
Gita yang mendengar nya pun langsung membuka kembali pintu kamar mandi.
" Tapi gue kan ngga punya baju ganti, gimana gue mau mandi ngga mungkin kan gue pakai seragam sekolah lagi?" ujar Gita yang hanya mengeluarkan sedikit kepala nya ke luar.
Reza yang mengerti maksud dari ucapan Gita berjalan ke walk in closet nya dimana disana berjejer lemari panjang yang isi nya berbagai baju dengan berbagai merk, jas ,celana serta aksesoris lain nya, Reza lalu membuka lemari baju nya ,dan menarik salah satu kaos yang menurut nya pas di tubuh mungil Gita dan menarik celana training.
" Nih pakai baju sama celana gue dulu! dalaman nya loe pakai yang kemarin aja gue ngga punya kalau yang itu, cepatan mandi nya!" ucap Reza melangkah menjauh dari kamar mandi.
Gita pun langsung menerima baju dari Reza ,tidak mungkin rasa nya dia kembali memakai seragam sekolah yang sudah tidak berbentuk itu.
"Terimakasih." Gita menjawab sambil berjalan kembali masuk ke kamar mandi dan tidak lupa menutup dan mengunci pintu kamar mandi, Gita masih merasa takut jika Reza tiba-tiba menerobos masuk ke kamar mandi.
"Ya ampun badan gue udah kayak di gigit serangga aja, sebenarnya siapa dia, kenapa dia bisa kenal dengan bang rega dan kenapa gue juga seperti mengenali nya, apa yang sudah Abang Rega lakukan sama dia,? Sampai- sampai gue harus jadi tempat pelampiasan dendam nya dengan Merenggut Paksa Mahkota gue yang gue jaga selama ini,gue j*jik sama badan gue sendiri, gue udah kotor, bagaimana dengan sekolah gue, seandai nya teman- teman pada tau kejadian ini...Gue harus bagaimana ?"ucap Gita sedih.
Di bawah guyuran air shower Gita terus saja menggosok-gosok badan nya sampai badan nya memerah , niat hati ingin menghilangkan jejak - jejak dari kejahatan Reza di tubuh nya , namun sayang tanda-tanda itu tidak bisa langsung hilang begitu saja.
" Bagaimana ini? Tanda- tanda ini ngga bisa hilang! Gimana cara gue nutupin nya!?" ucap Gita dalam hati.
Gita yang sadar jika dia telah menghabiskan waktu begitu lama di kamar mandi, lalu bergegas meraih handuk dan memakai langsung baju nya di kamar mandi.
Gita keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang dia pegang untuk mengeringkan rambut basah nya, berdiri di depan meja rias tanpa mempedulikan tatapan tajam dari Reza yang sudah menunggu nya dari tadi,menyisir rambut hitam nya supaya lebih rapi , meski masih basah ,karena dia bingung jika harus meminjam kan hairdryer kepada pria yang di belakang nya takut membuat dia semakin murka.
" Buruan!" seru Reza .
" Iya bentar lagi, Ngga sabaran amat jadi orang." ucap Gita ketus .
__ADS_1
Reza yang melihat penampilan Gita saat ini dengan kaos yang kedodoran di badan nya serta tanda-tanda kemerahan di leher nya membuat dia tersenyum bahagia.
" Udah siap kan, ayok ikut gue ke ruang kerja papa" ajak Reza kepada Gita.
mereka berjalan beriringan dengan tangan Reza yang tiba - tiba menggenggam erat tangan Gita seolah takut untuk kehilangan, Gita yang tangan nya di genggam pun langsung menghentikan langkah nya dan menoleh kepada Reza.
" Udah buruan, loe jalan nya lama." ucap Reza dengan wajah datar nya.
Sebenar nya Reza merasa bingung dan grogi ,entah kenapa tangan nya bisa begitu saja menggenggam tangan Gita, tanpa bisa dia tahan, sang Cassanova merasa kikuk berada di dekat wanita yang bisa menggetar kan sejuta rasa di tubuh nya.
" Dia kenapa sih, kadang lembut, kadang bisa galak, bingung deh gue ngeliat nya,entah lah lebih baik gue diem aja, dari pada memperpanjang masalah." ucap Gita dalam hati
Gita yang sedang tidak ingin berdebat pun,memilih ikut saja ,kemana arah langkah kaki Reza,tanpa banyak protes lagi,
Langkah kaki mereka semakin dekat menuju keruang kerja Pak Anton, di mana di dalam nya sudah duduk Pak Anton dan Bu Meri dengan penuh emosi dan rasa kesal yang tidak bisa di jelas kan lagi.
Pak Anton mempersilahkan mereka masuk ,lalu meminta mereka untuk duduk di sofa yang berjejer di ruang kerja ini.Reza memilih duduk di depan sofa yang di duduki oleh Pak Anton, sementara Gita mengambil posisi duduk di samping Reza.
Ibu Meri yang berada di ruangan masih memilih diam dan memandang dengan tatapan sendu ke arah sang putra, dia terlanjur merasa kecewa kepada sang putra, terlebih lagi Pak Anton dan Ibu Meri sudah tau siapa gadis yang di bawa paksa oleh sang anak.
Saat mereka masih tidur tadi Ibu Meri sebenar nya sudah sangat yakin dengan wajah Gita,namun karena Gita yang dalam keadaan penampilan kusut membuat ibu Meri sedikit tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Masih terekam jelas oleh Ibu Meri bagaimana informasi yang di berikan oleh Anak buah nya.
Semua hasil penyelidikan yang dia lihat benar- benar membuat jantung nya berhenti berputar,bagaimana tidak,gadis malang yang berada di depan nya ternyata benar adalah putri bungsu dari Herman Satria Husein,Pengusaha sukses di kota j, sahabat karib dari Pak Anton dan Ibu Meri,perasaan nya kini sungguh bercampur aduk,Marah, kesal Serta malu,
__ADS_1
saat ini yang ada di pikiran nya bagaimana cara nya dia menjelas kan semua kesalahan ini kepada Pak Herman dan Ibu Sonia sahabat karib nya yang selalu membantu mereka.
" Papa benar- benar kecewa dengan kamu Reza, bisa- bisa nya kamu bertindak di luar batas Kemanusiaan, dia masih sekolah masa depan nya masih panjang kamu hancurkan begitu saja ,di mana pikiran mu itu." ucap pak Anton lantang.
Reza hanya bisa menunduk sesekali melirik bergantian ke arah sang mama dan gadis yang telah dia renggut paksa mahkota nya itu.
" Dia tidak bersalah, apa kamu itu buta atau memang sudah gila, melampiaskan dendam yang tidak tau arah itu kepada gadis ini, hah ." bentak pak Anton yang semakin keras kepada Reza.
" Gadis yang kamu bawa paksa dan duduk di samping kamu saat ini adalah putri kesayangan dari Herman Satria Husein Reza! apa yang harus papa katakan kepada Herman nanti?"
berulang kali pak Anton harus berusaha mengatur detak jantung nya kerena mengahadapi putra tunggal nya yang bertingkah seperti preman.
" bagaimana papa bisa tahu asal usul gadis ini,apa sudah sering bertemu dengan dia atau papa masih ingat dengan wajah nya?" ucap Reza dalam hati.
Gita yang sejak tadi diam,akhir nya memberanikan menengadah kan kepala nya dan membuka suara nya saat dia mendengar Pak Anton menyebut nama sang papa.
" Maaf Om, Kenapa Om bisa tau siapa saya dan Papa saya." tanya Gita dengan penasaran,
Pak Anton dulu memang sering bertemu dengan Gita,tetapi itu waktu dia masih sangat kecil semenjak Gita remaja dia sudah tidak pernah bertemu lagi ,maka nya Gita tidak mengingat lagi siapa orang yang berada di depan nya.
Jangan lupa Like,Komen,Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin.
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar ya guys...
Jangan lupa pencet tombol favorit nya...
__ADS_1
Terimakasih semua nya.... salam sayang untuk kita semua nya...🥰🥰🥰🥰