
" Sorry ya telat." ucap Gita memulai pembicaraan di antara mereka.
" Ngga papa kok Git, gue juga baru datang.Oh iya ini gue udah pesan duluan minuman buat loe,selera loe masih sama kayak dulu 'kan?" tanya Selo memastikan tanpa sadar membuat hati Gita sedikit tersentuh oleh ucapan nya.
"Mm-Eh iya jus buah naga."
Hening...
Kedua nya larut dalam pikiran mereka masing- masing.mereka sama-sama bingung bagaimana memulai semua nya.
Huft...
Gita yang merasa gugup meremas ujung seragam nya yang mulai terasa sempit untuk dia gunakan.bahkan kaki nya yang menginjak lantai sudah tidak mampu lagi untuk menopang berat badan nya,untung saja saat ini dia sedang duduk di atas kursi sehingga tidak perlu bersusah payah untuk mencari pertolongan.
"Gita!" panggil nya lirih.
Kedua mata mereka saling menatap tanpa bersuara.detik berikut nya Selo langsung menggenggam erat kedua tangan Gita yang sudah berada di atas meja.
Ketiga sahabat Gita yang melihat dari jauh saling menyenggol siku masing- masing.mereka sangat kaget melihat Selo yang sudah menggenggam erat tangan Gita.
Gita yang merasa risih berusaha melepas kedua tangan nya dari genggaman Selo,sekuat apapun dia mencoba tenaga Selo lebih kuat dari pada tenaga nya,alhasil Gita hanya diam dan pasrah menunggu Selo melepas sendiri kedua tangan nya.
" Kenapa loe selama dua bulan ini selalu menjauhi gue Git? Kenapa loe ngga langsung jujur sama gue?" ucap Selo penuh penekanan,mata nya sudah berkaca- kaca seolah mewakili perasaan nya saat ini.
" Gu-gue minta maaf Sel." ucap Gita gugup.
" Apa salah gue Git! Kenapa loe meninggalkan gue begitu saja tanpa ada kabar kepastian?" ucap Selo mengangkat dagu Gita yang sedang menunduk.
" Gue minta maaf Sel,gue ngga ada maksud buat ninggalin loe begitu saja.gue menjauh juga karena itu adalah jalan terbaik nya.maafin gue yang belum bisa jujur sama loe Sel." ucap Gita bersungguh-sungguh.
Dari semalam Gita memang sudah membulat kan tekad nya untuk jujur dan tidak lagi menutupi semua kisah hidup nya terhadap Selo yang dulu pernah dekat dengan dirinya.
" Loe tau 'kan selama ini gue selalu menunggu cinta loe,kenapa loe malah menikah sama orang lain,apa waktu yang sudah kita habis kan berdua selama ini tidak berharga bagi loe? Apa memang gue memang tidak pantas buat jadi orang yang spesial di hidup loe ." ucap Selo yang sudah berderai air mata.
__ADS_1
Untung saja mereka duduk di meja pojok yang hanya bisa terlihat oleh meja yang di tempati ketiga sahabat Gita.
Hana,Lusi dan Kiki menutup mulut mereka yang tidak percaya melihat Selo berbicara dengan berurai air mata di depan Gita.
" Cerita nya panjang Sel, kalau bisa memilih gue juga belum siap menikah di usia muda seperti ini.tetapi semua sudah menjadi ketetapan dari yang maha kuasa,sekeras apapun gue berusaha menolak jika garis takdir sudah di tulis seperti ini gue ngga akan bisa menghindar lagi." ucap Gita tegas.
Selo semakin hanyut dalam lamunan nya,bulir- bulir air mata itu semakin deras mengalir di pipi nya.
Bagai tertimpa reruntuhan batu yang sangat besar,dadanya sakit, bergemuruh! Amarah nya membuncah mendengar kebenaran yang langsung datang dari mulut Gita.jauh di lubuk hati nya dia berharap apa yang selama ini dia lihat dan dia dengar adalah sebuah bayangan ilusi nya saja.
" Kenapa harus menikah Git? kenapa?" tanya Selo yang nampak frustasi.
"Maafin gue Selo,saat itu Gue...Benar- benar terdesak oleh keadaan.menikah adalah jalan terbaik untuk gue dan juga Keluarga besar gue.
Gue ngga ada niat sama sekali buat menyakiti perasaan loe,hanya saja gue bingung bagaimana menjelaskan semua nya sama loe."
Gita menatap nanar Selo yang terus saja menangis di hadapan nya.
Di sekolah Selo memang selalu terlihat tegas dan sangat maco sebagai cowok terpopuler di sekolah nya, terlebih lagi dia adalah seorang Ketua OSIS yang sangat di kagumi oleh siswi perempuan.
Ternyata patah hati begini mampu meruntuhkan segala image yang dia punya selama ini,bahkan rasa gengsi dan malu nya menguap begitu saja.
" Gue bukan lagi Gita yang dulu.semoga loe tidak berharap banyak lagi dari gue." ucap Gita membalas tatapan mata dari Selo.
" Apa sedikit pun loe ngga pernah menyimpan rasa di hati loe buat gue Git?" tanya Selo dengan suara serak nya serta mata sembab nya.
" Sorry Sel,ada atau pun tidak.itu semua tidak akan mengubah keadaan yang ada,yang jelas gue sudah menjadi istri orang dan kita tidak bisa bersama atau pun dekat seperti dulu lagi.
Gue yakin loe bakal menemukan orang yang lebih baik dari gue,orang yang benar- benar bisa menerima loe apa ada nya."ucap Gita meyakin kan Selo yang tampak tidak bersemangat lagi.
Sudah dua jam lebih mereka mengobrol di dalam cafe itu.ketiga sahabat Gita bahkan sudah tiga kali memesan minuman untuk menghilangkan rasa ngantuk yang melanda mereka.
" Maaf Sel,gue harus pergi.satu hal yang harus loe tahu gue sama sekali ngga ada maksud buat menyakiti hati loe,hanya saja selama ini gue belum menemukan waktu yang tepat untuk mengungkap kan semua kebenaran nya.
__ADS_1
Semoga loe bisa secepat mungkin menemukan pasangan yang bisa membuat loe bahagia." ucap Gita sendu.lalu beranjak pergi meninggalkan Selo yang masih terdiam dengan wajah sembab dan juga pilu nya.
Dalam hitungan detik Selo terdiam tidak bergeming.tanpa sadar jika gadis pujaan hati nya sudah berjalan menjauh.Selo yang tersadar langsung berlari mengejar Gita yang sudah jauh dari jangkauan mata nya.
Sesakit dan serapuh apapun jiwa nya,tetapi rasa sayang dan cinta nya terlalu kuat menguasai jiwa dan raga nya.
Dengan penuh kesadaran dia merengkuh tubuh Gita membawa ke dalam pelukan nya.
Gita yang sadar jika apa yang dia lakukan saat ini salah,langsung berusaha menepis tangan Selo yang sudah memeluk erat pinggang nya.
" Izinin gue buat meluk loe sebentar aja Git, gue akan berusaha sekuat gue buat mengikhlaskan semua nya,walaupun gue sendiri tidak yakin akan hal itu." ucap Selo lirih.
Gita yang tidak tega mendengar jeritan hati Selo memberi Selo waktu sebentar untuk melepaskan semua rasa yang dia pendam,walau pun dia tau itu sebenarnya salah besar.
Dia berpikir akan menceritakan semua nya kepada suami nya nanti saat mereka sudah berada di rumah,menurut Gita dalam menjalani pernikahan harus ada saling keterbukaan dan kepercayaan.itu adalah salah satu kunci sukses dalam membina rumah tangga.
Setelah Selo melepaskan pelukan nya,Gita langsung berbalik meninggalkan Selo yang masih berdiri menatap kepada diri nya.gita masuk kedalam mobil di mana di dalam nya sudah ada ketiga sahabat nya yang begitu setia mendampingi nya.
Kali ini tujuan mereka benar- benar menuju ke salah satu mall sesuai dengan apa yang dia ucapkan kepada suami nya tadi pagi.
" Sekarang hati gue benar- benar plong tanpa beban lagi." ucap Gita yang duduk di kursi belakang dengan Hana yang berada di samping nya.
" Semoga saja Selo bisa menerima semua kenyataan ini ya Git." ujar Hana.
Jangan lupa Like.Vote Dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar ya..
Dan Jangan lupa Pencet Tombol Favorit nya
Terimakasih semua nya...
Salam sayang untuk kita semua nya..😍🥰😍🥰
__ADS_1