Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 28


__ADS_3

Hanya butuh waktu 20 menit saja, Gita sudah sampai di pekarangan rumah nya, dengan rasa malas Gita turun dari mobil. dan masuk kedalam rumah ,gadis itu langsung memilih naik menuju ke kamar nya .


" Sayang Mama masuk ya!"


" Iya Ma." jawab Gita yang tengah terduduk di lantai dengan seragam sekolah yang masih menempel di tubuh nya.


" Kenapa kamu malah duduk di lantai sayang?"


" Ngga papa Mama, Gita lagi pengen aja." jawab Gita asal.


" Ada- ada saja kamu ini, jangan lama - lama duduk di lantai nya, nanti kamu malah masuk angin."


" Iya Ma."


" Ini Mama bawakan baju untuk kamu pakai nanti malam, dan nanti malam kamu harus dandan yang cantik ya sayang."


" Kenapa harus dandan cantik- cantik sih Ma, kan cuman makan malam aja."


" Inikan acara makan malam bersama calon suami kamu sayang, kamu harus tampil beda, pokok nya harus!"


" Iya Ma." jawab Gita tidak bersemangat.


Gita sebenarnya sangat mahir dalam memoles kan wajah nya, hanya saja dia lebih memilih tampil dengan riasan yang natural.


" Apa Abang belum sampai juga Ma?"


" Sudah tadi pagi sayang, sekarang Abang kamu lagi di kantor. Kenapa sayang?"


" Ngga Ma, Gita pikir Abang ngga jadi pulang."


" Enggak dong sayang, demi kamu apapun akan kami lakukan." ucap mama Sonia sambil tersenyum.


Malam ini adalah malam yang paling ingin di hindari oleh Gita.


" Non Bapak sama Ibuk sudah menunggu Non di bawah, tamu nya sudah datang Non." ucap Mbok Darmi dari balik pintu.


" Baik Mbok."


Gita lalu turun ke bawah , satu persatu anak tangga dia lewati dengan rasa tidak rela, di bawah sana dia melihat ada kedua orang tuanya, Abang kandung nya serta Reza dan juga kedua orang tua nya sedang bercengkrama di sofa ruang tamu.sayup- sayup dia mendengar pembicaraan semua orang yang berada di sana.


" Nah itu Gita nya!" seru Mama Sonia sambil berdiri lalu menggandeng tangan sang putri.


" Kalian tentu sudah saling mengenal kan! Jadi tidak usah ada perkenalan lagi." ucap Mama Sonia sambil tersenyum.


Semua orang yang berada di sana,hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.


" Kamu cantik sekali sayang!" ucap Mama Sonia yang sudah mengait lengan sang putri dan berjalan ke arah tamu nya.


" Duduk di sini nak." ucap Pak Herman meminta sang putri nya untuk duduk di samping nya.

__ADS_1


Rega yang melihat adik nya yang sangat cantik malam ini pun tersenyum menatap ke arah Gita.


" Cantik banget sih adik Abang." ucap Rega menggoda sang adik satu- satu nya yang dia punya.


" Abang,ihh ngga usah pegang- pegang! Dari tadi Gita cariin malah ngga ada."ucap Gita kesal.


" Emang kapan kamu nyari nya?"


" Tadi, kata Mama udah pulang! Eh malah langsung ke kantor lagi, sok sibuk banget sih Abang." ucap Gita sambil memukul pelan paha Rega yang ada di depan dia.


" Lah kan emang Abang sibuk."jawab Rega dengan tingkat kepedean yang di luar batas .


" Sudah -sudah, kalian tidak pernah berubah, jauh aja di tanyain, nah giliran sudah dekat berdebat terus, heran Mama."ucap Mama Sonia menengahi perdebatan kakak beradik itu.


Sementara Reza yang melihat kedatangan Gita tidak bisa melepaskan sedikit pun pandangan nya dari wajah ayu Gita.


" Cantik." ucap Reza pelan,tapi masih bisa di dengar oleh Papa dan Mama nya yang duduk di samping nya.


" Baru melihat kayak gini aja,langsung deh mata nya melek, kamu tidak akan menyesal jika menikah dengan Gita." bisik pak Anton kepada Reza.sementara orang yang di bisikin masih terus menatap pemandangan indah di depan mata nya.


" Dia sangat cantik malam ini, senyuman nya itu membuat gue semakin merasa kan getaran aneh di dalam tubuh gue, wajah nya mampu membuat gue tersihir begitu saja, entah kenapa gue merasa nyaman jika berada di dekat nya." gumam Reza dalam hati nya mata elang nya terus saja menatap gadis yang sebentar lagi akan menjadi milik nya seutuh nya.


" Awas saja loe! Jika berani loe menyakiti Gita lagi, gue hajar loe." gerutu Rega dalam hati nya,dengan tatapan tajam mengarah kepada Reza.


" Kamu cantik sekali sayang." ucap Ibu Meri sambil tersenyum.


" Ini hasil dandan dia sendiri lo Mer, aku ngga ikut campur tangan." ucap Mama Sonia dengan bangga nya.


" Wah beneran? Kamu pintar juga dalam memoles make up ya sayang, besok- besok Tante mau dong belajar sama kamu!"


Gita hanya tersenyum membalas ucapan calon Ibu mertua nya.


" Jadi bagaimana Reza? Kapan kamu akan menikahi Gita." ujar pak Herman yang menyadarkan Reza yang terus saja menatap kepada Gita.


" Lebih cepat lebih baik, bagaimana kalau satu Minggu lagi Herman?" Kali ini bukan Reza yang menjawab melainkan Pak Anton, Gita yang mendengar kan ucapan Pak Anton membelalak kan mata nya karena kaget mendengar kata satu Minggu.


" Satu Minggu! Bagaimana bisa?"


" Mampus gue." gerutu Gita dalam hati nya.


" Iya, Mama juga setuju Pa." ujar Mama Sonia dengan mata nya melirik kepada sang suami.


" Tapi Ma?" ujar Gita ingin membantah.


" Kenapa sayang!"


" Apa ngga kecepatan ya Ma, Gita butuh waktu Ma."ujar Gita lalu menundukkan kepalanya.


" Kita ngga punya waktu banyak lagi sayang,kalian hanya menikah saja dulu! Pesta nya nanti saja kita adakan, setelah kamu lulus sekolah, 2 bulan lagi sayang! Biar Mama yang mengurus semua nya, kamu terima beres nya aja." ucap Mama Sonia dengan mengedip kan mata nya kepada sang putri.

__ADS_1


" Terserah Mama saja, tapi Gita mohon, pernikahan ini jangan sampai di ketahui oleh teman- teman Gita di sekolah ya Ma,Pa." Gita sudah pasrah apa yang akan terjadi, untuk membantah pun dia tidak memiliki kuasa.


" Kamu tenang saja nak, Papa dan calon mertua kamu yang akan mengurus semua nya."


" Iya nak, jika pun mereka tau, kamu tidak akan di keluarkan dari sekolah, Om yang akan menjamin nya." ujar Pak Anton tenang dan penuh keyakinan.pasalnya Keluarga Wijaya adalah pemilik sah dari yayasan itu, jadi mudah saja bagi Pak Anton untuk mengatur semua sesuai keinginannya.


" Baik lah, sudah setuju semua kan? Acara pernikahan nya di adakan Minggu depan. kamu mau tempat nya di mana nak?" tanya Pak Herman kepada Gita.


" Di rumah saja Pa." jawab Gita dengan tidak bersemangat.


" Kalau kamu Reza! Apa ada yang ingin kamu sampai kan?"


" Ngga ada Om, saya ikut mau nya Gita aja."


ucap Reza tenang, di mana pandangan nya tidak pernah lepas dari wajah ayu Gita yang sudah dipoles dengan makeup.


" Kamu jangan menatap Gita terus, kalian belum muhrim!" ujar Pak Anton yang mengundang gelak tawa semua orang yang ada di sana.


Reza menjadi salah tingkah, sementara Gita menunduk tersipu malu, entah apa yang ada di benak nya sekarang ini, ketakutan itu masih ada , tetapi bangkit untuk melawan adalah pilihan nya.


" Reza, boleh gue ngomong sebentar sama loe."


ucap Rega dengan wajah dingin nya.


Semua orang yang tadi tertawa bahagia, mendadak bungkam seketika mendengar permintaan dari Rega.


" Boleh." jawab Reza singkat.


" Bukan di sini, loe ikut gue ke kamar gue, kita ngobrol nya di sana."


" Baik lah."


" Pa ,Ma , Om ,Tante, kami ke kamar sebentar." pamit Rega kepada semua orang yang ada di ruang tamu , Rega berjalan terlebih dahulu,di belakang dia ada Reza yang mengikuti kemana langkah kaki Rega.


Mama Sonia yang merasa khawatir, langsung memegang tangan suami nya,mencari jawaban dari semua ini.


Pak Herman yang mengerti akan kekhawatiran sang Istri ,hanya tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya.seolah berbicara bahwa semua nya akan baik- baik saja, putra nya tidak mungkin melakukan hal buruk kepada Reza.


" Kira- kira, Abang mau bicarain apa ya?" gumam Gita dalam hati nya.


Jangan lupa Like.Vote Dan Berikan hadiah sebanyak mungkin ya..


Tinggalkan jejak sayang nya di kolom Komentar..


Dan jangan lupa Pencet Tombol Favorit nya ya guys...


Terimakasih semua nya..


Salam sayang untuk kita semua nya..🥰😍🥰😍😍🥰

__ADS_1


__ADS_2