Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 16


__ADS_3

Sebelum berangkat ke kota s. Rega naik kembali ke lantai 2 untuk berpamitan kepada Gita.


Setelah sampai di depan pintu kamar Gita, Rega lalu mengetuk pintu kamar sang adik, tetapi tidak ada balasan dari orang yang berada di dalam nya.


" Gita boleh Abang masuk!" ucap Rega sambil terus mengetuk pintu kamar sang adik.


Berkali - kali Rega memanggil nama Gita, Namun tetap saja tidak ada jawaban, Rega akhir nya memutuskan untuk langsung masuk saja ke kamar sang adik.


" Dimana Gita ya!" ucap Rega pelan.


Namun saat Rega mendengar suara gemericik air di kamar mandi, baru lah dia merasa tenang, hampir saja jantung nya berdetak kencang melihat kamar Gita yang kosong tak berpenghuni.takut jika Gita Sampai berbuat hal yang nekat.


" Hmm..Pantesan di panggil- panggil dari tadi dia ngga jawab, orang lagi mandi! aduhhh!" ucap Rega sambil menepuk jidat nya.


Tidak ingin mengganggu sang adik yang sedang mandi. Rega memilih untuk langsung saja turun kebawah, mengingat dia juga sedang bertaruh dengan waktu.


" Ma, Rega langsung pamit ya! Tolong sampaikan kepada Gita Ma!"


" Memang nya tadi kamu tidak jadi ke kamar adik mu ?" tanya mama Sonia .


" Jadi kok Ma! Tapi Gita nya lagi di kamar mandi, udah di panggil tapi masih ngga di jawab juga, mungkin dia ngga dengar suara Rega kali Ma!"


" Oh ya sudah kamu hati- hati, Nanti Mama sampai kan sama dia."


Kini tiba lah saat nya Rega harus berangkat menuju kota s.meninggalkan sejuta kesedihan di rumah nya.


" Ma, Kita berangkat dulu ya! Maaf Andre tadi ngga masuk Ma!" ucap Andre dengan mengatup kan kedua tangan nya di dada.


" Kamu benar- benar yah, udah ngga mau ketemu Mama lagi ya!"ucap Mama Sonia dengan wajah garang nya, tapi itu dia lakukan hanya untuk mengerjai Andre.


" Ng- ngga Ma, Andre benar - benar lagi sibuk Ma! nih!" ucap Andre seraya menunjukkan gadget serta dokumen yang ada di tangan nya.


" Kalian berdua benar- benar deh,Kerja nya terlalu bersemangat sekali. Ya sudah sana berangkat! "


Kaca mobil Rega mulai tertutup rapat, dan sang sopir mulai menginjak pedal gas nya,bergerak perlahan meninggalkan pekarangan rumah Rega.


Andre dan Rega sudah seperti keluarga, Mama Sonia juga menganggap Andre sudah seperti anak nya. Maka nya Andre memanggil Mama Sonia dengan sebutan Mama.


Setelah mobil Rega tidak kelihatan lagi, baru lah Mama Sonia masuk ke dalam rumah nya. Menutup rapat pintu rumah nya, lalu bergegas kembali ke meja makan.

__ADS_1


Menyiapkan makanan dan minuman serta buah- buahan yang di susun rapi di atas nampan untuk di bawa ke kamar Gita.


" Sayang Mama masuk ya!" seru Mama Sonia di depan pintu kamar sang putri, lalu menekan gagang pintu dengan susah payah, karena di tangan nya ada nampan yang berisi makanan.


" Iya Ma! Masuk aja." jawab Gita dari dalam kamar nya.


Saat ini Gita sudah berpakaian rapi, dengan piyama bergambar hello Kitty nya.saat melihat sang Mama yang kelihatan kerepotan membawa nampan Gita bergegas menolong Mama nya.


" Lah kok Mama repot- repot sih Ma! Gita bisa turun sendiri buat mengambil makanan nya."


" Memang nya kamu sudah enakan? Sudah mau turun aja!" tanya mama Sonia sambil tersenyum kepada sang putri.


" udah Ma, Gita udah sehat." ucap Gita dengan senyuman yang menghiasi wajah nya.


Mama Sonia cukup mengerti bagaimana kondisi Gita saat ini,senyuman yang dia perlihatkan hanya lah sebagai pemanis nya saja.


" Ya sudah..Sekarang kamu makan dulu,! Terus jangan lupa minum obat nya juga, biar kamu lebih sehat lagi."ucap Mama Sonia.


" Iya Ma."


Mama Sonia yang melihat Gita masih berjalan dengan susah payah pun mengerti, Bagaimana yang di rasakan putri nya saat ini.


Setelah mengambil nampan nya, Gita lalu duduk di tepi ranjang, memakan makanan yang di bawa oleh sang Mama, sementara Mama Sonia yang melihat putri nya makan dengan lahap pun tersenyum seraya mengelus lembut rambut sang putri.Namun mata Mama Sonia tertuju kepada leher gita.di mana di sana masih tertinggal jejak- jejak kemerahan akibat peristiwa kemaren.


Ternyata ikhlas itu memang membutuh kan hati yang lapang, ikhlas di mulut, belum tentu ikhlas di hati.


" Mama tau bagaimana sakit nya kamu! Bagaimana hancur nya kamu! Mama tau kamu anak yang kuat sayang... Kamu pasti bisa melewati ini semua."ucap mama Sonia dalam hati.


Tanpa sadar Mama Sonia kembali menitikkan air mata nya, Gita yang sadar ketika sang Mama menangis tersedu- sedu langsung menoleh kepada sang Mama


.


" Ma! Kenapa Mama menangis?" tanya Gita penasaran.


" Mama ngga kenapa- kenapa sayang, Mama hanya terharu melihat putri Mama yang begitu tegar, dan kuat menghadapi semua kejadian ini. Tidak semua orang bisa menghadapi kejadian ini, kamu adalah orang pilihan sayang! Kamu hebat sayang! Jangan biarkan kejadian itu merusak mental kamu ya sayang.. Kamu harus bangkit dan melawan nya, Mama akan selalu bersama kamu!" ucap Mama Sonia yang langsung memeluk sang putri.


Tangis Ibu dan anak itu semakin pecah tak terkendali.suasana yang tadi sudah cukup aman mendadak berubah seketika.


" Kamu harus janji kepada Mama ya sayang! Tetap kuat dan hadapi semua nya."

__ADS_1


" Iya Ma, Gita ngga bisa janji, tetapi Gita akan berusaha semampu Gita Ma."


" Terimakasih sayang."ucap Mama Sonia tersenyum.


Mama Sonia menghapus sisa air mata di pipi Gita,dengan menatap dalam kepada Gita,Tatapan kasih sayang seorang Ibu kepada anak nya.


" Ya sudah kamu lanjut kan makan nya."


" Iya Ma." jawab Gita patuh.


Gita pun kembali melanjutkan menghabis kan sisa makanan yang ada di piring nya, meski selera makan nya telah hilang akibat drama menangis tadi.Tetapi dia berusaha menghabis kan makanan nya, demi menghargai sang Mama.


" Nanti Mama ajari kamu! Cara menghilang kan jejak yang ada di leher kamu ya sayang."ucap mama Sonia pelan,


Meski mulut nya terasa berat untuk mengucapkan hal itu, namun Mama Sonia harus mengatakan nya, supaya putri nya bisa belajar dari sekarang.


Gita yang mendengar ucapan sang Mama pun langsung menoleh kepada Mama nya dengan mata terbelalak, malu sangat malu itu lah yang di rasakan Gita saat ini.


" Mm Ma! Memang nya bisa di hilangkan iya Ma! Kemarin Gita udah coba gosok- gosok dengan sabun, tapi tetap aja ngga bisa hilang - hilang Ma!"


"Bisa dong sayang." jawab Mama Sonia sambil tersenyum tatkala mendengar jawaban polos dari mulut sang putri yang sudah 17 tahun itu dan 3 bulan lagi akan menginjak usia 18 tahun.


" Ma! Gita udah selesai nih makan nya." ucap Gita seraya memandang ke arah sang Mama.


" Kok Mama senyum- senyum begitu ?"


" Mama ngga kenapa- kenapa kok sayang


sini piring nya kita taruh di meja belajar kamu dulu, nanti biar sekalian Mama bawa turun. Sekarang Mama ajarin kamu dulu ya!"


Mama Sonia menarik pelan tangan Gita menuju ke meja rias yang ada di dalam kamar Gita.


Meski rasa sesak di dada nya masih terasa, tapi Mama Sonia masih berusaha untuk melapang kan hati nya, bukan suatu hal yang mudah memaaf kan seseorang yang sudah menyakiti putri nya. Mama Sonia cukup sadar bahwa semua yang terjadi sudah pasti kehendak yang kuasa.kita umat nya hanya bisa berusaha dan berdoa.Semua ini di luar kuasa mereka.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya...


Dan tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar...


Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya ya guys...

__ADS_1


Terimakasih semua nya....


Salam sayang untuk kita semua...😍😍😍😍😍


__ADS_2