
" Siapa cowok itu? Biasa nya Gita kan di jemput oleh sopir nya dan mobil nya juga bukan yang itu."
" Gue harus mencari tau semua nya."
Selo terpaku di tempat nya, rasa penasaran nya semakin bertambah besar.
" Udah cabut yok guys, perut gue udah keroncongan nih." seru Aris yang menyadarkan teman nya dari pikiran masing- masing.
Mereka pun akhir nya memutuskan untuk pulang, sementara Gita saat ini sudah duduk manis di dalam mobil mewah suami nya.
" Mas maaf ya, tadi Mas nungguin nya lama." ucap gita yang merasa bersalah membiarkan suami nya terlalu lama menunggu dia di depan gerbang, dia cukup tau jika suami nya orang yang sangat sibuk, sedikit saja waktu nya terbuang itu adalah kerugian besar bagi suami nya yang notabene nya seorang pengusaha sukses.
" Iya sayang, ngga papa kok, Mas juga baru sampai, gimana ujian nya hari ini." tanya Reza sambil menatap kepada istri nya .
" Alhamdulillah lancar Mas, semoga saja hasil nya bagus ya Mas."ucap Gita yang membalas senyuman manis dari suami nya.
" Amin." jawab Rega dengan mengulum senyum dan mengelus lembut kepala istri nya.
Perlahan mobil mereka berdua meninggalkan gedung sekolah Gita.
" Mas, loh kita mau kemana?"tanya Gita yang menyadari bahwa jalanan ini bukan lah arah menuju ke rumah mereka.
" Kita ke kantor Mas sebentar ya sayang, kamu mau kan? Atau kamu mau makan siang dulu di luar." tanya Reza yang tetap fokus dengan setir nya.
" Mm tapi aku kan masih pakai seragam sekolah Mas, nanti apa kata orang- orang kalau ngeliat kita jalan berdua, emang nya Mas ngga malu apa jalan sama aku?"
Hahahaha....
" Ya ngga papa sayang, emang kenapa Mas harus malu, orang istri Mas cantik begini, Sholehah lagi,jangan- jangan kamu lagi yang malu jalan sama Mas, apa muka Mas sudah tua banget ya, sampai- sampai kita ngga cocok buat jalan berdua."seloroh Reza menggoda istri kecil nya.
" Bukan gitu Mas, ihh mas curang deh ,omongan aku tadi malah di balikkin lagi, ngga kreatif banget deh."ucap Gita dengan wajah cemberut nya.
__ADS_1
Hahahaha ...
lagi dan lagi, tingkah lucu Gita kembali mengundang gelak tawa suami nya.
tawa Reza menggema di dalam mobil melihat istri nya yang sudah kesal karena ulah nya.
" Malah ketawa lagi, lihat deh Mas seragam sekolah aku masih nempel begini! kita makan nya di kantor Mas aja gimana!" seru Gita memberikan solusi terbaik nya, dari pada mereka harus makan di luar, bisa saja mereka kepergok sama teman sekolah nya dan dia belum siap untuk hal itu semua.
" Ya sudah nanti Mas pesan kan makanan nya, untuk kamu apa sih yang ngga sayang." ujar Reza sambil tersenyum menggoda.
Mobil mereka kini sudah sampai di lobby kantor Wijaya group.gedung yang megah menjulang tinggi, entah ada berapa lantai di gedung ini, Gita sebenar nya tidak terlalu kaget, karena dia juga sering datang ke kantor Papa nya yang tentu nya tidak kalah megah dari gedung Wijaya group.
Reza turun membuka kan pintu mobil nya, lalu berjalan ke samping kiri membantu membuka pintu mobil untuk Gita.
" Mas, tunggu dulu! Aku malu kalau harus pakai seragam ini.aku pinjam jas Mas boleh ngga?" tanya Gita sambil memegang tangan suami nya.
" Boleh sayang." jawab Reza sambil mengulum senyum.
" Ya ngga tau juga Mas, sini Gita coba aja dulu." sambil mengulur kan tangan nya meminta jas yang sedang Reza pakai.
" Kayak nya di jok belakang ada Hoodie deh sayang,sebentar Mas lihat dulu ya."
Reza bergegas membuka pintu belakang mobil nya, mencari apa saja yang bisa di pakai oleh Gita, tentu nya yang pas dan nyaman di tubuh Gita.sementara Gita memilih tetap bertahan di dalam mobil sambil melihat suami nya yang mencari baju di kursi belakang.
" Ini sayang! Pakai ini saja buat nutupin seragam kamu." ujar Reza menyodorkan hoodie berwarna hitam kepada Gita, untung saja Reza sering menyimpan baju - baju nya di dalam mobil. di saat situasi genting seperti ini baju yang dia simpan sangat lah berguna.
" Terimakasih kasih Mas." jawab Gita yang lalu memakaikan hoodie tersebut ke badan nya.
" Pas kan sayang sama kamu?"tanya Rega yang mengamati dari luar mobil.
" Iya Mas." Gita perlahan keluar dari mobil.
__ADS_1
Sebenar nya dari tadi ada seorang security yang berdiri di dekat mobil Reza, security itu memang orang yang biasa memarkir kan mobil Reza jika sudah berada di kantor, namun security itu merasa heran kenapa tuan muda nya tidak kunjung pergi juga dari mobil nya, dia terus mengamati tuan muda nya,tapi tidak berani untuk mendekat atau pun bertanya,Reza di kantor memang terkenal galak dan sangat disiplin, sehingga para karyawan sangat takut dan segan kepada nya, di tambah lagi di bawah pimpinan Reza perusahaan semakin berkembang pesat.membuat semua orang yang bekerja di sana sangat patuh kepada nya.
Reza dan Gita melangkah memasuki gedung Wijaya grup,tidak lupa dia memberikan kunci mobil nya kepada security yang dari tadi sudah menunggu nya, memarkirkan mobil mewah nya di parkiran khusus untuk Presdir.
Beberapa karyawan yang berada di lobby kantor melirik diam- diam kepada Bos mereka yang sedang berjalan menggandeng mesra tangan seorang cewek cantik yang bertubuh mungil dan untung saja mereka tidak melihat seragam sekolah yang di pakai oleh Gita.
Ketika Reza berjalan melewati mereka , semua karyawan yang berada di sana menunduk sopan memberi hormat kepada Bos mereka, Sementara Reza hanya mengangguk kan kepala nya seraya terus berjalan menggandeng tangan Gita menuju lift khusus sang Presdir.
Bisik- bisik antar karyawan mulai terdengar heboh.
" Siapa cewek itu?" bisik salah seorang receptionist yang sedang berdiri di meja nya.
" Beruntung sekali cewek itu, pasti dia wanita spesial nya Pak Reza. selama ini kan Pak Reza tidak pernah membawa satu orang pun cewek ke kantor ini." ujar salah satu karyawan yang ada di sana.
Ya benar saja selama memimpin perusahaan, Reza memang tidak pernah membawa satu orang perempuan mana pun ke kantor nya, meski dia seorang cassanova tetapi dia tidak tertarik sedikit pun membawa wanita sewaan nya ke dalam kantor nya,apa karena Gita adalah wanita spesial nya, maka nya Reza membawa Gita ke kantor sekaligus menunjukkan bagaimana mewah nya ruangan kerja yang dia miliki.
Karyawan itu terus saja melanjutkan bisik- bisik mereka, hingga terdengar ke telinga Alan sang Asisten pribadi Presdir.
" Apa yang sedang kalian lihat? Apa kalian begitu senang bisa menggosip kan Bos muda kalian, cepat kembali ke tempat kalian atau silah kan ambil surat resign di HRD sekarang juga!" ancam Alan kepada semua karyawan yang berdiri di sana.
Semua karyawan itu memilih membubar kan diri ketimbang kehilangan pekerjaan mereka saat ini. Alan memang terkenal garang, hampir sama dengan sang Presdir, dia tidak mentolerir sedikit pun kesalahan, bertanggung jawab dan kinerja nya sangat rapi, itu lah mengapa dia sangat di percayai oleh Reza menjadi sebagai Asisten pribadi nya.
" Dasar jiwa mak- mak." ujar Alan yang merasa heran dengan tingkah para karyawan nya yang berani- berani nya menjadi kan sang Presdir sebagai bahan gosip mereka, Alan lalu ikut naik ke lantai atas menuju ruangan nya yang berada di lantai yang sama dengan Reza.
Jangan lupa Like.Vote dan berikan hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar ya...
Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya..
Terimakasih semua nya..
__ADS_1
Salam sayang untuk kita semua nya...😍🥰😍🥰