
" Jadi!Ini semua Mas yang beliin?" tanya Gita yang seperti orang linglung.
" Iya sayang,tadi sehabis meeting Mas langsung mampir di toko sepatu dan sendal nyariin buat kamu, gimana? Kamu suka 'kan sama semua model yang Mas pilih kan?" ucap Reza di ujung telepon sama tanpa bisa melihat ekspresi istri nya saat ini.
" Ini semua kebanyakan Mas,lagian aku juga belum buka kotak nya,ini aja Abang kurir nya baru siap nurunin semua nya." jawab Gita.
" Ya sudah kamu coba dulu ya sayang,nanti kalau masih kurang kamu bilang saja." ucap Reza yang saat ini sudah berada di kantor nya.
"Iya Mas, terimakasih..Tapi ini sudah cukup dan ngga perlu di tambah lagi." ungkap Gita yang merasa jika suami membuang duit saja berbelanja sepatu sebanyak ini tanpa pemberitahuan dulu kepada dia.dengan hati yang setengah kesal melihat kelakuan suami nya Gita langsung menutup telepon setelah tidak terdengar lagi suara suami nya dari seberang sana.
"Ini semua dari suami loe?" tanya ketiga sahabat nya.
"Iya ." jawab Gita singkat,tangan nya sibuk membubuhi tanda tangan di kertas yang di sodorkan oleh Abang kurir tadi.
Setelah menerima tanda bukti yang sudah di tanda tangani oleh Gita,Abang kurir itu langsung pamit menjalan kan mobil nya keluar dari pekarangan rumah megah itu.
Setelah kepergian mobil kurir itu,masuk lah mobil yang di tumpangi oleh Mama Sonia.
" Ini punya siapa sayang?" tanya Mama Sonia heran ketika banyak sekali kotak yang dia yakini isi di dalam nya adalah sepatu .
" Punya Gita Ma,di beliin sama Mas Reza."jawab Gita.
" Reza yang beliin? Kenapa harus sebanyak ini? Kamu ngidam?" tanya Mama Sonia penasaran.
" Gita ngga lagi ngidam kok Ma,ini semua gara- gara kemaren Gita ke kantor Mas Reza pakai nya high heels,terus Mas Reza nya protes dan nge larang keras Gita buat pakai high heels itu lagi." jawab Gita apa ada nya.
Mama Sonia hanya mengangguk kan kepala nya sambil meneliti setiap kotak yang berjejer rapi di depan pintu rumah nya.
"Gita aja masih kaget Ma, melihat kurir tadi mengantar sepatu atas nama Gita sebanyak ini,Mas Reza terlalu berlebihan." ungkap Gita.
" Oh seperti itu,Mama kira ini karena ngidam aneh kamu,ternyata calon cucu-cucu Oma tidak bersalah toh." ujar Mama Sonia menggoda calon cucu nya yang masih berada di perut ibu nya.
" Calon cucu-cucu?" ucap Hana kaget.
" Lah kan iya,calon cucu-cucu Mama,emang nya Gita belum ngasih tau kalian?" tanya Mama Sonia sambil mendudukkan bokong nya di sofa empuk setelah lelah beraktivitas di luar sana.
" Ngasih tau apa?" sahut Lusi lagi.
__ADS_1
" Gita belum sempat ngasih tau mereka Ma, tadi hampir aja mau cerita.eh keburu Abang kurir itu datang." jawab Gita sambil membuka 10 kotak sepatu yang ada di hadapan nya,sedang kan sisa nya yang lain sudah di antar oleh Asisten rumah tangga nya ke kamar Gita.
"Di dalam sini ada bayi kembar." ucap Mama Sonia bersemangat.
" Bayi kembar?" ucap Lusi kaget.
" Iya ...Calon cucu Mama ada dua di dalam sini."
" Wah... Selamat ya Gita sayang,loe langsung dapat dua sekaligus.ternyata loe jago juga main nya." ucap Kiki nyeleneh.
" Jago dong,maka nya suami gue ketagihan." balas Gita lebih menohok lagi.
" Gue jadi ngga sabaran lagi nungguin mereka keluar,pasti kedua nya sangat lucu- lucu ganteng dan juga cantik,secara Mak sama Bapak nya kan juga cakep."sahut Hana lagi.
" Aaaa...Gue jadi pengen punya anak juga deh,kali aja anak gue besok kembar tiga." ucap Lusi dengan segala drama nya.
" Punya laki dulu loe! Baru mimpi punya anak."jawab Hana menggoda Lusi.
" Tenang...Abang Rega 'kan ada." ucap Lusi sambil nyegir.
" Gue sama Mama gue ngga akan rela punya keluarga yang tampang nya kayak loe." jawab Gita.
Mama Sonia hanya menjawab dengan tersenyum,dia tahu jika mereka hanya sedang bercanda dan tidak perlu di tanggapi dengan serius.hati nya menjadi tenang melihat kedekatan yang terjalin di antara mereka berempat.walaupun Gita sudah menikah karena sebuah kesalahan dan sedang hamil,mereka tidak pernah yang nama nya menjauhi Gita atau pun mem bully, bahkan karena Gita menunda untuk kuliah ketiga sahabat nya memutuskan untuk kuliah di dalam kota saja,mereka tidak ingin berjauhan satu sama lain.sebenar nya sebelum tragedi ini terjadi kepada Gita mereka pernah punya impian untuk kuliah sama-sama di negara Jepang.namun semua nya harus sirna, impian untuk berkunjung ke negeri matahari terbit itu harus tertunda dulu karena satu orang personil mereka tidak bisa melakukan perjalanan jauh.
" Bagus-bagus semua kok sayang,ternyata suami kamu jago juga kalau milih sepatu."ujar Mama Sonia bangga.
" Ya bagus banget loh Git." ujar Hana lagi.
" Bagus sih bagus..Gue juga suka kok,tapi ngga harus sebanyak itu juga!"ucap Gita yang di sambut gelak tawa oleh sang Mama dan ketiga sahabat nya.
" Suami loe idaman banget sih Git! " seru Lusi memulai drama nya.
ketiga sahabat nya hanya menatap jengah dengan tingkah Lusi yang tidak pernah lari dari drama.sementara Mama Sonia sudah pamit untuk masuk ke kamar hanya sekedar berganti pakaian dan melepas penat nya.
Segala sesuatu sudah mereka lakukan untuk memanfaat kan waktu ngumpul bersama ini.bosan tiduran mereka ganti dengan duduk selonjoran,bosan duduk,mereka ganti lagi dengan berjongkok.begitu lah seru nya berteman dengan orang yang apa ada nya tanpa ada rasa jaim.
" Jalan ke mall sebentar kayak nya seru juga deh." usul Hana yang sudah merasa kan jenuh hanya tiduran sambil bermain handphone.
__ADS_1
" Boleh." jawab Lusi.
" Gue sih yes!" seru Kiki.
Ketiga sahabat nya langsung menatap ke arah Gita,saat melihat Gita yang tetap diam tanpa menjawab iya atau pun tidak.
" Loe ngga boleh keluar sama suami loe?" tanya Hana yang melihat Gita masih diam.
" Gue ngga yakin bakal di kasih di izin,tapi gue coba aja dulu." jawab Gita gugup,dia sedikit takut jika suami nya tidak akan memberi dia izin melainkan siraman rohani yang panjang nya mengalahkan rel kereta api.
Gita langsung meraih ponsel nya yang tergeletak di atas meja dan melakukan panggilan ke nomor my husband.
Cukup lama Gita menunggu jawaban dari suami nya,namun nomor yang di telepon belum juga menerima panggilan dari nya.
Hingga panggilan kesekian kali nya baru lah sambungan telepon nya tersambung.
"Halo.. Assalamualaikum Mas."ucap Gita pertama kali saat telepon nya telah tersambung dengan nomor suami nya.
" Wa alaikum salam sayang,ada apa?" tanya Reza yang merasa curiga.
" Mm Mas dari mana aja sih,kenapa baru di angkat telepon nya."
"Maaf sayang,tadi Mas lagi di ruang meeting.kamu kenapa?"
" Mmm Mas..! " Gita memanggil dengan nada yang terdengar sangat lembut.
Reza yang mendengar nada manja dari suara istri nya langsung menghentikan tangan nya yang sedang menari di atas keyboard laptop nya.
Akan kah Gita di beri izin oleh suami nya???
Tungguin jawaban nya di bab berikut nya..😊😊
Jangan lupa Like.Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
__ADS_1
Terimakasih semua nya 🥰😍🥰😍