
" Mampus gue." ucap Hana dalam hati nya.
" Aduh! Bagaimana ini, bisa- bisa nya gue lepas kontrol begini." ucap Lusi sambil meremas seluruh jari nya,kaki nya menjadi lemas tak bertulang, dada nya bergemuruh hebat,ini adalah kali kedua nya dia keceplosan berbicara terlalu terang- terangan.
Gita dan ketiga teman nya masih terpaku di tempat,mereka begitu syok dengan kedatangan Selo dan juga Bima, tak di sangka- sangka bahkan kedua nya juga ikut mendengar pembicaraan yang terjadi di antara mereka.
" Ehh hai Sel,Bim." seru Lusi mencairkan suasana, berpura - pura seolah tidak terjadi apapun,padahal untuk bernafas saja rasa nya sangat susah.
" Siapa yang sedang hamil?" Selo mengulang kembali pertanyaan yang masih mengganjal di dalam benak nya.
" Hamil?" keempat Gadis itu membulat kan mata mereka dengan sempurna.
" Emang siapa yang hamil? tanya Lusi dengan gelagapan.
" Tadi kita denger semua yang kalian bilang, apa maksud kalian tentang Gita yang sedang ngidam."
" Hah." pekik Lusi yang merasa kaget, ternyata Selo benar- benar mendengar semua nya.
Lusi menggerakkan kepala nya ke kiri dan juga ke kanan,meminta bantuan kepada sahabat nya yang lain,otak nya sungguh sudah buntu dan tidak bisa berpikir secara jernih lagi,sementara
Gita masih terlihat bingung dengan wajah yang melukiskan kegelisahan, kenapa kejadian menegang kan ini harus kembali terjadi,kepala nya mendadak terasa pusing.
Deg.. Deg.."Mati gue."
" Gita lagi ngga hamil kok, kita tadi lagi godain dia aja, soal nya dia makan nya kayak orang ngidam gitu." sahut Kiki memberi pembelaan.
" Iya benar, tadi tuh kita cuman main- main aja. jangan di anggap serius, oh ya kalian berdua tumben ngga bawa pasukan kalian." sahut Hana lagi yang masih berusaha mengalihkan topik pembicaraan mereka.
Selo dan Bima masih terdiam mencerna semua kejadian yang menurut mereka yang terasa sangat janggal, kedua nya masih betah berdiri di samping meja.
" Gue ngga mungkin salah denger lagi."
" Kenapa hati kecil gue bilang kalau mereka sedang berbohong, jelas - jelas tadi gue denger sendiri apa yang mereka bilang."Selo bergumam dalam hati nya.
" Halo Sel, Bim." panggil Lusi dengan melambaikan tangan nya di depan wajah kedua pria itu.
__ADS_1
" Hah loe nanya apa tadi?" ujar Selo yang tidak fokus lagi.
" Kalian berdua kok tumben ngga sama pasukan kalian?"
" Oh, itu mereka lagi ada keperluan di ruang guru." jawab Selo pelan.
" Ohh." Lusi hanya ber oh ria saja, sejujur nya dia juga bingung mau ngomong apa lagi.
" Kita boleh ikut gabung ngga?"tanya Selo lagi yang tanpa menunggu jawaban tapi langsung duduk saja di sebelah Gita.
Gita yang sejak tadi hanya diam, merasa grogi ketika Selo duduk di samping nya,bahkan dia tidak bernafsu lagi melanjutkan menghabiskan sisa makan nya.perut nya yang sejak tadi keroncongan minta di isi,mendadak kenyang tanpa butuh asupan lagi.
" Gimana ujian nya hari ini Git?" tanya Selo yang sedikit merapat kan tempat duduk nya kepada Gita.dia berpura- pura menerima semua alasan yang di berikan oleh ke empat gadis ini,walau pun sebenar nya hati nya masih sangat sulit menerima pembelaan itu.
" Mm alhamdulillah lancar Sel." jawab Gita pelan.
Dia sungguh merasa risih dengan ulah Selo yang posisi duduk nya tidak ada jarak lagi di antara mereka, dia juga merasa segan jika harus mengingat kan Selo untuk sedikit bergeser ke arah ujung.
" Pulang sekolah nanti jalan sebentar yok Git?' ajak Selo dengan wajah was- was nya,dia sudah bisa menebak jawaban apa yang akan di berikan Gita kepada nya.
Ada perasaan seseorang yang harus dia jaga, dia tidak mungkin melampaui batas nya sebagai seorang istri, namun Selo juga tidak bersalah, dia belum tahu semua kenyataan yang ada, saat ini Gita benar- benar belum siap untuk mengungkap kan semua nya.hati nya menjadi dilema tak menentu.
Bayangan kenangan saat mereka jalan berdua kembali terputar di memori indah nya,dengan cepat Gita menghalau segala kenangan yang pernah tercipta di antara mereka,saat ini ada jurang pemisah di antara mereka berdua,dan Gita tidak mungkin membagi hati nya setelah seluruh hidup nya dia curah kan untuk orang yang menyandang status sebagai suami nya.
" Kasihan banget sih loe Sel, gue yakin loe bakal dapatin yang lebih dari Gita." Lusi bergumam dalam hati nya,menatap iba kepada Selo.
" Apa ini ada hubungan nya dengan my husband?Gue ngerasa Gita seperti menjaga jarak dari Selo." ucap Bima dalam hati nya.
"Ya udah kalau kamu ngga bisa." sahut Selo merasa kecewa,perjuangan dia selalu saja kandas di tengah jalan, Gita tidak pernah merespon apa yang dia lakukan.
" Apa kurang nya gue? Kenapa Gita seperti tidak tertarik sama sekali sama gue, apa benar yang di bilang oleh Tante gue kemarin,bahwa orang yang memesan baju pengantin itu adalah orang yang sama seperti foto yang gue tunjukkin."Selo bergumam dalam hati nya.mata nya memerah menahan sesak di dalam dada nya.
Ketiga sahabat Gita hanya diam mendengar pembicaraan di antara Gita dan juga Selo, mereka sama sekali tidak menyentuh lagi makanan yang ada di depan mereka, selera makan mereka menguap begitu saja.
" Gue tau, Gita pasti lagi berusaha menjaga jarak dari Selo, kapan sih Gita mau berterus terang, supaya Selo berhenti untuk berharap kepada dia." Hana bergumam dalam hati nya.
__ADS_1
" Apa yang akan terjadi kepada Selo, jika suatu hari dia mengetahui tentang pernikahan Gita." ucap Kiki dalam hati nya, berulang kali dia melihat sendiri ,bagaimana Selo selalu di tolak mentah- mentah oleh Gita, ingin rasanya dia berbicara untuk jangan lagi berharap kepada Gita, sungguh ini semua di luar batas dia sebagai sahabat.
Hening...
Semua orang yang berada di sana sibuk berperang dengan pikiran mereka masing- masing.
" Kita duluan ya Sel, Bim.." pamit Gita seraya berdiri dari kursi nya.
" Iya." jawab Selo pelan sembari mengangguk kan kepala nya.
Kecewa,jelas sudah pasti,marah boleh saja,tapi dia tau batasan nya yang tanpa ada hubungan yang mengikat.
Perasaan nya saat ini benar- benar lagi kacau, berbulan- bulan dia mencoba mengejar cinta pertama nya, tapi sampai detik ini belum ada sedikit pun titik terang nya.
" Jahat banget ngga sih gue sama Selo, gue ngga bisa berterus terang kepada dia, tapi gue juga ngga tega selalu saja nolak permintaan dia." seru Gita yang sudah duduk di dalam kelas.
" Loe ngga jahat kok Git, hanya saja loe harus secepat nya memberitahu Selo, biar dia tidak lagi mengejar cinta loe terus."
" Gue belum siap Han, gue juga ngga tau bagaimana cara menyampaikan ini semua sama dia, gue bingung! Gue mohon...Bantu gue!"
ucap Gita dengan air mata yang sudah menetes di pipi nya.
Melihat Gita yang sedang menangis, ketiga sahabat nya langsung berhambur memeluk dia.
" Loe pasti bisa kok Git, jangan khawatir, kita bakal selalu bantu loe." seru Hana yang sudah berderai air mata juga.
Persahabatan yang terjalin di antara keempat gadis remaja ini memang tidak bisa di ragukan lagi,sekuat apapun badai datang menghantam, mereka akan selalu kompak menghadapi nya, meski di antara mereka sering terjadi pertengkaran kecil,namun itu hanya sebagai batu sandungan agar mereka lebih solid lagi.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin..
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar ya guys..
Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya..
Terimakasih semua nya..
__ADS_1
Salam sayang untuk kita semua nya..🥰😍🥰😍🥰