Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 147


__ADS_3

Setelah kepergian suami nya,Gita memilih duduk selonjoran di atas sofa ,sambil menunggu waktu sarapan datang.


Tidak banyak yang bisa dia lakukan karena semua aktivitas nya sudah di batasi oleh sang suami maupun semua penghuni rumah ini.


Dengan terpaksa Gita hanya bisa bermain ponsel,membuka sosial media nya yang memiliki begitu banyak pengikut.lalu bertukar kabar dengan ketiga sahabat nya yang kini tengah sibuk-sibuknya mengikuti jadwal perkuliahan mereka,sejak satu bulan yang lalu ketiga sahabat gesrek nya sudah resmi terdaftar sebagai seorang mahasiswa si sebuah kampus yang cukup populer di dalam kota ini.sebab kesibukan itu adalah mereka sudah tidak pernah berkumpul atau pun sekedar hang out bersama,hanya melalui aplikasi yang ada di ponsel lah mereka bisa saling bertukar pesan dan kisah seru yang mereka lalui.Gita tidak pernah mempermasalahkan nya,wanita hamil ini cukup peka dan mengerti dengan kepadatan jadwal kuliah ketiga sahabat nya.


" Sayang! Sarapan dulu." panggil Mama Sonia melihat sang putri masih betah berbaring di atas sofa besar.


" Iya Ma." jawab Gita yang mulai perlahan membetulkan posisi duduk nya supaya bisa berdiri dari sofa ini.


Di meja Makan itu,sudah ada Pak Herman serta Rega.kedua pria yang memiliki usia yang berbeda itu sudah terlihat tampan dengan setelan jas yang mereka pakai.


" pagi Pa." sapa Gita kepada sang Papa.


" Pagi nak." jawab Pak Herman sambil tersenyum.namun detik kemudian tatapan mata Pak Herman berubah menjadi serius. berusaha menggali dan menebak isi hati sang putri saat ini.


Namun Pak Herman masih tidak bisa juga memecah kan teka-teki itu,karena sang putri begitu rapat menyimpan nya.


" Dek, kenapa makanan nya cuman di aduk-aduk doang?" tanya Rega begitu melihat sang adik hanya melihat tanpa berniat mengunyah makanan yang ada di depan nya.


" Aku belum lapar Bang." jawab Gita sekena nya.


Mendengar jawaban yang di berikan oleh Gita, semua anggota keluarga yang ada di sana hanya bisa menghela nafas panjang.


Baru beberapa jam saja di tinggalkan suami nya, suasana hati Gita benar - benar hancur,bahkan dia yang biasa nya begitu semangat jika mendengar kata makan,kini mendadak tidak berselera.


" Kamu harus makan sayang! Ingat! Ada baby twins yang menunggu asupan makanan dari kamu." Mama Sonia menasehati putri nya.


" Ayo Nak,di makan nasi nya, apa mau Papa suapin?" tawar Pak Herman berharap sang putri mengatakan iya.


Hening..

__ADS_1


Gita tidak bergeming sama sekali, mata nya menunduk dengan tertutup sempurna.


" Dek!" sergah Rega lagi.


" Sini,biar Abang yang suapin kamu." putus Rega yang langsung merapat kan kursi kepada sang adik.


" Kamu ingat ngga sih Dek,dulu kamu sering minta di suapin sama Abang, walaupun sering Abang marahin tetapi kamu tetap saja mengekor minta di suapin." ucap Rega, tiba-tiba saja kenangan masa kecil mereka terlintas di benak Rega.bagaimana dulu Gita sering sekali merengek ingin ikut makan satu piring dengan dia, tetapi karena sikap Rega yang super usil,sering kali dia memarahi atau membentak sang adik.namun Gita tidak pernah kapok malah membuat dia semakin bersemangat merusuh ketika sang Abang lagi makan.


Gita yang tadi nya menunduk, perlahan mulai mengangkat wajah nya.senyum itu kembali muncul mengingat bagaimana indah nya masa kecil mereka dulu.


Tanpa di minta lagi, Gita dengan patuh nya membuka sendiri mulut nya,hingga Rega berhasil mendarat kan satu sendok nasi berisi lauk ke dalam mulut nya.


Mama Sonia dan Pak Herman yang melihat bagaimana harmonis nya hubungan kedua anak mereka, langsung tersenyum dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Kalian so sweet banget sih." ucap Mama Sonia sambil menyeka air mata nya yang sudah meluncur bebas.


" Jangan iri Ma." sahut Rega yang masih fokus menyuapi ibu hamil yang sedang di tinggal pergi oleh suaminya.


" Mama kalau ke pengen di suapi,minta sama Papa aja." cicit nya lagi.


Sikap penyayang Rega yang selama ini tersimpan rapat,malam ini terlihat begitu nyata,tidak ada lagi yang nama jahil maupun usil, kesedihan yang di rasakan sang adik mampu merubah total kepribadian bujang lapuk itu.


Setelah menyelesaikan sarapan nya yang penuh drama,Gita memilih tetap berada di lantai bawah demi menjaga kewarasan nya.


Jika dia kembali ke kamar, bayangan wajah suami nya selalu saja menghantui pikiran ibu hamil ini.


Sedang kan di kota m sana, pesawat pribadi milik Keluarga Wijaya baru saja mendarat setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih, meski pun tadi keberangkatan nya sempat tertunda beberapa menit akibat cuaca buruk,Reza akhirnya sampai dengan selamat.


Di bandara sejumlah bodyguard sudah menunggu kedatangan Tuan muda mereka.


" Selamat pagi Tuan muda." sapa ketua bodyguard.

__ADS_1


Yang hanya di balas anggukan kepala oleh Reza.


Sambil berjalan,Reza tiba-tiba saja membisikkan sesuatu ke telinga ketua bodyguard nya,kedua nya terlihat berbincang cukup alot,hingga terlihat anggukan kepala dari ketua bodyguard sebagai pertanda jika mengerti dengan perintah yang di berikan oleh Tuan muda nya.


Bukan nya ingin bersikap sombong dengan membawa serta sejumlah bodyguard nya, tetapi hanya untuk berjaga-jaga saja, dunia bisnis itu kejam dan kelam.kita tidak bisa menebak apa yang akan terjadi, tetapi kita hanya bisa berusaha menghindari.


"Kita langsung ke lokasi saja." ucap Reza kepada sopir nya.


Reza memutuskan untuk langsung bergerak meninjau cabang perusahaan nya, sebelum nanti malam acara itu akan di mulai.istri yang sedang hamil besar membuat Reza harus bergerak cepat.


" sayang,Mas sudah sampai di kota M." pesan Reza terkirim ke nomor ponsel istri nya.


" Kamu lagi apa?" pesan kedua juga terkirim mulus.


Reza tidak lupa mengabari sang istri,supaya tidak terjadi kekhawatiran dan keresahan di kediaman mereka.


Sambil menunggu balasan dari pesan yang dia kirim,Reza dan Aldo mulai mendiskusikan tentang proyek mereka.


Reza benar- benar tidak membuang waktu nya begitu saja, sedikit saja ada waktu luang,dia lebih memilih mengecek pekerjaan nya yang di kirim kan oleh sekretaris baru nya yang bernama Reno.


Aldo saja bahkan di buat geleng- geleng kepala melihat cara kerja dari Tuan muda nya.


" Pantesan Perusahaan bisa sesukses dan Semaju ini,cara kerja Bos memang luar biasa." gumam Aldo dalam hati.


" Gue yang karyawan nya saja,masih malas-malasan, tetapi dia begitu rajin dan tidak kenal lelah." lanjut nya lagi.


Sementara di kediaman keluarga Husein.Gita yang baru pulang dari kebun belakang rumah nya, mendadak senang kala mendapati dua pesan masuk dari nomor suami nya.


" Alhamdulillah.." ucap Gita senang.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya..

__ADS_1


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..


Terimakasih semua nya 😍🥰🥰🥰


__ADS_2