
" Mas, ingat!Kamu ngga boleh macam-macam ya selama berada di sana."salah satu isi pesan balasan yang di kirim oleh Gita kepada suaminya.
Belum ada beberapa detik pesan itu terkirim,balasan dari Reza sudah masuk dan menggetarkan ponsel Gita yang tergeletak di atas meja.
Saat akan membaca pesan dari istri nya,sudut bibir Reza terangkat ke atas,membayangkan tingkah manja dan wajah cemberut dari istri nya.memdadak rasa rindu itu kembali menyeruak dalam.
" Mas ngga akan pernah macam-macam sayang, Mas hanya ada satu macam saja." balas Reza.
" Kangen ..." balasan dari Gita tapi cukup mengena di hati suami nya.
Baru saja Reza akan membalas pesan rindu dari istri nya, Aldo tiba-tiba datang dan memanggil dia untuk masuk ke dalam ruangan yang akan di gunakan untuk nanti malam.
" Bos,apa masih ada yang kurang?" tanya Aldo sambil terus mengajak Tuan muda nya berkeliling memastikan semua properti nya lengkap tanpa ada yang cacat.
" Saya rasa ini sudah bagus, tetapi pastikan juga susunan acara nya pas dan tepat sesuai waktu.jangan ada yang mundur dari waktu nya." jawab Reza.
" Siap Bos." patuh Aldo.
Satu jam lebih mereka berkeliling mengecek kesiapan yang sudah di siap kan oleh karyawan dari anak cabang perusahaan nya.
Hingga waktu ashar telah tiba, Reza akhirnya memutuskan untuk menyudahi pekerjaan nya saat ini,dan langsung meminta untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap.
" Aldo! Siapa yang memilih wanita jadian- jadian itu menjadi manager pemasaran di perusahaan saya ini?" tanya Reza sedikit marah.
Pasal nya,sejak pertama kali menginjakkan kaki di cabang perusahaan nya,wanita yang di sebut Reza wanita jadian-jadian itu sejak tadi terus menatap ke arah Reza dengan tatapan nakal,baju nya bahkan mengalah kan baju para model dewasa.jika berada di dekat Reza, wanita itu dengan sengaja nya merapat kan badan atau pun bukit kembar nya kepada Reza.tubuh yang sengaja di liuk-liuk kan seperti cacing kepanasan.
Reza bukan nya tidak menyadari akan hal itu,lama berkecimpung di dunia hitam dan dunia mata keranjang,membuat Reza bisa menebak wanita seperti apa yang berada di dekat nya saat ini.
Langkah kaki Reza mengayun begitu cepat.perusahaan yang dia bangun bersama sang Papa penuh perjuangan, ternyata menampung karyawan yang tidak selayaknya mendapatkan tempat di perusahaan ini.
" Bagian HRD langsung yang memilih dia sebagai kepala pemasaran Bos." jawab Aldo bingung.
__ADS_1
Namun sedetik kemudian,baru lah dia mengerti maksud dari pembicaraan Tuan muda nya,wanita itu terus menatap nakal ke arah Reza yang sedang berjalan menjauh menuju ke mobil nya, senyuman maut ala ratu ular pun dia persembahkan sebagai bukti kenakalan nya
"Wanita jadi-jadian.terus lah percaya diri,gue yakin sebentar lagi loe bakal di tendang sama si Bos dari perusahaan nya." batin Aldo tertawa puas melihat tingkah genit wanita yang mirip ondel-ondel berdiri tidak jauh dari mereka, dempulan bedak yang tebal alias menor ,baju yang kurang bahan,alis Shinchan,dengan sepatu tinggi nya yang mengalah kan tinggi nya menara Eiffel.
" Loe kalah jauh dari Nona Gita,seujung kuku saja,wajah loe ngga akan mampu memikat hati Tuan muda." Aldo menyeringai saat menutup pintu mobil untuk Tuan muda nya.
Mobil mewah milik Reza perlahan menjauh dari parkiran perusahaan nya,wanita yang belum di ketahui nama nya oleh Reza masih saja betah berdiri menatap kepergian pemilik perusahaan tempat dia bekerja.
" Ganteng." ucap nya sambil mengelap air liur yang menetes menggunakan ibu jari nya.
Sungguh jorok bukan? Tetapi inilah fakta nya.
" Gue pasti kan,Bos bakal bertekuk lutut di hadapan gue,tunggu saja!" gumam nya pelan.
Sedang kan di kota yang berbeda,sejak tadi Gita sudah menunggu balasan pesan dari suami nya, ingin rasa nya dia marah dan menangis,namun mengingat nasehat yang di berikan oleh kedua orang tua nya membuat Gita lebih bersabar dari biasa nya.
Mama Sonia yang baru saja hendak masuk ke dapur tidak sengaja melihat sang putri tengah menatap layar ponsel nya dengan begitu intens.
" Ya Allah sayang! Kamu kayak anak ABG saja deh, kenapa foto Reza kamu tatap terus seperti itu?" seru Mama Sonia sambil mengambil posisi duduk di samping sang putri.
" Sabar, mungkin dia lagi banyak pekerjaan yang harus dia lakukan,maka nya dia belum sempat membalas pesan dari kamu."
Gita hanya mengangguk kan kepala nya,dengan wajah yang berusaha di buat manis.
" Pak Tohar ada 'kan Ma?" tanya Gita lagi.
" Ada,kayak nya lagi di pos depan,tumben nyari Pak Tohar?" Mama Sonia mulai merasa awas.
"Gita pengen makan es cendol yang ada di samping minimarket itu Ma, rencana nya mau minta tolong Pak Tohar buat beliin."
" Kalau Gita yang pergi, pasti ngga akan di bolehin." sambung nya lagi.
__ADS_1
" Anak pinter!" seru Mama Sonia sambil menoel pipi gembul milik sang putri.
" Ma, Gita bukan anak kecil lagi." protes Gita dengan wajah cemberut.
" Di mata Mama kamu selalu putri kecil Mama, walaupun kamu sudah menikah dan sebentar lagi akan punya anak,itu tidak akan merubah apapun." jawab Mama Sonia menatap penuh makna kepada putri nya.
" Ah Mama !Bikin mewek aja deh!" seru Gita yang sudah berderai air mata.
Kedua ibu dan anak itu, saling berpelukan.entah siapa yang memulai nya,yang jelas saat ini, pelukan hangat dengan di iringi suara tangisan dari Gita tengah berlangsung.
" Terimakasih sudah selalu menjadi orang pertama yang memberikan support dan dukungan kepada Gita Ma." ucap Gita di tengah suasana haru itu.
" Kamu tidak perlu berterima kasih sayang,itu sudah tugas Mama sebagai orang tua." bisik Mama Sonia lembut di telinga sang putri.
" Harus nya Mama yang berterima kasih,karena kamu sudah hadir dan tumbuh dewasa di luar yang Mama duga." tambah nya lagi.
" Kamu harus semangat,ada baby twins yang menunggu kamu tertawa supaya mereka juga ikut merasa kan ketenangan di dalam sini."
" Iya Ma." jawab Gita yang kembali memeluk manja sang Mama.
Ibu merupakan sosok malaikat tanpa sayap yang ada di dunia.sosok yang bisa menerima baik dan buruk nya anak dengan tulus,ikhlas dan sabar.
Kebanggaan terbesar seorang ibu adalah melihat anak-anak yang di rawat dan di bimbing selama hidup nya menjadi anak yang baik,patuh dan penurut itu sudah membuat dia bangga.
Tanpa terasa lembut nya belaian kasih dari tangan sang Mama membuat Gita tertidur dengan kepala berada di pangkuan sang Mama.
Dengkuran halus bagaikan syair lagu yang mengantar tidur nyenyak nya.Mama Sonia yang tidak ingin menganggu waktu tidur sang putri memilih diam dengan tangan yang tidak berhenti mengelus manja rambut hitam sang putri.
" Kamu begitu kuat sayang! Bahkan lebih kuat dari yang Mama duga." gumam Mama Sonia dalam hati.
Jangan lupa Like .Vote dan Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..
__ADS_1
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..
Terimakasih semua nya 🥰😍😍😍🥰