berkesudahan.
" Bos!" seru Alan.
" Eh iya,ada apa?" tanya Reza yang sedikit merasa kaget.
" Apa kami berdua sudah bisa keluar sekarang Bos?" tanya Alan cukup hati- hati.takut sang singa mengamuk dan menerkam nya.
__ADS_1
Tanpa berkata apapun Reza hanya menjawab dengan mengayun kan tangan nya sebagai isyarat.
Alan dan Aldo yang mengerti isyarat gerakan tangan dari Tuan muda nya langsung bersorak gembira dalam hati melangkah keluar dengan begitu bersemangat bahkan sampai harus menyenggol tempat sampah dan juga vas bunga yang terletak di dekat pintu.
" Upss..Mampus gue." ucap Alan yang menyadari kesalahan nya.
" Loe sih ..Maka nya jalan pakai mata." ucap Aldo kesal.
" Bantuin! Bego!" seru Alan yang ikutan kesal.
" Alan! Gaji kamu bulan ini saya potong lagi!" seru Reza dari dalam ruangan nya.
Alan dan Aldo yang mendengar teriakan dari Bos nya terdiam mematung di tempat.belum sempat dia menikmati masa bahagia terlepas dari suasana mencekam. kali ini dia kembali harus mendapat kan hukuman akibat ulah ceroboh nya yang tanpa dia duga.
"Mas! Ngga boleh seperti itu.Asissten Alan kan tidak sengaja! Jangan di perpanjang." ujar Gita memperingati suami nya yang galak nya hanya di pakai di depan para karyawan nya sementara di depan dia suami nya sangat lemah lembut dan bucin akut.
" Bercanda sayang!" seru Reza sambil nyengir.
Alan yang samar- samar mendengar pembicaraan kedua Bos nya melompat bahagia mendengar gaji nya tidak jadi di potong lagi bulan ini.
" Terimakasih Nona sudah menyelamat kan saya." ucap Alan dengan wajah gembira nya.
Reza yang melihat Alan begitu lancang memegang tangan istrinya langsung membulat kan mata nya dan bersiap untuk menghajar nya,namun baru saja dia mengangkat tangan nya Gita terlebih dahulu mencegah nya.
" Mas! " seru Gita.
"Eh iya sayang, Mas cuman mau mukul nyamuk tadi terbang di samping kamu." ucap Reza lembut tetapi mata nya menyorot tajam ke arah asisten nya.
Jangan lupa terus beri dukungan nya ya guys..
Like.Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin...
tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar..
Dan pencet Tombol Favorit nya..
Terimakasih 🥰😍🥰
__ADS_1