
Pagi begitu terasa cepat menyapa, Gita yang sudah beberapa hari menginap di rumah sakit ini mulai terbiasa dengan suasana dan lingkungan yang ada.
Gita mengedarkan pandangan mata nya yang sedikit lengket, saat bangun dari tidur nya dia tidak menemukan suami nya berada di samping nya.padahal dia ingat betul jika semalam mereka tidur dengan tangan Reza yang tidak pernah lepas memeluk nya.
"Mas Reza kemana ya?" gumam Gita pelan dan berusaha duduk dari posisi nya semula.
Sekuat tenaga dia berusaha mengubah posisi nya,bahkan wajah nya harus bermandikan keringat untuk mencapai yang dia inginkan.
" Susah banget sih?" keluh Gita sambil menyeka keringat yang berjatuhan.
" Susah apa nya sayang?" tanya Reza secara tiba- tiba yang kini sudah berada di depan ranjang nya.
" Mas..." pekik Gita merasa kaget mengelus dada nya melihat keberadaan suami nya yang sudah di depan mata nya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Reza lembut.
" Aku tadi mau duduk,tapi malah ngga bisa-bisa." jawab Gita sambil mengerucutkan bibirnya.
Cup...
" Mas...Ihhh.kenapa malah di cium kan belum mandi." ujar Gita mencebik.
" Kamu mau mandi atau nggak,di mata Mas rasa nya tetap sama dan ngga akan pernah berubah atau pun pudar. Lagian siapa suruh bibir nya di majuin seperti itu,bikin pengen aja."kilah Reza sambil menggombal.
" Dasar mesum." ucap Gita lirih namun masih bisa di dengar oleh Reza.
" Mesumin Istri pahala loh sayang, apalagi menyenangkan hati suami.beh..Pahala nya ber... kali-kali lipat." sahut Reza sambil tersenyum.
" Iya Bapak Reza yang terhormat, sekarang bantuin aku ke kamar mandi Mas,aku udah gerah pengen di guyur air dingin,bosan kalau di lap terus." pinta Gita memohon.
" Belum boleh sayang,kamu masih harus istirahat di sini dan tidak boleh bergerak sedikit pun."cegah Reza.
" Mas...Aku udah ngga nyaman dengan bau badan dan juga keringat ini.kamu gendong aja,nanti aku mandi nya biar duduk di bathtub." sergah Gita cepat.
Ya tidak salah jika ada bathtub karena kamar VVIP ini memang di rancang khusus untuk mereka sendiri sebagai pemilik rumah sakit ini.
" Ya sudah.sini biar Mas gendong." ucap Reza mengalah karena tidak tega mendengar keluhan dari mulut istri nya.
Baru saja Reza hendak mengangkat tubuh istri nya.pintu kamar mereka terdengar di ketuk dari luar.
__ADS_1
" Masuk." ucap Reza sedikit berteriak.
"Selamat pagi Pak Reza,Nona Gita." ucap orang yang mengetuk pintu itu.Ya orang itu adalah Dokter Rina beserta perawat yang datang ingin mengecek kondisi Nona muda mereka saat ini.
Setelah berbasa-basi dan saling menyapa.
Dengan segala ilmu yang dia miliki.Dokter Rina di bantu perawat mulai mengecek satu persatu bagian- bagian yang dia anggap serius dan tidak boleh terlewat kan.
" Tekanan darah Nona Gita sudah baik dan stabil." ujar Dokter memberi tahu.
" Apa Nona masih merasakan pusing atau nyeri?" tanya Dokter Rina lagi.
" Ngga Dok,saya sama sekali tidak merasakan sakit apapun lagi." jawab Gita untuk mempermudah dan mempercepat kepulangan nya.
Dokter Rina mengangguk.
" Kita periksa dedek bayi nya lagi ya Nona." ucap Dokter Rina sambil mengoles cairan di atas perut buncit Gita.
" Waw... Perkembangan si kembar sangat baik,tidak ada tanda-tanda berbahaya dari yang saya lihat,semua nya bagus.berat dan ukuran bayi nya sesuai dengan usia kehamilan Nona Gita saat ini."ucap Dokter Rina sambil terus menggeser alat pendeteksi kandungan kesana kemari mencari titik-titik kelemahan namun tidak kunjung dia jumpai.
" Apa Pak Reza dan Nona Gita ingin mengetahui jenis kelamin si kembar? Mereka seperti nya sedang berbahagia di dalam sini." ujar sang Dokter.
" Jenis kelamin dedek bayi nya sebenar nya bisa di lihat ketika usia kandungan sudah memasuki bulan ke 4 atau pun bulan ke 5, tetapi karena kemarin si kembar masih malu-malu menampakkan jenis kelamin mereka jadi kita tidak bisa melihat nya, Alhamdulillah nya hari ini si kembar begitu terang- terangan menampak kan jati diri mereka masing-masing tanpa ada yang menghalangi lagi." Dokter Rina menjelaskan secara detail kepada calon Mama dan Papa baru itu.
" Apa jenis kelamin nya Dok?" tanya Reza begitu antusias.
" yang ini perempuan dan yang ini... Ternyata laki-laki.selamat anda mendapat kan sepasang bayi kembar Pak Reza." tutur Dokter Rina ikut berbahagia.
" Sepasang? Laki-laki dan perempuan! Alhamdulillah." ucap Reza sambil memeluk istri nya dia sertai tetesan air mata yang membasahi mata kedua pasangan halal tersebut.
Reza dan Gita sama-sama larut dalam kabar bahagia yang mereka dengar.
Gita yang sejak kemaren cemas menunggu hasil USG untuk yang ketiga kali selama dia di rawat hanya bisa berdoa berharap hasil USG kali ini tidak menemukan hal yang fatal dan membahayakan.dia begitu sadar guncangan yang kemarin terjadi begitu kuat mustahil bagi nya untuk mengelak dari kemungkinan terburuk yang akan terjadi.beruntung nya dia memiliki fisik yang kuat sehingga mampu membuat kedua calon bayi nya ikut kuat bertahan di dalam sana.
" Terimakasih sayang, sudah bertahan sampai saat ini ." ucap Reza lirih yang mampu di dengar oleh Dokter Rina dan perawat wanita yang berdiri di ujung ranjang.
Kedua orang asing itu ikut larut dalam suasana haru yang terjadi pagi ini.mereka tidak bisa menahan air mata mereka untuk ikut keluar menyaksikan bagaimana sayang dan cinta nya pemilik rumah sakit ini kepada istri nya.
Cukup lama kedua nya larut dalam tangis haru itu hingga mereka akhirnya menyadari jika di dalam ruangan ini masih ada Dokter dan perawat yang berdiri menyaksikan mereka berpelukan.
__ADS_1
" Maaf Dok." ucap Gita merasa sungkan.
" Tidak apa-apa Nona,itu hal yang wajar dan saya memahami nya.apa ada yang ingin di tanya kan lagi? Sebelum saya keluar." ucap Dokter Rina dengan suara serak nya karena habis menangis.
" Mm kapan saya bisa pulang Dok?" tanya Gita berbinar.
" Sebenar nya kondisi Nona sudah membaik,besok pagi jika hasil nya tetap baik,siang nya Nona sudah boleh pulang ke rumah." jawab Dokter Rina.
" Apa sekarang istri saya sudah boleh turun dari ranjang? Untuk sekedar mandi di kamar mandi sana." tanya Reza karena tidak ingin mengambil resiko tanpa konsultasi kepada ahli nya.
"Sudah boleh Pak." jawab Dokter Rina lagi.
" Yes...!" seru Gita bernafas lega.
Duduk dan berbaring di atas ranjang selama 24 jam penuh membuat dia merasa bosan, apa lagi badan dan tulang persendian nya juga sudah terasa sakit tanpa melakukan aktivitas apapun.
" Saya permisi keluar, jika tidak ada lagi yang ingin di tanya kan.mari Pak Reza ,Nona Gita." Pamit Dokter Rina dan perawat sambil menunduk kan kepala mereka.
" Terimakasih Dok." ucap Reza dan Gita bersamaan.
" Sama - sama Pak Reza dan juga Nona." jawab Dokter Rina sebelum menutup kembali pintu VVIP itu.
" Sayang!" seru Reza tidak henti- hentinya mencium setiap inci wajah istri nya lalu turun ke perut buncit yang di dalam nya ada sepasang buah hati nya.
" Mas sungguh bahagia saat ini sayang!" bisik Reza di telinga Gita.
" Aku juga merasakan hal yang sama Mas." jawab Gita dengan mengukir senyum manis nya.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan hadiah. sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom. Komentar walaupun hanya satu kata..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya.
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..
Terimakasih semua nya..😍🥰😍🥰😍
"
__ADS_1