Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 130


__ADS_3

Suasana di dalam mobil ini terasa begitu mencekam,tidak ada yang berani membuka suara setelah melihat wajah Selo tiba-tiba berubah menjadi masam dan tidak enak untuk di pandang.


Bahkan untuk menyetir mobil saja dia serah kan kepada Kevin.


Hati nya bergemuruh hebat. goresan- goresan luka masa lalu nya ternyata belum sepenuhnya sembuh.


"Sel,loe nangis?" tanya Bima yang kebetulan duduk bersebelahan di kursi belakang dengan Selo dan baru menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda dari wajah Selo semenjak mereka keluar dari ruang perawatan Gita.


Bima dan kedua sahabat nya berusaha melihat wajah Selo,namun orang yang di lihat semakin menunduk kan kepala nya sembari menutupi seluruh wajah nya menggunakan kedua telapak tangan nya.


" Gue ngga papa kok guys." jawab nya dengan suara serak.


" Kalau Loe ngga kenapa -kenapa, jangan menunduk seperti ini Sel."ucap Bima.


Sudah berulang kali Selo mencoba untuk menghentikan tangis berdarah nya,sungguh malang, sekeras apa pun dia mencoba,air mata kesakitan itu tetap juga mengalir deras tanpa bisa dia cegah lagi,mau bagaimana lagi?


Selo benar-benar di buat sesak kala melihat wanita yang di cintai sebentar lagi akan memiliki anak dari hasil pernikahan nya dengan lelaki lain.sesak...Itu lah yang di rasakan Selo di bagian dada nya saat ini.


" Sel kenapa loe menangis seperti ini.apa yang terjadi?"tanya Bima,di usap nya punggung Selo penuh perhatian agar sahabatnya menjadi lebih tenang.


Selo menggoyang kan kepala nya ke kiri dan ke kanan.suara tangis tertahan tadi kini semakin jelas terdengar memenuhi mobil itu,untung saja mobil itu tertutup rapat dan tidak akan ada yang bisa mendengar kan jeritan hati Selo.


Kevin yang memegang juru kemudi memilih menepikan mobil yang dia bawa di sebuah taman yang luas.


" Ada apa Sel, kenapa loe tiba-tiba nangis seperti ini?Bukan kah semua nya baik-baik saja tadi? Cerita!" cecar Bima lagi.


" Hati gue sakit banget Bim, gue merasa malu sebagai laki-laki tapi terus saja menjatuhkan air mata hanya karena satu perempuan."jawab Selo sambil menyeka kasar air mata nya menggunakan tissue yang di berikan oleh Aris.


" Kenapa gue sebodoh ini Bim? Apa takdir gue memang sudah di tetapkan seperti ini? Sakit sekali."lirih Selo sambil tersenyum getir menatap bergantian wajah ketiga sahabat nya.


Bima ,Aris dan Kevin yang sudah tau maksud arah pembicaraan dari Selo langsung diam terpaku karena belum bisa memberikan jawaban.


" Loe masih menyimpan rasa di hati loe untuk Gita?" sahut Kevin.

__ADS_1


Selo mengangguk kan kepala nya.


" Jika boleh jujur rasa ini tetap ada untuk dia, berbulan-bulan gue mencoba namun susah sekali untuk melenyap kan nya,gue sadar gue ngga akan mungkin bisa bersatu lagi dengan dia,tetapi kenapa gue merasa tuhan seperti menutup mata dan hati gue sehingga dunia gue terus saja fokus kepada Gita." curhat Selo di sela tangis nya.


Ketiga teman Selo serentak menggeleng kan kepala mereka mendengar tuduhan tidak beralasan yang keluar dari mulut Selo.


" Kita yakin loe pasti bisa Sel,coba buka hati loe untuk orang lain.jangan loe simpan terus nama Gita di dalam sini." ujar Bima sambil menunjuk dada Selo.


Selo menggeleng kan kepala nya.


" Gue ngga yakin Bim, dan keputusan gue untuk sekolah di luar negeri seperti nya memang jalan yang tepat."ujar Selo dengan tangis yang sudah mereda.


Magrib hampir menyapa,cukup lama mereka menemani dan membiarkan Selo melepaskan segala kumpulan sesak yang dia rasakan.tepat di saat adzan magrib berkumandang setelah merasa Selo sudah tenang,Kevin kembali melaju kan mobil nya menuju ke sebuah mesjid yang letak nya tidak jauh dari taman itu.jika memaksa untuk pulang mereka takut tidak akan terburu untuk melaksanakan ibadah sholat Maghrib, karena kondisi jalan di hari kerja seperti ini tidak bisa mereka prediksi.


Sepeninggalan teman-teman nya,Gita kini kembali di temani oleh kedua Mama nya,sedang Reza tadi pamit keluar untuk menemui Alan yang sudah menunggu kedatangan nya di parkiran rumah sakit.


" Mas." panggil Gita lirih.setelah melihat suami nya masuk keruangan dengan membawa sejumlah map tebal serta memakai peci.


Mama Sonia dan Mama Meri yang melihat Reza sudah kembali bergegas membawa perlengkapan sholat mereka menuju ke masjid yang ada di samping rumah sakit.


Kini tinggallah mereka berdua di dalam ruangan besar itu.


" Kenapa?" tanya Reza dingin.


" Aku mau ke toilet." ucap Gita berpura-pura.dia sama sekali tidak merasa kebelet,ke toilet hanya lah alasan nya saja demi melihat seberapa jauh suami nya bisa bertahan mendiam kan dia seperti tadi.


Tanpa banyak berbicara Reza langsung menggendong Gita menuju ke kamar mandi.Gita yang merasa tubuh nya melayang langsung memeluk erat leher suami nya.kepala nya dia sandar kan di dada kekar suami nya.


Karena ke toilet hanya lah sebuah alasan nya dalam waktu 3 menit Gita kembali memanggil suami nya sebagai pertanda jika sudah siap.


" Mas,aku mau duduk di sofa itu saja." ucap Gita ketika sudah berada di gendongan suami nya.


Reza hanya berdehem tanpa mau berbicara.

__ADS_1


" Mas! Kamu kenapa mendiamkan aku sejak tadi." tanya Gita yang sudah risih merasa di abaikan.


" Ngga kok, mungkin perasaan kamu saja." jawab Reza datar,mata nya kembali fokus ke layar laptop.


" Mas..Ih..kamu nyebelin banget sih." ujar Gita dengan air mata yang sudah meluncur deras.


" Aku ada salah ya sama Mas,kenapa Mas seperti menjauhi aku sejak tadi." ucap Gita di tengah-tengah sesenggukan nya.


Reza yang tidak tahan melihat istri nya menangis langsung memeluk erat tubuh istri nya yang bergetar.


" Mas ngga punya maksud untuk mendiamkan kamu sayang, melihat pria yang bernama Selo itu tadi terus menatap wajah kamu membuat Mas kesal dan ingin meninju mata nya." jawab Reza lugas.


" Terus kenapa kamu melampiaskan semua nya kepada aku Mas?" tanya Gita sambil mendusel wajah nya di dada suami nya.


" Maafin Mas ya sayang...Lagian kenapa kamu malah membiarkan dia terus menatap ke arah kamu."


" Aku ngga memperhatikan dia Mas, lagian itu kan mata dia,apa hak aku untu melarang nya,yang penting kan aku tidak melihat ke arah dia." jawab Gita lagi.


" Jadi di sini Mas yang salah begitu? "tanya Reza.


" Menurut Mas." sahut Gita lagi.


" Baiklah...Mas yang salah ,Mas minta maaf ya sayang.." ujar Reza mengalah.sebelum kedua orang tua nya datang dan menghajar habis diri nya karena telah membuat menantu kesayangan mereka menangis.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.


Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya ya guys.


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.


Terimakasih semua nya 😍🥰😍🥰😍

__ADS_1


__ADS_2