
Saat ini Mama Sonia sudah berdiri di depan pintu kamar gita.dengan hati ragu Mama Sonia menarik ulur tangan nya untuk menekan gagang pintu.
" Sayang, Mama masuk ya!" ucap Mama Sonia pelan.
" Ya Ma, masuk aja ."jawab Gita yang sudah berganti dengan pakaian santai.
" Apa kamu sudah makan sayang?" tanya Mama Sonia berbasa- basi.
Saat ini Mama Sonia berusaha menghilang kan rasa tegang nya, dia sebenarnya nya tidak tega untuk membicarakan ini kepada putri kesayangan nya.tetapi mau bagaimana lagi, semua telah terjadi dan menikah adalah jalan satu- satu nya.
" Sudah Ma, tadi di kantin Gita sudah makan. memang nya ada apa sih Ma? kenapa muka Mama tegang begitu!"
" Duduk dulu sayang." ujar Mama Sonia sambil menarik pelan tangan Gita untuk duduk di samping nya.
" Begini sayang, Apa kamu siap untuk menikah dalam waktu dekat ini!"ucap Mama Sonia dengan menggenggam erat tangan sang putri.
" Menikah?"
Gita bukan nya tidak tau apa itu menikah, hanya saja dia merasa bingung kenapa sang Mama malah menanyakan perihal menikah kepada diri nya.
" Maksud Mama apa?"
" Tadi siang Pak Anton dan Reza datang ke kantor Papa kamu. mereka datang membicarakan masalah yang kemarin terjadi,dan Reza mau bertanggung jawab kepada kamu sayang, menikah lah sayang, ini adalah jalan terbaik untuk masa depan kamu."
Gita yang mendengar kan ucapan dari Mama Sonia membuat tubuh nya bergetar hebat,dia mencengkram jari nya yang terkepal, menahan tangis yang akan pecah.
" Gita? Menikah?" ucap Gita terbata- bata sambil menunjuk diri nya sendiri.
" Iya sayang, kamu harus menikah. pernikahan ini harus segera di laksanakan, Mama takut jika terjadi sesuatu kepada kamu di esok hari."
__ADS_1
" Gi- ta ng- ngga bisa Ma." jawab Gita geleng- geleng kepala dengan suara yang terbata- bata.
" Kenapa sayang?"
" Gita masih ingin sekolah Ma, apa kata teman-teman Gita nanti nya! Gita belum siap Ma, apalagi harus menikah dengan laki- laki seperti dia! Gita ngga bisa Ma!" ucap Gita dengan air mata yang mengalir deras membasahi wajah nya.
Di depan pintu kamar Gita, ada Pak Herman yang menahan sesak di dada nya, Pak Herman yang mendengar isi hati putri nya, mencengkram erat jari nya yang terkepal.
" Kamu masih bisa sekolah sayang, dan teman- teman kamu tidak perlu tau jika kamu sudah menikah. pernikahan ini bisa kita lakukan secara diam- diam, hanya keluarga inti saja, nanti jika kamu sudah lulus, baru kita akan mengadakan pesta nya. Mama mohon menikah lah sayang! Kita tidak tau apa yang akan terjadi esok hari, setidak nya kita sudah mengantisipasinya." ucap Mama Sonia sambil memegang perut putri nya, seolah memberi kode bahwa mungkin saja saat ini ada benih yang sedang berkembang di dalam sana.
" Ma..." akhir nya tangis Gita semakin pecah, tatkala menyadari ucapan sang Mama, tidak pernah terpikirkan oleh nya untuk menikah secepat ini, dan bagaimana jika ucapan sang Mama benar ada nya.
" Bagaimana bisa gue menikah dengan laki- laki yang menyimpan dendam kepada Abang gue sendiri, gue ngga mau menjadi pelampiasan dia lagi, tapi bagaimana jika kejadian itu benar- benar menghasil kan benih di rahim gue ini! gue ngga bisa bayangin jika harus menjalani masa- masa itu sendirian.benar kata Mama ,setidak nya untuk mengantipasi hal itu gue harus menikah! Ya tuhan, kenapa semenyedih kan ini hidup gue!" Gita bergumam dalam hati nya.
Pak Herman yang sedari tadi berdiri mendengar pembicaraan istri dan anak nya pun memilih masuk dan langsung memeluk sang putri.
" Pa..."Gita memanggil dengan wajah sendu nya.dia berharap jika sang Papa punya solusi lain untuk nya.
Gita yang melihat sang Papa juga ikut menangis membuat hati nya semakin tidak tega.
" Baiklah Pa, jika ini yang terbaik untuk Gita menurut Papa dan Mama, Gita mau Pa." Gita menjawab dengan mata nya yang terpejam.menahan perih nya hati dia saat ini, terpaksa harus menikah karena mahkota yang sudah di renggut paksa.
Mama Sonia dan Papa Herman yang mendengar jawaban pasrah dari putri mereka pun langsung berhambur memeluk putri mereka.mereka cukup paham dan mengerti bagaimana perasaan Gita saat ini.
" Kamu masih bisa tetap bersekolah nak, Papa yang akan mengurus semua nya, pernikahan ini kita sembunyikan dulu dari publik. jangan khawatir, semua nya akan baik - baik saja, bahkan jika kamu ingin melanjutkan sekolah kamu! Kamu juga masih bisa nak, hanya status kamu saja nanti nya yang akan berubah. Besok malam,Reza dan keluarga nya akan datang, besok kita bicara kan semua nya."
" Iya Pa." jawab Gita masih dengan wajah sendu nya.
" Semangat dong sayang! Menikah bukan lah akhir dari segalanya, menikah tidak akan membuat langkah kamu terhambat, percayalah." ucap Mama Sonia lembut seraya tersenyum kepada putri nya.
__ADS_1
" Maaf kan Papa nak, ini semua demi kebaikan kamu! Papa keluar dulu." ucap Pak Herman pamit dengan mengelus kepala putri nya.
sejujur nya, hati Pak Herman juga terasa tercubit melihat tangis pilu dari mulut mungil putri tunggal nya.namun ini sudah menjadi keputusan terakhir yang benar- benar harus di laksanakan.
" Sayang Mama tinggal dulu ya, kamu istirahat saja lagi."
" Iya Ma."ucap Gita pelan.tangan nya masih terus menyeka buliran bening yang mengalir tanpa henti nya.
Sementara itu, di tempat yang berbeda.
Setelah bertemu dengan Pak Herman. Reza memilih untuk kembali ke kantor menyibukkan dirinya dengan segudang pekerjaan.berbeda dengan Pak Anton yang langsung pulang menuju ke rumah nya.
" Pa, Bagaimana? Apa kata Pak Herman Pa?"tanya Ibu Meri ketika melihat Pak Anton yang baru datang dari luar.
" Sabar dong Ma, biar Papa masuk dulu."
" " Eh... Iya maaf Pa, Mama terlalu bersemangat."
" Hufftttt akhirnya...." ucap Pak Anton seraya menyandar kan punggung nya di sofa sambil memejam kan kedua mata nya.
" Akhir nya apa Pa?"tanya Ibu Meri dengan menggoyang kan paha Suami nya.
" Herman mau menerima Reza Ma, tetapi jika Reza berani menyakiti Gita lagi, dia yang akan turun tangan langsung, dan besok malam Herman meminta kita untuk datang kerumah nya."
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys...
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar ya guys..
Dan Jangan lupa Pencet Tombol Favorit nya ya.
__ADS_1
Terimakasih semua nya..
Salam sayang untuk kita semua nya..🥰😍🥰😍🥰