
" Yah mampus gue." ujar Lusi sambil memukul pelan mulut nya.
" Sial gara- gara Lusi, Selo jadi dengar kan, gue mesti bilang apa coba." Gita bergumam dalam hati nya dengan tatapan tajam nya yang terus menyorot ke arah Lusi,seakan berbicara bahwa ini semua karena dia, Lusi yang merasa tidak enak pun membalas menatap Gita dengan tatapan memohon, bahwa dia benar- benar tidak sengaja.
" Siapa yang jadi pengantin baru?" tanya Selo lagi, ke empat sahabat sejoli itu tidak ada yang berani menjawab, Kiki dan Hana yang masih kaget pun seolah linglung ,bagaimana bisa mereka sejak tadi tidak menyadari jika ada orang asing di sekitar mereka.
" Mmm itu.." Kiki menggaruk kepala nya yang tidak terasa gatal.
" Itu.. Kita kemarin ke tempat saudara nya Lusi yang baru menikah, ya orang baru menikah kan di sebut pengantin baru." ujar Kiki apa adanya. Sungguh hanya kata- kata itu yang muncul di kepala nya, Gita yang merasa terselamat kan pun menghela nafas panjang nya, setidak nya saat ini rahasia yang masih ingin dia tutup rapat aman, sementara Hana mengelus dada nya merasa lega mendengar Kiki yang sudah berbicara.
"Perasaan gue, tadi gue dengar nya ngga kayak gitu deh!" ujar Selo dengan tatapan mata yang menyelidik.
"Ada apa dengan mereka berempat, kenapa mereka gugup menjawab pertanyaan dari gue. seolah-olah. seperti maling yang sedang kepergok."
" Emang nya loe tadi denger nya apa Sel, padahal tadi kan gue emang lagi ngomongin saudara gue." ujar Lusi yang berusaha menyakinkan Selo, supaya dia tidak dalam masalah besar, bisa gawat jika semua nya ketahuan, dia bisa di gorok habis sama Gita.
" Loe bilang kalau Gita pengantin baru 'kan! Telinga gue masih sehat ngga mungkin gue salah dengar." ujar Selo lagi yang berusaha mencari jawaban dari gerak gerik mereka berempat.
Gita yang bingung dan tidak tau harus menjawab apa, meremas kuat jari- jari nya yang terkepal, saat ini dia sudah pasrah jika rahasia pernikahan nya terbongkar, sepandai- pandai nya mereka menyimpan rahasia,suatu saat akan terbongkar juga, sementara ketiga sahabat nya terus saja berpikir memutar otak berusaha mencari cara untuk menyakin kan Selo.
" Loe salah dengar Sel, gue sama Gita tadi emang lagi bahas saudara gue, kemarin dia baru saja menikah, terus Gita bilang dia juga pengen jadi pengantin baru! ya gitu...maka nya gue ledekkin dia kayak pengantin baru."Lusi masih terus berusaha menyakinkan Selo, mencari berbagai alasan yang tepat yang mampu menyelamat kan dia dan juga Gita.
" Apa yang sedang mereka sembunyi kan, jelas- jelas gue mendengar dengan jelas semua pembicaraan mereka."
" Oh gitu ya." jawab Selo pasrah.
Meski hati nya masih bertanya- tanya, dan dia sangat merasa tidak puas dengan jawaban mereka, tetapi Selo tidak bisa memaksakan mereka untuk berbicara jujur,biar lah dia sendiri yang akan mencari tau nya.
" Selo." teriak teman- teman nya dari arah belakang, Selo membalas dengan melambai kan tangan nya kepada mereka.
" Loe kita cariin, tau- tau nya udah di sini aja." ujar Kevin sambil merangkul bahu Selo.
" Hai cewek- cewek." sapa Aris kepada ke empat sahabat sejoli itu dengan jiwa playboy nya,
Sementara ke empat sahabat sejoli itu hanya membalas dengan tersenyum kecil.
Gita yang saat ini tengah was- was pun tidak bersemangat lagi menanggapi pembicaraan dari lawan bicara nya, di tambah lagi handphone Gita terus saja bergetar pertanda ada panggilan masuk, yang dia yakini pasti dari suami nya.
__ADS_1
" Bagaimana cara nya gue pergi dari mereka, Mas Reza pasti udah nungguin gue dari tadi."
Karena sudah tidak tahan lagi ,akhir nya
Gita memutuskan untuk membuka layar handphone nya dan tidak sengaja di lihat oleh Bima dan juga Lusi yang berada persis di samping kanan dan kiri Gita.
Lusi yang mengerti bahwa Gita sudah di tunggu langsung memutar otak nya mencari jalan keluar.
" Kita duluan ya guys, kita masih ada keperluan,keburu sore...Bye." ujar Lusi sambil menarik tangan sahabat nya, Hana dan Kiki yang mengerti maksud Lusi pun langsung mengiyakan saja, dan mengikuti langkah Lusi yang sudah berada di depan mereka.
" Kita duluan ya." seru Kiki sambil melangkah keluar.
" My husband?"
" Siapa yang menelpon Gita kenapa id nya tertulis my husband di kontak handphone gita!"
ucap Bima bertanya- tanya dalam hati nya dengan pandangan yang terus saja melihat ke arah Gita.
Gita yang sedang di Landa kebingungan pun pasrah saja saat tangan nya di tarik oleh sahabat nya, Bahkan dia pun tidak pamit kepada Selo dan teman- teman nya, lagi dan lagi handphone Gita kembali bergetar.
" My husband calling" Gita langsung menggeser tombol hijau di layar ponsel nya,saat mereka sudah berada jauh dari Selo dan juga teman- teman nya.
" Kamu udah di mana sayang, sudah siap kan ujian nya?" tanya Reza yang sedikit khawatir,sejak tadi dia sudah menunggu kedatangan istri nya, namun Gita belum juga menampakkan batang hidung nya.
" Iya Mas, ini Gita lagi jalan ke arah gerbang, sebentar ya Mas."
" Ya sudah Mas tunggu di mobil ya sayang."
Gita mengangguk kan kepala nya lalu mematikan sambungan telepon nya.
" Loe udah di jemput ya Git." tanya Hana yang penasaran dengan handphone Gita yang terus saja berbunyi sejak tadi.
" Iya Han, gue duluan ya. Terimakasih kalian sudah membantu gue menutupi semua nya."
" Gita,, sorry banget ya,pliss maafin gue,, gue ngga sengaja Git." ujar Lusi menahan tangan Gita yang hendak pergi.
" Lain kali jangan loe ulangi lagi, jaga mulut loe, awas aja Lo kalau sampai ketahuan lagi, jangan sampai mereka tambah curiga lagi, paham loe!"
__ADS_1
ucap Gita dengan wajah datar nya.
" Mampus Gita marah beneran lagi, mati gue."
" Git ,plis gue minta maaf, jangan marah gitu dong....Pliss gue ngga tenang kalau Loe masih marah sama gue." ujar Lusi dengan memohon dan mengatup kan kedua tangan nya di dada.
" Gue ngga marah, cuman gue kesal aja sama mulut loe yang lemes itu! udah gue duluan ya, kasihan suami gue udah nunggu lama."
" Suami?"
Hahahaha...
" Jadi loe udah ngakuin kalau Mas Reza itu suami loe, udah mulai jatuh cinta ya!" bisik Hana dengan pelan yang hanya bisa di dengar oleh mereka berempat.
" Sialan loe, sembarangan aja, udah bye gue duluan ya." ucap Gita sambil berjalan meninggalkan teman- teman nya lalu menuju ke mobil yang sudah terparkir di depan gerbang.
Sementara Selo dan teman- teman nya terus saja mengamati tingkah aneh mereka dari kejauhan.
" Kalian pada ngerasain ngga sih, kalau tingkah mereka berempat itu agak aneh hari ini." ujar Aris mengeluarkan apa yang sejak tadi dia rasakan.
" Iya gue juga merasa kayak gitu, ngga biasa nya mereka diam- diam seperti itu, biasa nya kan selalu heboh " jawab Kevin lagi.
" Bukan hanya gue, teman- teman yang lain juga merasakan, ada sesuatu yang sedang mereka sembunyi kan."
"Apa ini ada hubungan nya dengan orang yang menelpon Gita tadi!" Bima bergumam dalam hati nya.
" My husband"
Tidak sengaja mata Selo menangkap Gita yang sedang masuk ke dalam mobil mewah yang di dalam nya ada seorang pria yang menunggu dia, tapi dia tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana wajah pria itu.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar ya...
Dan Jangan lupa pencet tombol Favorit nya..
Terimakasih semua nya..
__ADS_1
Salam sayang untuk kita semua nya..😍🥰😍🥰😍