
" Sayang,bangun ini sudah sore." bisik Reza lembut di telinga istri nya yang masih setia dengan alam mimpi nya.
Suara Reza begitu khas suara serak bangun tidur,dia mencium Gita dan kembali memeluk nya erat.
Gita yang mulai mengerjap kan mata nya,mendusel manja di bidang dada suami nya.
" Bangun sayang,biar Mas bantu kamu buat bersih-bersih."
Reza sebenar nya sudah bangun sejak satu jam yang lalu di saat mertua nya pamit untuk keluar sebentar, sedang kan Gita baru terbangun karena kelelahan menangis.
" Jam berapa Mas?" suara Gita begitu kecil nyaris seperti bisikan hanya bisa di dengar oleh Reza.
" Jam 5 sore sayang,ayok bangun! Jangan di pejam kan lagi mata nya." ujar Reza saat melihat istri nya kembali menutup rapat kedua bola mata indah nya.
Gita tidak menjawab lagi, kepala nya sedikit terasa pusing karena efek terlalu larut dalam kesedihan nya tadi siang.
" Sebentar ya sayang,Mas siapin baskom sama air panas nya dulu." ujar Reza yang ingin beranjak turun dari ranjang.
Gita yang merasakan pergerakan dari tubuh suami nya langsung menarik pergelangan tangan Reza, dia masih belum ingin melakukan hal yang lain,hati dan jiwa nya terlalu nyaman berada di pelukan suami nya,tidak perlu Gita menjelas kan dengan kata-kata,karena Reza sudah sangat hapal dan paham maksud dari istri nya.
" Hanya 10 menit ya sayang!" seru Reza lembut.
dengan satu tangan nya kembali memeluk Gita.
Di lantai bawah rumah sakit.tidak sengaja kedua besan itu saling berpapasan saat akan naik lift menuju ke ruang VVIP.
Ya di rumah sakit milik keluarga Wijaya semua nya serba canggih dan lengkap.bahkan jika ingin ke lantai VVIP yang terletak di lantai dua mereka tidak harus capek menaiki tangga, karena ada lift yang menghubungkan langsung ke depan kamar VVIP tersebut, semua nya sudah di atur dan di tata rapi oleh Pak Anton dan juga Mama Meri, beruntung nya Gita memiliki mertua yang sangat tajir.
" Sonia!" seru Mama Meri memegang pergelangan tangan besan nya saat mereka mau masuk ke dalam lift tidak sengaja bertemu Mama Sonia yang berada di dalam lift itu.
__ADS_1
" Kamu sendirian saja? Kamu habis dari mana Sonia?" tanya Mama Meri dengan raut wajah senang setelah satu Minggu berpisah dengan besan sekaligus sahabat kesayangan nya.
" Aku habis dari luar.cari cemilan dan buah yang bagus untuk di konsumsi oleh Gita,kalian kapan sampai nya? Bagaimana kalian bisa tahu jika kami berada di rumah sakit?" tanya Mama Sonia sambil membalas rangkulan tangan besan nya.
Kedua nya memang selalu kompak sejak dulu kala, sebelum ikatan ber besanan terjadi.jika sudah duduk berdua mereka bahkan lupa dengan suami mereka masing-masing.
Sama seperti hal nya sekarang ini, padahal di dalam lift itu juga ada Pak Anton tetapi kedua nya sibuk bergandengan tangan dan mengabaikan saja keberadaan Pak Anton yang ada di belakang mereka.
" Oh... Bagaimana mungkin kami bisa ketinggalan informasi tentang menantu kesayangan kami Sonia! Lagian kamu kok tega sih ngga memberi tahu kejadian ini kepada kami." ujar Mama Meri sedikit mengeluh.
" Aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu,ini semua terjadi begitu saja.kami tidak ingin membuat kalian merasa khawatir dan cemas di Luar Negeri sana, apalagi kalian datang ke sana untuk membantu merawat Irma yang sedang sakit,tidak mungkin rasa nya kami memberi tahu kalian.maaf kan kami." jawab Mama Sonia.
Pak Anton yang menyadari jika mereka sudah sampai di lantai dua langsung melangkah keluar meninggalkan kedua wanita paruh baya itu yang terlihat masih betah mengobrol di dalam lift itu.
Hampir saja pintu lift itu tertutup kembali sebelum di tahan oleh kaki Mama Sonia.
" Lah si Papa tadi kemana?" tanya Mama Meri dengan wajah bingung nya.
Kedua nya kembali tertawa menyadari tingkah konyol mereka yang selalu terulang jika sudah berduaan.mau hujan badai pun jika mereka sudah bertemu tidak akan terasa untuk mereka berdua.
Pak Anton yang terlebih dahulu masuk langsung terdiam terpaku di ujung pintu masuk.
" Ada apa Pa?" tanya Mama Meri curiga saat melihat suami nya hanya berdiam diri di pintu.
" Hussttt.." ujar Pak Anton memberi kode dengan tangan telunjuk yang berada di bibir nya.
Mama Meri yang tidak mengerti mengapa suami nya meminta dia untuk jangan berisik langsung mengedarkan pandangan nya masuk ke dalam ruangan mewah itu. dan nampak lah anak dan menantu nya ternyata sedang tidur pulas sambil berpelukan di atas ranjang empuk itu.
" Ternyata mereka belum bangun juga." ucap Mama Sonia pelan lalu meletakkan semua belanjaan nya di atas meja sofa.
__ADS_1
" Jadi sudah sejak tadi mereka tidur?" tanya Mama Meri lagi.
Yang hanya di balas deheman dari Mama Sonia karena dia tengah sibuk menata barang belanjaannya di keranjang bersih yang sudah di siap kan.
" Tadi Gita habis menangis karena tidak bisa ikut perayaan kelulusan nya, kondisi nya masih belum sembuh total dan Reza juga tidak memberikan izin nya.mungkin karena kelelahan maka nya tidur dia begitu nyenyak."
Sangking luas nya ruangan VVIP itu bahkan Reza dan Gita tidak bisa mendengar obrolan dengan suara bisik-bisik itu.
" Kasihan sekali menantu kesayangan aku." sahut Mama Meri yang ikut merasa bagaimana perasaan Gita saat ini.
" Iya maka nya sejak tadi Reza tidak berhenti memenangkan dia, supaya mau menerima keputusan yang sudah di ambil." ujar Mama Sonia menjelaskan.
Ketiga sosok orang tua itu menatap haru pemandangan romantis di depan mata mereka.walaupum sedang tertidur tetapi tangan kedua pasangan suami istri itu tampak enggan melepaskan pelukan sayang di antara mereka.
" Pa,apa acara perayaan itu tidak bisa di undur dulu?" tanya Mama Meri berusaha menegosiasi demi keikut sertaan menantu tercinta nya.
" Sebenarnya bisa Ma,tapi ini tidak mencerminkan profesionalitas kita,pihak panitia sudah sejak jauh hari menyiapkan semua nya,tidak mungkin Papa membatalkan nya dalam hitungan jam menuju ke acara puncak nya." jawab Pak Anton sambil memijat kening nya yang terasa berdenyut nyeri.
Dia sudah cukup lega bisa sampai dengan selamat dan cepat di tanah air, tetapi harus di hadapkan lagi dengan masalah baru.yang cukup menggelitik hati nurani nya,sebenar nya dia juga tidak tega melihat menantu nya bersedih karena tidak bisa ikut acara perayaan itu,tetapi nasi sudah menjadi bubur.semua persiapan sudah seratus persen siap dan tidak mungkin di batal kan lagi.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..
Terimakasih semua nya tanpa kehadiran kalian novel ini tidak akan bisa berjalan sejauh ini..🥰😍🥰😍😊😊
__ADS_1