Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 115


__ADS_3

Kedua pasangan halal itu saling memeluk mesra.


"Mas begitu sangat mencintai dan menyayangi kamu sayang."


" Aku juga sangat mencintai kamu,suami ku.lelaki terkasih ku."jawab Gita sambil mengerat kan pelukan nya.


Reza menghadiahkan kecupan sayang di pucuk kepala Gita.


"Kamu ngga boleh mengingkari ucapan kamu ya Mas, Pokok nya kalau mau meeting aku harus ikut juga,entah kenapa aku merasa dia punya niat jahat sama rumah tangga kita,mata nya sangat liar menatap ke arah Mas waktu di restoran kemaren."ujar Gita mengeluarkan uneg-uneg nya.


" Iya sayang,Mas tidak akan pernah mengingkari apapun yang sudah Mas ucap kan.kamu jangan khawatir dunia Mas sudah sepenuh nya milik kamu, walaupun dia telanjang sekali pun di depan Mas, seperti yang Mas bilang tadi hanya kamu wanita yang paling seksi dan cantik di mata Mas."


" Gombal... Ternyata kamu jago juga dalam hal seperti ini ya." ucap Gita sambil mencium leher suami nya.


"Ahh..Sayang! Jangan memancing Mas seperti ini, kamu sedang sakit dan tidak boleh kecapean dulu." ujar Reza sambil menahan rasa panas yang menjalar di sekujur tubuh nya akibat sentuhan nakal dari bibir istri nya.


" Apaan sih Mas, pikiran kamu mesum amat.orang aku cuman pengen cium doang, karena ngga sampai di pipi jadi nya di leher kamu aja." jawab Gita tanpa berdosa sudah membangun milik suami nya yang terlihat sudah berdiri tegak dari balik celana yang dia pakai.


" Tanggung jawab sayang...." ujar Reza sambil mencium habis bibir Gita dengan lembut.Gita yang awal nya menolak langsung merespon dengan gerak tubuh suka rela.pria itu menjalankan aksi nya.mengabsen setiap inci rongga mulut istri nya yang terasa manis dan sudah menjadi candu,perlahan namun semakin kuat.saling menyesap satu sama lain,memainkan lidah nya yang bergerak lincah di dalam sana.sapuan basah itu semakin turun ke leher Gita baru saja Reza memulai menyesap leher jenjang itu,namun akal sehat nya mulai bekerja normal.dengan sangat terpaksa dia menghentikan aksi gila nya itu.


" Maaf sayang,Mas ngga tahan lagi kalau kamu menggoda Mas seperti tadi." ucap Reza sambil menyambar kembali bibir manis istri nya lalu berlari menuju ke kamar mandi.


Gita yang sadar apa yang akan di lakukan oleh suami nya di dalam sana, hanya bisa termangu seketika sambil nyengir tidak percaya dengan tingkat kemesuman yang di miliki oleh suami nya.


Hampir setengah jam Reza berada di kamar mandi menuntas kan hasrat nya yang sudah berada di ujung jalan dengan memilih bermain solo.gawang sang istri yang belum bisa di terobos memaksa dia memilih jalan pintas demi terhindar nya dari rasa migran di sekujur kepala nya.


Setelah selesai mandi Reza keluar dengan menggunakan baju bersih yang sudah di antar kan oleh Alan.

__ADS_1


Kabut gairah yang terlihat dari sorot mata elang nya tadi kini berganti dengan tatapan penuh kelegaan setelah berhasil menuntas kan milik nya di dalam sana.


Reza bergegas menghampiri istri nya yang melihat ke arah nya dengan tatapan aneh.


" Kenapa sayang,hm? tanya Reza,namun belum sempat Gita menjawab Reza sudah kembali membungkam bibir istri nya dengan lembut dan luwes.setiap inci dari benda kenyal itu terasa manis bagi dia dan membuat dia sangat ketagihan.padahal dari sore tadi istri bahkan belum mandi dan menggosok gigi.


Gita yang tidak ingin suami nya kembali di balut gairah langsung melepas paksa bibir nya.


" Kenapa sayang?" tanya Reza saat merasa kesenangan nya terhenti.


" Jangan di cium terus Mas,nanti yang di bawah sana malah bangun lagi.ribet 'kan." ujar nya berkilah.


" Habis nya bibir kamu selalu manis dan menjadi candu bagi Mas,sedikit saja kamu sentuh , entah kenapa Mas ngga bisa menahan rasa ingin itu.Huft...seperti nya beberapa hari ini Mas akan sangat tersiksa karena harus berpuasa dulu." ujar Reza dengan wajah sendu nya.


" Maka nya kamu jangan terlalu mesum,baru juga satu hari udah ngeluh aja,dasar laki- laki apa memang selalu begitu ya?"


" Mau satu hari atau pun satu jam,jika sudah berada di dekat kamu itu terasa bagaikan satu tahun sayang,dan ini hanya berlaku jika Mas berada di samping kamu." ucap Reza sambil mengelap sisa Saliva nya yang masih terlihat di dagu istri nya.


" Bibir nya jangan di bikin seperti itu sayang,kalau Mas khilaf ngga boleh protes ya!" seru Reza menggoda istri nya dengan memainkan alis nya.


" Apaan sih Mas, kamu nya aja yang terlalu sensitif." ujar Gita sambil menyembunyikan kepala nya di balik selimut tebal yang di berikan oleh suami nya.


"Maka nya jadi istri itu jangan terlalu menggemaskan jadi selalu khilaf kan! Selamat beristirahat sayang." ucap Reza sambil mengecup kepala istri nya yang di tutupi oleh selimut.


Gita yang merasa kan pergerakan turun dari suami nya bergegas membuka selimut nya,lalu menatap sengit ke arah suami nya yang sedang membaringkan tubuh nya di atas sofa.


" Mas!" pekik Gita merasa kesal.

__ADS_1


" Ya sayang.Kenapa? " tanya Reza kaget . hampir saja dia menutup mata nya karena sudah mulai mengantuk.namun di buat kaget oleh suara teriakan istri nya.


" Ayok tidur! Ini sudah mau pagi,kemana masih betah di sofa itu sih?" ujar Gita kesal yang melihat suami nya malah tidur di sofa.


" Iya sayang,'kan Mas lagi tidur,emang nya mau ngapain lagi?"


" Tidur nya disini aja Mas, kenapa kamu malah tidur di sana? Apa kamu marah karena aku menolak di cium oleh Mas tadi? Tau karena aku bau belum mandi?" tanya Gita yang mood sensitif dan ceriwis nya sudah kembali.


" Ya tuhan..." ucap Reza pelan sambil menggaruk kepala nya yang tidak terasa gatal.


" Bukan begitu sayang,kamu masih sakit,Mas takut jika mengganggu istirahat kamu,siapa yang bilang kalau kamu bau,sini biar Mas marahin dia." ujar Reza merangkak naik ke atas kasur.


" Habis nya Mas kenapa malah pergi ke sofa bukan nya ikut tidur di sini! Aku kan ngga bisa tidur kalau ngga di peluk sama Mas." ujar Gita sambil malu-malu lalu menyembunyikan wajah nya di dalam pelukan suami nya yang sudah berbaring dia samping nya.


" Emang boleh Mas tidur di sini?" tanya Reza memastikan.


Gita mengangguk kan kepala nya yang berada di dalam pelukan suami nya tanpa menatap ke arah Reza.


" Ya boleh dong Mas, ranjang nya juga besar malah cukup untuk tiga orang,atau jangan-jangan Mas yang ngga suka ya tidur bareng sama aku?"


" Ngga sayang..Udah tidur,ini sudah mau pagi."titah nya sambil mencubit gemas hidung Gita.


Kedua nya tertidur dengan tangan Reza yang setia memeluk erat tubuh istri nya meskipun ada perut buncit Gita yang menjadi pembatas namun itu bukan lah sebuah kendala yang berarti bagi mereka.


Jangan lupa Like.Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..

__ADS_1


Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya.. Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..


Terimakasih semua nya 😍🥰😍🥰


__ADS_2