
Pak Herman melangkah kan kaki nya menuju ruang tamu, Sementara Pak Anton yang menyadari kedatangan sahabat karib nya langsung berdiri dan berjalan menghampiri Pak Herman.
" Bagaimana kabar kamu Man?" tanya Pak Anton seraya memeluk erat sang sahabat.
" Iya seperti yang kamu lihat sekarang ini( pak Herman menjawab nya sambil tersenyum, meski pikiran dan hati nya sedang tidak baik- baik saja) Lalu bagaimana dengan kalian? Aku dengar kalian sudah menetap di Negara tetangga Nton?" tanya pak Herman lagi.
" Alhamdulillah, kami pun sama seperti yang kamu lihat saat ini..Yah kami memang sudah menetap di sana baru beberapa minggu ini dan baru pulang tadi pagi, ngomong- ngomong di mana Sonia?"
" Kamu memang seharus nya sudah istirahat, Bukan kah perusahaan mu sudah di jalan kan oleh putra mu? apa kau masih ragu kepada nya? ( ucap pak Herman sambil tersenyum hangat kepada sang sahabat), Sonia ..Dia lagi di ruang keluarga, sebentar lagi juga datang."
Pak Anton terus berbasa-basi kepada sang sahabat, berusaha mencari kan suasana, Sebelum kenyataan pahit terpampang nyata di depan mereka.
Ibu Meri yang berada di ruangan itu hanya bisa diam menyimak pembicaraan antara suami dan sahabat mereka, dengan rasa takut yang menyelimuti nya, Dia juga bingung apa yang harus dia katakan kepada sahabat nya nanti, Ibu Meri terus menunduk dengan meremas kedua tangan nya, Pak Anton yang menyadari kegelisahan sang istri pun menggenggam erat tangan Ibu Meri.
" Tenang saja Ma, kita selesai kan semua nya, Ntah Herman bisa memaaf kan kita atau tidak , nanti kita pikirkan, Mama jangan khawatir." ucap pak Anton dengan berbisik.
Mama Sonia yang sudah terbangun dari tidur pendek nya pun celingukan mencari sang suami dan juga putra nya.
" Astagfirullah hal azim..Aku sampai ketiduran di sofa ini, Dimana Papa juga Rega? ucap Mama Sonia dalam hati nya.
Rega yang baru turun dari lantai atas bergegas menghampiri sang Mama yang sudah membuka mata nya dengan tangan yang berada di kepala nya.
"Papa Kemana? Apa sudah ada kabar tentang Gita?" tanya mama Sonia .
Rega hanya menggeleng kan kepala nya, Mama Sonia yang mengerti maksud dari raut wajah sang putra pun tidak lagi bertanya perkembangan tentang Gita.
__ADS_1
" Papa kemana ?" tanya Mama Sonia lagi.
"Papa sekarang lagi ada di ruang tamu Ma."
" Kenapa Papa ada di ruang tamu? Siapa yang datang? tanya mama Sonia lagi.
" Kata si Mbok sih teman Papa Ma, Tapi Rega belum melihat nya langsung."
" Ya sudah Mama kedepan dulu."
Bersamaan dengan Mama Sonia yang baru datang dari ruang keluarga ,Tiba- tiba dari arah luar terdengar suara orang yang menangis tersedu-sedu,suara yang sangat di kenali oleh Mama Sonia,suara seseorang yang sudah di tunggu- tunggu oleh semua orang,Gita menangis karena rasa sedih dan juga bahagia nya ,qakhirnya dia bisa pulang juga ke rumah nya.
Bi Imas dan Mang Idon yang kebetulan sedang berada di halaman depan ikut bahagia melihat kedatangan Nona muda mereka, namun kedatangan itu disertai dengan tangisan air mata dari Nona muda ,Mang Idon dan Bi Imas yang hanya seorang Asisten rumah tangga memilih diam tidak berani bertanya apa-apa.
Gita berjalan masuk kedalam rumah nya dengan terburu-buru dengan kepala yang terus menunduk dan tangan yang tidak berhenti menyeka air mata nya yang keluar.
" Reza? Kenapa Gita bisa bersama dengan Reza ?" ucap Rega dalam hati nya.
Saat Rega ingin mendekati sang adik,tiba - tiba saja handphone Rega bergetar di dalam saku celana nya, Rega yang menyadari nya pun langsung mengambil handphone nya dan di handphone itu tertulis id anak buah nya, Rega pergi menjauh dari ruang tamu tersebut tanpa berkata apapun.
" Mama...." Teriak Gita dari pintu.
Mama Sonia langsung berjalan cepat ke arah sang putri, (putri yang sangat dia rindukan walau pun hanya terpisah selama 1 hari) seraya merentang kan kedua tangan nya ,tidak lupa dengan air mata nya yang sudah mengucur deras.
" Gita, Kamu dari mana aja sayang, Kenapa baru pulang, handphone mu juga tidak bisa di hubungi." ujar Mama Sonia dengan tangis yang tidak terbendung lagi.
__ADS_1
Dia terus mendekap tubuh mungil sang putri dan mencium seluruh wajah nya,berharap jika ini bukan lah mimpi nya dia siang bolong, Semua orang yang berada di sana menatap haru,kecuali Reza yang hati nya sudah di penuhi oleh dendam, Asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Husein yang juga ikut mengintip di balik tembok ikut menitikkan air mata mereka menyaksikan kejadian hari ini.
" Ma, Maafin Gita udah bikin Mama khawatir, Gita takut Ma." ucap Gita lirih,sambil mendekap erat tubuh sang Mama.
" Iya sayang..Jangan di ulangi lagi ya, Mama sangat khawatir, Mama ngga bisa tidur semalaman hanya karena mikirin kamu."
Gita yang berada di pelukan sang mama , tidak lagi mengeluarkan sepatah kata pun, melain kan hanya tangisan pilu yang terdengar sangat menyakitkan .
" Sudah sayang.. Yang penting kamu tidak apa- apa, Apa kamu sudah sarapan?" tanya mama Sonia seraya melepas kan pelukan nya,
Gita hanya menjawab dengan menganggukkan kepala nya.
Di Rumah keluarga Wijaya tadi,Gita memang sempat sarapan, tetapi karena perasaan nya di penuhi oleh rasa takut dan cemas, membuat Gita tidak berselera untuk makan, Gita hanya bisa menelan satu sendok makanan saja itu pun dia paksa dengan minum air putih, kondisi tubuh nya sedang tidak baik- baik saja saat ini, Mata nya yang masih bengkak, tubuh nya yang terlihat pucat serta tangis nya yang semakin pecah membuat Pak Herman menjadi curiga. pandangan Pak Herman selalu tertuju kepada sang putri yang sedang menangis pilu.
Mama Sonia yang menyadari bahwa putri nya semakin memeluk erat diri nya ,langsung menunduk kan wajah nya kepada sang putri,
" sayang, Kamu kenapa?" tanya mama Sonia cemas,belum sempat Gita menjawab pertanyaan dari sang Mama dari arah belakang datang lah Rega dengan raut wajah ingin menerkam orang, Wajah yang selama ini tidak pernah di lihat oleh kedua orang tua nya serta adik nya.
" Kurang ajar Loe.. Bajingan ...Brengsek." ucap Rega dengan raut wajah penuh amarah, seraya mangayun kan kepalan tangan nya ke wajah Reza.
Reza yang tidak siap menerima pukulan itu pun terdorong ke belakang, dengan ujung bibir yang mengeluar kan darah.
jangan lupa Like.Vote dan beri hadiah sebanyak mungkin ya kakak sayang..
tinggalkan jejak sayang nyandi kolom komentar ya...dan jangan lupa pencet tombol favorit nya
__ADS_1
Terimakasih semua nya...salam sayang untuk kita semua....😍😍😍😍